Blue Eyes

Blue Eyes
SORAYA PERGI 54



Mobil Idris baru saja masuk ke halaman rumah Soraya,Si empunya langsung meluruh ke luar dan tergesa menekan bel.


Salah satu asisten rumah tangga yang kebetulan tengah mengunci seluruh pintu dan jendela, membukakan pintu untuk Idris.


"Cari siapa Den?"


"Aya' ada??"


"Non Aya'..."


"Nona tidak bisa diganggu"Ahmad muncul memotong kalimat si asisten.Wanita yang berumur sekitar empat puluh tahunan itu memohon diri dan pergi.


"Kenapa ???aku ingin bicara dengan Aya'.."Idris semakin tidak suka dengan pria muda itu.


"Sejak siang tadi,Nona tidak keluar kamar.Kamu pasti tahu kenapa Nona bersikap seperti ini ??"


"Iya aku tahu,karena itu aku ingin bicara dengan nya"


Ahmad menggeleng perlahan.


"Nona sama sekali tidak ingin berinteraksi dengan siapapun.Jadi pulang lah,nanti kalau dia sudah bisa diajak bicara ?Kembalilah"


Idris menatap penuh curiga dengan pria dihadapannya itu.


"Jangan pernah kamu membodohi ku"


Ahmad mengulas senyum tipis.


"Untuk apa saya membodohi kamu??"


Idris geram tapi ia tidak bisa melakukan apapun.


Akhirnya, dengan terpaksa ia pun memilih pergi.


Sebenarnya dia tidak pergi sejauh mana?hanya keluar dari pekarangan rumah Soraya.Idris memarkirkan mobilnya di bahu jalan depan rumah Soraya.


Idris melakukan panggilan batin melalui sinar Kecubung,ia memfokuskan diri pada Soraya yang saat ini tengah terdiam memeluk tubuh di atas tempat tidurnya.


"Sayang...aku menunggu mu di bawah, keluar lah..kita bicarakan ini baik-baik,kita pergi cek ke Dokter kandungan,agar semuanya jelas..ok??"


Mendengar suara telepati dari Idris,Soraya menghantam cahaya kecubung kembali kepada pemilik nya.


WUUUSSSSS


Mobil yang ditumpangi Idris sampai terangkat dikarenakan cahaya Kecubung yang dipukul mundur.


"Issyyyy... hampir saja"Idris dibuat kaget,ia mengusap dadanya.Pandangan nya tertuju pada dinding yang menjulang mengelilingi rumah Soraya.


"Ok!! kali ini aku gagal,besok jangan salahkan aku jika aku tetap akan memaksamu sayang..."Idris berbicara dengan dirinya sendiri ,ia pun menstater mobilnya.Dan melajukan mobilnya perlahan.


Tiba-tiba ada seseorang yang melompat-lompat mensejajari laju mobilnya.Idris menoleh, rupanya ada pocong


mengikuti.Di sisi sebelah pun ada.Jadi sekarang mobil Idris ada ditengah-tengah dua pocong.


"Baaaa..."Pocong itu menengok ke dalam mobil sambil terus melompat."Hihihihi kasihan,dicuekin sama Nona hihihihihi"


"Hihihihihi mangkanya jadi orang jangan stupid"Pocong yang lain menyahut.


"Stupid apa-an tuh ?"Yang satu lagi bertanya.


"Bo-doh"


"Aku bertanya lah Di.. Stupid apa-an ??"


"Ya artinya Bo-doh be-gok"


"Ohhh artinya Bo-doh be-gok... Hihihi..Ya kau stupid "Pocong Jamal cekikikan dengan bodohnya.


Idris menghentikan mobilnya,ia keluar untuk berbicara dengan dua pocong itu.


Melihat si pemilik kecubung keluar,dua pocong itu melompat hingga keduanya merapat.


"Kalian kenal Soraya?"


Dua pocong mengangguk bersamaan.


"Apakah tadi kalian melihat nya?"


"Selalu kami melihatnya,ya kan Di?"Pocong Jamal menyenggol bahu pocong Pardi.si Pocong Pardi mengiyakan.


"Dia sedang apa?"


"Duduk!!"Dua pocong menjawab bersamaan.


"Apa dia menangis ??"


Dua pocong tidak segera menjawab, mereka saling bertukar pandangan.


"Kami tidak tahu apa dia menangis,tapi dia terlihat sedih"ucap Pocong Jamal.Idris jadi muram mendengar hal itu.


"Apakah kalian bisa mempertemukan aku dengan nya?"


Lagi-lagi dua pocong melempar pandangan, Pocong Pardi menggeleng pelan ,seperti kode bahwa dia tidak mau . Pocong Jamal akhirnya pun menggeleng juga.


"Kenapa ??Akan aku kasih kalian imbalan"Idris menawarkan sesuatu yang ia sendiri tidak tahu apa yang mereka inginkan.


