
"Ibu ...jika aku membantahmu,Tuhan Akan menghukum ku.Tapi...tidakkah ibu ingin aku bahagia ??"Cahaya bergumam,matanya memerah dengan urat yang samar-samar terlihat.
"Nur...Ibu tahu perasaan tidak bisa dipaksakan..hanya saja,Lana itu Kakekmu"Soraya berkilah dengan kata yang secara hati-hati diucapkan.
"Ya'... tolong jangan bicara apapun dulu,jika tanpa persetujuanmu dan Idris ?aku juga tidak akan berani menyentuhnya "Maulana membujuk agar tidak terjadi perdebatan antara ibu dan anak.
Soraya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.
"Aku percaya padamu Lan...aku pergi dulu "
Maulana mengijinkan,Soraya pun pergi sambil lalu menatap putrinya yang memang sedang memendam amarah.
Soraya mengerti apa yang dimaksud oleh Maulana .Selama ini memang tak ada pendekatan dari Cahaya kepada dirinya.Namun anehnya Cahaya Begitu dekat dengan Fajar.
"Apa maksud mu mengatakan hal itu kepada dia?"Cahaya menunjuk Soraya yang sudah berlalu.
"Ca..kau tahu perasaanku,tapi...Soraya adalah Ibumu"
"Lalu??kau tidak akan berbuat apapun tanpa ijin dari nya?begitu kah??"
Maulana mengangguk ragu.
"PE-NGE-CUT!!"Cahaya menendang kursi lalu berputar untuk keluar ,Tapi Maulana sigap menahan.Tak lupa ia menutup pintu rapat-rapat.
"Kau mau kemana ??"
Cahaya menepis tangan Maulana secara kasar.
"Jangan pergi dalam keadaan marah..kita bisa bicarakan ini baik-baik "
"Untuk apa ??kalau pada akhirnya kau takut mengambil sikap "
"Ca...kita sebenarnya adalah keluarga, kalau Soraya dan Idris adalah orang lain?? Aku tidak akan pernah peduli . Tapi mereka adalah keluarga bagiku, jadi aku harus mempertimbangkan perasaan mereka juga"
Cahaya diam membisu...
"Terimakasih... sudah mau menerima ku dalam hatimu"Maulana membelai lembut pipi gebu milik Cahaya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Habis Maghrib,Fajar datang ke Villa untuk bertemu sang Kakak.Kebetulan Cahaya sedang belajar bermain catur bersama Maulana .
"Assalamualaikum..."Sapa Fajar.
"Wa'alaikum salam"Maulana dan Cahaya menjawab hampir bersamaan.
"Waahh lagi main catur, emang Kakak tahu?"Fajar menarik kursi kosong lalu ia duduk di samping Cahaya .
"Dari tadi aku kalah terus,dia curang"Cahaya mengadu manja.
"Sini,aku ajarin ya kak"Fajar mengambil sebuah buah catur si prajurit lalu menggesernya ke samping.
"Aah curang nih,masak dibantu in"sorak Maulana ,Cahaya cekikikan senang.
"Ayo dong Kek... tunjukkan kemampuan anda"Fajar mencabar,Cahaya terdiam... Adiknya tanpa segan memanggil Maulana sebagai Kakek.Kenapa hatinya terasa perih ??
Fajar tanpa sengaja menangkap wajah sang Kakak yang kaku.
"Kakak kenapa ??"tanya Fajar penasaran,Cahaya hanya menggeleng disertai senyuman getir.
"Jangan bohong..."
"Ohya... gimana sekolah barumu??"Cahaya mengalihkan topik pembicaraan.
"Emmm menyenangkan, semua teman-teman di sekolah baru lebih ramah dan mudah bergaul.Jadi aku suka"
"Ohya??? pasti sudah banyak teman"
Fajar mengangguk penuh semangat.
"Tapi ada yang aneh Kak"sambung nya.
"Aneh kenapa ???"
"Aku udah semingguan sekolah di tempat baru ini.Tiap hari... ya nggak tiap hari banget lah gitu antara dua hari sekali 3 hari sekali. Itu pasti ada murid yang absen karena sakit dan itu sering terjadi katanya Kak. Sampai nggak masuk lagi ke sekolah. Makanya... sekolah barunya Fajar nih muridnya makin berkurang. Aneh kan??Dan itu terjadi sejak dua bulan tiga bulan yang lalu"
Maulana dan Cahaya menyimak cerita Fajar dengan baik.
