Blue Eyes

Blue Eyes
MAKEUP 29



"Kok Sampek kebablasan"Seorang Kakak pembina menggoda Idris,ia hanya tersenyum malu.Soraya sendiri tak tahulah mau bilang apa?Ia hanya menanggapi dengan senyuman tatapan dari teman-temannya.


Lana menghampiri Idris,ia menepuk pundak Idris lalu berbisik.


"Jangan bertingkah ya..."


Idris tersengeh,ia tidak tahu harus berkata apa.


POK POK POK


"Ok...kita lanjut ke ronde kedua..Kali ini para cowok akan di make over oleh para gadis.Tapi harus dengan mata tertutup...siapa hasil yang paling bagus dialah pemenangnya.Dan berhak memberikan hukuman kepada para peserta yang kalah ..Kalian paham cluenya?"


"Ya!!!"


"Ok...kita mulai dari sekarang!!!"


Seorang Kakak pembina membantu peserta wanita menutup matanya,dan memeriksa agar peserta wanita benar-benar tidak melihat.


Lana mengambil alih selendang yang akan menutup mata Soraya dari tangan Yati.


"Biar aku saja"


Yati mengangguk patuh, dengan lembut Lana menutup mata Soraya.Ia juga bisa menikmati kecantikan gadis itu dari jarak yang sangat dekat.Degup jantungnya langsung tak beraturan,Soraya benar-benar gadis yang sangat menarik.Ia memutar tubuh Soraya tiga kali, setelah itu ia melepaskan Soraya agar berjalan mencari Idris.


"Ya' aku disini"seru Idris memberi tahu keberadaannya.Soraya yang memang memiliki pendengaran yang tajam, langsung berjalan ke arah Idris.


Melihat Aya' mendekat dengan mata tertutup, timbul rencana iseng agar gadis itu lebih dekat dengan nya.


Soraya meraba udara mencari keberadaan Idris.


"Idris kamu dimana ?"


"Disini..."


Soraya terus mendekat,dan tanpa sengaja kakinya tersandung gundukan rumput . Tubuhnya terdorong dan menimpa Idris.Tangan Soraya refleks mencari pegangan,dan tak sengaja terpegang dua buah lato-lato milik Idris.Pria itu membeliakkan matanya, karena Soraya cukup kuat menekan.


"Idris...apa ini Kamu ??"Soraya meraba wajah Idris yang menahan sakit luar biasa.Teman-teman Idris yang melihat adegan itu tidak dapat menahan tawa.


"Ris???"Soraya berusaha meyakinkan..


"I-i-iya..."Gemetar tubuh Idris karena menahan sakit.


"Oh untung lah...kamu nggak apa-apa kan??"


"Nggak..."Idris menggeleng,


"Ok..mana alat make-upnya?"


Idris memberikan peralatan makeup yang di pegang nya.Dengan meraba Soraya mulai merias wajah Idris.


Karena mata ditutup,kalian tahulah bagaimana hasilnya?dagu,dan pelipis dibawah hidung.Soraya poles dengan lipstik.Perona pipi di poles sampai ke daun telinganya sekali.Jidat di garis pensil alis.Bulu kening di poles maskara.


"Aduh jadi apa aku ini??"keluh Idris,tapi dia cukup senang karena ia bisa melihat wajah Soraya tepat di depan matanya.Apalagi beberapa kali wajah mereka hampir bersentuhan.Sehingga Idris dapat merasakan hembusan hangat nafas Soraya.


"Tenang saja...kau pasti akan menjadi yang paling ganteng nanti"Jawab Soraya,ia tersenyum menahan tawa.Ia menyadari kalau sebenarnya dia memang tidak pandai ber makeup.Dengan mata terbuka saja belum tentu bisa? Apalagi dalam keadaan tak bisa melihat.Yakin dah pasti kayak badut.


"Aku jadi curiga.."


"Kenapa ???"


"Setahuku mascara di pasang di bulu mata,kenapa alis ku yang kau sisir ??"


"Ohya??masak sih begitu ??udah berganti fungsi ya??"


"Emang dari dulu begitu Non..."


Soraya tertawa renyah...Idris pasrah dah..


POK POK POK POK


"Waktu sudah habis, angkat tangan!!"Lana memberikan perintah dengan lantang.Soraya Mengangkat tangannya.Idris menoleh ke kanan dan ke kiri,melihat hasil makeup lawan nya.Ia tertawa setelah tahu muka mereka yang awalnya ganteng-ganteng sekarang ancur Ter cemong-cemong.Teman-teman Idris pun tertawa melihat wajah Idris yang tak beda jauh.


