Blue Eyes

Blue Eyes
KASTIL TUA157



Pesta pernikahan pun gagal di laksanakan,karena itu perintah langsung dari Fajar.Tentu dia menggunakan kuasa stempel singa Emas yang dipegangnya.


Pangeran As'ad sangat senang,ia langsung membawa Cahaya pergi dari tempat itu.Pintu kamarnya di tutup rapat-rapat,dan disana ia memeluk Cahaya erat-erat.Tapi sayang,Cahaya justru mendorong Pangeran As'ad hingga terjungkal.


Pangeran As'ad terkejut, apalagi setelah melihat sorot mata gadis itu sangat dingin.Ia terpaksa menyeret tubuhnya mundur ketika Cahaya melangkah mendekat.


"Sa-sayang ka-kamu kenapa ?"


Cahaya mengangkat kaki kanannya,lalu menginjak dada si Pangeran.


"Kau tanya aku kenapa ??KAU TANYA AKU KENAPA ?"Cahaya meninggikan suaranya.


UHUK UHUK UHUK


Sampai serek tenggorokannya karena berteriak lantang.


"Sayang.."Pangeran As'ad hendak bangun,tapi Cahaya menekan kakinya kembali.


"Diam!!"


Tubuh Pangeran As'ad langsung mematung.


"Bisa-bisanya ya kamu disini menikah, sedangkan aku menunggu seperti orang gila?Ukhhhh kalau aku nggak sayang sama kamu? sudah ku makan mentah-mentah tubuh mu..Geramnya..."Cahaya mengepalkan tangannya kuat.


"Sayang... dengarkan penjelasan aku dulu"


"Penjelasan ??? penjelasan kenapa kamu menikahi pacarmu itu??hah??"Cahaya menekan kakinya lagi, membuat Pangeran As'ad meringis kesakitan.


"Sakit sayang..."


Hati Cahaya tak tega juga,ia pun melepaskan Pangeran As'ad dan memilih duduk di bibir kasur.


Pangeran As'ad bangkit,ia duduk melantai di bawah kaki Cahaya .


"Sayang... tolong... ijin kan aku menjelaskan nya..."pinta Pangeran As'ad dengan wajah memelas,Cahaya membuang muka.Hatinya masih sakit, kalimat ijab qobul yang hampir diterima oleh Pangeran As'ad terngiang-ngiang jelas di telinga nya.


"Sayang..."Rengek Pangeran As'ad ,ia bergelayut manja di pangkuan Cahaya .Tapi sedikit pun Cahaya tidak meliriknya.


"Sayang... Maafkan aku,aku terpaksa menerima pernikahan ini.Itu semua ku lakukan demi kamu sayang"


"Alasan!!"Cahaya berucap ketus.


"Sungguh,,,aku dan putri Delia membuat perjanjian,jika kami menikah ?dia akan membuat kan jalan untuk ku agar aku bisa pergi ke Indonesia "


Cahaya mengalihkan perhatiannya,ia menatap Pangeran As'ad yang masih bersimpuh di hadapan nya.


"Kau Pangeran Bo-doh yang aku kenal,Apa kamu tidak berpikir jika dia membohongi mu?"


Pangeran As'ad menggeleng..


"Yang aku pikirkan adalah bagaimana caranya bertemu dengan mu sayang "


"Lalu??Apa kamu pikir aku akan menerima mu setelah kau menjadi suami orang ??"


"Itu hanya status sayang,kami tidak akan melakukan apapun "Pangeran As'ad masih membenarkan dirinya sendiri.


"Dan aku akan percaya begitu saja??"


Pangeran As'ad membenamkan wajahnya di pangkuan Cahaya .


"Maafkan aku sayang"ucapnya lirih.


"Pergilah...aku tidak ingin melihatmu lagi"


Pangeran As'ad menggeleng dengan tetap posisi wajah terbenam.


"Bunuh saja,aku ikhlas mati di tangan mu"


Cahaya sudah kehilangan kata-kata,ia terus menarik kakinya.Namun Pangeran As'ad tetap menahannya.


"Baiklah... kalau kamu tidak mau pergi,aku yang pergi"


Pangeran As'ad mendongak,empat mata itu bertentangan.


"Kau jangan memaksa ku sayang"


"Aku tidak memaksa mu,aku hanya tidak ingin melihatmu "jawab Cahaya .Pangeran As'ad diam, pandangan nya tak beralih sedikit pun.


