
SAH!!
SAH SAH SAH
Alhamdulillah Allâhumma allif bainahumâ kamâ allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Ibrâhîm wa Sârah, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Yûsuf wa Zulaikha, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatinâ Khadîjatal kubrâ, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ ‘Aly wa sayyidatinâ Fâthimah az-Zahrâ
Pak penghulu mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya sebagai tanda usai membaca doa.Dan di ikuti oleh yang lain.
Zubair membimbing Idris untuk mengulur kan tangan nya yang disambut oleh Halimah.Namun Idris sama sekali tidak membalas sebuah kecupan di kening Halimah sebagai mana biasa pengantin pria lakukan saat mempelai wanita mencium tangan.
Para tamu yang melihat peristiwa sakral itu terbengong.
"Ahhh...mari...mari ...kita sama-sama menyantap hidangan yang disajikan"Ilyas segera mengalihkan perhatian.Semua tamu pun bangkit dari duduknya, namun sama sekali tidak menyelematkan nama Idris dari pergosipan.
Idris bangkit,ia meninggalkan tempat akad nikah menuju mobilnya.Tanpa ia sadari, Halimah mengekori di belakang.
Idris melonggarkan dasinya,lalu mencampakkan Jaz hitam yang ia pakai ke dalam mobil.
Saat hendak masuk,ia mematung melihat Halimah yang berjalan ke arahnya.
"Kau mau kemana?"seru Idris.
"Mengikuti suami ku pergi"Jawab Halimah.
"Kau jangan gila.. bukankah ini hanya sebuah status?"
"Tapi...Kamu sudah sah menjadi suami ku, terserah dengan alasan apapun kau menikahi ku.Kini aku adalah istri mu"
Idris berang,bukan ini yang ia inginkan.Ia masuk ke dalam mobil.Dan Halimah mengikuti nya dengan masuk melalui pintu di sisi lain.
Idris bersikap tidak perduli,ia menghidupkan enjin mobil.Bersamaan dengan itu, ponselnya berdering.
AYA' SAYANG.
Nama itu terpampang dengan jelas ,degup jantung seakan terhenti.Idris langsung meraih ponselnya.
"Sayang..."Kata itulah yang pertama kali terlafazkan.Namun hanya keheningan yang Idris dapatkan.
"Sayang kamu dimana?"Idris bersuara lagi.
"Apa kamu ingin mati??hah?Aku menelfon mu berkali-kali tapi kamu tidak perduli!!"Hardik Soraya dari seberang.
Idris memejamkan matanya menahan pedih dalam hatinya.Bagaimana jika Soraya tahu???
"Sayang kamu dimana ??Aku rindu...aku rindu kamu"Idris tidak kuasa lagi menahan tangisannya.Ia tidak perduli jika harus menangis di depan Halimah yang membisu.
"Aku di Surabaya"
"Hah?? Surabaya ??Aku kesana sekarang ya..."
"Mau ngapain ??"
"Aku ingin menemui mu,aku kangen..kamu tahu nggak ??"
"Mangkanya jadi orang jangan langsung percaya gitu aja..sakit hati ku kamu nggak percaya sama aku"
"Iya sayang...aku percaya sama kamu...maafin aku ya... sekarang aku datang ke tempat mu..ok???"
"Nggak usah...aku sudah mau pulang "
"Kapan?"
"Besok!!!"
"Aku samperin kamu sekarang...aku nggak bisa menunggu besok.Tunggu aku!!!"
Idris langsung mematikan sambungan telepon.Ia mengemudikan mobilnya dengan tujuan langsung ke Bandara.
Halimah yang sejak awal mendengar panggilan mesrah suaminya hanya diam seribu bahasa.Sakit???itu pasti.Tapi ia kan sudah tahu jika Idris memiliki kekasih.
Karena itu ia harus menelan sakit itu dalam diam.
Idris melajukan mobilnya secepat yang ia bisa.Ia sama sekali tidak bicara sepatah katapun dengan Halimah.
Setibanya di Bandara, Idris menyerahkan kunci mobil kepada Halimah.
"Kamu bisa menelepon siapapun untuk menjemput mu kemari.Jika ada yang bertanya aku kemana ?Jawab saja yang sejujurnya.. Assalamualaikum "
"Wa'alaikum salam "Halimah menjawab lirih,Ia menatap punggung suaminya yang masuk ke dalam Bandara dengan tergesa-gesa.Air matanya mengalir perlahan.
