Blue Eyes

Blue Eyes
AMBIL DARAH 32



Idris berlari kecil menghampiri,ia membuka pintu gerbang rumah nya.Dan tiba-tiba Idris langsung memeluk Soraya.


Mata Aya' melebar saat mendapatkan sambutan Idris yang begitu.


"Aku senang kamu datang menemui ku"Ungkap Idris dengan pelukan hangat.Soraya tak bergeming,namun ia merasakan seluruh aliran darah nya memanas.


Luna yang baru saja tiba bersama Lana, terdiam di tempat menyaksikan Idris memeluk seorang gadis.Jika ia perhatikan dengan seksama,gadis itu sama dengan gadis yang berciuman dengan Idris saat acara ulang tahun.


"Apakah itu Aya'??"gumam Lana.


"Apa??Aya'??"Hati Luna seperti luka yang disiram air cuka.Perih semakin perih..Jadi yang berciuman dengan Idris saat itu adalah Soraya.


Luna segera membuka pintu mobil,ia berlari menghampiri Idris dan Soraya yang baru saja merenggangkan pelukannya.


"RIS..."


Idris mengalihkan perhatiannya,begitu juga dengan Soraya.


"Kau sudah sembuh ??"


"Ah iya.. Alhamdulillah aku baik-baik saja "


"Syukurlah..."Luna melirik Soraya"RIS... apakah saat kamu ulang tahun,kamu berciuman dengan dia?"tanpa segan Luna menuding Soraya.Gadis itu nampak terkejut...


"Aku melihat nya,atau kau sengaja ingin membuat ku sakit hati dengan mencium nya??"


Dua bola mata indah milik Soraya bergulir menatap Idris.Ia kembali teringat rasa luka saat Idris jujur bahwa ia mencium Soraya karena hanya ingin menghindari seorang gadis.


Idris bingung,apa yang harus ia katakan.


"Jawab RIS...agar Aya' tahu semua nya"Paksa Luna.


"Lun..."Lana datang menyela"Apa yang kau lakukan ??"


Luna Menatap wajah Idris dan Soraya bergantian,ia jadi geram sendiri.Karena tak bisa berbuat banyak kalau ada Lana Disisinya.


"RIS...aku senang kau pulih begitu cepat,kami pulang dulu...Aya' aku duluan"


Aya' menjawab dengan anggukan kecil.Lana merangkul bahu adiknya lalu diseret nya pergi.


Idris menghela nafas lega saat melihat mobil yang dinaiki paman dan Bibiknya putar balik.


"Apakah benar,Luna adalah alasan utama kamu mencium ku?"


Idris yang hendak membawa Soraya masuk,tercekat saat mendengar ucapan gadis itu.Ia menatap intens mata Soraya yang biru.Disana ia menemukan sesuatu keinginan tentang sebuah kejujuran.


"Ok...akan aku jelaskan,tapi... bisakah kita bicara ditempat yang nyaman "


Soraya diam,dan akhirnya ia mengiyakan.Idris tersenyum, keduanya berjalan beriringan menuju taman di sebelah halaman rumah.Taman itu berlantai kaca transparan,di bawahnya ada kolam dengan berbagai macam jenis ikan.Soraya terpana,kenapa malam itu ia tidak tahu dengan taman ini??


Idris duduk di sebuah ayunan dengan dua kursi yang berhadapan.Soraya pun diminta untuk duduk di sana.


"Bagaimana menurutmu tempat ini?"tanya Idris.


"Kau ingin menyombongkan diri ??Aku ingin jawaban mu"


Idris merasa malu,ia pun menganggukkan kepalanya.


"Baiklah...Yah..aku mencium mu karena aku menghindar dari Luna"


Soraya menggeretakkan gerahamnya.


"Tapiiii... selain dari itu,aku suka menciummu"


Seketika itu juga wajah Soraya seperti kesemutan.Ia menundukkan kepalanya menyembunyikan rasa malunya.


"Apa kamu juga menyukai ciuman itu??"Idris seperti semakin menyudutkan perasaan Soraya.


"A...aku ...aku ingin memastikan kamu...kamu baik-baik saja.Karena...kamu .... ternyata sudah membaik...aku...aku...pamit pulang "


Soraya beranjak,namun Idris menahannya untuk tetap duduk.


"Kenapa tiba-tiba ingin pulang ??Aku juga ingin tahu jawaban mu"


Soraya memutar bola matanya ke atas,tapi ia tidak sanggup melawan tatapan mata Idris.


"Apa itu penting ??"


"Sangat penting...kau tahu bagaimana aku takut bertemu denganmu karena ingat tamparan mu waktu itu.Tapi...setelah kita ospek bareng.Aku jadi tidak takut lagi,,, justru aku senang bisa bertemu kamu lagi"


Soraya mengalihkan pandangannya ke pemandangan indah di depannya.


"Ohya...aku mau bilang makasih sama kamu"


"Makasih untuk apa ??"


"Kamu sakit ??"


Idris menghela nafas berat,ia ragu untuk menceritakan tentang dirinya dan keluarga nya.Tapi Idris ingin Soraya juga bisa membantu Ibunya.


