
"Menurut kamu apa yang bisa kamu simpulkan dari dua cerita berbeda ini,antara Ibu Yeni dan Nisya?"Lana duduk dengan kedua tangan bertumpu di atas meja kerjanya.
"Aku lebih percaya kepada Ibunya,tapi aku masih belum bisa meyakinkan tentang alasan Adam dibunuh.Apa kita perlu datang ke tempat Gibran ??"
"No...aku tidak setuju, Meskipun Nisya berbohong.Tapi ketika dia menceritakan ketakutan nya kepada Gibran beserta keluarganya, dia begitu sungguh-sungguh.Dia berbohong karena takut pada mereka "
Cahaya mengangguk mengerti.
"Aku akan mencari tahu,siapa sebenarnya keluarga Gibran?"
Lana menghidupkan komputer nya,lalu mencari informasi tentang pelaku utama pembacokan yang menewaskan seorang siswa sekolah menengah pertama yang bernama Muhammad Adam Ridwan.
Maulana terus menelusuri tentang identitas Gibran Galih.Rupanya dia seorang putra politikus ternama di negeri ini.Yang memiliki nama besar serta disegani.Kesaksian Gibran yang mengaku salah sasaran langsung diterima tanpa bantahan,apalagi anak itu mengakui kesalahannya.Hal ini bisa menjadi nilai positif terhadap tuntutan hakim.Dan akan sangat tidak adil bagi korban jika ternyata Gibran melakukan nya dengan sengaja.
Lana meraup wajahnya beberapa kali,ini kasus bukan hal yang mudah untuk dipecahkan.Kalau salah mengambil tindakan,maka akan menjadi fatal akibatnya.
"Kenapa?"Cahaya melihat kegusaran dari wajah Lana.
"Keluarganya bukan orang sembarangan"jawaban Lana membuat Cahaya penasaran.Ia bangkit dan ikut melihat ke layar komputer.
"Mana orang nya ?"
Lana mengeklik foto keluarga besar Gibran Galih.
"Siapa namanya ?"berhubung Cahaya tidak bisa membaca,jadi dia banyak bertanya.
"Kusuma Akbar Galih"
Cahaya memperhatikan wajah pria berkumis tebal yang sangat gagah dengan setelan jas hitam.
"Dia pemuja temanku"
"Hah?"Lana kaget"Maksud mu??"
"Kau banyak bertanya "ketus Cahaya ,ia duduk bersila di lantai.Tak lupa ia menggerakkan tangannya, mengunci pintu dari jarak jauh lalu mematikan lampu.
Lana kebingungan,belum lagi ia terasa hati dengan ucapan Cahaya yang mengatakan dirinya banyak bertanya.Padahal sejak tadi dia yang banyak bertanya.
Cahaya memejamkan matanya,ia menepuk lantai dua kali satu kali lalu dua kali.Terus mengulang hal yang sama sampai asap putih mengepul memenuhi ruangan.Aroma semerbak bunga kenanga menyebar ke setiap sudut ruangan.
Sosok wanita gemuk, dengan bagian dada terlihat memanjang menyapu lantai muncul.Ia mengernyitkan keningnya melihat samar-samar siapa yang telah memanggil nya.
"Cahaya ???itukah kau??"seru sosok wanita itu.Cahaya membuka matanya,ia bangkit dari duduknya.
"Tante Wewe..kau masih ingat padaku??"
"Oh Cahaya ...kemana saja kamu?"Wanita itu menghampiri,Cahaya pun berhambur memeluk nya.Dialah Wewe gombel yang turut menjadi penjaga Cahaya saat gadis itu masih kecil.
"Aku diusir sama Ibu"Cahaya merengut sedih.
"Hah?? diusir ??aku kok nggak tahu"
"Tante terlalu sibuk sama para pemuja Tante,ohya..Tante kenal itu?"Cahaya menunjuk ke arah komputer.Namun pandangan Wewe gombel justru fokus pada Lana yang terpegun memperhatikan nya.
"Siapa pria itu? ganteng...apa dia kekasih mu di dunia manusia ??"
"Uhhh Tante..kok malah fokus sama dia sih??Aku mau tahu Apa Tante kenal sama yang ada di gambar itu "
"Mana?"Wewe gombel melayang duduk menyilang kan kaki tepat di depan Maulana.Pria itu menarik tubuhnya merapat ke badan kursi.Risih juga ada makhluk astral yang centil padanya.
"Tante lihat ini ah"Cahaya kesal karena Wewe gombel justru menggoda Maulana.Wanita itu tersenyum..
"Iya..iya...begitu aja marah,kamu cemburu aku godain pacar kamu"
Cahaya mendelik kesal.
