
Malam semakin larut, keadaan sunyi senyap.Cahaya sedang terlelap di lantai kamar Maulana.Pria itu tidak mengijinkan keluar dari kamar nya.
Tanpa disadari oleh siapapun,Lucy datang menghampiri Cahaya .Ia mengusap tubuh kucing Cahaya dengan lembut.
Dengan kesaktian yang dimiliki oleh Lucy,dia mampu menumpaskan mantera sang penyihir dalam tubuh Cahaya .
Kelopak mata Cahaya terbuka,saat menangkap sosok tubuh yang sangat dirindukannya.Dengan serta merta Cahaya bangkit.
"Ibu...."Cahaya langsung memeluk Lucy dengan erat.Lucy tersenyum sayu,ia membelai punggung Cahaya lembut.
"Ibu...Caca rindu...Apa Ibu datang untuk menjemput ku?"Cahaya merenggangkan pelukannya, ia berharap dugaannya itu benar.
Lucy menggeleng pelan...
"Aku datang untuk mematahkan sihir dalam tubuh mu"
Cahaya kaget,dia baru menyadari jika dia telah berubah menjadi manusia.
"Apa Ibu yang melakukannya ??"tanya Cahaya tak percaya,Lucy mengiyakan.
"Terimakasih Ibu... terimakasih..."untuk kesekian kalinya Cahaya memeluk Lucy penuh haru.
"Lain kali kau harus berhati-hati... kelemahan mu hanya satu,kamu tidak bisa membaca pikiran manusia.Kamu hanya bisa membaca bahasa hantu"
Cahaya mengangguk mengerti...
"Terimakasih Ibu..."
*
Cahaya memeluk Maulana dengan erat, ia mengira bahwa pelukan nya itu untuk Lucy.Pada kenyataannya, Lucy mendatangi Cahaya di alam bawah sadarnya.Sehingga saat sudah berubah kembali menjadi manusia,ia memeluk Maulana yang sebelumnya tidur di katil yang sama sebagai wujud seekor kucing.
"Ibu....hiks hiks hiks"Cahaya meracau sambil menangis.Suara Isak tangisan itu begitu mengganggu tidur Maulana.Si pria membuka matanya perlahan,ia terperanjat melihat Cahaya sedang memeluknya erat sambil menangis terisak-isak.
Dalam keadaan mata terpejam,Cahaya meraih ujung kain baju tidur Maulana.Lalu ia gunakan untuk membersihkan ingusnya.
"Hiks hiks hiks..Caca ingin ikut Ibu...Jangan pergi Bu..."Cahaya mempererat pelukannya, membuat Maulana kelabakan berusaha membuat jarak.Tapi tak bisa...ia ingin membangun Cahaya .Hanya saja ia merasa kasian,,jadi mau tidak mau Maulana harus merelakan tubuhnya dipeluk semalaman oleh Cahaya .
*
*
KUK KURUYUK....WOY BANGUN,ENAK BANGET TIDUR SAMBIL PELUKAN.
Cahaya mengernyitkan keningnya, menangkap Kokok ayam yang tidak seperti biasanya.Perlahan matanya terbuka lebar dan...
AW!!!
Cahaya menjerit serta merta bangkit menjauh dari tubuh Maulana yang dipeluk nya.
"Hah??apa yang terjadi ??"Cahaya bingung sendiri,ia memang sudah berubah menjadi manusia.Tapi kenapa yang dipeluk nya bukan ibunya, Lucy!.
Maulana mengeliat, ototnya terasa kaku karena tidak bisa bergerak bebas semalaman disebabkan pelukan Cahaya .
"Kau kemana saja??"tanya Maulana seraya beringsut duduk.
"Kenapa aku bisa memeluk mu?"Cahaya balik bertanya.
"Aku juga tidak tahu, semalam kamu tiba-tiba disini.Tidur dengan ku... padahal seharian aku mencari mu kemana-mana "
"Aku..aku disihir jadi kucing..."Cahaya menjawab.
"Jadi kucing ??sama siapa ??hah??"Maulana tiba-tiba teringat dengan kucing putih nan cantik itu"Apa kucing putih itu adalah kamu?"
Cahaya mengiyakan...
"Astaga...kok kamu nggak ngomong sih??"
"Aku udah ngomong,aku udah jerit-jerit ngasih tahu kamu.Tapi kamu nggak denger..."
"Jerit-jerit apanya..wong kamu cuma meawww meaawww gitu..mana aku ngerti "
"Terus kenapa aku bisa disini?"Cahaya bertanya.
