Blue Eyes

Blue Eyes
HARI PERTAMA 33



Sesuai prediksi, Nicta mengalami pingsan setelah meminum darah Blue Eyes.Tak lupa Yas memerintah seseorang kepercayaannya untuk mengantarkan darah itu kepada Cing-Xing.Dan memberikan sebagian untuk di awetkan.Siapa tahu ada yang butuh ??


Sedangkan Soraya belum siuman setelah pengambilan darah selesai.Itu membuat Idris sangat khawatir.Ia tidak pernah beranjak sedikit pun dari sisi Soraya.


"Pa... bagaimana ini? Soraya belum sadar,gimana kalau orang tuanya khawatir?"


Yas diam sejenak berpikir.


"Aku akan temui orang tuanya.Kau tetap disini menjaganya "


Idris mengangguk patuh,Yas keluar kamar.Ia menemui supir Soraya yang sedari tadi setia menunggu.


"Pak...saya akan ke rumah Prabu Atmajaya , kalau Bapak ingin pulang ?mari bersama saya."


"Nona gimana ??"


"Dia belum siuman,saya takut Prabu Atmajaya dan istrinya akan sangat mengkhawatirkan putrinya "


"Tadi Nyonya sempat nelfon,saya sudah bilang kalau Nona ada disini.Main sama temennya.. Nyonya tidak masalah kok,asal saya tetap disini menunggu nya"


"Apa mereka tahu keadaan Soraya yang sedang mendonorkan darah untuk istri saya ??"


"Saya tidak memberi tahu Tuan,saya tidak berani mengatakan hal yang lebih "


"Baguslah...kita harap,Soraya akan segera siuman "


*


Kujang menghampiri tempat Soraya terbaring.


"Apa kamu punya solusi ?"Idris ingin tahu apa yang harus ia lakukan.Kujang menggeleng..


"Tapi dia akan baik-baik saja,bola inti kehidupan adalah lambang keabadian.Dia tidak sadar karena terlalu kuat kutukan Kunyang yang harus ia netralisir"


Idris mengangguk mengerti.Sesekali ia mengusap tangan Soraya dengan lembut.


"Kau menyukai nya?"


Idris Mengangkat matanya...


"Kau apa-apaan sih ?? orang lagi khawatir gini malah ditanya macem-macem"Idris mengelak meskipun wajahnya memanas.


"Aku mau dikibulin anak kemarin sore,jangan bo-ong kalau sama Kujang..."


"Udah ah..pergi sana!!kau harus menjaga Lana dan Luna kan?"


"Males...Luna slalu marah-marah nggak jelas"


"Lagi PMS kali?"


"Pms kok tiap hari... yang dibahas kamu aja terus "


Idris diam,


"Cinta emang gila...Bibik suka sama keponakan..."


*


*


Hampir melewati tengah malam, Soraya belum siuman.Sedangkan Nicta sudah tersadar.Ia merasakan hal lain dalam dirinya, tubuhnya segar dan bugar.


Yas sangat bahagia melihat istrinya akhirnya kembali normal.Keduanya berpelukan hangat, sampai tak terasa Nicta meneteskan air mata saking senengnya.


"Soraya gimana Mas??"


"Dia belum sadar,tapi kata Kujang itu bukan masalah.Gadis itu hanya menetralisir racun kutukan Kunyang, yang ada dalam tubuhmu.Jika Cing-Xing juga meminum darahnya,hal itu akan menjadi kerja dua kali ganda "


Nicta mengangguk mengerti.


"RIS mana?"


"Dia menemani Soraya...dia terlihat cemas.Mungkin dia merasa bersalah karena demi menolong kamu,Soraya sampai tidak sadarkan diri "


"Orang tua Soraya tahu akan hal ini?"


Yas menggeleng pelan.


"Tapi supirnya ada disini..."


"Bagaimana kalau sampai besok dia tidak sadar ??"


AAAWWWWWWUUUUUUUUUUU


Tiba-tiba terdengar lolongan serigala,Yas merasakan ada sesuatu yang telah terjadi.


"Kamu tunggu disini,jangan kemana-mana "


Yas berlari keluar kamar tanpa menghiraukan seruan istrinya.


Idris yang tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya menelungkup di bibir kasur,tidak menyadari jika tubuh Soraya melayang di udara.


Di balkon kamar nampak beberapa serigala duduk.Dari mata mereka mengeluarkan cahaya putih terang.


Yas hendak melangkah lebih dekat,tapi Kujang tetiba muncul menghadang.