"Maaf... kau tahu sendiri kan tadi, kekuatan kecubungmu dipukul mundur sama Nona. Apalagi kita? mungkin kita akan dibuat terguling-guling sampai besok"Pocong Pardi menjawab.


"Ya udah Mal... ayo kita pergi "Ajak pocong Pardi.


"Ok!"


Idris diam menatap dua pocong melompat-lompat menjauh darinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi-pagi sekali,usai sholat subuh.Soraya mengetuk pintu kamar Pak Luyo .


Ahmad yang sudah standby menjaga Pak Luyo , gegas membuka pintu.


"Nona..."Dua bola mata Ahmad berbinar melihat anak majikannya yang cantik jelita sudah berdiri di ambang pintu.


"Bapak Mana?"tanya Soraya acuh tak acuh.


"Baru selesai salat Nona beliau masih berzikir"Ahmad menjawab sambil senyam-senyum.


"Boleh saya masuk?"


"Ohh silahkan"


Ahmad menepi,ia memberikan jalan dara cantik itu masuk.Wangi aroma kasturi yang semerbak saat Soraya berlalu dihadapan Ahmad.Pria itu menghirup udara sebanyak-banyaknya.


"Bapak..."


Dengan manja nya Soraya merebahkan diri di haribaan Pak Luyo .


"Kenapa ??hem???"Pak Luyo membelai rambut putri angkatnya dengan sebelah tangan yang masih memutar tasbih.


"Mama sama Papa kapan datang Pak?"


"Bapak kurang tahu,kenapa kamu nggak telfon aja"


"Males mau on...Bapak..yuk kita pulang kampung"


"Loh kok mendadak...?"


"Kangen aja sama Pakle "


Pak Luyo tersenyum..


"Pasti lagi ada masalah sama temen kamu itu ya?"Pak Luyo memancing jawaban, namun Soraya hanya diam.


”Emmm gimana kalau ikut saya ke kampung Non? Kemarin saya sempat meminta ijin untuk cuti beberapa hari.Kata Tuan suruh tunggu sampai beliau datang dulu"Ahmad memberikan ide.


"Ide kamu bagus juga, kampung kamu di Krian kan??Dekat dengan Suramadu "


"Iya non... boleh lah pergi ke Suramadu naik sepeda motor "Jawab Ahmad.


"Gimana Pak??Bapak ikut juga ya"Soraya mulai bersemangat.


"Aduh Bapak nggak bisa jalan jauh Nak"


"Kan naik pesawat Pak,dua jam udah nyampek...ikut ya Pak"Soraya membujuk.


"Kalau naik pesawat,saya kurang ongkos nya Non"Timpal Ahmad.


"Aku yang bayar...Ayok Pak,kita berangkat sekarang.Ahmad...kamu siap-siap ya,sekalian siapkan pakaian Bapak.Aku mau siap-siap untuk ku sendiri.Ohya jangan lupa Pak,buatkan surat ijin untuk Bu guru.Bilang saja Soraya sakit.Nanti Mamang yang nganter ke sekolah "


Pak Luyo tak bisa menyangkal karena Soraya terlihat sangat bersemangat.Ia berjalan dengan riangnya keluar dari kamar.


"Ayo Pak"Ahmad pun tak kalah senang, akhirnya ia bisa pulang tanpa harus cuti karena Pak Luyo akan ikut serta.


*


Idris tersenyum tipis melihat Sukri membukakan pintu gerbang untuk nya.Berarti Soraya belum berangkat ke sekolah.


"Mang..."sapa Idris.


"Kebetulan kamu datang,nih aku titip surat untuk Bu guru ya.."Pak Sukri memberikan amplop berwarna putih.


"Surat untuk Bu guru ??"Idris menatap heran.


"Iya...Non Aya' ijin nggak masuk sekolah"


"Memang kemana Aya' Mang?"Perasaan Idris sudah tidak enak.


"Mang..kalau temen ku Idris bertanya aku kemana? Awas jangan bilang aku ke Surabaya.Bilang aja ke Hongkong, Jepang, Swedia.. pokoknya yang jauh-jauh ya.."


Sukri terngiang-ngiang pesan terakhir anak majikannya sebelum masuk ke bandara.


"Tour ke luar negeri,tapi dalam surat itu dia bilang sakit.Jadi kamu bilang aja dia sakit"


Idris menggeleng,ia tidak percaya itu.Idris ingin menerobos masuk.


"Eh mau kemana ??"seru Sukri.


"Mau cari Aya',aku yakin Mamang bohong.Dia nggak mungkin pergi kemana-mana.Pasti dia ada didalam "


"Ya udah...cari aja sampai puas...kalau perlu ke lubang semut pun kau boleh mencarinya.Kalau ada? potong nih telingaku"Sukri mencabar.


Idris mulai terpengaruh,hatinya hancur.


"Tega kamu Ya'..pergi tanpa pesan "Gumamnya sendu.