
Cahaya menghampiri perawat yang menggelepar kesakitan di atas kursi.Lana terperangah melihat keadaan sang perawat.Ia berlari mendahului dan membantu agar si perawat duduk dengan posisi yang benar.
"Sus... Suster kenapa ??"
Tanpa mengatakan apapun,Cahaya menepuk punggung si perawat.Alhasil si perawat langsung memuntahkan sesuatu.Lana terbelalak melihat seekor kodok melompat-lompat di atas meja resepsionis.
Cahaya menangkap kodok tersebut..
"Tunjukkan dimana pemilik mu"Lalu Cahaya meniup kodok di tangan nya,kodok itu melompat jauh.Cahaya mengikuti si kodok yang terus melompat cepat.Lana pun gegas mengejar,ia meninggalkan si perawat yang masih lemas.
Wanita paruh baya itu mendekati katil tempat Kalisa Putri dirawat.Di tangan nya tergenggam sebuah pisau kecil yang ia bawa dari rumah.
Dengan sorot mata tajam, wanita itu Mengangkat tangannya tinggi-tinggi bersiap membunuh Kalisa.
Namun angin kuat mendorongnya hingga tubuhnya terjungkal melompati tubuh Kalisa yang tidak sadarkan diri.
Wanita itu bangkit dengan sorot mata awas,ia melihat kehadiran Cahaya yang baru saja tiba.
"Siapa kau??"hardiknya.
"Kenapa kau ingin membunuhnya ??"Cahaya mendekat tanpa takut.
"Itu bukan urusan mu"Bentak wanita itu, bibirnya bergerak seperti membaca sesuatu.Asap hitam keluar dari telapak tangannya,lalu wanita itu meniupkan asap tersebut ke arah Cahaya .
Dengan santai Cahaya menepis asap tersebut hingga berbalik arah ke jendela yang tertutup gorden.Alhasil gorden itu langsung hangus terbakar.
Lana yang baru saja tiba membulatkan matanya melihat kejadian itu.
"Siapa kau??"Wanita paruh baya menjadi ketakutan,ia melangkah mundur saat Cahaya mendekat.
"Katakan padaku, kenapa kamu ingin membunuhnya ??"Cahaya enggan menjawab,ia justru bertanya hal yang sama sedari tadi.
"Dia!!"Wanita itu menunjuk Kalisa"Dia penyebab anakku mati,demi menolong nya, anakku justru harus diperkosa dan dibunuh.Sedangkan dia!!dia justru lari dan mengatakan tidak tahu apa-apa.. Seharusnya dia yang mati,bukan anakku "wanita itu menjerit histeris,air matanya mengalir perlahan.
Cahaya terdiam, ia teringat akan Lucy.Mungkin jika hal ini dialami nya,ia yakin Lucy pasti akan melakukan hal yang sama.
Cahaya ingat bagaimana dulu semasa ia kecil,saat berlatih tidak sengaja kakinya tersandung akar pohon.Dan mengakibatkan Cahaya jatuh serta tangan nya tertancap akar pohon yang meruncing.Lucy dengan amarah yang tidak dapat ditahan, langsung mencabut pohon besar itu tanpa ampun.Hal itu mengakibatkan para dedemit yang tinggal di pohon besar itu lari tunggang langgang.
Cahaya mengelap darah yang sedikit merembes di kening wanita itu, menggunakan telunjuk nya.Lalu ia membuat tanda lingkaran serta segitiga dalam lingkaran di telapak tangan sebelah kiri.Dari gambar itu,Cahaya memanggil arwah anak wanita yang dimaksud.Karena hanya dengan darah keluarganya, arwah yang asli bisa dipanggil.
Tak lama kemudian, keluar lah asap putih dari telapak tangan Cahaya .Arwah anak dari wanita itu benar-benar datang.Dengan memakai seragam sekolah dan wujud yang sama seperti iblis yang telah Cahaya usir.Namun wajah anak itu jauh lebih bersih dan bercahaya.
"Ibu .."
Si Wanita separuh baya terperangah melihat arwah anaknya muncul.Ia cepat menghampiri anaknya, tangannya gemetar mengusap wajah Sang Anak.
"Di-Dita..."Suara si ibu terdengar serak dan tertahan.Dita tersenyum tipis..
