
Beruntung saat Cahaya berteriak tak ada satupun yang mendengar.Pangeran As'ad berusaha bangun dengan pinggang yang terasa nyeri.Wajahnya mendongak ke atas,disana Cahaya nampak tersenyum ke arahnya.
Pangeran As'ad terpaksa mengulum senyum lalu kembali melemparkan kis by.Auto wajah Cahaya langsung berubah murka.
Pangeran As'ad cekikikan lalu pergi.Cahaya memperhatikan pria itu sampai tak terlihat.Sekali lagi ia memeriksa dua telapak tangannya.
"Aneh...baru sekarang kekuatan ku tak mempan"Cahaya ingin memastikan,ia menuding dahan pohon di luar pagar.
CRAS
Dahan pohon langsung patah dan jatuh ke tanah.Cahaya terpelongo... padahal baru saja ia tidak bisa melakukan apapun kepada pangeran As'ad.
"Kok bisa ??"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ketukan pintu membangun kan Cahaya .Ia mengeliat dan berseru lantang agar orang yang mengetuk pintu kamar nya berhenti.
Tapi sekali lagi ketukan terdengar...
"Ih siapa sih??"Cahaya menggerutu kesal, ia bangun dengan malas lalu berjalan ke arah pintu.
Cahaya melebarkan kedua matanya saat melihat pangeran As'ad sudah senyam-senyum berdiri di depan pintu dengan membawa nampan.
"Kau???"
"Aku mengantar kan breakfast untuk mu,aku yang buat sendiri"
Cahaya melirik isi nampan yang sama sekali tidak menggugah selera.
"Apa ini??"
Pangeran As'ad dengan semangat menyodorkan nampan nya.
"Ini sosis,omlet , kentang goreng dan salad"
Cahaya melongo,ia mengangkat sosis dan membolak-balik nya.
"Ini apa??Apa kau memotong alat reproduksi mu?hi"Cahaya meletakkan kembali sosis itu di atas piring.Ia bergidik ngeri jika benar itu seperti apa yang dibayangkan nya.
"Bukan...ini sosis...kau tidak pernah makan ini?"
Cahaya menggeleng.. Pandangannya menyapu ke sekeliling.
"Kamu sendiri -?mana teman-teman mu?"
"Ohh...aku ingin sendiri, disini aman jadi aku tidak perlu dikawal"
Cahaya tak bertanya lagi.
"Kau tidak berminat dengan sarapan yang aku hidangkan ?"Pangeran As'ad mendapatkan Cahaya yang sama sekali tidak teruja dengan apa yang ia lakukan.Padahal ia bela-belain masuk dapur hanya untuk membuat sarapan untuk Cahaya .
"Aku hanya suka sayuran dan buah saja"
"Sayuran ??oh ini aku buat salad,ini adalah sayuran dan ada beberapa potongan buah-buahan"Pangeran As'ad tidak menyerah, ia menunjuk kan salad hasil jerih payahnya.Cahaya sebenarnya ogah,tapi ada rasa kasihan juga bila diabaikan.Akhirnya ia mencicipi salad yang dihaturkan.
"Emmmm"Cahaya mengunyah dan meresapi rasanya.
"Gimana ?? enak ??"
Cahaya mengangguk saja, sesaat ia teringat Maulana yang selalu membuat masakan enak untuk nya.
"Terimakasih"
"Sama-sama"Pangeran As'ad tersenyum lebar"Nanti akan ku buat kan banyak makanan dari buah dan sayuran.Termasuk desert terenak...aku tidak pintar memasak tapi aku tahu cara membuat masakan yang enak"
Cahaya semakin teringat dengan Maulana , hatinya terasa seperti ditusuk sembilu.
"Tidak perlu repot-repot"
"Nggak apa-apa...aku senang kamu suka masakan ku"
Cahaya tercekat, ia merasa tidak bisa menelan saliva.
"Kamu kenapa ??"Pangeran As'ad baru menyadari perubahan wajah sang buah hati.
"Aku minta maaf,tapi tolong jauhi aku"
Semangat yang bak api berkobar, Seketika itu juga langsung padam.
"Kenapa ?? kenapa aku harus menjauhi mu??"
Cahaya memutar tubuhnya,ia tidak bisa berlama-lama berhadapan dengan pria itu.Namun Pangeran As'ad justru bergerak cepat meletakkan nampan dan menahan Cahaya untuk masuk.
