
Pyta yang sejak melihat dunia sudah bersama dengan Betarakala,tidak heran dengan perwujudan sang genderuwo itu.Ia juga tidak merasa jika wanita yang kerap mengantarkan makanan untuk nya adalah Ibunya.
Namun di hari itu,Pyta yang tidak terbiasa melihat cahaya selain cahaya api obor.Merasa heran saat ada semburat sinar yang menyilaukan mata.Ia penasaran, dengan merangkak penuh kehati-hatian Pyta menaiki loteng.Cahaya itu semakin jelas terlihat.Rupanya,Mama Poppy lupa menutup pintu kedua yang menghubungkan tangga bawah tanah dan gudang.Ia hanya menutup pintu gudang saja.
Saat Pyta naik ke lantai Gudang,ia sangat takjub.Gadis yang sekian lama hidup di ruang bawah tanah itu tidak percaya jika ada dunia lain di atas tempat tinggalnya.
Pyta mengintip dari kaca jendela kecil yang merupakan satu-satunya fentilasi udara di gudang tersebut.Dari sana ia bisa melihat seorang gadis bertubuh gemuk sedang mandi di kolam renang.
Sesaat kemudian ia melihat gadis itu naik ke permukaan lalu duduk dengan santai sembari menyeruput minuman yang mencair kan air liur.
Pyta menelan saliva,ia sangat tergiur dengan air yang terlihat menyegarkan itu.
"Dia saudara mu"
Pyta langsung menoleh, rupanya Betarakala sudah berada disisi sampingnya.Pyta mengintip lagi gadis itu.
"Dia hidup enak karena dirimu"Iblis Betarakala mulai menghasut Pyta"Semua yang ia nikmati adalah karena dirimu menjadi pengantin ku"
Pyta terus memperhatikan POPPY dari celah jendela.
"Tapi kamu?? yang telah banyak berkorban untuk semuanya, justru tinggal di tempat sempit tanpa cahaya.Apakah ini adil??"
Pyta tertunduk perlahan,air matanya mengambang.
"Kau harus keluar dari tempat ini..kau harus hidup lebih layak dari saudarimu"Hasutan Betarakala semakin menyesakkan dada.Pyta terjelopoh ke lantai yang terbuat dari semen.Ia mencengkram kerah bajunya sendiri.
Sedangkan Sang Betarakala sendiri, tersenyum miring melihat keadaan Pyta.Ia sudah merasa bosan dengan wanita itu.Betarakala menginginkan Poppy yang menjadi pengantin nya.
*
Mama Poppy kaget melihat pintu kedua di dalam gudang terbuka,ia berlari cepat menuruni anak tangga karena khawatir Pyta akan kabur.
Mama Poppy menghela nafas lega saat melihat Pyta ternyata duduk memeluk tubuh di atas dipan kayu yang menjadi tempat nya tidur.
Seperti biasa,Mama Poppy akan meletakkan makanan di depan Pyta.Lengkap dengan satu botol air minum.Namun Pyta justru menerajang makanan yang dihidangkan sampai tumpah.
Mama Poppy terperangah,ia kaget Pyta berlaku kasar kepada nya.
"Kamu kenapa ?? kenapa kamu malah menerajang makanan ini?Apa kamu tidak suka dengan menunya??"
Pyta Mengangkat wajahnya,tatapan matanya tajam hingga membuat Mama Poppy bergidik ngeri.
"Aku ingin seperti saudara ku"suara Pyta serau membahana.Mama Poppy semakin merinding ketakutan.
"Aku ingin keluar,aku tidak mau tinggal disini"Pyta berteriak lantang.Mama Poppy memilih untuk gegas pergi,ia menaiki loteng dengan setengah berlari.
Anak mata Pyta yang menjeling mengikuti langkah sang Ibu.Ia benar-benar marah setelah tahu bahwa dirinya hanya dijadikan tumbal.
Sang Betarakala tersenyum licik di balik patung besar yang menjadi sarang nya.
*
Mama Poppy segera menghubungi suaminya,ia menceritakan kejadian yang baru saja ia alami.Papa Poppy pun langsung pulang meninggalkan pekerjaannya di kantor.