Di tempat lain, Zubair dan Ilyas sama sekali tidak khawatir karena setahu mereka.Pasangan pengantin baru itu pergi keluar bersama-sama.Namun disaat seorang punggawa menghampiri Zubair dan membisikkan sesuatu.Barulah wajah Zubair berubah pucat.
"Cepat jemput dia!!"Zubair memberikan perintah tegas.Punggawa itu mengangguk patuh.
"Kenapa ??"Ilyas mulai cemas.
"Kita segera pulang saja...dan biarkan pesta ini dihabiskan oleh para jama'ah"Zubair tidak menjelaskan,karena disana adalah tempat umum.Ia tidak ingin berita yang memanas karena sikap Idris yang dingin tadi semakin meruncing.
"Baiklah"Ilyas setuju, mereka segera pulang.
*
Begitu Halimah datang dengan masih memakai baju pengantin.Zulaikha langsung bangkit menyambut sang putri.
Halimah berlari memeluk sang ibu,ia menangis disana.
Zubair dan Ilyas tidak mampu berbuat banyak,bagitu juga Nicta.Mereka tidak bisa menyalahkan Idris.Karena ini bukan keinginannya.
"Maafkan anakku Zubair "Ilyas tak enak hati.
"Tidak perlu minta maaf,ini bukan salah Idris"Jawab Zubair menahan kemelut dalam hati.
"Aku akan bawa Halimah ke kamar"Zulaikha pamit, Zubair menjawab dengan anggukan kepala.
Zulaikha membimbing Putrinya masuk ke dalam kamar.Lalu ia mengunci pintu dari dalam.
"Halimah... Please jangan menangis seperti ini. Kamu harus bisa meyakinkan keluarga Ilyas bahwa kamu tidak apa-apa dengan pernikahan ini. Bahwa kamu baik-baik saja, jangan menciptakan keadaan yang akan menekan perasaan Idris"
"Ibunda...Halimah tidak bisa...Halimah benar-benar mencintai Idris Bunda...dia pergi ke Surabaya menyusul kekasihnya "
"Oke Bunda paham...Bunda mengerti bagaimana perasaan kamu. Tapi kamu harus benar-benar menahannya sekarang ini .Terlalu dini untuk menampakkan perasaanmu kepada Idris ,kalau kamu seperti ini? keluarga Ilyas akan menekan Idris .Dan kalau sampai Idris tertekan di saat seperti ini, dia akan menceraikanmu"
"Kamu mau seperti itu?"Zulaikha menambahkan.Halimah menggeleng pelan.
"Kalau begitu, hapus air matamu !mulai sekarang kamu tidak boleh menampakan setetes pun air mata di depan semua orang, kau harus terlihat bahagia ,Kau harus terlihat tidak apa-apa. Ingat tujuan kita datang kemari, Bunda dan Ayahanda ingin melindungi tahta dan kamu ingin mendapatkan cintamu"
Halimah mengangguk..
"Bagus!"Zulaikha mendekati Putrinya,ia mengusap wajah Halimah yang basah oleh air mata.
"Kau harus kuat sayang...harus!!"
*
*
Tanpa sepengetahuan Pak Luyo dan Ahmad (karena saat itu Pak Luyo dan Ahmad pergi ke masjid) Soraya memesan taxi online menuju Bandara.
Idris yang baru keluar dari airport, melihat kelibat gadis yang ia rindukan langsung berlari.Ia memeluk Soraya sampai digendongnya berputar-putar.
Idris juga menciumi seluruh wajah Soraya sampai merata.Kerinduan dihatinya terlihat jelas.
"Geli ah"Soraya mengelak,tapi tetap saja ia diciumi oleh Idris hingga ke tangannya.
"Aku merindukanmu sayang..."Ucapnya,kecupan mesrah bertubi-tubi mendarat di punggung tangan Soraya.
Gadis itu tersenyum tipis...
"Jangan tinggalkan aku lagi ya?"rengek Idris manja.
"Udah ah...yuk"Soraya berbalik melangkah lebih dulu.Idris menyusul lalu melingkarkan tangannya di pinggang Soraya.
Ia terlihat sangat bahagia,kejadian di rumah nya langsung tidak ia ingat sama sekali.Yang ia rasakan hanyalah kebahagiaan bertemu Soraya.