"Aku tidak tahu menahu tentang sejarah keluarga kita"
"Lalu kenapa ?? kenapa kau ingin aku menjauh??"
Pangeran As'ad mencengkram lengan Cahaya sehingga tubuh Cahaya menempel padanya.Dua mata saling beradu pandang dengan lekat, menciptakan suasana hening sejenak.
"Kakak..."Namun tiba-tiba suara panggilan Fajar menyadarkan keduanya, sehingga memaksa pangeran As'ad melepaskan cekalan nya.Cahaya gegas menarik tubuhnya menjauh.Berharap adiknya tidak melihat apa yang terjadi baru saja.
"Apa yang pangeran lakukan disini ??tanpa pengawalan ??Ini tidak seperti biasanya "tegur Fajar yang sebenarnya sudah menyaksikan adegan sang Kakak dengan si pangeran.
"Saya hanya mengantarkan sarapan untuk nya"
"Sarapan ??"
Pangeran As'ad mengambil kembali nampan nya.Supaya Fajar percaya dengan ucapannya.Tapi adik dari gadis pujaan hatinya itu justru tersenyum mengejek.
"Apa pangeran tidak tahu atau pura-pura Bo-doh ? Kakakku tidak makan makanan seperti ini,dia hanya makan sayur,buah, daging pun hanya di bakar.Anda tahu kenapa ??"
Pangeran As'ad menggeleng disertai ekspresi terkejut.
"Karena dia besar di hutan,dan semua itu terjadi disebabkan oleh putri Halimah yang menculik nya.Anda paham sekarang ??"
Pangeran As'ad semakin tercengang,bola matanya bergulir menatap Cahaya yang sama sekali tak memperhatikan dirinya.
"Jadi saya harap pangeran cepat selesaikan urusan anda disini,dan segera lah kembali ke negeri anda"
"Kau sangat kasar sekali "tegur Pangeran As'ad.
"Maaf...jika itu sangat kasar bagi anda,tapi itu kalimat yang sudah saya lembutkan untuk seorang pangeran "
Pangeran As'ad tak melanjutkan perdebatan itu,ia beralih menatap Cahaya yang sejak kehadiran Fajar memilih diam seribu bahasa.
"Aku menyukai nya"
Cahaya refleks mengangkat wajahnya melawan tatapan maut Pangeran As'ad .Fajar sendiri cukup terkejut mendengarnya.
"Pangeran...anda tahu apa yang baru saja anda ucapkan ??"
"Aku tahu...dan itu sudah ku ucapkan sejak semalam "Pangeran As'ad tak beralih sedikit pun menatap manik mata indah yang juga menatapnya.
Fajar tidak menyukai suasana itu,ia menarik sang Kakak masuk ke dalam kamar lalu membanting pintu tepat di depan wajah sang pangeran.
"Apa yang Kakak lakukan ??"Fajar tak habis pikir jika Cahaya begitu lemah di depan Pangeran As'ad .Padahal ia tahu, Kakaknya sangat bar-bar.
"Aku juga tidak mengerti"Cahaya berbalik duduk di sofa yang menyatu tempat tidurnya.
"Maksud Kakak??"
"Aku jadi manusia biasa di depan dia,aku sama sekali tidak bisa mengeluarkan kemampuan ku.Aku juga bingung..."
Fajar tercengang, ia tidak bisa langsung percaya dengan ucapan sang Kakak.
"Kakak pasti bercanda.."
"Aku serius... sampai sekarang aku belum tahu apa penyebabnya "
"Kalau begitu,Kakak harus menghindari nya"
"Itu yang aku lakukan,tapi dia..."
"Kita pindah..."terbersit cara untuk menjauh kan sang Kakak dengan Pangeran As'ad .
"Kemana ??"
"Ke rumah Nenek... bukankah rumah Nenek tidak ada yang menempati"
"Apa itu tidak apa-apa..."
"Tidak apa-apa...Nenek tidak akan mempermasalahkannya"
"Kau tahu kan..dia tidak suka dengan ku"
"Percaya sama Fajar ... semua pasti tidak akan jadi masalah..yuk..."Fajar menarik tangan Cahaya .
"Sekarang -?"
"Kapan lagi??"
Setelah sedikit mengambil waktu untuk berpikir, akhirnya Cahaya mengangguk setuju.Ia pun bersiap-siap seperlunya untuk pergi ke rumah Luna.