
Saat acara dimulai, Setyo Adjie merasa lehernya berat sekali.Beberapa kali ia memijat tengkuk nya,tapi rasa pegal seperti habis menggotong barang berat tetap terasa.
"Adjie...kamu datang sendiri kesini ??"Tegur salah satu pengusaha kenalannya.
"Yah mau sama siapa lagi, istriku sakit, anakku??"Setyo Adjie geleng-geleng kepala.Temannya itu tersenyum,ia menepuk pundak Setyo Adjie.
"Yang sabar bro, mungkin itu adalah ujian kekayaan mu.Kau sudah memiliki segalanya,tapi kau lemah dalam keluarga mu.Itu sudah biasa dalam kehidupan"
Setyo Adjie tersenyum getir.
"Aku pulang dulu ya... badan ku rasanya capek banget "Lagi-lagi Setyo Adjie memijit punggung leher nya.
"Loh kamu udah makan belum ??"
"Nggak laper..."Setyo Adjie berbalik pergi, seruan temannya agar ijin dulu sama tuan rumah tidak ia hiraukan.
Tanpa ia sadari,saat melewati jendela.Bayangannya memantul di kaca,terlihat penyebab kenapa ia mendadak sakit di batang lehernya?
Setyo Adjie duduk di belakang kemudi,entah udah kesekian kali ia memijit leher nya sendiri.Rasanya sangat tidak mengenakkan.Ia memutar kunci mobil,lalu menginjak pedal gas dengan perlahan.Mobilnya berjalan meninggalkan area parkir.
Setyo Adjie melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sebenarnya ia tadi berencana ingin jajan dulu.Tapi berhubung ia lagi tidak enak badan,jadi langsung pulang ke rumah.
*
Setibanya di rumah, Setyo Adjie terus membersihkan tubuhnya.Usai melakukan ritual mandi,ia keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.
Rupanya anaknya yang sedang mengalami gangguan mental tengah berada di sana.Ia terlihat sedang bermain dengan seseorang.Berbicara sendiri,dan memainkan boneka yang dipangkunya.
"Eh kenapa kau disini ?? keluar sana..."dengan tegas Setyo Adjie mengusir anaknya.Si anak hanya menatap dengan wajah sedih,tapi ia tidak beranjak sedikit pun.
Setyo Adjie sudah berganti piyama,tapi anaknya tetap di tempat yang sama.
"Kiki.. cepat pergi ke kamar mu... temani Ibumu yang sakit-sakitan itu"Setyo Adjie menengking kuat.Berharap putrinya akan takut dan pergi, biasanya sih begitu.Tapi kali ini anak gadisnya itu hanya diam dengan tubuh bergoyang maju mundur.
"KIKI!!!"
Setyo Adjie sudah kehilangan kesabaran,ia melangkah mendekat lalu menjambak rambut anaknya.
"Hah?"Setyo Adjie terkejut saat wajah anaknya mendongak ke atas,ia melepaskan cengkraman tangannya dan berjalan mundur.Mata Kiki melotot berwarna putih.Mulutnya berseringai lebar.Tubuh Kiki berputar seratus delapan puluh derajat,dari posisi duduk sampai merangkak.Dan itu tanpa menggerakkan kepalanya sedikit pun.
Setyo Adjie terperangah,ia terus berjalan mundur sampai menyandar ke dinding.
"Lama tak bertemu"Suara serau seorang perempuan terdengar dari bibir Kiki."Apa kau merindukanku???"
"Si-siapa kau??"gemetar suara Setyo Adjie.Kiki tersenyum, kepalanya berputar membenarkan posisinya.Mata Kiki terpejam,ia menarik nafas dalam-dalam.Lalu secara ajaib tubuhnya mengambang di udara.
KRETEK KRETEK
Bunyi tulang tubuhnya terdengar jelas saat ia menegakkan punggungnya.
"Rupanya...anakmu begitu menderita karena menanggung karma dari mu"
"Kau siapa??jangan kau pikir aku tidak berani membunuh mu karena kamu ada dalam tubuh anakku?"
"Coba saja kalau kamu punya nyali "Kiki menantang dengan bola mata tenggelam di kelopak matanya.
"Hahahahahaha"Kiki tertawa Lantang,membuat Setyo Adjie semakin naik pitam.Ia mulai menembaki putrinya,tapi Kiki melesat cepat berpindah-pindah tempat.
