Blue Eyes

Blue Eyes
Janji Betarakala 49



"Dia terluka parah"Pak Luyo menjawab,Soraya menyibak selimut yang menutupi sebagian tubuh.


BRUK


Ia tersungkur ke lantai saat tubuhnya sudah berdiri tegak.


"Aya'.."


"Non.."


Semua panik, mereka segera menolong Soraya dan membantu nya berbaring kembali ke tempat tidur.


Ahmad membenahi tubuh Aya' dengan menutupinya menggunakan selimut.


"Nona jangan bergerak dulu,yah...Tubuh Nona masih lemah"


"Iya Nak..."Pak Luyo menyambung ucapan Ahmad.


"Idris gimana?"


"Nona tenang saja,Mamang akan mengurusnya"Jawab Sukri.


"Tapi kenapa dia sampai terluka ??Apa ini ada hubungannya dengan Poppy ??"Soraya belum mengetahui jika di kamar nya telah terjadi pertarungan.


"Jika yang kamu maksud gadis iblis bertubuh gemuk,iya itu benar Nak.."Pak Luyo menjawab"Dia menginginkan mu,dan Idris berusaha melindungi mu"


Soraya merapatkan kelopak matanya, hatinya terasa sakit.


"Saya akan menjaga teman Nona Pak"Sukri meminta ijin.


"Yah Pergilah Sukri"Pak Luyo memberikan ijin.Sukri menganggukkan kepalanya lalu masuk ke ruang belajar anak majikannya.Karena Idris di baringkan disana.


"Ahmad, tolong jaga Soraya...aku mau sholat ashar dulu"


"Baik Pak"Ahmad mengiyakan perintah dari Pak Luyo .Pria sepuh itu berjalan perlahan menuju kamar nya.


"Apa Nona butuh sesuatu ?"tanya Ahmad,Soraya menggeleng lemah.Ahmad pun tak bertanya lagi.Ia diam berdiri dengan tangan menyatu di bawah perutnya.Pandangan matanya tertuju kepada Soraya yang berbaring.


Soraya menyadari jika perawat Bapaknya tengah memperhatikan dirinya.


"Kenapa kamu selalu menatap ku begitu ?"Pertanyaan itu merupakan teguran.Tapi Ahmad justru tersenyum.


"Maafkan saya Nona"


"Terus terang aku tidak nyaman dengan tatapan mu,jadi... tolong biarkan aku sendiri"


"Maafkan saya Nona,saya tidak bisa meninggalkan anda.Karena Bapak sudah mengamanahkan anda kepada saya.Dan lagi kondisi anda masih belum stabil.Bagaimana jika iblis itu datang kembali?"


Apa yang dijadikan alasan oleh Ahmad,semua itu tidak salah.Mau tidak mau Soraya harus membiasakan diri dengan tatapan pria itu.


"Kamu asal dari mana?"Untuk mencair kan suasana,Soraya berinisiatif untuk mengajak Ahmad mengobrol.


"Dari Krian"


"Jawa timur ??"


Ahmad membenarkan.


"Jauh sekali... Sekolah keperawatan dimana?"


"Di Jombang.. sambil lalu mondok,lulus langsung ambil praktek disini"


Soraya mengangguk mengerti.


"Orang tua mu?"sambung Soraya.


"Di kampung Nona"


"Berapa bersaudara ??"


"Tiga,saya tengah-tengah"


"Semua sudah berkeluarga ??"


"Hanya tinggal saya yang belum "


"Jadi kamu dilangkahi sama adikmu?"


"Biasa Nona,Adik saya Perempuan.Jadi cepat menikah"


Soraya manggut-manggut..


"Kamu udah punya pacar ??"


"Belum pernah sama sekali Nona"


"Sedari saya sekolah dasar sudah masuk pesantren.Jadi hubungan dengan seorang wanita terbatas kecuali dengan adik saya Nona.Dan...Nona adalah gadis pertama yang saya lihat sangat luar biasa cantik.Maaf jika saya lancang "


Soraya diam memperhatikan Ahmad yang menundukkan wajahnya.


"Jadi karena itu kamu sering menatap ku dengan begitu mendalam ?"


Ahmad membenarkan dengan anggukan kecil.


"Terimakasih ya Ahmad..karena kamu menjaga Bapak dengan baik"


"Itu sudah menjadi tugas saya Nona"


*


*


Poppy meniup telapak tangannya yang kehitaman,ia merasa panasnya tak kunjung hilang.Sampai ia meminta Ibunya untuk mengambil air es untuk mendinginkan tangannya.