"Ibu .. maafkan aku, sebelum aku pergi.Aku tidak sempat menemui mu.Ibu...jangan sedih, doakan anakmu agar aku bisa tenang di alam sana.Maafkanlah Kalisa,dia pun tidak berdaya Bu"
Ibu Dita menggeleng..
"Tidak...semua ini adalah salahnya,jika dia tidak minta bantuan mu untuk membuat laki-laki itu mencintai nya.Kamu tidak akan disalahkan Nak,kamu tidak akan menjadi korban"
"Ini sudah takdir Ibu..Aku membantu Kalisa dengan tulus.Jika aku harus mati,ini sudah menjadi bagian dari takdir ku.Sudahi dendam mu Ibu,lagi pula mereka sudah mati.Dan Kalisa sudah tidak akan bisa hidup normal lagi.Ini sudah cukup sebagai pelajaran Bu...jangan kau kotori tanganmu dengan membunuh lagi"
Ibu Dita menundukkan wajahnya.
"Dita mencintai Ibu...Dita tidak mau Ibu terus hidup dalam kubangan dosa.Mari Bu..kita sama-sama mencari jalan yang diridhoi.Aku akan menunggumu Ibu"sambung Arwah Dita.
"Tidak...Ibu akan ikut dengan mu Nak...Ibu sudah tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini "
Dita membelai lembut pipi sang Ibu, perlahan kepulan asap menutupi wujud Dita.
"Dita...Dita..."Sang Ibu berusaha menahan kepergian putrinya,ia menggenggam tangan Dita yang akhirnya hanya menjadi asap kosong.
Ibu Dita terjelopoh ke lantai,ia menangis meratapi kepergian putri satu-satunya.Cahaya mendekat,hendak menguatkan hati sang Ibu.Namun tiba-tiba Ibu Dita bangkit lalu berlari keluar.
"Kejar dia!"seru Cahaya ,Lana gelagapan.Ia yang sedari tadi diam menyaksikan kejadian mengharukan itu,sontak tersadar.Lalu mengejar Ibu Dita.Tapi terlambat, Ibu Dita menerobos kaca dan tubuhnya terjun bebas ke tanah yang beraspal.
Lana membatu,ia syok menyaksikan adegan bunuh diri di depan matanya.Begitu pun Cahaya ,ia diam , lututnya gemetar hingga ia tak kuat untuk berdiri.
*
*
Polisi Cepat bertindak mengenai kejadian bunuh diri di rumah sakit Ibu dan Anak.Lana pun memberikan keterangan sesuai hasil rekaman CCTV.
Sedangkan Cahaya berdiam diri di dalam ruang kerja Lana,karena tahu ada camera,ia memilih untuk bersembunyi.Ella yang melihat siaran televisi secara live, langsung mendatangi rumah sakit tersebut.Apalagi tahu jika Lana adalah saksi mata atas kejadian kasus bunuh diri itu.
"Sayang..."Ella menghampiri kekasihnya yang baru saja selesai diwawancarai.Lana tersenyum..
"Apa yang terjadi ??kok bisa ibu itu bunuh diri di rumah sakit ini sih?"tanya Ella.
"Dia frustasi,anaknya meninggal karena dibully oleh teman-temannya.Dan setelah di selidiki, ternyata semua teman-teman yang membuli anak ibu itu sudah mati secara tragis baru-baru ini"
"Apa??"Ella terkejut"Apa ibu itu yang membunuh mereka ??"
"Kemungkinan besar begitu..."
"Dan kamu yang memecahkan kasus ini ??"
"Lebih tepatnya aku beruntung, karena Kalisa korban terakhir yang akan dibunuh oleh Ibu itu masih hidup dan dirawat disini.Kalau di rawat di RS lain beda lagi ceritanya "
Ella tersenyum,ia langsung melingkar kan lengannya ke lengan Lana.
"Kau selalu merendahkan diri sayang..ohya?sudah malam..ayo kita pulang "ajak Ella.
"Emmm aku masih ada kerjaan,kamu bisa pulang duluan ya...".
Ella manyun mendapatkan penolakan dari Lana.Tapi kalau dipikir-pikir,ia juga tidak bisa pergi lama-lama karena Celine sedang ada di apartemen nya.
"Ya udah,tapi besok kita makan malam bareng ya sayang.."
Lana mengiyakan,Ella yang awalnya manyun langsung berubah senang.