
"Apa yang kau lakukan?"
Dominic menahan diri menarik pelatuk saat Cahaya berdiri menghadang.
"Sanca temanku,dia tidak akan mencelakai Raul"sambung nya.Dominic terpegun,entah kenapa ia melihat saat ini Cahaya begitu anggun.Dengan gaun tidur warna silver metalik.Membuat tubuhnya berkilau bak bintang kejora.
Dominic yang hanya memakai celana olahraga pendek, memperlihatkan dengan jelas sesuatu yang bangun dari tidurnya.
Sanca yang sedari tadi melilit tenang di tangan Raul melihat pergerakan aneh.
Ia pun berniat jahil, meskipun Sanca tidak berbisa tapi ia memiliki gigi yang runcing.
Sanca bergerak agresif menggigit pantat Cahaya , membuat Cahaya kaget dan terjatuh menimpa tubuh Dominic . Keduanya terjerembab ke lantai dan saling tindih.
Sembulan di bagian bawah perut Dominic semakin mengeras saat berada dalam posisi terjepit seperti itu.Dominic tercekat,wajah Cahaya kini tepat berada di atas hidung nya.Nafas gadis itu hangat menggetarkan jiwa.
"Maaf...aku merasa ada yang mengganjal"Cahaya beringsut duduk menciptakan gesekan,Dominic menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit bercampur enak.
"Aww"Ia menjerit saat dengkul Cahaya tak sengaja menekan barang pribadinya yang bersiap untuk tempur.
"Kenapa ??"
"Ugh"Dominic memiringkan tubuhnya,kedua tangannya memegang bagian ************ yang kesakitan.
"Apa aku mencederai mu??"Cahaya semakin khawatir,namun Dominic hanya menggelengkan kepalanya.
"Kalau kamu terluka?katakan padaku,aku akan sembuh kan"
Raul terpaku melihat kejadian itu,Sanca ingin mengajak anak itu keluar.Tapi Raul tidak bisa mengerti bahasa hewan.Akhirnya Sanca menemukan sebuah ide,ia melepaskan diri dan kabur.
Raul kaget,,,
"Tante..ularnya kabur"
"Hah???kemana??"
"Kesana...Akan ku kejar"Raul menunjuk ke arah pintu,ia pun berlari tanpa menunggu persetujuan Cahaya ataupun Dominic .
"Raul..."Dominic masih sempat memanggil Raul meskipun harus menahan sakit.
"Kau jangan khawatir,Sanca ular yang baik.Katakan padaku,apa yang membuatmu kesakitan?Aku akan membantu menyembuhkannya "
"Kau tidak akan tahu"jawab Dominic ,ia tetap pada posisi memunggungi Cahaya .
"Aku tahu...Tidak ada yang tidak aku tahu,,,semua aku tahu.. sekarang katakanlah dan percaya kan semua padaku"Cahaya sangat begitu yakin.
"Jangan memaksa "Dominic beringsut bangun,rasa ngilu dibagian bawah perutnya mempersulit ia untuk duduk.Cahaya merasa tersinggung dengan penolakan Dominic ,ia mengeluarkan jari telunjuknya dan membuat Dominic tidak bisa bergerak dengan kekuatannya.
Dominic terperanjat melihat kondisi tubuhnya yang susah digerakkan,
"Mangkanya,jadi orang jangan keras kepala"Ujar Cahaya ,ia membaringkan tubuh Dominic di lantai."Ayo mana yang sakit tadi??"
Dominic hanya bisa menggerakkan matanya,ia panik.. pupil matanya melebar saat Cahaya melorot kan celananya.
"Hah???ularmu hidup????kok bisa??"Cahaya mendekatkan wajahnya,Dominic hanya mampu memejamkan matanya rapat-rapat.
"Ular apa ini??"gumam Cahaya setelah melihat dari jarak dekat "Kok diam saja??tidak bergerak,apa karena aku membuat mu tak bergerak ?jadi ularnya juga jadi patung ??hihihihihi lucu.. Biasanya kan? kalau ular jadi patung tuh kebanyakan melingkar, ataupun merayap..Lah ini??malah berdiri tegak hahahahaha lucu.."Cahaya menyentil kepala si ular tegak, otomatis geleng-geleng si kepala ular.Cahaya semakin terpingkal-pingkal.
