
Idris duduk di atas Mogenya,Ia menatap kosong alam lepas dengan segala pikiran yang terbuku dihati.
Rasanya sakit bila mengingat penolakan Soraya atas keinginannya.Tapi apa yang dikatakan Ibunya ada benarnya juga.
Cinta bukanlah pemaksaan,semua orang bisa mencintai tapi menikah adalah hal lain.Apalagi usia Soraya masih terbilang sangat muda.
Memang,, pernikahan orang tua Idris sangat bahagia meskipun mereka nikah muda.Tapi hal itu tidak menjamin pernikahan nya akan selamat seperti pernikahan orang tuanya.
Banyak hal yang bermain di otak Idris saat ia menyendiri di perbukitan tepian kota.Ia tidak bisa menyalahkan Soraya jika gadis itu masih belum siap menikah.Dan hal ini tidak akan menjadi alasan baginya untuk berhenti mencintai Soraya.
Matahari sudah berada di atas kepala, Idris ingin menjemput Soraya.Dia akan bertemu kekasih hatinya itu.Baru beberapa jam saja tidak bersua, rasanya sangatlah rindu.
*
*
Poppy sudah berubah menjadi Poppy yang dikenal oleh Soraya untuk pertama kalinya.Gadis manis gemuk itu terlihat riang dan selalu membuat Soraya tersenyum dengan tingkah konyolnya.
Karena ia tahu,Soraya tengah bersedih hati.Entah karena apa Idris absen hari ini ??dan hal itu nyata membuat Soraya bermuram durja.
"Kalau kamu butuh teman?aku akan bersedia ikut kamu pulang"Ujar Poppy saat keduanya berjalan beriringan untuk pulang.
"Terimakasih..."Soraya menolak dengan halus.
"Tapi aku khawatir jika kamu sendiri"ungkap Poppy.
"Aku baik-baik saja, tenang saja"Soraya meyakinkan disertai senyuman ketir.
"Loh itu"
Soraya mengikuti arah telunjuk Poppy,Disana Idris duduk di atas Mogenya dengan senyuman manis.
Langkah kaki Soraya terhenti,ia menatap Idris dengan perasaan bercampur aduk. Antara senang, kesal ,rindu ,benci ,dan marah.
"Udah sana samperin"Poppy menyenggol bahu temannya, Membuat tubuh Soraya sedikit terdorong ke depan.
"Eh eh..."Poppy jadi kaget sendiri.Soraya tersenyum tipis,kini senyuman nya terasa lepas.
Ia pun menghampiri Idris,pria yang ia rindukan.
"Maafkan aku sayang"Idris menarik tangan Soraya agar lebih dekat dengannya.
"Kenapa minta maaf ??"Soraya sok-sokan tidak tahu.
"Yah pokoknya aku hanya ingin minta maaf sama kamu,aku terlalu memaksakan kehendak ku"
"Jadi karena itu kamu absen hari ini ??"
Idris mengangguk membenarkan.
"Apa yang kamu pikirkan?"Soraya menarik diri,ia kesal sekali dengan Idris.Namun pria itu justru menarik kembali tangannya hingga tubuh mereka merapat.
"Aku minta maaf,,,aku mencintaimu.. sangat.. sangat..aku tidak mau kehilangan mu,aku ingin hanya memberikan seluruh milikku padamu"
"RIS...kita masih harus sekolah,jangan berpikir kolot seperti itu dong"
"Iya..iya..aku tahu sayang,aku sadar aku salah...jadi tolong... Maafkan aku ya,,,aku janji nggak akan meminta mu untuk menikah lagi kalau kamu belum siap.Tapi kamu harus janji juga,kamu tidak boleh menikah selain dengan ku.. kecuali aku mati"
UP!!
Soraya menutup mulut Idris dengan cepat.Idris memegang tangan Soraya,ia menggenggam nya dengan erat.
"I Love YOU sayang"
Soraya tersenyum tipis.
Dikejauhan,Luna the gank memperhatikan kemesraan mereka.Hati Luna teramat sakit,ia mencengkram ranting pohon hingga patah karena saking kuatnya.
