Blue Eyes

Blue Eyes
PERANG 68



"Eh angkat dong"Seru Halimah,ia sama sekali tidak kuat.


Grrrrrrr


Pyta menggeram menunjuk kan giginya yang bertaring kepada pasukan Serigala penjaga.Namun mereka justru semakin mendekat dan mengitari Pyta serta Halimah.


"Hey!!!kenapa malah tunjuk gigi hah??"Halimah melepaskan tubuh Soraya,ia kesal sekali Pyta tak membantu.


"JANGAN BENTAK AKUUUU"


Pyta murka ia menunjuk kan wajah sebenarnya,



Halimah terbelalak, ia langsung lemas di tempat.


Pyta terus menggeram , mempertahankan Soraya yang di pegangnya.


GRRRRRRRR


Burung-burung yang siap istirahat di dahan-dahan pohon berterbangan saat Betarakala muncul.


Ia melompat tepat di hadapan Pyta,selayaknya seorang pria jantan melindungi kekasih nya.Betarakal memukul tanah, seketika terjadilah getaran membuat retakan besar di tanah.Retakan itu menelan para kawanan serigala pelindung.


Setelah melenyapkan gerombolan serigala pelindung, Betarakala Mengangkat tubuh Soraya dengan telapak tangannya yang besar.Pyta sendiri naik ke pundak sang genderuwo lalu duduk manis di sana.


Betarakala bangkit,ia membawa mereka ke markas besarnya.


Disana Soraya yang tidak sadarkan diri dibangunkan.Lalu dipaksa meminum ramuan yang Soraya tidak tahu itu untuk apa.Tapi setelah meminum nya,Soraya merasakan perutnya mulas disertai sakit yang tiada tertahan.


"AAAKKHHH"


Soraya berteriak, suaranya menggema memenuhi gua.Pyta dan Betarakala tertawa lepas,mereka siap menyambut calon bayi yang akan mereka makan berdua di depan Ibunya.


UWEEE UWEEEE UWEEEE


Seorang bayi mungil berkelamin perempuan lahir dengan selamat.Tubuhnya bercahaya biru,matanya hazel dengan alis yang terukir indah.


Betarakala terpegun,bayi itu sangat cantik sekali.Pyta menimang bayi tersebut,ia terlihat sangat bernafsu untuk menyantap si bayi mentah-mentah.


"To-tolong ja-ja-ngan"Soraya tak mampu melanjutkan kata-katanya,ia tak mempunyai tenaga sama sekali.


"Kenapa ??kamu ingin bayimu??hah???Hahahahahaha...iya tenang aja,akan ku sisakan tulang belulang nya untuk kau kubur Hahahahahahahah"


HAAAAAUUUUUM


Gua tiba-tiba bergetar hebat, Betarakala kebingungan.Suara apa itu hingga mampu menggetarkan markasnya?Sosok harimau putih melompat hampir saja menerkam Betarakala.Tapi si Genderuwo berhasil mengelak serta melindungi Pyta.


"Kujang ???"Betarakala terbelalak melihat kehadiran Kujang.


"Kau melupakan aku Betarakala"Balas Kujang,ia melangkah memutar untuk bisa mendekati cucu Ilyas.


"Kembali kan bayi itu, sebelum aku benar-benar murka padamu"


"Hahahahahahaha kau pikir aku akan takut padamu Kujang???"


Kujang menjeling tajam, langkahnya terhenti.Ia meniup tubuh Soraya hingga melayang ke udara.Saat itulah Betarakala menciptakan bola udara yang membungkus tubuh Pyta beserta bayi Soraya.Ia meniup balon tersebut hingga melesat cepat keluar dari sarang Betarakala.


Kujang melompat hendak mengejar,tapi ekornya berhasil ditangkap oleh Betarakala lalu tubuhnya dibanting menghantam tanah.Gua bergetar hebat,tanpa ampun Betarakala terus membanting Kujang hingga si harimau itu remuk tak berdaya.


Genderuwo tertawa ngakak melihat hal itu,ia membolak-balik tubuh Kujang yang terluka parah.


Namun tiba-tiba tubuh Betarakala terlilit sesuatu.Rupanya Nyai Blorong hadir membantu.


"Ny-Nyai..."Suara Betarakala terbata-bata disebabkan lilitan ekor Nyai Blorong menyesakkan dadanya.


"Hemmm sebenarnya aku malas berurusan dengan kamu Betarakala,tapi bayi itu adalah titisan Salahudin.Dia hanya bayi Betarakala,salah apa dia padamu"


"A-am-pun Ny-Nyai "


"Panggil dia kemari"Nyai Blorong memberikan perintah.


"Me- mereka sudah ja-jauh"


"Ya sudah, kejar!!"


"Ta-tapi ??"


"Ohhh ok...kejar dan bawa dia "Nyai Blorong dengan mudahnya melepaskan lilitan ekornya.


"Ja-jangan"Kujang mencoba mencegah,tapi dia terlambat.Baru saja sedikit melonggar, Betarakala langsung melesat pergi.


Nyai Blorong terpelongo.


"Apakah dia kabur Kujang ???"


Kujang menghela nafas kesal,


"Cantik-cantik tapi bo-doh"Gerutu Kujang dalam hati.


"Apa barusan kamu mengatakan aku Bo-doh ??"pekik Nyai Blorong.Tapi lagi-lagi Kujang memilih bungkam"Aku sudah menyelamatkan kau Kujang,dan kau bilang aku bo-doh??tidak tahu berterima kasih!!"Nyai Blorong mendengus pergi meninggalkan Kujang sendiri.Tapi tak lama ia kembali lagi,ada rasa kasihan meninggalkan sahabat nya seorang diri dalam keadaan kritis begitu.


"Huh... kalau aku tidak setia kawan,sudah ku tinggalkan dirimu Kujang!?"gerutu Nyai Blorong,ia melilit tubuh Kujang lalu dibawanya pergi.


*.*


Balon udara yang membungkus Pyta terbang jauh.Pyta sudah lega ,ia menatap bayi Soraya dalam gendongannya.Tak sabar rasanya untuk memakan bayi itu.Tapi ia harus menunggu Betarakala.Bagaimanapun mereka adalah partner terbaik.


Namun balon udara seperti membentur sesuatu hingga balon itu berhenti terbang dan melayang turun secara perlahan.


Pyta panik, apakah Betarakala berhasil mengalahkan Kujang ??dan sudah menyusulnya ???