Akan tetapi,justru semakin panas saat tangan nya direndam ke dalam baskom yang berisi es batu.


"Kurang 4jar!!Kau sengaja manasin es batunya hah??"bentak Poppy,Ibunya menggeleng ketakutan.


"Terus kenapa ini Air panas banget??!!"Poppy semakin berang melihat wanita yang telah melahirkannya tak berkutik.Ia Mengangkat baskom lalu menyiramkan ke tubuh sang Ibu.Ibu Poppy terbelalak kedinginan,tapi ia tak mampu melawan.Justru tubuhnya bersujud di lantai memohon pengampunan.


"Cih...kerja begini saja tidak becus"


Poppy menyepak tangan sang Ibu yang menyatu untuk sebuah ampunan.Ia melangkah keluar, berlari kecil menuju gudang.Ia harus bertemu Betarakala.


Setibanya di ruang bawah tanah, Poppy menyalakan obor.Sekaligus membakar dupa.Dengan sedikit bacaan mantra, membuat sebuah panggilan pada sang Genderuwo.


Suara derungan terdengar, Poppy memperhatikan patung besar Sang Betarakala yang berdiri kokoh.


Sosok hitam berbulu yang biasa menjamah tubuhnya keluar.


Langkah kaki sang Betarakala menggetarkan tanah yang dipijaknya.Ia menatap tajam wajah gadis kecil yang menunggu kedatangannya.


"Ada apa kamu memanggil ku??"Betarakala bertanya,namun Poppy justru mengulurkan tangannya.Menunjukkan bekas hitam di tangan.


"Kau lihat ini??"


"Siapa yang melakukannya ??"


"Aku tidak perduli dengan orang itu, yang aku kesalkan kenapa kamu tidak mau membantu ku??Aku sudah mengabdi padamu sejak aku kecil,aku sudah serahkan seluruh hidupku padamu.Tapi apa yang ku dapat ??Kau justru tidak perduli dan tidak mau menolong ku"


"Kau membiarkan aku menghadapi musuh ku seorang diri "Sambung Poppy kesal.


"Gadis itu tidak akan mampu melakukan hal itu, karena dia benar-benar kehilangan kekuatan nya saat gerhana matahari.Jika kau ingin membunuh nya,itu pasti tidak akan sulit"Bantah Betarakala.


"Iya itu benar,,,tapi orang-orang yang melindunginya,sanggup mengorbankan hidupnya untuk gadis itu sangatlah banyak..Ini adalah perbuatan mereka"Poppy geram bila mengingat kejadian tadi.Dia menyesal telah meremehkan Ahmad.


"Kau keluar lah dulu dari tubuh adikmu, pulihkan kekuatan mu.Nanti kita bisa cari waktu yang tepat untuk membalasnya"


Poppy terdiam, ia mempertimbangkan usulan dari Betarakala.


"Baiklah...Aku akan ikuti apa perka..aan mu.Tapi ingat!!Jika nanti kita sudah punya kesempatan mengalah kan Soraya.Kau harus membantu ku!!Kalau tidak ??akan ku bakar tempat tinggal mu"Poppy mengeluarkan ancaman.


"Iya...aku janji!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Usai sholat Maghrib, Idris belum juga siuman.Sedangkan Soraya sudah mulai membaik.Ia pergi mendatangi ruang belajarnya, duduk di tepi tilam lantai yang biasa ia gunakan untuk rebahan sambil membaca.


"Apakah lukanya cukup serius Mang?"Tanya Soraya.


"Saya tidak tahu lebih detailnya Non,tapi tadi saya lihat dia sempat menyemburkan darah dari mulutnya"Sukri menjawab seperti apa yang ia ketahui.


"Ya sudah,Mang... tolong tinggal kan kami berdua.Dan kunci pintu nya"


"Mengunci pintu ??Non mau ngapain ??"wajah Sukri merona merah.


"Mang..jangan aneh-aneh deh,masak aku mau macem-macemin dia..ih..."


"Heeee"Sukri tersengeh..


"Sudah sana Mang"Soraya ingin segera Sukri keluar dari ruang belajarnya.


"I-i-iya Non"Sukri pun berbalik keluar dan mengunci pintu seperti apa yang diperintahkan.


Soraya beringsut mendekati Idris.Ia duduk bersila dan memfokuskan diri untuk menyerap kekuatan bola inti kehidupan yang ada dalam dirinya.


Cahaya putih menyilaukan keluar dari dalam tubuh Soraya.Kehadiran cahaya itu disambut oleh Cahaya merah kehitaman dari Jimat kecubung.Dua cahaya itu menyatu membungkus tubuh dua insan ini.