
Usai makan malam,Soraya pamit kepada Kartika untuk tidur lebih awal.Dengan alasan ia terlalu lelah beraktivitas lebih di sekolah.Kartika mengijinkan tanpa curiga.
Soraya mengunci pintu kamarnya rapat-rapat.Mematikan lampu dan menutup semua jendela.
Setelah itu ia duduk bersila di lantai.Memejamkan matanya dan mulai berkonsentrasi memanggil sang Dewi Serigala suci.
Sesaat kemudian, cahaya putih melesat menembus dinding.Seekor Serigala putih berbulu putih bersinar keperakan melangkah anggun menghampiri Soraya.
Mata biru itu terbuka perlahan , sudut bibirnya tertarik membuat garis senyum yang manis.
"Ada apa kau memanggil ku Nak??"Serigala putih duduk di hadapan Soraya.
"Ada sesuatu yang ingin aku tahu tentang temanku Dewi.."Soraya menjawab.
"Apakah yang kamu maksud adalah pengantin Betarakala ??"
Soraya mengiyakan.Serigala suci tersenyum anggun.
"Dia sudah menjadi pengantin Betarakala,dia sudah terikat dengan iblis..Kamu tidak bisa ikut campur terlalu jauh.Karena dia melakukannya dengan sadar diri Nak"
Soraya merapatkan kedua pelupuk matanya, dadanya berdenyit sakit mengetahui kebenaran.
"Aku sangat menyayanginya Dewi"Soraya bergumam.Kelopak matanya terbuka perlahan.
"Semua manusia punya pilihan atas jalan hidupnya.Dan hal itu kita tidak bisa ikut campur dengan pilihan nya sendiri.Kau harus tahu itu Nak"
Soraya mengangguk pelan ,
"Mungkin sebab itu sikap Poppy berubah drastis "
Serigala suci menggeleng kan kepalanya.
"Dalam dirinya ada sosok lain, yang membuat ia berani melakukan sesuatu yang ia sendiri secara naluriah ragu untuk melakukan nya"
Soraya mengernyitkan dahi.
"Maksud Dewi??"
"Aku tidak bisa menjelaskan lebih jauh,itu diluar batasan ku.Yang harus kamu lakukan sekarang hanya lah melindungi orang yang kamu sayang.Karena suatu hari, semua itu akan mengakibatkan sebuah bencana besar"
Soraya terpegun mendengar penjelasan serigala putih.
"Berhati-hati lah Nak...aku pergi dulu"
Soraya menjawab dengan anggukan kepala.Serigala putih berbalik, melangkah menembus dinding.
Soraya menghela nafas panjang,ia bangkit dari duduknya.
"Siapa yang ada dalam tubuh Poppy saat ini??"
Soraya meraih ponselnya, berniat untuk menceritakan tentang hal ini kepada Idris.Tapi mendadak perhatian nya teralih kan oleh pesan WhatsApp dari Fitri.
"Eh...ini kan???"Soraya tahu jika itu adalah rumah Idris.Amarah kecemburuan langsung membara.Ia mendail nomor telepon Idris.
"Hallo sayang.... panjang umur, baru saja aku memikirkan kamu.Pasti kamu juga mikirin aku ya?"Mendengar suara Idris yang menggoda membuat Soraya ingin muntah.
"Kau jangan berbasa-basi lagi, ngapain tadi Fitri di rumah mu hah?berani ya kamu bawa masuk wanita lain ??"
"Eh...tahu dari mana kamu sayang ?"
"Nggak penting aku tahu dari mana, sekarang kamu sudah terang-terangan ngajak aku perang,hah?!!!"Soraya lebih mudah terpancing cemburu dari pada terpancing untuk romantis.
"Sayang...aku nggak ngajak dia datang ke rumah,tapi dia sudah menunggu ku di teras saat aku pulang "
"Ya sama aja,kamu mempersilahkan dia masuk.Atau jangan-jangan kamu sudah bawa dia ke kamar mu??"Pikiran Soraya menyakiti hatinya sendiri.
"Sayang... Jangan su'udzon begitu dong,aku mempersilahkan dia masuk hanya di ruang tamu saja.Lalu aku meninggalkan nya disana sampai ia pulang.Kata bodyguard Papa yang melapor,dia terpaksa diusir karena bersikap kurang sopan"Idris menjelaskan dengan sabar.
"Emang dia mau ngapain sih kesana?"
"Katanya mau belajar bareng sama aku,tapi aku tahu itu hanya alasan.Jadi aku meminta bodyguard Papa untuk mengajari nya, sedangkan aku masuk ke kamar"
Soraya mulai melunak...
