Blue Eyes

Blue Eyes
KEHILANGAN KESADARAN 66



Pyta tersenyum tipis, ia sangat senang melihat Soraya semakin dekat dengan cengkraman nya.


Tinggal bagaimana ia menyusun strategi untuk bisa menculiknya.Apalagi kehamilan Soraya bukan kehamilan biasa.Jika mengikuti insting hewan yang ada dalam diri Soraya.Dia hanya akan hamil selama 75 hari saja.


*


"Tadi gimana ceritanya Aya' bisa pingsan ??"tanya Nicta saat ia dan Idris tinggal berdua saja di kamar yang sudah di siapkan untuk Soraya.


Idris membelai lembut punggung tangan istrinya,lalu Mencium nya dengan mendalam.


"Semakin lama Soraya semakin lemah Ma...Idris takut"


Nicta mengusap lembut pundak anaknya.


"Kata Dokter gimana ??"


"Katanya dia akan melahirkan sekita sebulan lagi Ma"


"Hah?? padahal dia kan hamil kurang dari 6 Minggu ??"


"Itulah Ma,,, sepertinya usia kandungan nya mengikuti naluri serigala.Tapi anehnya Mama lihat sendiri kan? perutnya rata"


Nicta manggut-manggut.


"Soraya memang penuh keajaiban sayang,jangan lupa kalau dia blue Eyes "


"Iya Ma"


"Blue Eyes???"


Halimah bertanya dalam hati,sejak keluar dari kamar Soraya.Halimah tidak pergi kemana pun.Ia diam-diam menguping pembicaraan orang di dalam kamar tersebut.


Halimah keburu balik ke kamarnya,takut sampai ada orang yang melihatnya menguping.


*


Untuk sementara waktu Soraya off dari segala kegiatan di sekolah nya dengan alasan sakit.Sementara Idris tetap pergi ke sekolah seperti biasa.


Banyak yang mendekati Idris dengan ketidak hadiran Soraya di sekolah.Namun pria itu justru berubah jadi dingin dan tidak banyak bicara dengan lawan jenis termasuk Poppy sahabat nya.


Sedangkan di rumah, Halimah melakukan pendekatan dengan Soraya.Ia melayani Soraya bak saudara sendiri.Makan disuapi,minum pun di layani.Pokoknya disini Halimah terlihat sangat baik dan lembut.


"Aya'...emm boleh kah aku curhat sedikit ?"Ujar Halimah saat ia menyuapi Soraya makan.Soraya menjawab dengan anggukan kepala.


"Aku.. ingin sekali seperti mu,bisa mempunyai keturunan.Jika aku bisa melahirkan seorang putra,makan meskipun nanti Idris mentalak aku.Posisi tahta akan tetap berada di kubu Ayahanda sultan"


"Tapi??? bagaimana aku bisa punya keturunan, sedangkan Idris ??menyentuh pun tidak"


"Aku ingin meminta bantuan mu,agar bisa membujuk Idris untuk melakukan nya"


Raut wajah Soraya refleks berubah.Hatinya terasa perih,istri mana yang Sudi mengijinkan suaminya meniduri wanita lain.


"Bagaimana Ya'..apa kamu mau membantu ku??"


"Hal seperti itu harus dari hati,tidak akan bisa di paksa"Jawab Soraya dengan hati-hati.Halimah mengangguk setuju,tapi hatinya semakin benci.


"Emmm aku ke kamar dulu ya,mau ngecek ponselku.Tadi aku nelfon saudara ku di Brunei.Tapi nggak diangkat.. sebentar kok.Nanti aku kembali lagi"Pamit Halimah memakai seribu alasan.Soraya mengiyakan disertai senyuman.


Halimah membawa nampan nasi keluar,padahal Soraya belum selesai makan dan belum kenyang.Halimah sengaja melakukannya karena Gedeg serta kesal.


"Sudah dibaik-baikin malah nggak mau bantu,hemmm lebih baik aku memakai obat yang dikirim Kak Anastasya kemarin.Siapa tahu berkhasiat"Halimah tersenyum licik,ia masuk ke dalam kamarnya dengan riang.


*


Malamnya, Halimah menyiapkan minuman susu madu untuk Idris.Dan sudah tentu ia campur dengan ramuan yang dikirim dari Brunei.


"Aduuhh bahagianya...jadi iri deh"Sapa Halimah yang baru muncul dengan membawa susu madu di tangan.


Idris menoleh,


"Diminum ya Bang...biar tetap vit dan terjaga kesehatannya"Halimah menyodorkan minuman racikan nya itu.


"Apa ini?"Idris menerima minuman tersebut.


"Susu madu...bagus untuk stamina"Halimah duduk di bibir kasur,ia mengusap kaki Soraya yang ditutupi selimut.


"Bagaimana kabar calon anak kita?"tanyanya.


"Alhamdulillah..."jawab Soraya.


Idris menegak susu tersebut dengan rakus sampai habis karena memang enak sekali.


"Emm enak.."


"Alhamdulillah kalau Abang suka,besok Halimah buatin lagi ya.."


"Boleh...tapi kenapa cuma untuk aku?? untuk Soraya mana?"


"Soraya mau??"Tanya Halimah dengan topeng ramahnya.


"Nggak usah...nanti merepotkan "jawab Soraya lembut.


"Nggak kok...besok Halimah buatin juga untuk Aya'.."


Idris tersenyum melihat keakraban dua istri nya itu.Tiba-tiba ia merasa kepalanya seperti banyak sekali bintang yang mengitari.


"Bang...boleh tidak?malam ini Abang tidur di kamar Halimah?"


"Hem???"Idris hanya mampu berdengung.


"Boleh ya Bang??"


Idris tidak mendengar dengan jelas,tapi ia mengangguk saja.Kepalanya sangat sakit sekali.


"Terimakasih Abang...Ya'..Abang mau tidur di kamar ku"Halimah begitu senang,Soraya tersenyum hambar.Hatinya perih terasa.


Idris hampir terjungkal,tapi Halimah sigap menahan tubuh Idris.


"Abang...Abang kenapa ??"Halimah terlalu Gimik dengan kepura-puraannya.


"Kepalaku ??kepalaku sakit"


"Ya udah...ayok kita langsung ke kamar saja"Halimah membantu Idris berjalan"Ya'..kami ke kamar dulu ya"


Soraya termangu, ini kali pertamanya Soraya ditinggal oleh Idris tidur sendirian.Apalagi Idris akan tidur dengan Halimah, istri pertamanya.Hati Soraya sangat sakit,namun ia tidak mampu mencegah.


Halimah tersenyum penuh kemenangan,ia terus memeluk Idris.Digiringnya pria itu masuk ke kamar nya.Tapi, baru saja Halimah membuka pintu kamar.Tiba-tiba tubuh Idris melayang di udara.


Halimah kaget,ia melepaskan pelukannya dan menjauh dari tubuh Idris.


"Apa ini?? sihir kah???Hah???siapa yang melakukan ini??"Halimah panik,ia menarik tubuh Idris agar menapak lantai.Tapi tak bisa,tubuh Idris ringan seperti balon yang tidak terpengaruh oleh gravitasi bumi.


Sekali lagi Halimah menarik kaki Idris masuk ke dalam kamar.Tapi sepertinya tubuh Idris justru melayang melawan arah.


"Abang...Abang..bangun"Halimah mencoba menyadarkan suaminya.Tapi Idris sepertinya sudah kehilangan kesadaran.


Tubuhnya melayang menjauh dari kamar Halimah.