
Fajar terperangah melihat layar ponsel nya yang berdering.Ia buru-buru bangkit dan berlari kencang ke kamar Kakak nya.
"Kak..."Fajar terdiam diambang pintu,rasa bahagia yang ingin ia sampaikan kepada sang Kakak.Berubah menjadi perasaan terkejut bercampur heran.
Manalah tidak,ia melihat Cahaya bergelantungan seperti seekor kelelawar dengan posisi terbaik.Kedua Kakinya mengait di teralis besi gorden atas pintu kamar.Yang mencuat ke balkon.
"Apa yang Kakak lakukan ??"
Cahaya menengok adik,ia tersenyum lalu melompat turun.Ototnya direnggangkan hingga berbunyi tulang-tulangnya.
KRETEK KRETEK
"Apa Kakak semalaman bergelantungan seperti itu?"
Cahaya membenarkan,Fajar menganga tak percaya.
"Hatiku sakit,sakit sekali "
"Emang kalau bergelantungan hatinya nggak sakit ??"
"Nggak.. karena kepalaku yang puyeng "
Fajar meraup wajahnya,entah ia harus tertawa atau kesal dengan kepolosan Kakaknya.Tapi deringan telfon yang kesekian kalinya membuat perasaan Fajar teralihkan.
"Ini..."ia menyodorkan ponselnya.
"Apa?"
"Ada telfon dari Pangeran As'ad "
"Nggak nggak nggak nggak...aku nggak mau"Cahaya menolak,ia naik ke tempat tidur lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Kak...dia kangen "
Cahaya tak perduli,ia tidak mau hatinya sakit lagi.Terpaksa Fajar mengangkat nya sendiri.
"Hallo..."
"Assalamualaikum"Pangeran As'ad bersuara dari seberang.Tak lupa Fajar menghidupkan loudspeaker.
"Wa'alaikum salam"
"Mana Caca?"
"Sembunyi dalam selimut"
(Cahaya mengerutkan keningnya)
"Ngapain ??"
"Dia nggak mau sakit hati lagi katanya"
Tak ada jawaban untuk beberapa saat.
"Fajar... tolong tinggal kan ponsel mu di dekat nya"pinta Pangeran As'ad dari seberang.Fajar menurut,dia meletakkan ponselnya di sebelah Cahaya ,lalu pergi.
"Sayang... Kenapa kamu sakit hati padaku??apa yang aku lakukan sehingga menyakiti mu?? Sayang...aku minta maaf jika telah melakukan kesalahan,tapi tolong... bicara lah,agar aku tahu apa kesalahan ku? Jika kamu diam?ini sangat tidak adil untuk ku... Sayang...cepat... bicara lah, sebelum aku mati"
Cahaya terperanjat,ia keluar dari dalam selimut dengan gerakan cepat.
"Kau ...mau mati??"Celutuk Cahaya ,ia mendekatkan mulutnya ke ponsel dengan tubuh menelungkup.
"Iya..."
"Aku bisa mati kalau kamu tidak mau bicara dengan ku, merindukanmu sudah sangat berat ku jalani"
Cahaya menarik nafas dalam-dalam, ia terlentang kan tubuh nya disamping ponsel yang masih tersambung.
"Seandainya,roh Maulana tidak merasuki mu..kau tidak mungkin mencintai ku"
"Apa karena itu kamu sakit hati ??"
Cahaya mengangguk,tanpa Pangeran As'ad melihat nya.
"Kau akan tetap mencintai perempuan itu"
"Siapa?"
"Yang datang padamu kemarin "
"Putri Delia ??"
"Aku tidak tahu namanya "
"Sayang... mungkin benar apa yang kamu katakan, jika roh Maulana tidak merasukiku? mungkin aku tidak akan mencintaimu sebesar ini ,dan aku tidak akan merindukanmu seberat ini . Tapi perlu kamu tahu,,, bahwa cinta Maulana tidak akan sebesar cintaku .Karena apa?? Karena perasaanku padamu itu gabungan perasaan antara dari hatiku Pangeran As'ad dan roh Maulana sendiri"
"Kesimpulannya... jika saat itu aku hidup tanpa roh Maulana dan aku bertemu denganmu ,aku akan tetap mencintaimu"
Cahaya tersenyum tipis mendengar ucapan Pangeran As'ad .
"Benarkah ??"
"He-em"
"Buktikan dong...jangan cuma ngomong doang"
"Bagaimana cara aku membuktikan nya??"
"Cepat!! datang lah... atau..aku yang datang menjemput mu "
Pangeran As'ad diam...
"Kenapa diam?? tidak bisa melakukan nya?"Cahaya merasa sedikit perih pada dadanya.
"Baiklah...aku akan berusaha untuk datang,jika dalam tiga hari aku tidak datang ke rumah mu.Maka datang lah kemari, jemput aku!!"
"Ok!!siapa takut!!aku akan datang ke sana,dan membawa mu ikut serta "Cahaya menjawab dengan mantap.
"Tapi tunggu sampai tiga hari, karena jika aku berhasil kabur..kau tidak perlu datang kemari"
Cahaya mengangguk setuju.
"Aku matikan dulu telfonnya ya sayang "
Cahaya berbalik mengambil benda pipih itu,ia baru tahu jika tidak ada gambar Pangeran As'ad dilayar ponsel.
"Kapan kamu akan menghubungi ku??"
"Nanti..."
"Baiklah...bay..."
"Bay...."
Talian telfon terputus.Kesedihan yang sejak semalam ia rasakan, langsung hilang seketika.Kini hati Cahaya berbunga-bunga...