
"Apa Maksud Kakak tidak mau pergi ??"Fajar terkejut sekali,ada apa dengan Cahaya ?? Bukankah dia sendiri yang sangat bersemangat sekali untuk menyusul Pangeran As'ad .
Cahaya menggeleng,ia menundukkan kepalanya menghindari sesuatu.
"Kak jangan aneh-aneh deh"
Pangeran Arif menyadari kepanikan Cahaya ,ia memberi kode kepada pelayan nya agar mendatangi kakak beradik itu.Si pelayan pun patuh.
"Ada apa ?"tanya si pelayan .
"Aku tidak mau pergi"jawab Cahaya tegas.
"Kakak ...."Fajar cepat menyahut.Ia merasa tak enak hati dengan pelayan Pangeran Arif .
"Pokoknya aku tidak mau pergi"Cahaya menegaskan kembali.
"KENAPA ??Kak jangan buat malu lah,ini udah mau masuk pesawat "
Pangeran Arif melihat pelayan nya mengangkat kedua bahu.Membuat Pangeran Arif terpaksa bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri Cahaya .
"Semua orang ini akan mati"
"Siapa yang mati?"Pangeran Arif langsung menyela.
"Semua"
Pangeran Arif dan Fajar saling berpandangan satu sama lain.
"Kenapa kamu bisa mengatakan hal itu ??"tanya Pangeran Arif.
Cahaya memperhatikan semua orang yang berada di ruang tunggu.
"Bayangan hitam mengelilingi mereka, termasuk kamu...Aku tidak mau ikut, kalau kalian memaksa untuk naik pesawat.Terserah!! Pokoknya aku tidak mau ikut,,,yuk Fajar ..kita ikut pesawat yang lain"Cahaya menarik tangan adiknya dan pergi begitu saja.
Pangeran Arif menahan kesal di dadanya,kalau Cahaya tidak ikut.Apa artinya semua rencana yang sudah ia atur sedemikian rupa.
Terpaksa ia mengalah mengikuti keinginan Cahaya .
"Jadi Kakak tidak mau ikut karena melihat bayangan hitam ?"tanya Fajar ,Cahaya mengiyakan.
"Tandanya apa itu Kak?? kenapa aku tidak bisa melihat nya?"
"Ibu bisa... waktu Kakek meninggal,Ibu juga mengikuti bayangan hitam yang masuk ke gua Kakek"
"Aku juga pengen lihat Kak"
Sontak Cahaya menghentikan langkah kakinya.Fajar pun ikut-ikutan berhenti.
"Itu bukan anugerah,tapi kutukan.. bayangan itu lebih menyeramkan dari pada syetan.Dia tidak pernah sekalipun tersenyum,wajahnya sangar.Kau jangan pernah berharap untuk melihat nya,ya udah..yuk cepat..kita cari pesawat lain"
Fajar mengangguk setuju,Pangeran Arif dan pelayan nya menyusul di belakang mereka.
"Kalian cepat sekali berjalan"keluhnya, nafasnya sedikit tersengal-sengal.
"Hem begitu saja sudah capek"Cahaya melengos pergi. Dan disusul oleh yang lain.
Tiket sudah dibeli, sekarang tinggal menunggu penerbangan selanjutnya.Tiba-tiba terdengar siaran di pengeras suara bahwa pesawat yang baru saja lepas landas dua puluh menit yang lalu mengalami kecelakaan akibat kesalahan teknis.Pesawat itu terbakar dan belum diketahui apakah ada korban yang selamat.
Pangeran Arif terbelalak lebar,ia tidak percaya dengan semua yang ia dengar.Untuk memastikan nya,ia bertanya kepada pelayan nya.
"Kau dengar siaran barusan ??"
"I-iya Pangeran... pesawat yang akan kita naiki tadi kecelakaan"Jawab si pelayan gemetaran.
Pangeran Arif melayang kan pandangannya kepada Cahaya .Gadis itu nampak santai sambil mengayunkan kedua kakinya bergantian.
"Apa-apaan ini?? kenapa dia bisa tahu jika orang yang akan menaiki pesawat tadi akan mati?? Apakah dia seorang cenayang??"
Sejak saat itu,Pangeran Arif merasa segan untuk berdekatan dengan Cahaya .Ia takut Cahaya juga bisa meramal isi pikirannya.
*
*
Setibanya di negara Brunei, sebuah mobil Lamborghini sudah menunggu di tempat penjemputan.
Pangeran Arif menaiki mobil tersebut, sedangkan Fajar dan Cahaya beserta pelayan Pangeran Arif menaiki mobil Pajero putih.