"Dimana dia sekarang ??"Tanya Papa Poppy begitu ia sampai.
"Masih di sana"jawab sang istri.
"Kenapa kamu ingin keluar ?? disini adalah rumah mu bersama Betarakala!Kamu tidak boleh keluar!!"
Pyta memutar bola matanya ke atas, jelingan mengerikan membuat Papa Poppy bergidik ngeri.Tangannya terus menusukkan potongan kayu ke lantai.
"Pa..."Mama Poppy menarik ujung baju suaminya agar menjauh dari Pyta.Perasaannya tidak enak karena jelingan tajam itu seperti mengandung dendam.
Papa Poppy pun melangkah mundur,tak disangka.Pyta bangkit lalu menyerang Papa Poppy menggunakan potongan kayu yang digenggamnya.
Untung Papa Poppy bisa menahan serangan Pyta.Kedua Ayah dan anak itu bergelut dengan kuat.Ternyata kekuatan Pyta tidak bisa diremehkan.Kayu yang ditekan oleh Pyta hampir menyentuh batang leher Papa Poppy.Untung Mama Poppy memukul kepala Pyta menggunakan batang obor hingga membuat Pyta pingsan.
Papa Poppy terjelopoh karena kelelahan,ia sangat tidak menduga dengan serangan putrinya itu.
"Papa baik-baik saja"Mama Poppy menghampiri suaminya,ia terlihat khawatir dengan keadaan pria itu.
Papa Poppy hanya mampu menjawab dengan anggukan kepala.Ia masih shock.
"Sekarang kita harus gimana Pa?"sambung Mama Poppy,ia menatap tubuh Pyta yang tertelungkup.
"Ambilkan rantai di atas,aku akan mengikat nya mulai sekarang"
Mama Poppy terperangah, ia tidak menduga suaminya akan melakukan hal sekeji itu.
"Pa...dia anak kita,apa Papa tega melakukan hal itu kepada nya??"
"Apakah ada cara lain untuk menahannya Ma?Dia pasti akan menyerang kita lagi, bagaimana nanti kalau menyerang mu disaat aku tidak ada?Dia sangat kuat Ma,tadi aku hampir mati karena nya"Papa Poppy mengutarakan argumen nya.
Mama Poppy terdiam,apa yang dikatakan oleh suaminya ada benarnya ?
Akhirnya ia naik ke atas untuk mengambil rantai yang dimaksud oleh sang suami.
Dengan sedikit kerja keras,kedua pasutri itu Mengangkat tubuh Pyta ke atas dipan.Lalu mereka merantai kaki Pyta agar dia tidak bisa kemana-mana.
Saat Pyta membuka matanya, ia berteriak histeris menemukan kakinya telah di rantai.Hatinya semakin sakit mendapatkan perlakuan seperti ini.
Betarakala muncul dari balik patung,ia mendekati Pyta lalu dibelainya dengan lembut rambut gadis belia itu.
"Kau harus bertindak"Bisiknya.
"Aku harus bagaimana ?? kakiku dirantai "Jawab Pyta.Betarakala tersenyum tipis.
"Jika kau bertindak dengan tubuh lemahmu ini,kau akan kalah....Kau harus bersatu dengan ku"
Pyta menautkan kedua alisnya,ia menatap penuh tanda tanya wajah bringas Betarakala.
"Kau harus meninggalkan tubuh manusia mu ini,kau harus mati"Sambung Betarakala mempermanis rayuannya.
Pyta mengangguk paham disertai amarah yang menggebu.Ia Mengangkat tangannya,lalu menggigit pangkal Tangan nya.Melukai urat nadinya hingga tergigit sampai putus.
Darah muncrat keluar, hingga menyirami wajah Pyta.Gadis itu tersenyum tipis, menikmati percikan darah nya sendiri.Lambat laun ia mulai melemah.Tubuh Pyta terkulai lemah dan terkapar di atas dipan hingga ajal menjemput.
HAHAHAHAHAHAHAHA
Betarakala tertawa lepas,ia merasa puas sekali karena telah berhasil memperdaya manusia yang memujanya.
Setelah ini,ia akan mendapatkan tumbal baru yang lebih segar dan menggairahkan.