
"Pokoknya pernikahan ini tidak sah!!"Tegas Seruni lantang.
Wajah Idris langsung berbinar,ia melangkah cepat menghampiri nenek saudara nya itu.
"Nenek..."Idris memeluk Seruni seperti anak kecil "Tolong aku Nek..."rengeknya sambil menangis.
"Eh...kenapa Idris menangis ?? Apakah pernikahan ini adalah paksaan ??"
"Sepertinya begitu Ma"Luna menimpali, ia salah satu orang yang tidak bisa terima Idris menikah dengan wanita lain.
"Jelaskan Ilyas!!"Pekik Seruni murka.
Ilyas jadi kalang kabut,ia menggaruk kepalanya sendiri.Rasanya otaknya mau pecah saja menghadapi masalah demi masalah.
*
Di lain tempat,Soraya berbaring di tempat tidur.Namun ia sangat tidak tenang memikirkan suaminya yang jauh disana.
Pak Luyo meminta agar membiarkan Soraya sendiri,sebab pria tua itu Mencium aroma khas anjing besar yang sedari Aya' kecil mengelilingi rumah nya.
Dan benar saja, Beberapa Serigala besar mendatangi kamar Soraya.Mereka mengelilingi Soraya dengan berhimpitan memenuhi ruangan.
"Ada apa ??kenapa kalian datang ?"Tanya Soraya dengan suara lirih.Ia merasakan seluruh tubuhnya lemas.
"Kau sudah berada di tahap pendewasaan,dan kau sudah melakukan perkawinan.Sekarang dalam rahimmu ada proses pembuahan,karena itu kamu melemah"Serigala dengan ukuran paling besar dan berada di garda terdepan menjawab.
"Apa??aku kan baru sekali melakukannya ?masak langsung bisa hamil ??"Soraya tak bisa percaya dengan mudah.
Serigala besar yang merupakan pimpinan dari kelompoknya itu tersenyum.
"Mulai sekarang kami akan menjaga mu"Ujarnya.
*
Betarakala terkekeh melihat Soraya dari cermin sakti miliknya,Jiwa Pyta yang sudah bersekongkol dengan Iblis tersenyum kecut.
"Kau lihat, sekarang kita punya kesempatan besar untuk membunuh wanita itu"Ujar Betarakala.
"Tapi dia dijaga oleh kawanannya"Tanggap Pyta.
"Itu bukan lah hal yang perlu kita takutkan,mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan wanita itu jika sudah pulih.Lagi pula, Idris sudah tidak memiliki Kecubung"
Pyta menganggukkan kepalanya.
"Kapan kita akan membunuhnya ?"Pyta sudah tidak sabar untuk menuntaskan dendam nya.
"Hemmmmm jangan sekarang,kita tunggu saat dia melahirkan.Aku sudah lama tidak menyantap anak manusia"
Pyta tersenyum mistis,ia akan menunggu waktu yang terbaik untuk membunuh Soraya.
*
*
Seruni diam menyimak penjelasan Ilyas tentang pernikahan yang dilakukan antara Idris dan Halimah.
Seluruh keluarga berkumpul di ruang keluarga untuk pembahasan ini.Ilyas juga mengucapkan beribu-ribu kali maaf atas kesalahannya karena tidak memberi tahu kepada Seruni.
"Apapun alasannya,aku tidak bisa terima cucuku disuruh nikah sembarangan seperti itu.Meskipun itu adalah bertujuan untuk kebaikan banyak orang.Apalagi Idris merasa dipaksa"tanggap Seruni.
"Tapi ini hanya untuk status saja"timpal Zubair.
"Kau pikir pernikahan ini adalah permainan kartu Remi,Hah!!"Hardik Seruni lantang,Ilyas memberi kode agar Zubair diam saja.
"Nenek..."Idris duduk bersimpuh di lantai,ia menghiba memasang wajah melas"Idris juga nggak mau kalau disuruh pergi ke Brunei,Idris mau menetap disini "
"Apa??siapa yang menyuruhmu pergi ke Brunei ??kamu orang Indonesia,mau apa ke Brunei ??"pekik Seruni.
Idris mengangguk, wajahnya manyun agar tampak menggemaskan.Ia juga merebahkan kepalanya ke pangkuan Seruni.
"Aunty... tolong lah, tolong pahami keadaan negeri Brunei sekarang"Ilyas memohon pengertian Tantenya.
SERUNI mendengus kesal,ia masih menyimpan amarah dihati nya.
"Ma... Kasihan Idris"Bisik Luna,Seruni mengalihkan perhatiannya ke wajah cucunya yang tampan itu.Ia membelai lembut wajah Idris di pangkuannya.
"Yas!!Kau tahu ?Aku sangat menyayangi mu, apapun keinginan mu dari dulu tidak pernah aku tentang.Termasuk menikahi Nicta.Karena aku tahu,kau bahagia dengan pilihan mu.Tapi kenapa sekarang kau justru bertindak sebaliknya terhadap putramu??"
Ilyas menundukkan wajahnya mendengar ucapan Seruni yang berhasil menusuk hatinya.