Tidak butuh waktu lama, mereka sudah tiba di depan istana kesultanan Brunei.Fajar heran melihat suasana di halaman istana yang sangat begitu meriah.Banyak sekali rangkaian bunga ucapan selamat atas pernikahan..Fajar membeliak lebar,ini adalah hari pernikahan Pangeran As'ad dan Putri Delia ??
Fajar menatap Kakak nya yang senyam-senyum sendiri,gadis yang belum tahu baca tulis itu tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.Ia hanya menyangka jika kedatangan nya benar-benar disambut meriah oleh sang kekasih hati.
Semua ini seperti apa yang ditakutkan oleh kedua orang tuanya.Karena mereka masih ingat apa yang diceritakan oleh Pangeran As'ad jika Pangeran Arif sangat tidak ingin Pangeran As'ad menjadi sultan.
Jadi sangat aneh jika tiba-tiba Pangeran Arif datang untuk menjemput Cahaya demi Pangeran As'ad .
Sebab itulah, Idris menyelipkan stempel emas di koper anaknya Fajar .Selama stempel itu diwariskan kepada Idris,baru kali ini stempel itu digunakan.
Terakhir kali nya,Ilyas menggunakan stempel itu untuk mengangkat Sultan Abdul Jailani sebagai pemimpin di Brunei.Itu pun dengan syarat,Sultan Abdul Jailani harus memutuskan persekutuan dengan Inggris.
Gemetar tubuh Fajar ,ia terpaku untuk sementara waktu melihat begitu meriah nya pesta pernikahan ini.
"Fajar ...Ayuk...kok diam"seru Cahaya yang sudah hampir masuk,Fajar bisa melihat senyuman di wajah Pangeran Arif saat itu.Senyuman penuh kemenangan,Sang pangeran tepat berdiri di belakang punggung Kakaknya.
"Apapun yang terjadi?aku harus melindungi Kak Caca"bisik Fajar dalam hati,ia melangkah cepat menyusul Cahaya .Gadis itu tersenyum tipis, ia menggandeng tangan Fajar dan melangkah riang masuk ke dalam.
"SAYA NIKAH KAN ANDA MUHAMMAD AS'AD BIN ABDUL JAILANI DENGAN SITI DELIA SYAFWAHTI BINTI MUHAMMAD DARUSSALAM DENGAN MAS KAWIN DUA PULUH RIBU DOLAR AMERIKA BESERTA SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DIBAYAR TUNAI!!"
"Saya..."
"Pangeran....."
Pangeran As'ad tersentak!! Ucapan ijab qobul nya tertahan, kepalanya mencari arah suara yang baru saja tertangkap oleh pendengaran nya dengan sangat jelas.
Putri Delia yang duduk di sampingnya pun ikut menoleh.
"Cahaya..??"Pangeran As'ad bangkit dari duduknya.Ia terkejut melihat Cahaya berdiri disisi Pangeran Arif .
Sultan Abdul Jailani yang duduk diantara para saksi pun turut bangkit.Tangannya ingin menahan putranya,namun Pangeran As'ad menepis lalu berlari ke ujung pintu.
Pangeran As'ad hendak merangkul Cahaya ,tapi Pangeran Arif bergerak cepat menarik Cahaya ke sisi yang lain.Cahaya tak mampu menolak,ia masih shock melihat pernikahan kekasih nya yang begitu sangat ia rindukan.
Pangeran As'ad tergamang,ia tidak mengira jika Pangeran Arif begitu sangat berani memeluk Cahaya di depannya.
"Apa yang kau lakukan ?? kenapa kau menyentuh gadisku??"
Pangeran Arif tersenyum tipis, ia justru semakin mempererat pelukannya di bahu Cahaya .
"Kenapa ??dia sekarang adalah calon istri ku"
Dua bola mata Pangeran As'ad membulat merah.
"Apa kau bilang ??"
BHUK...
Tanpa tawar menawar lagi,Pangeran As'ad melayang kan pukulan ke wajah sang Kakak.Sontak suasana langsung kacau balau.Jeritan-jeritan histeris para tamu wanita semakin mempertegang keadaan.
Para tamu pria yang merupakan dari kaum bangsawan berusaha untuk menengahi.
"Kurang 4jar!!Kau berani memukul ku"teriak Pangeran Arif kalap.Ia ingin membalas pukulan Pangeran As'ad ,namun berhasil dicegah oleh para tamu undangan.
"AS'AD!!! ARIF!!"