Blue Eyes

Blue Eyes
IDRIS SEMBUH 31



"RIS...kamu kenapa ??"Luna panik,


"Lan cepat bawa Idris ke UKS"


"Ok"


Lana langsung menggendong Idris di punggung nya.Ia berjalan setengah berlari agar tidak terlambat dalam mengambil tindakan.


Soraya ingin ikut,tapi Luna menahannya.


"Kau peserta ospek, tidak boleh Meninggalkan lapangan tanpa ijin.Selesaikan challenge mu"Luna berucap sangat tegas dan ketus.Soraya tidak dapat membantah.Ia hanya diam menatap punggung gadis itu pergi menyusul Idris.


*


Usai menyelesaikan challenge,Soraya meminta ijin kepada Kakak-kakak pembina untuk bisa menjenguk Idris.Dan dengan baiknya Kakak pembina itu mengijinkan.


Soraya gegas berlari ke ruang UKS.Saat itu Lana dan Luna menemui Dokter yang menangani langsung keadaan Idris.(Sekolah elit memiliki Dokter khusus)


Ini sangat kebetulan sekali, otomatis kalau ada mereka.Soraya tidak akan mudah untuk bisa menemui Idris.


Saat Soraya masuk, Idris dalam keadaan tidur.Ia mendekati pria itu, dengan keahliannya.Soraya memeriksa denyut nadi Idris.Dia mengernyitkan keningnya,ada yang aneh.Denyut nadi Idris tak beraturan,kadang cepat, sedetik kemudian berubah melambat.Bahkan sangat lambat, sampai seperti orang orang sudah mati.


Soraya ingat,tadi Idris merasa kan kesakitan di dadanya.Karena itu ia meraba Dada Idris.Soraya memejamkan matanya,ia seperti merasakan insting untuk melakukan hal ini.Cahaya bola inti kehidupan bersinar dalam tubuh Soraya.Tanpa disadari, Tubuh Idris melayang di udara.Dari tubuhnya itu keluar sesuatu yang menyerupai asap hitam.Mata Idris pun bersinar kemerahan.Ia meronta-ronta,tapi seperti ada yang membelenggu dirinya.Sampai asap hitam itu habis terkeluar,barulah tubuh Idris terbaring kembali ke atas katil.


"Kita harus membawa RIS pulang"


Suara Lana terdengar sangat dekat ,Soraya membuka matanya.Lalu berlari menyelinap di sela gorden ruang UKS.


Daun pintu terbuka hampir bersamaan,Luna masuk beriringan dengan Kakaknya.


"Aku akan membawa nya pulang,Kak Yas pasti sangat khawatir jika tahu hal ini"


"Sebenarnya apa yang terjadi ??kenapa tiba-tiba RIS pingsan ?? seumur-umur dia tidak pernah seperti ini,malah kata Mama RIS anak yang hebat melebihi Kak Yas"


"Entahlah "Lama mengedikkan bahunya.


"Ya sudah..aku antar Ris dulu..kamu disini urus anak-anak Ospek "


Luna mengiyakan perintah dari Kakaknya.Ia membantu Idris naik ke kursi roda.Lalu dua anak kembar itu beriringan berjalan mendorong tubuh Idris.


Soraya menghela nafas lega,ia keluar dari balik persembunyiannya.


"Semoga kamu cepat sembuh RIS...besok aku akan datang ke rumah mu"gumam Soraya dalam hati.


*


"Hey!!"Luna menghampiri Soraya yang tengah membantu menyiapkan hidangan makan malam.


"Ikut aku!!"Titahnya,Soraya menegakkan punggungnya.


"Kemana?"


"Kau banyak tanya ya!! Disini kamu tidak punya hak untuk bertanya,kau hanya harus menuruti perintah.Paham!!!"Luna menekan bahu Soraya dengan telunjuk nya.Gadis itu memilih untuk mengangguk.Ia mengekori langkah Luna yang terlihat sangat angkuh.


"Tadi..kau bersama dengan Idris bukan??kamu pasti tahu,kenapa dia pingsan ? cepat katakan padaku!!Apa yang telah terjadi ??"


Soraya tidak segera menjawab, ia sendiri bingung Idris kenapa ?


"Hey!!!aku sedang bertanya,kenapa kamu diam saja!!"hardik Luna kesal.


"Aku juga nggak tahu Kak.. tiba-tiba dia terpelanting kebelakang dan pingsan"


"Apa???"


"Anak-anak Ospek yang ada disekitar kami juga pasti mengatakan hal yang sama "Soraya semakin meyakinkan.Ia tidak mau Luna mencurigai dirinya.


"Hemmm baiklah...aku percaya padamu,tapi aku ingin kamu melakukan sesuatu untuk ku"


Soraya diam,ia menunggu Luna mengatakan apa yang sebenarnya diinginkan nya.


"Aku ingin kamu menjauh dari Idris"


"Kenapa?"Soraya tidak mengerti.


"Aku tidak suka kamu terlalu dekat dengan nya"


Soraya Mengangkat sudut bibirnya


"Itu permintaan konyol..."


"Kau berani membantah ku??"Luna naik emosinya.


"Apa alasan ku harus takut padamu ??Kamu kakak pembina ospek,apa melanggar aturan jika aku berteman baik dengan Idris?"


"Kau..."Luna Mengangkat tangannya hendak menampar Soraya, namun tangan Soraya cepat mencekal lengan Luna.


