
"Ihhh"Yati mencubit lengan suaminya dengan geram.
"Aw.. sakit"Pak Wahid menepis tangan istrinya dengan sedikit dorongan.
"Ganjen banget liat yang bening-bening yang mulus-mulus, sampai lupa ada istri disampingnya "
"Jangan komplain,toh aku nggak ngapa-ngapain.Cuma liat doang,itu kan wajar"
"Kalau Mas nggak wajar, karena aku tahu buruk nya kamu Mas"bantah istrinya.
"Pria tulen kan emang gitu"
"Ya terus..terus...nanti nasib aku nggak beda jauh sama Mbak Munir"
"Hus... jangan keras-keras kalau ngomongin si Munir.Kamu bisa keseret loh..."Pak Wahid memelototi istrinya.Yati mendengus, ia kesal dan cemburu.Rasanya sakit sekali melihat suaminya Sampek nggak berkedip liat cewek cantik dan seksi.
"Udah...aku mau ngurusin si Bayu dan Gina.Mereka mau diadopsi"
"Diadopsi -?"Yati kaget mendengar nya"sama siapa?"
"Sama tamu kita"
"Ta-tapi mereka punya tunjangan dari bapak sama Ibu.Kalau mereka di adopsi,gimana kita dapetin uang tunjangan dari orang tua ku?"
"Kita punya seribu alasan,udah tenang aja.Toh aku akan tiap hari berkunjung ke rumah mereka,kan aku mau ngajarin istri tamu kita tentang agama"
"Jangan ngadi-ngadi toh Mas,itu cuma alasan kamu biar bisa menggoda wanita itu,iya kan"sanggah Yati .
"Udah toh dek, jangan negatif thinking begitu.Mereka sepertinya orang kaya, kalau kita bisa mengambil keuntungan dari semua ini.Nantinya yang banyak uang siapa?kamu toh"
"Aku nggak percaya sama kamu Mas,lagian...kalau Bayu dan GINA di adopsi ?siapa yang akan melakukan pekerjaan rumah ?Aku?? nggak mau aku??Aku dinikahi bukan untuk jadi babu mu Mas ...tapi ratu mu"
"Iya sayang..iya..Mas ngerti"Pak Wahid menarik Yati ke dalam pelukannya", nanti aku pasti akan dapat bayaran dari pasangan itu.Kamu bisa bayar orang untuk melakukan semua pekerjaan rumah, sisanya kamu bisa buat beli perhiasan "
"Beneran ??"Yati mulai terpengaruh,Pak Wahid mengangguk yakin.Perempuan manis itu melingkarkan tangannya ke pinggang sang suami.
"Tapi kamu nggak boleh macem-macem loh Mas, kalau sampai macem-macem kamu akan kehilangan segalanya "Yati memperingatkan.
"Iya sayang..Mas tahu itu"
Yati membenamkan wajahnya ke dada sang suami.Pak Wahid tersenyum licik,dalam otaknya sudah terbersit rencana untuk menggoda wanita cantik yang akan menjadi muridnya itu.
Fajar dan Cahaya yang menguping pembicaraan kedua pasutri di dalam kamar, gegas kembali ke ruang tamu karena mendengar derap langkah kaki yang mendekati pintu.
Tak lupa mereka meminta kepada dua anak Munir agar diam dan jangan bilang kepada siapa-siapa.
"Bayu...Gina...ikut Bapak"seru Pak Wahid saat ia sudah keluar kamar.Yati menatap dua ponakannya itu dengan sengit.Kedua bocil itu datang dengan patuh.
"Kalian akan diadopsi oleh tamu di luar itu, jadi kalian tidak boleh membantah ataupun menolak saat kalian dibawa oleh mereka.Nanti Bapak akan sering datang mengunjungi kalian.Dan satu hal lagi,jangan mengatakan apapun tentang keluarga kita.Paham!"Pak Wahid memberikan instruksi keras,dua anaknya mengangguk patuh.
"Satu hal lagi, kalian harus tahu. Dua orang itu sangat kaya raya,jadi kalian harus mengambil keuntungan dari mereka.Curi uang dan perhiasan nya lalu setor ke bibi..Ok?"
Bayu dan GINA saling berpandangan satu sama lain.
"Jawab Iya!!"Yati dengan kasar mendorong kepala GINA,membuat gadis itu terpaksa mengangguk"Nah gitu dong..Ayo cepat jalan"
GINA di dorong maju, sedangkan Bayu mengekor di belakang.
"Maaf lama menunggu"Pak Wahid berbasa-basi dengan baik.Ia memanggil dua anaknya lalu memangku Bayu serta memeluk GINA"Mereka sempat menolak"ucap nya beralasan.
"Oh gitu... namanya siapa?"tanya Cahaya lembut.Gina tak segera menjawab,ia melirik takut kepada Yati.Perempuan itu mendelik memberikan kode tajam.Gina langsung menundukkan kepalanya.
"Kenapa ?? Kenapa kamu seperti melihat setan?"Cahaya menatap Yati dengan ekor matanya.Fajar tersenyum simpul..
