
Cahaya baru saja bangun tidur,ia mengeliat merenggangkan otot-ototnya.Tetiba saat ia melihat tangan nya,ada sesuatu yang menggumpal disana.
"Rambut ???"Cahaya heran, dari mana ia mendapatkan rambut itu.Perasaan rambutnya berwarna hitam,tapi ini ubanan.
"Rambut siapa ini??"
Ternyata bukan hanya ditangan,tapi di atas kasur pun ada gumpalan beberapa helai rambut.
Ia mengendus rambut itu,aroma iblis tercium kuat.
"Hemmm rupanya disini ada Iblis yang cukup kuat,siapa dia??"
TOK TOK TOK TOK
"Pagi sayang "Pangeran As'ad langsung masuk setelah mengetuk pintu.Ia membawa kan Cahaya sarapan.
"Hemmm terlihat baru bangun kayaknya"Pangeran As'ad meletakkan nampan di atas nakas,lalu ia duduk di bibir kasur.
Cahaya langsung menyodorkan gumpalan rambut di tangan nya.
"Apa ini?"tanya Pangeran As'ad heran.Cahaya menjawab dengan gelengan kepala.
"Ada iblis masuk ke kamar ku,apa disekitar sini ada markas iblis ??"
"Iblis ???"
Cahaya mengiyakan,Pangeran As'ad teringat dengan ibu Pangeran Arif .Tapi apa mungkin dia?? bukan kah dia sudah disegel di dalam kastil ??.
"Kau pasti tahu sesuatu"sambung Cahaya .
"Tapi tidak mungkin dia"jawab Pangeran As'ad .
"Siapa??"
"Ibunda Ratu,Ibu dari Pangeran Arif "
"Kenapa dia bisa jadi Iblis ??"
"Aku tidak tahu pasti, karena saat itu aku masih kecil. Menurut cerita,, ibu dari pangeran Arif meninggal secara tidak wajar. Beberapa hari setelah hari pemakamannya ,terjadi kegaduhan di istana. Karena banyak yang melihat hantu dari ibu Pangeran Arif. Dia juga bukan hanya menakut-nakuti manusia, tapi juga membunuh siapapun yang ia temui. Cara dia membunuh pun sangat sadis ,kepala si korban hilang"
"Pada akhirnya yang mulia Sultan mengumpulkan ustad ahli ruqyah, mereka diutus untuk melenyapkan Arwah penasaran dari ibu Pangeran Arif. Tapi rupanya,, itu bukan arwah sembarangan .Sebelum meninggal, Ibu Pangeran Arif melakukan perjanjian dengan iblis. Ia menyerahkan jiwanya kepada iblis untuk membalas dendam"
"Dendam??"Cahaya memotong kalimat"Dendam dengan siapa??"
"Aku kurang tahu,ada yang bilang kepada Ibuku.Tapi aku yakin tidak, buktinya...Ibuku masih hidup dengan selamat sampai sekarang "
Cahaya diam, ia berpikir semua pasti ada sebabnya.
*
Putri Delia kembali bersemangat,ia pagi-pagi sekali bangun untuk bersiap pergi ke Istana.Rasanya kabar bahagia sudah menunggu nya,Cahaya MATI!
Membayangkan nya saja sudah membuat Putri Delia senang.Ia mempercantik diri untuk menyambut kesedihan Pangeran As'ad .
Namun langkah riangnya mendadak terhenti saat melihat Pangeran As'ad berjalan beriringan dengan wanita yang sangat dibencinya.
"Kok??dia baik-baik saja ???"
Pangeran As'ad sekilas melihat keberadaan Putri Delia,namun ia acuh dan terus pergi.
Hati putri Delia semakin sakit, apalagi sikap Pangeran As'ad kepada gadis itu sangat lah manis.
Pangeran As'ad menunjuk kan keberadaan Kastil tempat Ibu Pangeran Arif di tahan.Mereka hanya melihat dari luar pintu gerbang.
Saat Cahaya akan masuk,Pangeran As'ad mencegah.
"Jangan,ini tempat terlarang"
Cahaya diam, meskipun ia tahu jika segel itu sebenarnya sudah ada yang membuka nya.Tapi Pangeran As'ad tidak tahu itu, karena ia tidak yakin jika iblis yang dimaksud oleh Cahaya adalah Ibu Pangeran Arif .
