Blue Eyes

Blue Eyes
PERJANJIAN DENGAN SYETAN 158



Langkah kaki sang putri terhenti,ia tatap pintu besar yang di tempeli banyak kertas bertuliskan aksara Al-Qur'an.Rasa takut sedikit menghampiri, membuat bulu kuduk nya meremang berdiri.


TOK TOK TOK TOK


Putri Delia menghentikan ketukan pintu nya sejenak,ia mengatur degupan jantung nya yang berpacu cepat.


TOK TOK TOK TOK


"Ampuni hamba Yang Mulia Ratu... hamba Delia, menghadap Yang Mulia Ratu"


Tak ada jawaban, hening!!


"Yang Mulia Ratu, hamba mohon bantuan"Putri Delia tak perduli ia di dengar atau tidak.Tapi ia sangat perlu jawaban.


"Saat ini,Pangeran Arif dalam keadaan terpuruk Yang Mulia"


Dua mata bersinar merah terbuka perlahan, sebuah nama yang sangat dirindukan terdengar samar-samar.


"Arif?????"


"Kekasih hatinya telah berkhianat dengan Pangeran As'ad "


BRAK BRAK BRAK


Putri Delia terlonjak kaget,ia mundur beberapa langkah.Pintu besar di depannya seperti di dorong paksa dari dalam.


Putri Delia mencengkram dada, jantung nya hampir copot saking kaget dan takut.


"Mana Anakku????kemana dia??? lepaskan aku...aku ingin bertemu anakku"tengkingan parau meremang kan bulu Roma.Tangan Putri Delia gemetar,ia benar-benar takut.


"Hay.... perempuan... kenapa kau diam?? Bukankah kau butuh bantuan ku?? sekarang...bantu aku keluar dari sini!!"


Putri Delia menatap kedua telapak tangannya yang bergetar.Ia takut, sangat takut... bagaimana jika ia dimangsa oleh iblis itu?


"Hay perempuan!! Aku akan mengabulkan semua keinginan mu,dan aku akan melindungi mu dari marabahaya.Asal kau lepaskan aku dan mempertemukan aku dengan anakku Arif"


Putri Delia tetap diam tak bergeming,ia memandang pintu yang terus bergerak.


"Aku harus balas dendam,aku tidak akan kuat jika harus melihat Pangeran As'ad bahagia dengan wanita itu "Hati putri Delia berbisik.


Dengan sisa-sisa keberanian nya, Putri Delia maju selangkah demi selangkah.Tangannya tetap gemetar saat terangkat menarik kertas jimat yang menempel di daun pintu. Helai demi helai kertas Jimat ia cabut hingga bersih tak tersisa.


WUUUZZZZZ


Angin kuat mendorong pintu dari dalam, tubuh Putri Delia terpental jauh karena hantaman angin.


Seikat rambut beruban melesat cepat menggulung tubuh Putri Delia hingga selamat dari hempasan kuat ke dinding beton yang mengelilingi kastil.


Rambut itu menarik tubuh Putri Delia masuk ke dalam Kastil.


AKH


Putri Delia terlempar ke atas sofa panjang yang berdebu.Ia cepat bangun memperhatikan ke sekeliling.Tak ada siapapun disana,hanya dirinya sendiri di dalam ruangan yang mirip tempat untuk menjamu tamu.


"Hay perempuan...siapa kau??"Suara wanita terdengar menggema memenuhi ruangan.Putri Delia memutar tubuhnya mencari dimana kah sosok yang bersuara itu.


"Apa kau mencari ku?"


Rambut panjang beruban menjuntai panjang tepat di depan wajah Putri Delia,gadis itu terkesiap. Kepalanya mendongak pelan,matanya melotot saat bertentangan dengan sosok bermata putih dan wajah dipenuhi belatung.


Sosok itu merangkak dengan posisi terbalik di atap kastil.Ia menyeringai seram ke arah Putri Delia.


Gadis itu menahan nafas, matanya membulat tersirat ketakutan yang hebat. Baru kali ini Ia berhadapan langsung dengan sosok mengerikan.


"Kau siapa ??"tanya sosok wanita yang diketahui sebagai arwah Ibu Pangeran Arif .


"D-Delia..."suara Putri Delia bergetar, hampir saja tidak terdengar.


"Namamu seperti sangat tidak asing bagiku"


Putri Delia mengiyakan..


"Ha-hamba Putri d-dari saudagar Tun Razak"


"Ooohhhhhh"sosok itu merangkak cepat menuruni tiang kastil yang terbuat dari kayu terbaik.Ia melompat ke atas meja dan berjongkok seperti kera.