"Ok...kita cek hasilnya..."


"Ini boleh dibuka nggak ??"Soraya menimpali.


"Ok-ok buka nggak apa-apa "


Soraya dan yang lainnya pun membuka penutup matanya.


"Hahahahahaha"Soraya tidak bisa menahan tawa,karena pas matanya terbuka langsung melihat wajah Idris.Idris pun tertawa melata.


Soraya terpaksa menakup mulutnya karena tidak bisa berhenti tertawa.


Lana memerintahkan Yati,teman sekelasnya untuk menilai hasil make- over para peserta ospek.Yati pun menilai satu persatu,


"Ini mana alis?mana bulu mata ??"Yati melihat dengan teliti wajah Idris,Soraya menyemburkan mulut nya karena tak tahan untuk tidak tertawa.


"Jelek banget apa aku ya??"


Soraya makin kuat tertawa, mendengar ucapan Idris.


"Aduh minta kaca dong..."


"Sudah-sudah nanti langsung cuci muka ya"Yati menyela,ia pun melanjutkan menilai peserta yang lain.Dan hasilnya, pasangan Mona dan Pras yang menang.Dua anak manusia itu terlihat bersorak gembira.


"Hemmm kalau dinilai paling jelek, mungkin kita yang menang ya?"gumam Idris, Soraya tersenyum tipis.


"Ok!! Perhatian semuanya... kegiatan Ospek kita hari ini sudah selesai.Besok kita lanjut lagi sampai ke malam Minggu.Jadi kita akan berkemah disini besok malam ya..Jangan ada yang pulang mau ini mau itu, harus kalian persiapkan semua perbekalan mulai malam nanti.Kalau ada yang pulang dengan alasan yang remeh,maka akan didiskualifikasi.Kalian Paham??"


"PAHAM!!"


"Bagus...ok!! Sampai jumpa besok pagi!"


"Terimakasih Kakak!!"Para murid baru kompak berseru.


"Terimakasih kembali "


Lana berbalik dan mengajak tim nya untuk bubar.


*


*


Soraya meniup-niup lututnya yang lecet akibat terjatuh saat berjalan dalam karung bersama Idris.Tiba-tiba seseorang menghampiri meletakkan kotak P3K.Soraya Mengangkat wajahnya, ternyata Idris sudah selesai mencuci muka.Ia berjongkok di depannya, meraih lututnya,lalu mulai mentotol lututnya yang lecet.


"Maaf ya...udah buat kamu jatuh"


"Nggak apa-apa..."


Idris menempel kan plaster ke luka di lutut Soraya.


"Sudah..."


"Terimakasih..."


Idris menjawab dengan anggukan kepala,ia kemudian duduk di atas rumput bersisian dengan Soraya.


"Kalau boleh tahu, wajahku tadi seperti apa sih ??kok kamu sampai nggak bisa nahan tawa"


Soraya tersenyum...


"Ganteng kok??"


"Kalau kamu bo-ong, hidung kamu nanti akan memanjang loh"


"Nih buktinya nggak panjang, berarti aku nggak bo-ong kan?"Soraya mencondongkan wajahnya,Idris terpegun.Bibirnya yang kemerah-merahan begitu menggoda.Darahnya mendadak memanas.Idris memalingkan muka.Ia tidak akan bisa tahan jika harus menatap Soraya lebih lama lagi.


"RIS..."


Suara Luna membuat dua anak manusia itu mendongak hampir bersamaan ke arah datangnya suara.


"Ikut aku sebentar "Luna langsung main tarik tangan Idris,mau tidak mau Idris harus tetap menurut.


Ia masih sempat menggerakkan kepalanya kepada SORAYA,gadis itu pun menjawab dengan gerakan kepala juga.


"Besok kamu tidak usah ikut kegiatan Ospek,aku akan langsung meluluskan mu"Ujar Luna saat ia dan Idris berada di tempat yang memungkinkan untuk bicara.


"Kok gitu??aku nggak mau"Idris membantah.


"RIS...bisa nggak kamu mengikuti kemauan ku?"


"Ini tidak adil Lun"


"Ah hanya kegiatan Ospek saja, nggak akan ngaruh apa-apa kok RIS.."


"Tetep aja,aku ingin jadi murid kelas disini.Jadi aku harus mengikuti prosedur di sekolah ini "


"Itu hanya untuk siswa yang lain,bukan kamu,bukan kita..."Luna tetap kekeuh dengan keinginan nya.