"HAHAHAHAHAHAH"Kiki tertawa girang karena tembakan Setyo Adjie sama sekali tidak mengenai sasaran.
Peluru di dalam pistol sudah habis,Setyo Adjie berniat mengambil isinya di laci meja kerjanya.Namun tubuhnya justru terbanting menghantam lemari,Setyo Adjie meringis kesakitan.Darah menetes di pelipis nya akibat benturan tersebut.
Tiba-tiba lemari yang sudah remuk sebagian itu bergoyang-goyang,lalu ambruk menimpa tubuh Setyo Adjie.
"Hihihihihihi"Kiki bertepuk tangan kegirangan,ia melompat-lompat.Tapi saat melihat tubuh ayahnya merangkak keluar,tawanya terhenti.Ia menuding, lemari yang ambruk itu terangkat dan menghantam tubuh Setyo Adjie kembali.Terangkat lagi, dihantam kan lagi.Begitulah seterusnya, sampai tubuh Setyo Adjie tak bergerak.
Kiki berjalan mendekat, menendang tubuh yang sudah tergenang darah.Setyo Adjie masih bernafas, membuat Kiki tersenyum miring.Ia melangkah keluar,saat pintu tertutup.Lemari itu ambruk lagi dengan hantaman jauh lebih keras.Hingga mengakibatkan nyawa Setyo Adjie melayang.
Kiki berjalan ke kamar,yang mana disana juga ada Ibunya.Selama ini dia dan Ibunya diperlakukan seperti hewan oleh Ayahnya sendiri yang begitu terobsesi kepada kekayaan.
Istri Setyo Adjie dibuat lumpuh setelah melahirkan,dan dipaksa melayani nafsu sang genderuwo sesembahannya.Dan Kiki menderita keterbelakangan mental akibat sering melihat sosok genderuwo yang menyeramkan menggauli Ibunya.
Sekarang Iblis berwajah manusia itu sudah binasa,di bunuh oleh tumbalnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Prabu Atmajaya beberapa kali meminta diri untuk pulang,tapi Yas menghalangi karena ia masih belum bertemu dengan Soraya secara langsung.Padahal anak Prabu Atmajaya itu sudah duduk di dalam mobil karena malas untuk bertemu dengan Idris.
Idris pun enggan keluar kamar Usai acara puncak selesai.Ia juga tidak tahu bagaimana serunya pesta dansa?Dalam pikiran nya adalah mencoba menerka apa yang sebenarnya Soraya rasakan.Kenapa gadis itu justru menampar nya ? Idris masih belum menyadari jika ucapannya yang telah melukai hati Soraya.
Karena sudah memaksa untuk pulang setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Yas menyerah.Untuk bertanya kemana Soraya?ia merasa sangat tidak sopan.Kedua keluarga itu terlihat sangat dekat dan akrab.
Tak lupa Dinar memperkenalkan putrinya,si Fitri.Tapi tanggapan keluarga Yas hanya tersenyum saja.
Setelah berbasa-basi, akhirnya Prabu Atmajaya pun pulang.
"Kamu sudah bertemu langsung dengan gadis itu Mas?"Tanya Nicta sambil memperhatikan keluarga Prabu Atmajaya memasuki mobil.
"Tadi hanya sekilas,itu pun tidak jelas.Kalau kamu??"
Nicta menggeleng...
"RIS mana?"
"Dia tidak mau keluar kamar,sejak acara makan-makan di mulai.Dia masuk kamar dan tidak keluar lagi...Tidak tahu apa yang ada di otak anak itu? Jangan-jangan dia benar-benar takut untuk bertemu dengan blue Eyes "Nicta menjelaskan.
"Sebenarnya,,,aku ingin lebih dekat mengenal gadis itu agar nanti dia Sudi membantu kesembuhan mu sayang "
Nicta menundukkan pandangannya,ia berpikir apakah itu mungkin ??.
"Bukankah darah nya hanya setenggak,jadi pasti itu bisa didapatkan.Tapi syarat yang harus mendapatkan dari pemberian Blue Eyes itu yang membuat ku harus mengenal gadis itu"
"Aku takut Mas"gumam Nicta lirih.
"Takut kenapa?"
Nicta tak menjawab..
"Tidak usah Takut sayang...aku akan melakukan yang terbaik untuk mu..."Yas merangkul bahu istrinya dengan lembut.
Mobil keluarga Prabu Atmajaya sudah pergi,Yas mengajak Nicta masuk kembali ke dalam rumah nya untuk istirahat.