"Aku akan menceritakan rahasia besar keluarga ku,aku harap setelah kamu tahu.Kamu tidak membenci ku ataupun jijik kepada orang tua ku"


"Kenapa bisa begitu ??"


"Sebenarnya...Ibuku seorang Kunyang,tapi dia dalam proses penyembuhan.Untuk saat ini, perubahannya dapat dikendalikan dengan memakan tumbuhan khas yang hanya tumbuh di Thailand.Dia akan sembuh total jika bisa meminum darah serigala suci"


Pupil mata Soraya membulat sempurna.


"Dan kemarin tanpa sengaja aku menghisap darah mu...aku benar-benar tidak tahu,jika dengan meminum darah mu.Aku bisa sembuh dari pengaruh virus Kunyang.Yah...aku terjangkiti, meskipun aku tidak berubah menjadi Kunyang.Tapi aku akan merasakan sakit yang sama saat para Kunyang memisahkan kepala dari badannya "


"Seperti halnya,saat aku berusaha melawan para penculik anak-anak itu.Aku sudah bisa menghajar mereka, tapi tiba-tiba aku kesakitan karena malam itu para Kunyang berubah menjadi hantu "


"Akhirnya,kau lihat sendiri kan..aku berhasil tertembak"


Soraya diam menyimak.


"Ternyata... Serigala suci ada dalam dirimu,jika kamu Sudi membantu ku sekali lagi.Tolong, sembuhkan Ibuku...hanya kamu satu-satunya obat yang bisa memutuskan rantai Kunyang dalam keluarga kami"


"Apa yang harus aku lakukan ??"


"Memberikan darah mu untuk Ibuku "


"Bukan hanya untuk ku..."Tiba-tiba Nicta datang menimpali,ia berjalan mendekat bersama sang suami.


"Tapi para Kunyang yang ingin sembuh dari kutukan ini"sambung Nicta.


"Kami tidak akan memaksa mu untuk melakukannya jika kamu tidak mau"tambah Yas.


Soraya terdiam, ia seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Yuuuhhhuuuu apakah aku ketinggalan sesuatu??"


Soraya tersentap,ia memperhatikan seekor harimau putih yang muncul entah dari mana dan tiba-tiba datang menghampiri.Harimau itu merendahkan kepalanya seperti memberikan penghormatan.


"Hay ..lama kita tidak bertemu sahabat cantik"


"Dia menyapa mu"tukas Idris yang bisa membaca kebingungan gadis itu.


"Aku??Apa dia mengenalku ??"


"Aku mengenal bola inti kehidupan yang ada dalam dirimu"


"Kau serigala putih yang cantik,baik,berbudi luhur.Kau dipuja oleh segelintir manusia yang selalu kau bantu...saat aku mendengar kabar,jika Serigala putih telah tewas.Aku merasa sangat kehilangan seorang sahabat.Tak disangka ternyata dia bisa hidup di dalam tubuh mu"


Soraya mendengar tanpa komentar.Semua pun tak bisa berkata lebih banyak lagi melihat kediaman Gadis itu.


"Ambillah darah ku... sebanyak yang kalian mau"Soraya mengulurkan tangannya.Nicta tersenyum senang mendengar keputusan yang diucapkan oleh Soraya.


"Ma...hal ini tidak akan membunuh Aya' kan?"Idris terlihat ragu.


"Duh bucin amat Loh...ya nggak lah, kecuali bola inti kehidupan itu di ambil dari tubuhnya.Mungkin dia akan mati"


Soraya mengernyitkan keningnya.


"Kenapa bisa begitu ??"tanyanya.


"Karena sebelum nya kamu memang sudah mati"


Soraya diam membisu, ia merasakan sesuatu dalam dirinya.Tapi tiba-tiba ia teringat akan pesan Ibunya.Agar Soraya terus berbuat baik kepada siapapun dan jangan pernah berdendam.


Seulas senyum terukir disertai helaan nafas panjang.


"Aya' tidak tahu Sebenarnya,kenapa Aya' yang sudah mati, ditakdirkan untuk hidup kembali.Tapi yang Aya' yakini, bahwa Allah mengijinkan semua itu terjadi.Karena Aya' bisa menjadi sesuatu yang berguna di dunia ini.Termasuk membebaskan Tante dari kutukan Kunyang.Silahkan, ambillah darah Aya'.. semaunya "


Nicta tersenyum, tangan nya menggenggam erat tangan sang suami yang turut bahagia mendengarnya.


*


Dengan bantuan Steven , darah Aya' disedot keluar seperti halnya orang yang mendonorkan darah.Darah itu di tampung dalam kantong kecil khusus.


Idris melihat itu sedikit risau, karena menurut nya darah yang diambil sangat lah banyak,dua kantong penuh.


Soraya sendiri, terlihat lemas.Sampai membuka matanya pun ia tak sanggup.


"Opa...stop Please...itu sudah sangat banyak"pinta Idris..


"Ini yang terakhir"jawab Steven...