"Jangan mengintimidasi ku... sebelum kau benar-benar ku buat menyesal"


Pupil mata Luna membesar,ia melihat sosok lain di belakang Soraya.Sosok serigala putih, bercahaya, dengan tatapan tajam menghunus.


Soraya menepis tangan Luna, membuat tubuh Luna terjejer ke belakang.Ia berbalik pergi tanpa menunggu perintah lagi.Luna mengusap bekas cekalan itu,sakit rasanya.


"Kurang ajar... berani juga dia sama aku .. awas kamu ya...akan ku pastikan kau akan ditendang dari sekolah ini secepatnya"


Tatapan mata Luna tersirat dendam yang mendalam.


*


*


Dilain tempat,Nicta panik karena melihat Idris digendong oleh Lana.


"Kenapa Idris..Lan?Apa yang terjadi dengan nya?"


"Nggak tahu Kak... tiba-tiba dia pingsan "jawab Lana dengan wajah yang mengeras karena menahan beban tubuh Idris.


"Ya udah tolong bawa dia ke kamarnya ya.."


Yas yang baru saja keluar dari surau kecil di rumahnya, kaget melihat Lana yang menggendong Idris masuk ke kamar.


"RIS kenapa sayang ??"


"Nggak tahu..."Nicta menggeleng dengan raut penuh kecemasan.Keduanya masuk ke dalam kamar menyusul Lana.


"Makasih ya Lan"Nicta menggenggam tangan Lana penuh syukur.


"Sama-sama Kak ...Lana kembali ke sekolah dulu, karena masih ada kegiatan"


"Makasih banyak ya Lan"Yas menepuk pundak adik kecil nya itu.


"Iya Kak... sama-sama"


_


"Mas..Apa ini ada hubungannya dengan sakit di dadaku tadi??"Nicta sejak Idris dibaringkan,tak pernah melepaskan tangan anaknya itu.


"Entah..."Yas berdiri dengan melipat tangan di dada.Sejak kemunculan Blue Eyes,banyak sekali keanehan terjadi.


Ponsel Nicta berdering, wanita itu menatap suaminya penuh tanda tanya.Karena nomor yang tertera bukan no Indonesia.


Yas mengambil ponsel istrinya lalu menekan tombol hijau.


"Hallo..."


"Sawadikap..Ini saye lah..Cing Xing..Apa dah jadi??Apa awak dah jumpa Blue Eyes ??"


"Ohh iya saya dah jumpa dia"jawab Yas.


"Apa awak dah makan darah dia?"


"Belum...belum lagi"


"Awak tak tipu ee..?"suara Cing-Xing terdengar ragu.


"Tak...saya tak tipu "


"Tapi..apasal saye rasa sakit dada ni... biasanya,jika kita kaum Kunyang rasa sakit dada.Itu pertanda satu diantara kita mengalami penyembuhan"


Yas tercengang,ia menatap istri dan anaknya secara bergantian.


"Yas..bile awak dah jumpa Blue Eyes..saya harap,saya pun boleh sembuh "


"Saye akan bawa darah dia untuk awak Cing-Xing "Yas mengkuotakan janji.


"Terimakasih... Terimakasih Yas.."


Yas mengangguk, meskipun Cing-Xing tak melihat anggukan kepalanya.


"Apa kata Cing-Xing Mas?"tanya Nicta penasaran.


"Sepertinya RIS telah meminum darah Blue Eyes"


"Hah???"


Tiba-tiba Idris beringsut bangun,ia mengeliat seperti tidak terjadi sesuatu padanya.


"Mama..Papa...kenapa kalian ada di kamar ku?"


Nicta tercengang, ia sangat heran dengan respon anaknya itu.


"Apa yang terjadi Ris?"tanya Yas.


"Maksud Papa??"


"Apa kamu lupa apa yang terjadi barusan?"


Idris terdiam...Ia mencoba mengingat semuanya.Tiba-tiba ia tersenyum saat teringat kejadian berguling-guling di lapangan ketika lomba balap karung.Idris juga langsung tergelak begitu ingat bagaimana wajahnya ketika di permak oleh Soraya dengan mata tertutup.


Nicta dan Yas saling berpandangan satu sama lain,ia heran melihat sikap anaknya yang persis orang kurang waras itu.


"RIS..."


"Ah iya Ma..."


"Kenapa kamu seperti orang gila ?"


"Ah nggak kok Ma..RIS cuma lucu aja sama teman RIS yang bernama Aya'..."


"Gadis bermata biru itu"Terka Yas.


"Iya Pa..."


"Apa kamu meminum darah nya?"sambung Yas langsung menginterogasi anaknya.


"Minum??darah??emmm enggak Pa..cuma Idris nolong...."Kalimatnya mendadak menggantung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepulang dari sekolah,Soraya langsung minta di antar ke rumah Idris kepada supir nya.


"Mamang masih ingat kan alamat rumah sultan itu?"


"Iya Non..kenapa?"


"Anterin Aya' kesana ya Mang, kebetulan sekarang kami satu sekolah.Dan kemarin dia kecelakaan Mang.Aya' mau jenguk dia.."


"Oh baik Non..."


Sukri memutar haluan,ia melajukan mobilnya ke arah rumah Muhammad Ilyas.Setibanya disana,ia melihat Idris sedang bercengkrama dengan pria tua yang mungkin saja tukang kebunnya.


"Assalamualaikum..."Sapa Soraya dari luar pintu gerbang.Idris menoleh..ia tersenyum lebar saat melihat Soraya datang.