"Busyet dah...jagoanku malah dijadikan mainan baru?"gerutu Dominic dalam hati.Dominic sungguh tersiksa, bagaimana tidak?? meskipun dia tak dapat bergerak,tapi dia bisa merasakan semuanya.Apalagi saat Cahaya menyentil kepala si ular?Dominic hanya mampu menggigit bibirnya.
"Ohya aku lupa,,,aku ingin memeriksa mu"Cahaya mengalihkan perhatiannya dari si ular tegak,ia mencari apa yang menjadi alasan Dominic kesakitan.Tapi Cahaya tidak menemukan apapun, kecuali si ular yang sudah hidup kembali.
"Apa sih yang membuat mu kesakitan ??"tanya Cahaya .
"Barang yang kamu jadikan mainan bo-doh"Dominic menyahut dalam hati.
"Aku yang dikerjain sama kamu..busyet dah"
"Hemm..."tatapannya kembali bertumpu pada si ular.Ia tersenyum lalu menyentil nya lagi.Rasanya lucu melihat ular itu geleng-geleng dan berhenti di titik yang sama.Sungguh ular yang aneh bagi Cahaya .
"Awas kau ya... nanti akan ku buat kau tahu rasanya si Abang.."Dominic sungguh geram.
Cahaya mendengar ribut-ribut diluar ,ia teringat sanca yang melarikan diri.
"Aduh aku lupa,sanca kabur... ngapain sih sanca pakek lari segala ??biasanya dia jinak, kok tumben-tumbenan. Apa karena dia tahu ular yang dulu dia bilang mati hidup kembali?"
Cahaya bangkit..
"Aku harus menangkap Sanca"
Cahaya meninggalkan Dominic begitu saja.Dominic melirik dengan ekor matanya,ia ingin berteriak tapi tidak bisa.
"Mau ke mana kau ca?? Kenapa kamu pergi begitu saja?? tolong lepasin aku bo-doh"
Dominic hanya mampu bisa membebel di dalam hatinya.
Keadaan di luar memang sedang kacau balau akibat Raul yang mengejar sanca . Mereka semua ngeri melihat seekor ular Piton merayap di sekitar rumah.
Berbagai cara dilakukan untuk menangkap sanca, namun tak ada yang berhasil .Ular itu justru cekikikan karena mendapatkan mainan baru.
"SANCA!!"
Sebuah suara membuat sanca mendadak diam, dia langsung mengambil langkah seribu menuju ke tempat asal muasal suara.
Cahaya mengambil Sanca saat ular piton itu berada di hadapannya.Raul sampai ngos-ngosan karena habis kejar-kejaran dengan si ular.
"Ternyata dia cuma patuh sama Tante"Ujar Raul dengan nafas cepat.Cahaya tersenyum tipis.
"Apakah kamu sudah mereproduksi??"tanya Sanca yang hanya bisa di dengar oleh Cahaya .
"Reproduksi ?? maksudnya ??"
""Kan aku sudah ninggalin kamu berdua sama cowok si pemilik ular lembek...aku lihat ularnya udah hidup.Kata monyet itu kan alat reproduksi untuk buat anak.Kalau hidup berarti dia siap buat reproduksi "
"Oohhh jadi itu tujuan kamu menggigit aku???"
"Tante bicara sama siapa ??"tanya Raul.Cahaya terdiam sejenak,ia baru ingat kalau meninggalkan Dominic dalam keadaan ularnya terbuka.
Kalau itu benar alat reproduksi ,berarti itu sesuatu yang memalukan.
Cahaya cepat bertindak dengan menjentikkan jarinya.Ia tidak mungkin masuk kembali ke kamar Raul.Mengingat apa yang ia lakukan baru saja,wajah Cahaya langsung bersemu merah.
"Bo-doh Bo-doh Bo-doh"Cahaya memukul kepalanya sendiri.
"Tante jangan"pekik Raul menahan Cahaya memukul dirinya sendiri.Cahaya tak bisa mengatakan apapun,ia sungguh malu Karena itu ia segera lari masuk ke dalam kamarnya.
"Tante kenapa ??"Raul jadi heran sendiri melihat tingkah laku Cahaya yang aneh.
"Mana Cahaya ???"
Dominic baru saja keluar langsung bertanya Cahaya kepada Raul.Anak itu menunjuk ke kamar ibunya.
TOK TOK TOK TOK
"Ca..buka!!aku tahu kau di dalam...Ca...buka!!"
Cahaya meringis ketakutan,ia menjitak kepala Sanca.
"Kenapa kamu pukul aku??"