"Pasti ada yang tidak beres "tanggap Cahaya.
"Apa kita perlu selidiki ??"tanya Maulana .
"Harus!!"Jawab Cahaya tegas, membuat Fajar tersenyum lebar.Ia suka gaya Kakak nya yang selalu tegas"Ok!! ini tugas kamu Fajar, jadi kamu tanyakan temen-temen Kamu itu !ya cari tahulah ,kalau pulang sekolah mereka sukanya ke mana? Dan kamu ikuti mereka dan kamu bergabung sama mereka"
Fajar mengangguk mengerti dengan instruksi Kakaknya.
"Tapi kamu nggak takut kan Fajar?"goda Maulana .
"Ya nggak lah...aku yakin Kakakku akan melindungiku"Fajar menjawab tanpa ragu,Cahaya menepuk pundak adiknya dengan lembut.
*
*
Sesuai seperti yang direncanakan,Fajar ikut teman-temannya yang biasa main di warnet.Mereka katanya suka main game disana.Dan para korban teman-teman Fajar juga melakukan hal yang sama sebelum mereka dinyatakan sakit.
Tepat jam sembilan malam, teman-teman Fajar pada ngajak pulang.Mereka tidak berani untuk pulang lebih larut lagi karena takut sakit seperti teman-temannya.
Fajar ikut pulang bergerombol, sampai akhirnya satu teman Fajar memisahkan diri mengambil jalan lain.Sebut saja namanya Wafi.
Wafi berjalan sendiri masuk gang kecil,ia tidak menyadari jika dirinya sedang dipantau oleh seseorang.
"Hay...Nak..."Sebuah seruan terdengar,Wafi memutar kepalanya,ia melihat seorang wanita **** dengan pakaian warna merah yang tidak cukup kain berjalan ke arahnya.
"Kau mau kemana -?"tanya wanita itu lembut.
"Pulang Tante.."jawab Wafi dengan mata yang melotot melihat penampilan lawan bicaranya.
"Boleh anterin Tante nggak ??nanti aku kasih duit jajan"
"Emang Tante mau kemana ??"
"Mencari rumah Bu RT"
"Ohh tinggal lurus saja Tante, pertigaan ngiri, rumah besar bercat kuning itu rumahnya "dengan lancarnya Wafi menunjukkan jalan.
"Kamu bisa nggak nganterin,Tante bawa mobil,bisa kan mobil masuk??"Perempuan itu berdalih.
"Oh bisa Tante,ya udah mari saya anter"Wafi pun mengikuti kemauan perempuan itu.Padahal rumah yang dicari sama sekali tidak susah dan jauh.
"Aduh...gatal nih"Perempuan itu mengeluh gatal lalu tanpa sungkan mengeluarkan buah khuldi yang besar di depan mata anak dibawah umur.Wafi spontan terbelalak lebar,
"Gatal banget,maaf ya"perempuan sengaja membuat buah khuldi nya berayun-ayun.Wafi sampai menelan air liur karena melihat keindahan itu.
"Kenapa ??"sengaja perempuan itu bertanya saat melihat Wafi yang bengong."Mau??"Si perempuan menyodorkan buahnya,namun Wafi masih sadar diri.Ia melengos meskipun hatinya merasa ingin mencicipi.
Si perempuan justru menarik tangan Wafi lalu diarahkan untuk memegang buahnya.Sontak Wafi kaget dan berusaha mengelak.Tapi perempuan itu justru menahan.
"Jangan ragu,peganglah..."bujuk si perempuan.Wafi menggeleng malu-malu.
"Ayo..."Perempuan itu justru memaksa menarik kepala Wafi lalu menyodorkan buahnya ke mulut Wafi.
TOK TOK TOK TOK..
Dua orang yang berada di dalam mobil kaget, perempuan itu segera memasukkan buahnya ke dalam wadah nya kembali lalu merapikan diri.
TOK TOK TOK TOK
"Fi.."Seru Fajar lantang.
"CK..siapa sih? ganggu aja"gerutu wanita itu.Ia terpaksa membuka kaca mobil.
"Ada apa Jar?"tanya Wafi.
"Ngapain kamu disini ??ayo keluar!!"
Wafi bimbang,ia merasa sayang sekali kalau ikut dengan Fajar.
"Dek ..apa kamu mau ikut kami??"tanya perempuan itu dengan gaya centil nya.
"Ja-jangan!!"Timpal Wafi cepat.