"Sekarang kamu kok bisa berubah jadi manusia lagi??"sambung Maulana.
"Ibu datang dan membebaskan aku dari Kutukan "jelas Cahaya .
"Oh pantes...kamu menangis sambil manggil Ibu Ibu gitu"
"Masak sih??"Cahaya tak percaya,namun Maulana mengangguk yakin.
"Ya udah sekarang kita bersiap ke rumah sakit untuk melihat keadaan Fajar"
Cahaya mengangguk setuju.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Hem ... Saudara nya kecelakaan,kok malah ngilang"Sindir Luna dengan lirikan tajam ke arah Cahaya . Sementara Maulana tengah memeriksa kondisi Fajar dengan seksama.
"Kamu pergi kemana Nak?"tanya Soraya dengan lembut.
"Nek... jangan ngomong gitu ,aku tahu Kak Caca sudah bekerja keras untuk menyelamatkan aku.Mungkin saja dia memulihkan diri tanpa ingin merepotkan siapapun"Fajar lebih dulu menjawab sebelum Cahaya buka suara.
"Menyelamatkan apa?dia ngilang tanpa jejak"bantah Luna tetap yakin dengan pendapatnya.
"Nek...aku tahu saat Kak Caca diam-diam menyalurkan kekuatan nya untuk ku.Jadi tolong jangan memperkeruh keadaan"Fajar menjelaskan yang membuat Luna kehilangan muka.Ia melangkah pergi dengan perasaan kesal.
"Bagus...lain kali jangan segan menegur Nenek cantik mu"Maulana memuji keberanian Fajar,anak itu hanya tersenyum.
"Bagaimana keadaan Fajar ?"Idris bertanya.
"Alhamdulillah sudah semakin baik,jangan lupa minum obat ya biar cepat sembuh"Maulana mencubit hidung Fajar.
"Kak Ilyas dan Kak Nicta mana?"tanya Maulana ketika menemukan formasi keluarga Idris tidak lengkap.
"Papa kembali bersemedi, sedangkan Mama agak kurang sehat.Beliau memang kalau mencium aroma rumah sakit langsung demam"Idris menjelaskan.Maulana mengangguk mengerti.
"Ca...ayo ikut aku ke ruang pasien sebelah.Aku butuh bantuanmu..."Maulana mengajak Cahaya untuk ikut,gadis itu mengiyakan.Setelah pamitan, keduanya segera keluar dari bangsal Fajar di rawat.
*
*
Maulana memperhatikan seorang gadis yang tengah coma.Gadis yang bernama Aurel itu pindahan dari rumah sakit kota sebelah.
"Kau melihatnya ??"tanya Maulana,Cahaya mengiyakan."Bisakah kamu mengatakan dia kenapa?"
Cahaya menatap Roh yang merintih di sebelah tubuh kaku itu.
"Dia korban pembunuhan,dan pelakunya adalah orang terdekat "
"Sudah ku duga,karena orang yang membawa nya kemari meminta agar menyembunyikan keberadaan gadis itu"
Roh Aurel mengalihkan perhatiannya,ia menatap Cahaya yang tengah memperhatikannya.
"Apa kau melihat ku??"Aurel bertanya dengan bibir gemetar,Cahaya mengangguk pelan."Alhamdulillah... akhirnya ada juga manusia yang bisa ku mintai tolong"Aurel sangat bersyukur,ia mendekati Cahaya .
"Tolong aku .... tolong selamat kan Papaku ..."Aurel memohon dengan tangan menyatu.
"Memang nya kenapa dengan Papamu??"tanya Cahaya .
"Dia sedang ditipu oleh suami ku"
"Suami??"Maulana sedikit terkejut.
"Oh Dokter juga bisa melihat ku?? syukurlah...."Aurel nampak senang sekali.
"Coba ceritakan apa yang terjadi ??dan apa yang bisa aku lakukan untuk mu??"Cahaya menimpali.
"Namaku Aurel,anak tunggal dari sebuah keluarga yang lumayan berada.Papaku memiliki perusahaan yang mengelola minuman bersoda yang terkenal itu.Dan aku jatuh cinta kepada salah satu pegawai Papa yang sangat Papa percaya "
"Kami benar-benar tertipu oleh kebaikannya, ternyata dia mempunyai rencana untuk menguasai kekayaan Papa beserta perusahaan.Dengan cara menikahi ku lalu membunuh ku.Sehingga Papa tidak punya ahli waris kecuali Mas Irwan"
"Untung aku masih selamat dari percobaan pembunuhan itu,tapi sayang aku harus coma"