"Kamu nggak bo-ong kan??"
"Kalau nggak percaya, sekarang juga aku datang ke tempat mu"Idris menjawab dengan yakin.
"Mau ngapain datang kesini ?? nggak ada hubungannya dengan sebuah kepercayaan"
Auto Soraya langsung full senyum.
"Gimana ???kamu setuju kan kalau aku datang melamar kamu sekarang?"
"Apa-an sih?"Soraya langsung memutuskan talian,ia malu sendiri untuk melanjutkan percakapan.
Tapi selang beberapa detik ponselnya berdering kembali.Soraya senyam-senyum menatap layar ponselnya,ia grogi untuk mengangkat telepon dari Idris.
Hingga deringan yang kesekian kalinya, barulah ia menekan tombol hijau.
"Sayang...kok malah dimatiin sih??"
"Kalau kamu bicara yang aneh-aneh lagi,bukan hanya telepon nya aku matiin.Tapi kamu tak matiin sekalian"Soraya memberikan ancaman, meskipun hatinya sendiri sebenarnya tengah berbunga-bunga.
"Aduh sadis amat kamu sayang...tapi bentar... emang kamu mau matiin Apa-an sayang ?? Nggak mungkin kan kamu mau bun-uh aku, secara kamu sayang sama aku.Apa kamu mau matiin....?????"Idris menggantung kalimatnya.
"Matiin apa??ya matiin kamu lah, menghabisi nyawa kamu"Jawab Soraya tanpa memahami ucapan Idris.
"Masak sih?-emang kamu tega??"
"Iyalah... kalau kamu macem-macem"
"Aku nggak macem-macem sayang,,,aku kan cuma macem-macem sama kamu aja"
"Udah udah stop...aku ada hal lain yang ingin aku bahas sama kamu"Soraya baru ingat untuk apa tadi dia berniat menghubungi Idris.
"Apa itu sayang??"
"Tentang Poppy, ternyata benar..dia sudah bersekutu dengan iblis.Dan dia lakukan dengan dibantu sosok lain dalam dirinya.Tapi aku tidak tahu siapa yang ada dalam tubuh Poppy sekarang"
"Benarkah ???"
"He-em..."
Tak ada tanggapan dari seberang,
"RIS...."Soraya memanggil.
"Iya sayang..."
"Kenapa diam??"
"Aku sedikit khawatir jika yang ada dalam tubuh Poppy sekarang adalah Kakaknya"
"Maksud mu Pyta?"
"Iya sayang..."
"Kalau begitu kita harus menolong Poppy"
"Tidak bisa sayang... meskipun Poppy kerasukan,tapi ini pasti keinginannya sendiri "
"Kenapa kamu berkesimpulan seperti itu ?Mana ada orang yang mau kerasukan ??"Soraya membantah hasil pemikiran Idris.
"Sayang...itu bisa saja terjadi jika dia bersekutu dengan setan yang merasukinya.Karena itu kita tidak bisa melihat siapa yang ada dalam diri Poppy"
"Terus kita harus gimana ??kamu tahu kan Poppy adalah teman baik kita"
"Iya sayang..aku juga ingin menolong nya.Tapi kita tidak bisa bertindak lebih jauh,karena Poppy sendiri mau melakukannya "
Soraya baru mengingat pesan Dewi suci Serigala putih.Ia pun paham sekarang.
"Yang penting, saat ini kita tidak boleh meninggalkan Poppy.Kita harus tetap memantau nya"
Soraya mengangguk setuju.
*
Ibu dan Ayah Poppy baru saja membersihkan meja makan bekas Poppy yang baru saja menyantap makan malamnya yang berupa daging ayam mentah.
Kini Ayah dan Ibu Poppy tunduk dan patuh terhadap perintah Poppy.Mereka tidak berani membantah setelah melihat langsung kekejaman Poppy yang menyantap tubuh para asisten rumah tangga mereka hidup-hidup.
Kejadian aneh ini bermula setelah malam pernikahan antara Poppy dan Betarakala.Anak gadis mereka berubah bringas.Ia mudah marah dan langsung menyerang siapa saja yang ia inginkan.
Poppy hanya menyisakan supir pribadi mereka.Itu pun sang supir sudah berubah seperti orang linglung.Tak jauh berbeda dengan Ayah dan Ibu Poppy.
Akan tetapi rutinitas seperti bekerja,pergi ke kantor itu tetap menjadi hal yang biasa.Ayah Poppy tetap beraktivitas.Hanya saja, disaat mereka sudah masuk ke dalam rumah, semuanya berubah.Poppy kini menjadi penguasa tunggal di rumah besar itu.