"Jangan ikut campur Yas...ini diluar kuasamu"


"Tapi...apa yang mereka lakukan kepada Soraya?"


"Mereka menyalurkan kekuatan mereka kepada Tuannya "


Barulah Yas mengerti,saat itu Idris mulai terjaga.Ia kaget melihat tubuh Soraya dan refleks ingin menurunkan nya.Tapi na'as, tubuhnya justru terpental ketika menyentuh cahaya itu.


"RIS..."Yas spontan hendak berlari menolong anaknya, lagi-lagi Kujang menahan.


"RIS... tetap diam disana... jangan bergerak sedikitpun jika kamu ingin Soraya selamat"


Idris mengangguk patuh,ia memperhatikan tubuh Soraya yang terus berputar.Hingga tiba-tiba Soraya duduk namun dengan mata terpejam.Dan perlahan, tubuhnya melayang turun.Kelopak matanya terbuka,Sinaran biru terang menembus dinding dan meluas ke seluruh pelosok dunia.


Para cenayan,dukun,ahli sihir,tahu gelombang cahaya biru itu milik siapa.


BLUE EYES TELAH KEMBALI!


Mata Soraya mengerjap,ia melihat ke sekeliling.


"Kau kenapa duduk disitu ?"Tanya nya ketika melihat Idris duduk di lantai.


"Ah...tadi aku jatuh..."jawab Idris.


"Sudah jam berapa ini??hah??"Soraya kelabakan melihat jam di dinding.Ia melompat turun dari tempat tidur.


"Aku harus pulang...Mama pasti sangat mencemaskan aku... sampai jumpa besok ya...Om..Aya' pamit pulang dulu"Soraya tidak lupa mencium tangan Ilyas.Lalu ia buru-buru keluar .Ketiganya melongo melihat tingkah gadis itu.


"Eh ada yang lupa"Soraya kembali masuk ke dalam kamar ,ia menghampiri Kujang dan mencium kening hewan astral itu.


"Senang bertemu dengan mu"Ia mengacak bulu kepala Kujang lalu berlari keluar lagi.


"Heee dia mencium ku"Kujang tersengeh . Idris mendengus marah.


"Eh jangan marah bro.. bukan salah ku kalau aku lebih menggemaskan dari mu"


"Songong lu.."


Yas geleng-geleng kepala sambil tersenyum,ia keluar kamar tanpa kata menyusul Soraya.Tapi ternyata gadis itu sudah pergi dengan mobilnya.Sepertinya ia memang sangat terburu-buru sekali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sekolah sudah aktif seperti biasanya.Ternyata Aya' sekelas dengan Idris.Mereka juga duduk berdekatan.Tapi karena hari itu adalah hari pertama,jadi mereka hanya berkenalan satu sama lain.


"Namamu Soraya ya?"sapa Poppy malu-malu.Soraya mengiyakan..


"Kamu siapa?"


"Aku Poppy.. sesuai dengan keadaan ku yang cubby dan gembul"


Soraya tersenyum tipis..


"Padahal aku sudah diet,tapi tetap saja begini"


"Ngapain diet,kamu sudah cantik dan lucu sekali "


Poppy tersenyum malu..


"Lagi ngobrol apa sih??kok kelihatan nya seru"Idris datang nimbrung di meja Soraya.Poppy memberi kode agar Soraya tidak mengatakan apapun,mungkin dia insecure dihadapan Idris yang sudah terkenal karena ketampanannya.


"Mau tahu aja urusan cewek "ketus Soraya.


"Aduh sombong nya ..Eh bentar lagi kita makan siang bareng yuk"


Soraya mengalihkan perhatiannya kepada Poppy yang duduk di sebelahnya.


"Kamu mau ikut kita makan siang bareng ??"tawar Soraya, Poppy menggeleng malu-malu.


"Kenapa ?? ayolah... anggap saja untuk merayakan perkenalan kita.Aku yang traktir"Soraya sedikit memaksa.


"Aku nggak boleh makan nasi"


"Hah??emang kenapa ??"


"Aku kan diet..."


"Terus kamu makan apa?"


"Sayur dan buah saja"


Teman-teman yang lain yang mendengar ucapan Poppy pada tertawa mengejek.Aya' tidak suka dengan hal itu.


"Kalau kamu tidak ikut, berarti kamu tidak ingin berteman dengan ku?"Soraya mengintimidasi Poppy agar mau ikut dengan nya.


"Emmmm baiklah...tapi aku akan makan bekal ku saja"