
Krist mengemudikan mobil ini dengan cepat, disebelahnya Anna sedang sibuk dengan riasannya sendiri.
"Kubunuh kamu sampai riasan ini berantakan" ucapnya kejam.
"Kamu lupa hanya aku yg bisa membunuh kamu?" tantang Krist membuat Anna menoleh dengan riang, mata berbinar mengundang tanda tanya dari Krist.
"Kenapa?"
"Kamu sudah menyukai aku?" tanya wanita cantik itu.
"Selesaikan riasanmu sana" ucap Krist acuh, Anna tersenyum "Aku suka laki-laki seperti kamu"
"Krist... "
"Krist... "
"Krist.... "
"Apa? Jangan mengganggu aku sedang fokus menyetir" ucap Krist tegas.
"Mau coba **** dengan aku?" tanya Anna
Mobilnya direm mendadak oleh Krist, lelaki tampan itu menatap horor wanita disampingnya itu yg berbicara tanpa dipikir-pikir terlebih dahulu.
"Kenapa? kamu tidak suka ****? atau jangan jangan kamu gay?" tanya Anna sambil berakting "Astaga kenapa aku harus berjodoh dengan laki-laki seperti kamu" ujarnya heboh.
"Diam atau kuturunkan disini juga kamu" kata Krist mengancam Anna.
"Iya iya dasar tidak bisa diajak bercanda" kesal Anna.
Keduanya akan berkencan hari ini sesuai ajakan Anna, Krist hanya bisa mengikuti keinginan perempuan yg mengaku sebagai calon istrinya itu.
Mau ditolak berapa kalipun juga Anna adalah takdir benang merahnya, mereka saling terikat. Takdir benang merah ya pikir Krist.
"Anna" panggil Krist.
"Kenapa?"
"Takdirku hanya untukmu?" tanya Krist
"Takdir benang merah kita, maksudku jika aku membunuhmu apakah aku akan sendirian seumur hidupku?" tanya Krist "Tali yg terikat dijariku hanya satu dan itu terikat denganmu" lanjutnya pelan.
"Krist, benang merah yg mengikat kita bukan sekedar tanda bahwa kita ditakdirkan bersama, tapi pertanda kematian untukku" kata Anna sambil menghela nafas
"Kalau begitu aku tak akan membunuhmu" ucap Krist tiba-tiba
"Hei kamu itu sudah ditakdirkan untuk membunuhku, jangan banyak tingkah" protes Anna
"Aku tidak mau sendirian seumur hidupku" kata Krist.
Anna terkejut dengan perkataan lelaki tampan disampingnya itu, wanita cantik itu tersenyum.
"Jadi... " katanya menggantung "Apakah kamu sudah menyukaiku sekarang?" sambil terkekeh.
"Tidak, siapa yg akan menyukai wanita aneh sepertimu" jawab Krist "Dan juga jangan perlakukan aku seperti anak kecil"
"Aku sudah hidup hampir seribu tahun kalau mau tahu, bahkan saat perang dunia kedua aku ada disana sambil menonton mereka" katanya sombong.
"Kalau sudah berumur jangan banyak mau, apalagi ingin menikah dengan lelaki muda sepertiku" jawab Krist sombong.
"Kamu ingin menikah denganku?"
"I-aahhhh apa mana sudi aku menikah denganmu" tolak Krist, wajahnya menahan malu entah kenapa "Sudah sana belikan aku minuman dulu"
Mobilnya berhenti, Krist meminta Anna untuk membelikannya minuman. Awalnya Anna menolak karena hei kamu lelaki kenapa tidak gentle sama sekali. Tapi kembali lagi, berhubung Anna yg meminta kencan hari ini ia lah yg harus membelikan minuman. Deal, Krist sangat senang memperbudak makhluk super itu.
Mereka bertemu belum lama, belum sebulan, setahun apalagi dalam waktu yg lama. Pertemuan mereka singkat serta meninggalkan kesan yg unik.
Anna itu cantik, dia ramah walaupun cerewet. Sejujurnya ia nyaman dengan keberadaan wanita pengganggu yg meminta ia untuk membunuhnya itu. Krist suka, suka dengan suasananya. Bukan, ia tak akan pernah menyukai Anna. Siapa yg akan menyukai wanita aneh itu, tak akan pernah.
Anna masuk kedalam mobil, setelah memberikan minuman kepada Krist mereka melanjutkan perjalanan.
"Kamu sakit?" tanya Krist.
Sejak masuk Anna menjadi pendiam, Krist jadi tidak enak hati untuk minum minuman yg dibeli itu. Anna hanya menggelengkan kepalanya pelan.
Kenapa ia menjadi pendiam seperti ini....