"Sabar Lun... sebentar lagi kita akan membuat mereka bercerai berai"Iko merangkul pundak sahabatnya itu,Luna mengangguk setuju.Hatinya sedikit lega bila membayangkan rencananya berhasil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari Senin, adalah hari yang biasanya selalu diadakan upacara.Disaat itulah,Luna menjalankan rencananya.
Usai kegiatan upacara,ia dan teman-temannya yang dari anggota OSIS membagikan air mineral.
Iko dan Monica menjadi salah satu relawan yang membagi-bagikan air mineral beserta sebungkus roti.
Luna sudah menandai air dan roti yang akan dimakan oleh Soraya.Dan semuanya tepat sasaran.
Tanpa rasa curiga,Soraya memakan roti itu dan menegak air sampai habis.Karena cuaca sangat panas,jadi lumrah jika ia kehausan.
*
Idris yang khawatir,pun juga pamit ke luar.Ia menyusul Soraya ke toilet.Ia tidak menyadari, jika Luna the gank sudah bersiap melancarkan aksi Keduanya.
Soraya yang berada di kamar mandi, terduduk di lantai karena lemas.Monica yang memang sengaja diam di kamar toilet lainnya, keluar untuk melancarkan plan B.
"Aya' kamu kenapa ??wajah kamu pucat sekali"Pekik Monica.
"Hah???" Soraya menjawab lemas,
"Ayo aku bantu ke UKS"
Monica membantu memberdirikan Soraya,lalu memapahnya berjalan.
"Hah??Aya' kenapa ?"
Monica kaget karena tidak menyangka Idris menunggu di luar.
"AA...emmm dia..dia pucat...Aku nggak tau kenapa ?"Sontak Monica gugup.
"Biar aku yang bawa"Idris mengganti posisi Monica,ia tidak tega membiarkan Soraya berjalan dalam keadaan begitu.Jadi dia langsung menggendong tubuh Soraya dan dibawa ke UKS.
Monica langsung menghubungi Luna karena situasi yang diluar rencana,Luna tahu itu.Karena ia sedang mengintai gerak geriknya dari kejauhan.
"Terus ikuti saja ke UKS,kita tunggu disana"Luna memberikan perintah.
"Baik"
Monica gegas berlari menyusul Idris.Tidak lupa ia menyiapkan tes pack dalam genggamannya.
Saat Idris membaringkan tubuh Soraya, Monica turut serta membantu.Tidak lupa ia menyelipkan tas pack itu di bawah tubuh Soraya.
Sementara Dokter sekolah memeriksa keadaan Soraya,Idris dan Monica menunggu.
"Mon...kok disini ??"Luna datang bersama Iko.
"Itu...Aya'.."Monica sengaja menggantung kalimatnya.
"RIS...kamu juga ada disini ?"Tak lupa Luna menyapa ponakannya.
"Iya..."Idris menjawab pendek.
"Apa yang terjadi ??"
"Aya' sakit"
"Ohhhh..."
Dokter sudah selesai memeriksa keadaan Soraya,saat meminta Soraya untuk bangun.Tes pack jatuh tergeser.
Dokter heran,ia pun memungut tes pack tersebut.
"Kamu hamil?"
"Hah??Hamil??"Soraya memekik tak percaya.
Luna yang mendengar hal itu langsung menerobos masuk.Semua pun ikut di belakangnya.
"Kenapa Dokter ??Hamil?? maksud Dokter Soraya hamil ??"Luna sengaja membuat kepanikan.
"Apa??"
Idris langsung menghampiri kekasihnya.Soraya menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban dari tatapan mata Idris.
"Apa dia hamil anak mu?"Luna bertanya kepada Idris dengan setengah berbisik.
"Apa maksudmu ??"Sontak Idris jadi marah.
"Kan Soraya hanya dekat dengan mu, seluruh sekolah juga tahu itu.Kalau bukan dengan mu ?lalu dengan siapa ??"
"Jaga bicaramu Luna!!"Akhirnya Soraya angkat bicara"Aku tidak hamil...entah itu dengan Idris atau dengan pria lain"
Luna merampas tes pack yang masih dipegang oleh Dokter sekolah.
"Lalu ini apa?"
"Aku tidak tahu itu milik siapa?"bantah Soraya.
"Terus kalau bukan punya kamu??punya Dokter ??"Luna semakin memperkeruh keadaan.