"Tidakkah ada jalan lain selain mengorbankan kebahagiaan Idris ??Dulu...kamu tidak mau bukan duduk di Singgasana ??Kau pasti lebih tahu apa alasan mu,tapi kenapa... justru sekarang kau akan menempatkan putramu sendiri disana"
"Aunty..."
"Jangan potong ucapan ku!!"bentak Seruni, Ilyas langsung bungkam.
Seruni merangkul Idris agar anak itu bangkit dan duduk di sisinya.
"Nak...jangan takut ya,Nenek akan melakukan apapun untuk mu"Ucap Seruni membingkai wajah Idris dengan lembut,Idris mengangguk patuh.
Seruni bangkit dari duduknya,lalu ia pergi tanpa pamit.Idris pun mengikuti dari belakang.Karena untuk saat ini ia aman jika bersama dengan Seruni.Meskipun Luna ada bersamanya.
"Bagaimana ini Ilyas??Kenapa semua jadi kacau karena wanita itu ??"Tegur Zubair.
"Dia adalah tanteku, pengganti kedua orang tua ku..Aku tidak bisa membantah nya"Jawab Ilyas lemas.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan ini?? Halimah sudah sah sebagai istri Idris"sambung Zubair,ia sedikit khawatir.Karena secara jelas Ilyas terlihat patuh dan tunduk kepada Wanita yang baru saja datang langsung marah-marah.
"Kita jalani semua pelan-pelan saja,jangan langsung memaksakan kehendak diri sendiri.Apalagi kamu sendiri yang mengatakan bahwa pernikahan ini hanya untuk status saja"
Zubair tercekat,ia seperti diserang balik oleh ucapannya sendiri.Padahal ia mengatakan begitu hanya untuk bisa mengikat Idris dengan pernikahan.
"Kalau kalian ingin kembali ke Brunei, silahkan dulu.. Yang penting kubu lawan tahu jika Idris sudah menikahi putri Halimah"Sambung Nicta yang sejak awal hanya jadi penonton saja.
Zubair dan Zulaikha saling beradu pandang, akhirnya Zulaikha mengangguk setuju.
"Baiklah...kami akan kembali ke Brunei terlebih dahulu,semua urusan tentang putri dan menantu ku,aku serahkan padamu Ilyas "
Zubair mengangguk memberi kode kepada Halimah yang menatapnya.
"Baiklah "Jawab Ilyas.
*
"Nek... Idris boleh keluar sebentar "
Seruni menahan pintu mobil yang baru saja dibukanya,ia menoleh ke belakang dimana Idris duduk disana.
"Kau mau kemana Ris??"Luna lebih dulu bertanya.
"Aku ada urusan Lun... penting sekali"
Luna dan Ibunya saling berpandangan satu sama lain.
"Pergilah nak,bawalah mobil ku"Ujar Seruni.
Idris mengembangkan senyum lebar,ia gegas keluar dan mengganti posisi Neneknya.
"Aku ikut ya Ris"Pinta Luna.
"Ini urusan pribadi ku Lun,Maaf aku tidak bisa membawamu"Jawab Idris membuat Luna merengut kecewa.
"Lun... masuklah"Seru Seruni yang sudah menginjakkan kaki di teras.Dengan terpaksa Luna keluar dari dalam mobil dan membiarkan Idris pergi.
Idris mengarahkan mobilnya menuju rumah Soraya.Saat ia tiba, kedatangannya di sambut oleh Kartika.Wanita itu mengatakan jika Soraya ada di kamar.Idris bergegas masuk ke kamar istrinya itu.
"Sayang..."
Soraya menoleh, tubuhnya langsung diterjang oleh Idris.Pria itu memeluk Soraya dengan erat.
"Kamu nggak apa-apa kan?"Sedari tadi, itulah yang membebani pikiran nya.
"Nggak sayang aku nggak apa-apa ?"Idris merenggangkan pelukannya.Ia heran begitu melihat begitu banyaknya serigala di luar kamar istrinya.
"Kenapa mereka berkumpul disini ??"
Soraya menggeleng lemah,ia tidak ingin mengatakan jika dirinya dalam proses pembuahan.
"Apakah kamu akan menginap disini ??"Soraya bertanya guna mengalihkan perhatian suaminya.
"Aku ingin sayang...tapi??"Idris merasa sedih karena ia tidak mungkin tidur bersama Soraya malam ini.Jika dia tidak pulang, Neneknya pasti akan murka.
"Ya sudah tidak apa-apa jika memang tidak bisa"Soraya tersenyum tipis menenangkan hati Idris.
"Benarkah tidak apa-apa sayang?"
Soraya mengangguk yakin.
"Besok kita ketemu di sekolah ya..sekalian meluruskan berita miring terhadap mu"
Soraya mengiyakan.
Idris membaringkan tubuhnya di sebelah Soraya,lalu ia menjadikan dadanya sebagai bantal untuk Soraya berbaring.
"Akhirnya...kita sudah halal sayang "Idris mengecup kening istrinya dengan Begitu mendalam.
Soraya tersenyum tipis,namun entah kenapa hatinya gelisah.Seperti ada sesuatu yang tidak beres.