"Ayo kita pergi saja, kalau penjaga melihat kita disini ?bisa bahaya"
Cahaya setuju,di otaknya sudah tersimpan rencana.
*
Saat kedua sejoli itu kembali ke istana, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Ibu Pangeran As'ad .
"Jika ada waktu senggang, datang lah ke tempat saya Putri"Ujar Ibu Pangeran As'ad kepada Cahaya ,
"Oh iya Ratu..."Cahaya gugup juga jika bersikap formal seperti ini.Pangeran As'ad senang akhirnya Ibunya bisa menyukai Cahaya .
"Kakak darimana saja?"tanya Fajar saat melihat kedatangan Kakaknya.
"Mencari sarang Iblis"jawab Cahaya ,ia bersuara rendah agar tidak terdengar siapapun.
"Sarang Iblis ???"
"Sstttttt"Cahaya cepat memberi kode agar Fajar tidak keras-keras kalau bicara.
"Kenapa?"Fajar mendekat,Cahaya mengajak nya bicara di lantai.
"Ada sesuatu yang aneh,semalam aku menemukan banyak rambut ubanan di tempat tidur.Malah di tangan ku juga...aku mencium aura Iblis.Tadi aku cerita sama Pangeran As'ad ,dan dia mengatakan kalau Ibu Pangeran Arif mati dan menjadi arwah penasaran.Dia juga bersekutu dengan syetan,terus arwah nya di kurung disebuah Kastil"
"Anehnya,Pangeran As'ad melarang ku masuk.Karena itu bisa membebaskan arwah Iblis itu,tapi tadi aku lihat kalau semuanya sudah terbuka.Jadi ada seseorang yang sengaja membukanya, mungkin orang itu ingin membunuh ku.Karena itu Iblis itu mendatangiku semalam"
Fajar menyimak dengan baik cerita sang Kakak.
"Tapi Kakak nggak apa-apa kan?"
Cahaya menggeleng sambil menunjuk kan dirinya.
"Nggak apa-apa...Aku berencana untuk datang ke kastil itu nanti malam"
"Untuk apa?"tanya Fajar .
"Ada yang tidak beres "
"Apa yang tidak beres ?"
"Dia bukan pemuja setan,tapi kenapa sebelum dia mati dia membuat perjanjian dengan iblis.Berarti ada sesuatu disini yang ganjil "
"Kamu mau ikut nggak ??"
Fajar bingung,apa ia harus ikut atau tidak ?
"Fajar takut malah jadi masalah Kak nantinya"
"Masalah apa??"
"Banyak sekali cerita kontras tentang Ibu Pangeran Arif , kalau kita datang ke kastil itu.Nanti kita dikira bersekutu dengan arwah itu"
Cahaya membenarkan pemikiran adiknya.
"Ya udah...kamu nggak usah ikut,biar aku yang pergi ke sana sendiri an"
"Kak jangan, nanti ketahuan oleh penjaga "
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan "Cahaya menjawab dengan yakin.
*
*
Malam menjelang,Cahaya diam-diam terbang melayang menuju kastil.Jika jalur darat tidak aman,maka ia bisa melalui jalur udara.
Kakinya menapak Tiap dahan pohon, meringankan tubuh nya seperti seekor peri.
Saat akan masuk ke halaman kastil, tiba-tiba sekelibat bayangan mengurungkan niatnya.Ia bersembunyi di balik dahan-dahan rindang, memperhatikan orang yang mengendap-endap masuk ke dalam Kastil.
"Putri Delia ??"Cahaya mengenal sosok itu,ia yakin jika orang itu adalah Putri Delia.
Tiba-tiba bayangan lain terlihat, seperti tengah mengikuti sang Putri.Dan itu adalah Pangeran Arif ,pria itu bersembunyi di balik dinding memperhatikan Putri Delia yang masuk ke dalam Kastil.
"Ngapain Pangeran Arif bersikap seperti maling??Apa dia yang sudah membebaskan Ibunya ?atau Putri Delia ???"
BRAK
Tubuh Putri Delia terlempar keluar, seolah-olah ada yang menyepaknya.Gadis itu terbatuk-batuk dan menyemburkan darah segar dari mulut nya.
"Jangan sok memerintah kepada Ku!Aku adalah Ratu"suara serau seorang perempuan berteriak lantang.
Kini Cahaya tahu,jika yang membebaskan arwah Iblis itu adalah Putri Delia.