"Aku ingin... perempuan yang telah mengkhianati Pangeran Arif dan merebut Pangeran As'ad dariku dibunuh "


Sosok itu menyeringai, matanya yang memutih bergerak ke atas.


"Baiklah....tapi harus dengan satu syarat..."


"A-apa itu??"


"Bantu aku,jika mereka berhasil menyegel ku kembali "


Putri Delia mengangguk cepat tanpa perduli dampak dari perjanjiannya dengan syetan.


"Bagus... cepat lah kembali, bersikap lah seperti biasa.Sehingga mereka tidak pernah menyadari,jika kematian Mereka sudah di depan mata"Sosok wanita itu merangkak naik ke atas plafon, Kemudian rambut putih nya yang panjang menggulung tubuh nya.Mirip dengan kepompong.


Putri Delia berlari keluar dari Kastil itu, pintu gerbang tertutup dengan sendirinya saat ia sudah keluar dari garis batas kastil tersebut.


"Berani juga kau datang kesini ??"


Putri Delia tersentak kaget mendengar suara seseorang di belakangnya.Ia cepat menoleh, rupanya Pangeran Arif .


"Pangeran... sedang apa pangeran disini ??"Putri Delia menelan air liurnya, karena tenggorokannya kering seketika.


"Aku memang sering disini saat merindukan Ibuku"


Putri Delia mengalihkan kembali perhatiannya ke arah Kastil.


"Apa... Pangeran sudah lama disini ???"


"Cukup lah untuk melihat apa yang kamu lakukan"


Putri Delia pias memucat,ia takut Pangeran Arif akan mengadukan perbuatannya kepada Yang Mulia Sultan Abdul Jailani .


"Aku tidak tahu, apa tujuan mu ??Aku saja, tidak punya keberanian melakukan apa yang kamu lakukan sekarang.Tapi....aku tidak mau ikut campur urusan mu"Pangeran Arif berbalik pergi meninggalkan Putri Delia seorang diri.


...----------------...


Cahaya tidur begitu nyenyak,ia terlalu capek dengan semua yang terjadi hari ini.Sampai ia tidak menyadari jika segumpal rambut melayang menuju tempat tidur nya.


Rambut beruban itu menembus celah jendela,dan membukanya paksa. Ia melesat dan menggulungkan dirinya tepat di atas tempat tidur Cahaya .


Beberapa helai dari rambut itu menjuntai perlahan, membelai daun telinga Cahaya .Cahaya menggosok telinga nya yang terasa geli dengan mata terpejam. Rambut itu terus mengganggu Cahaya ,tanpa Cahaya sadari tangan nya memegang rambut yang mengorek telinga nya.Ia genggam rambut itu lalu ia hempaskan begitu saja.


BHUK


Sosok itu terlempar menghantam dinding.Tubuhnya langsung gepeng menempel di dinding.


Dalam hitungan beberapa saat, sosok yang sudah menjadi pipih itu melorot ke lantai.


KURANG AJ4R...


Sosok itu melompat kembali ke atas plafon.Lalu melompat ke atas kasur, merangkak di atas tubuh Cahaya .


Anak rambut di kepala nya menggelikan, menyapu wajah Cahaya .


HACCCIH


Cahaya bersin, tekanan udara yang keluar dari hidung nya mendorong sosok itu hingga terpental ke Dinding.


BRUK!


Cahaya menggosok hidung nya , matanya tetap terpejam.Ia sungguh sangat mengantuk sekali.


Sosok itu kembali menjadi gepeng,dan melorot ringan ke lantai.Dalam beberapa saat ia berubah menjadi wujud semula.


Ia melompat ke atas tempat tidur,kini kesabarannya sudah hilang.Ia akan mencekik Cahaya meskipun gadis itu dalam keadaan tidur.


HERRRRRRR PiYUUUUUUU HERRRRRRR PIYUUUUUUU


Cahaya ngorok,saat mulutnya mengeluarkan suara PIYUUUUU tiupan dari mulutnya membuat sosok itu melayang ke udara.Lalu kembali ke atas kasur saat mulut Cahaya mengeluarkan bunyi HERRRRRRRR.


Begitu seterusnya, hingga membuat nyali sosok itu jadi ciut.Saat tubuhnya ditiup ke atas,sosok itu melompat ke atas lampu gantung.Ia memeluk lampu itu karena takut tersedot kembali oleh mulut Cahaya .


"Si-siapa dia??? Kenapa dia begitu kuat sekali ??"menggigil seluruh tubuhnya,dalam kesempatan Cahaya memiringkan tubuhnya.Ia segera melesat cepat keluar dari kamar Cahaya .