"Tante jangan uji kesabaran ku,aku sudah membunuh orang loh dengan topeng itu.Rasanya menyenangkan,jangan buat aku memakai topeng itu untuk menghabisi Tante"Akhirnya Cahaya mengeluarkan ancaman.
"Oh dia Kusuma..kenapa??kamu punya masalah sama dia?"Wewe gombel bertanya dengan nada centilnya.
"Anaknya baru saja masuk penjara karena kasus pembunuhan "Cahaya menjelaskan.
"Iya aku tahu,semalam dia memanggil ku untuk hal ini "
"Apa Tante tahu apa yang sebenarnya terjadi ?? sambung Cahaya .
"Semua aku tahu jika mengenai masalah para pemujaku"
"Apa Tante bisa menceritakan nya padaku??"
"Oh tidak.. karena itu privasi costumer ku"
Cahaya tercekat,Wewe gombel tersenyum sambil memainkan buah da-da yang melilit ke lantai.
"Tante... rasanya itu terlalu besar untuk ukuran Tante..."ujar Cahaya menatap tajam.
"Ini?"Wewe gombel menunjuk buah dad-anya"Ini adalah daya tarik untuk seorang Wewe"
"Ohya??kalau aku pangkas,aku yakin akan lebih bagus Tante"
"Apa?"Wewe gombel terbelalak kaget,tapi Cahaya menanggapi dengan senyuman.
"Kau mengancam ku Ca??"
"Aku hanya memberi saran...bukan mengancam Tante"
"Itu sama saja,,, mentang-mentang kau memiliki topeng legendaris,kau akan seenaknya padaku??Apa kau lupa Ca?Aku yang bertugas mengumpulkan air susu dari para pemuja ku untuk kau minum "
"Karena itu aku bertanya baik-baik kepada Tante mengenai Kusuma.Aku sangat menghormati mu Tante...jadi tolong bekerja samalah "
Wewe gombel tak bergeming,ia menatap Lana disertai senyuman smrik.Lana tetap diam di tempat,ini adalah percakapan antara manusia dan makhluk halus yang sangat berbeda dari biasanya.Jadi dia memilih untuk tidak ikut campur.
"Ok!!Aku menyerah,tapi kau jangan bilang-bilang kalau aku yang cerita"
Cahaya mengacungkan jempol nya.
"Tapi aku boleh dapat diskon servis dari dia nggak ??"Wewe gombel menunjuk Lana,pria itu kaget.Namun Cahaya justru membuat gerakan gimick seperti orang yang hendak menyembelih menggunakan jari telunjuknya.
Wewe gombel menghela nafas berat, ia memasang muka tak bersemangat.
"Padahal aku berharap kau akan memberikan aku imbalan"
"Tante...."suara Cahaya datar tanpa senyuman.
"Ok..Ok... dengarkan baik-baik... Kusuma meminta ku untuk membuat para oknum polisi dan semua orang yang turut menangani kasus anaknya.Percaya dengan pengakuan anaknya.Dua...dia ingin hakim memberikan hukuman ringan untuk anaknya karena anaknya sudah mengakui kesalahannya.Tiga!!dia minta kasus ini untuk ditutup "Wewe gombel menyudahi penjelasannya.
"Kenapa Adam dibunuh ??"tanya Cahaya .
"Anak Kusuma cemburu kepada Anak baik itu"
"Karena Adam berhubungan dengan Nisya?"sambung Cahaya .
"Yah!!itu dari pengakuan Nisya.Tapi sebenarnya Adam tidak ada hubungan apapun dengan Nisya.Nisya yang mencintai Adam dan mengaku kalau dia sudah pacaran sama Adam.Padahal tidak!!Anak Kusuma baru tahu saat Adam akan menghembuskan nafas terakhirnya "
Wewe gombel tertunduk,ia meneteskan air mata.
"Anak baik itu bertanya dengan nafas tersengal-sengal, kenapa Kamu membunuh ku??Gibran menjawab dengan sombong,karena kau merebut Nisya dari ku.Anak baik itu meneteskan air mata,kau memisahkan aku dari ibuku karena cemburu yang tidak beralasan.Aku tidak pernah mencintai Nisya...Tidak pernah.Anak Kusuma kaget,tapi semua sudah terlambat.Si anak baik sudah meregang nyawa"Wewe gombel menceritakan dengan detail semua yang telah terjadi.
Cahaya memejamkan matanya, tangannya mengepal kuat.Ia marah,marah sekali.
"Ca...hanya itu yang aku tahu tentang peristiwa ini.Bertindaklah semaumu,tapi jangan sebut namaku"pinta Wewe gombel.