"Jangan takut sayang,kami akan memperlakukan kalian dengan baik.Setelah ini kita akan langsung pergi ke Mall,beli pakaian bagus, mainan yang bagus, serta perhiasan Kalian mau kan?"Bujuk Fajar yang dengan sengaja membuat Yati semakin antusias menyerahkan dua anak itu.
"Nggak apa-apa GINA ..jangan takut .Om sama Tante itu baik sekali ,kalau kamu dibelikan perhiasan kamu akan tambah cantik"Yati membujuk dengan suara lembut.Tapi GINA nggak mau,ia tidak ingin dua orang yang akan mengadopsi ia dan adiknya akan jatuh miskin karena diporotin sama Bibik dan Bapaknya.
"Sini..."Fajar memanggil GINA agar mendekat,Fajar bisa merasakan bahwa hati GINA sangat tulus.Gina mendekat dengan ragu-ragu,Fajar memangku gadis kecil itu.Ia membelai rambut GINA yang kusut.
"Nanti Ikut Om mau kan?Om punya mobil dan rumah yang sangat besar.Di dalamnya banyak sekali makanan dan coklat.Kamu pasti suka coklat kan??"
GINA mengiyakan..
"Bagus...jadi GINA dan Bayu ikut Om sama Tante ya"Timpal Yati sangat lembut.Sehingga tak ada yang mengira jika dia sangat kejam kepada dua keponakannya.
"Maaf ya... bujukannya sangat alot,karena mereka sudah nyaman disini"Pak Wahid menimpali.Cahaya tersebut tipis,begitu juga dengan Fajar.
"Ya udah...kalau gitu kami pamit pulang dulu, serta membawa mereka sekalian ya Pak.Besok saya akan jemput Bapak sekitar jam satu siang lah ya"Fajar undur diri.Pak Wahid mengangguk setuju.
"Terimakasih banyak loh Pak"Tanggap Pak Wahid saat menerima sebuah amplop kuning dari Fajar.
"Sama-sama"
Cahaya memeluk GINA sedangkan Fajar menggendong Bayu.Mereka gegas membawa dua bocah itu masuk ke mobil.
Yati sigap merampas amplop kuning yang ditimang oleh sang suami.Saat mobil yang dikendarai oleh tamunya sudah tak terlihat.
"Dek..."Pak Wahid tak sempat mencegah,Yati sudah berlari masuk ke dalam rumah nya.Pria yang sudah berumur sekitar empat puluh tahunan itu menarik nafas panjang.Biarlah untuk saat ini Yati menikmatinya sendiri.Agar ia bisa leluasa pergi mengajar incaran barunya.
Fajar melajukan mobilnya pelan, karena jalanan kampung sangat sempit dan berlubang.Di tambah lagi sebuah mobil parkir sembarangan.Membuat Fajar tidak bisa melanjutkan perjalanan.
TIT TIIIIT TIIIIT
"Sttt jangan berisik...mereka baru saja tidur.Kasihan sekali, sepertinya mereka kelelahan"Tegur Cahaya karena Fajar membunyikan klakson berkali-kali.
"Iya Kak,tapi kita nggak bisa lanjut.Mobil itu parkir seenaknya,dia pikir jalan ini punya neneknya apa"Fajar ngedumel kesal.Cahaya memperhatikan mobil di depannya itu.
"Sepertinya aku lihat ada orangnya loh"
Fajar menelisik dengan teliti,yah ada bayangan seseorang dari dalam mobil.Ia geram dan ingin menekan klakson mobil lagi,namun di tahan oleh Kakaknya.
"Tenang...aku akan ngasih dia pelajaran "
"Pelajaran apa?"
Cahaya memperhatikan sekeliling,sepi!!ia tersenyum licik.Dengan kekuatannya,Cahaya mengangkat mobil itu tinggi-tinggi.Membuat orang yang ada di dalam mobil panik sekali.
Kepala seorang pria muncul di sela kaca mobil.Ia terlihat pucat pasi, setelah menyadari jika mobilnya melayang tinggi.
"Tolong... Tolooooooong..."Pria itu menjerit minta tolong.Namun tak ada yang datang menolong, mobil yang berada tepat di bawahnya pun melaju pelan dan tak perduli.
"Woy...woy ..siapa itu tolong aku ....Woy... tolong"Si pria di dalam mobil berusaha memanggil,namun mobil yang ditumpangi oleh si biang kerok terus melaju menjauh.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAH"Fajar dan Cahaya kompak tertawa lepas.Membayangkan wajah pria di dalam mobil sangat menggelikan sekali.
"Kakak memang hebat...rasain.. mangkanya jangan sok jadi orang"Fajar mengumpat pria yang melayang bersama mobilnya di belakang.
"Tapi gimana dia Kak??Apa akan terus di atas ??"Fajar cemas juga kalau sampai itu terjadi.
"Nggak... bentar lagi bakal turun sendiri kok"Jawab Cahaya dengan entengnya.
"Ohhh syukurlah..."
Fajar lega karena ia pikir mobil akan melayang turun dengan perlahan.Tapi kenyataan nya, justru mobil terbanting keras ke tanah hingga si penumpang terpental masuk ke lumpur sawah yang siap ditanami padi.
Automatis tubuh pria itu penuh dengan lumpur.