Cahaya mendadak merasakan hal lain dari Tatapan pria itu.Pangeran As'ad perlahan bangkit ,ia merangkak menaiki tubuh Cahaya .Gadis itu tercekat, tubuhnya membatu.Pangeran As'ad terus bergerak perlahan, semakin menyudutkan Cahaya hingga gadis itu terbaring di ranjang.


"Kau jangan sekali-kali memaksa ku, gejolak rindu ini sangat menginginkan mu"


Cahaya menelan saliva, ia seperti tidak punya kekuatan untuk melawan.Pangeran As'ad semakin mendekat kan wajahnya,Cahaya jadi ngeri sendiri.Ia menutup matanya rapat-rapat,rasa malu membuat wajahnya berpaling.


Tapi Pangeran As'ad masih bisa mengawal perasaannya.Ia hanya menggigit daun telinga Cahaya , hingga mengakibatkan seluruh seluruh tubuhnya memias dingin.Bulu kuduknya meremang.


"AKU MENCINTAIMU"Pangeran As'ad berbisik tepat di cuping telinga Cahaya .


*


*


AAAAAKHHHHHH


Putri Delia berteriak histeris,semua benda miliknya ia sepak sembarangan.Hiasan di rambutnya pun ia tarik dan dilucuti sembarangan.Baju pengantin nya ia robek sana sini.


Gadis itu terlihat seperti orang stress,ia terus berteriak-teriak tak tentu arah.Para pelayan nya tak mampu berbuat banyak,jika menyinggung nya.Maka akan terkena lemparan barang.Jadi mereka memilih untuk diam diluar kamar sang Putri.


Sang Ibu tidak tega melihat kehisterisan sang putri,tapi ia juga tak mampu berbuat banyak.Ia hanya bisa menangis sesenggukan.


"Ya Allah... Apalah dosa kami sekeluarga ?? sehingga kami mendapatkan hukuman seperti ini dari Mu?? Sudahlah kami malu karena pernikahan gagal, sekarang Putri kami satu-satunya harus menanggung derita yang luar biasa "Rintih Ibu Delia.


Di dalam kamar, Putri Delia menatap dirinya di depan cermin . Amarahnya memuncak, hingga bernafas Pun ia tersengal-sengal.


"Akan ku buat perempuan itu pergi dari Istana,Dan akan ku jerat Pangeran As'ad sehingga ia tidak akan bisa lepas dari ku"Putri Delia berbicara dengan bayangan nya di cermin, senyuman sinis tersungging. Rencana jahat tercipta di otaknya yang kerdil.


*


Putri Delia masuk ke dalam istana dengan menutup kepalanya menggunakan jaket Hoodie. Ia menyelinap ke kamar Ratu pertama yang di segel.


Sejak Ibunda dari Pangeran Arif meninggal, kastilnya disegel karena kabarnya sang Ratu menjadi roh jahat yang penasaran.


Sultan Abdul Jailani memanggil para ustadz ahli ruqyah untuk melenyapkan roh Ibunda Pangeran Arif .Tapi ternyata,Roh itu sudah mengikat perjanjian dengan Iblis.Sehingga tak mampu di musnahkan,hanya bisa disegel di kastilnya.Tidak ada seorang pun yang boleh masuk Atau pun melepaskan segel itu. Karena...sekali terlepas, Iblis itu akan membunuh siapapun.Lebih dahsyat dari yang sudah-sudah.


Tapi kini,karena rasa marah, malu,dan cemburu.Putri Delia berniat untuk membuka segel itu. Ia ingin gadis yang telah merebut Pangeran As'ad darinya bisa mati mengenaskan.Sehingga tidak ada penghalang lagi antara dia dan Pangeran As'ad .


Putri Delia membuka pintu gerbang Kastil,angin kencang berhembus seakan-akan membantu Putri Delia mendorong pintu pagar yang sudah berkarat itu.


Setelah gadis itu masuk,dan berdiri tegak menghadap kepada bangunan tua yang sudah lama terbengkalai.Angin kencang kembali mendorong pintu gerbang tertutup rapat.


Putri Delia sedikit kaget mendengar hantaman kuat pagar besi yang tertutup.Tapi ia berusaha tenang meskipun kalut.


Kakinya melangkah selangkah demi selangkah semakin mendekati pintu kastil.Bisikan-bisikan sangat jelas terdengar meminta agar Putri Delia datang secepatnya.


Bergidik juga, Apalagi Putri Delia datang sendiri.


"Delia.... datang lah secepatnya Nak..."suara itu terdengar merayu.