
Pangeran As'ad melayangkan tinjunya berkali-kali ke dasar kasur.Ia marah,ia kesal karena tidak bisa mengambil sikap tegas saat masa depannya diatur-atur oleh kedua orang tuanya.
Ia meruntuk diri sendiri atas kelemahannya.Padahal jiwanya memberontak tidak ingin menikahi gadis yang sama sekali tidak ia cintai.
AAAKHHH
Ia menjerit meluapkan segala amarah nya.Rasanya hidup nya sangat tidak berguna.Apa yang akan ia katakan nanti kepada Cahaya ?? sedangkan gadis itu saat ini tengah menunggu nya.
Karna masuk menghampiri junjungan nya,ia menghaturkan sembah terlebih dahulu.
"Pangeran..."
"Mau apa kau datang ??Apa kau akan semakin memperburuk keadaan ku?"ucap Pangeran As'ad sinis.
"Ampuni hamba pangeran, hamba datang karena hamba tahu Pangeran pasti sedang tidak baik-baik saja "
"Jangan bertele-tele "Pangeran As'ad memotong kalimat sang pelayan.
"Pangeran, hamba mempunyai ide.."
"Katakan!!"
"Akan lebih baik Pangeran menerima pernikahan ini ,,karena anda akan dinobatkan sebagai putra mahkota"
Pangeran As'ad melirik tajam sang pelayan.
"Apakah ini solusi mu??"
"Hamba belum selesai bicara Pangeran"Karna membungkukkan badannya.Pangeran As'ad diam...
"Lanjutkan!!"Titahnya kemudian.
"Jika Pangeran sudah dinobatkan sebagai putra mahkota, pangeran memiliki sebuah kekuasaan yang besar.Pangeran bisa langsung pergi ke Indonesia dan menikahi cucu dari Muhammad Ilyas"
Pangeran As'ad tercengang...
"Bukankah tidak masalah seorang putra mahkota ataupun sultan memiliki istri lebih dari pada satu?"
Pangeran As'ad diam-diam membenarkan.
"Ini langkah yang aman untuk pangeran, kekuasaan anda genggam, kekasih pun anda dapatkan "
Pangeran As'ad menarik nafas panjang.Tapi itu juga ide yang sangat membahayakan.Bagaimana jika Putri Delia tidak bersedia di madu??bukankah itu berarti sama saja ia mati langkah.
"Pangeran pikirkan terlebih dahulu, pertimbangkan secara matang...agar Pangeran tidak menyesal"sambung Karna.Pangeran As'ad diam tak menjawab.
*
Esok paginya, Putri Delia mengunjungi Pangeran As'ad . Wajahnya yang cantik rupawan terhiasi senyuman manis.Rambutnya terurai bergelombang, tubuhnya wangi semerbak.
Siapa pun yang dilewatinya akan terpesona melihat keranuman wajahnya.Tapi sayang,Pangeran As'ad sedikit pun tidak meliriknya.
"Pangeran...Aku bawakan sarapan pagi kesukaan mu"Tukas Putri Delia penuh semangat.Ia membuka bakul makanan nya lalu menyajikan nya di atas meja.
Siap!! Putri Delia menghampiri Pangeran As'ad lalu menarik lengan nya tanpa sungkan.Sontak Pangeran As'ad kaget,ia tak sempat mengelak tubuhnya sudah diseret paksa mendekati meja.
"Hari ini kita sarapan di kamar mu saja Pangeran"Putri Delia mendudukkan Pangeran As'ad ke kursi,dan dirinya pun duduk di sisi kanannya.
Putri Delia menyiapkan piring lalu meletakkan makanan di atasnya.Ia juga menyuguhkan sendok beserta garpu nya ke hadapan sang Pangeran.
"Apa yang kau lakukan ?"tanya Pangeran As'ad.
"Belajar menyiapkan makanan untuk suami ku tercinta "jawab Putri Delia riang.
"Jangan berlebihan Delia,enyahlah dari kamar ku"
Senyuman yang terukir,serta merta langsung hilang.Wajah putri Delia berubah serius.
"Kau pikir aku mau mengemis cinta dari mu??"
Pangeran As'ad mengerutkan keningnya.
"Diluar sana banyak pria yang lebih baik dari mu yang siap menikahi ku...tapi,,, yang aku lakukan semua untuk orang tua ku.Mereka tidak bisa menolak saat Sultan Abdul Jailani meminta untuk menikah kan kita berdua"
"Kau terima saja pernikahan ini, seperti apa yang aku lakukan.Nanti...kau bisa melakukan apapun yang kamu mau,aku tidak akan menghalangi"
"Kenapa pemikiran nya sama dengan Karna?"gumam Pangeran As'ad dalam hati.
"Jika Pangeran menolak,semua keinginan pangeran takkan pernah tercapai.Termasuk menikahi gadis itu,dan ...aku pun tidak bisa merajut cinta dengan orang yang aku cintai "Putri Delia membuang pandangannya jauh keluar jendela.
"Iya Pangeran,,, kekasih yang tak direstui"
Pangeran As'ad terdiam,ia berpikir apakah itu benar ???
"Kau janji tidak akan menyusahkan keinginan ku nanti?"Pangeran As'ad masih ingin kepastian.
"Pangeran juga harus menjanjikan hal yang sama padaku?"balas Putri Delia.
"Akan ku lindungi apapun keinginan mu"Pangeran As'ad mengkuotakan janji.Putri Delia tersenyum tipis.Akhirnya Pangeran As'ad bersedia menikah dengan nya.
*
*
Dilain tempat,Pangeran Arif tersenyum tipis sambil menutup matanya.
"As'ad As'ad...kau terlalu Na'if..Kau pikir semua akan berjalan sesuai keinginan mu??HAHAHAHAHAHAHAHAHAH"Pangeran Arif tertawa lepas,ia senang..ia bahagia.. akhirnya Bujuk rayu yang ia rencanakan untuk menjebak adiknya berhasil.
Pelayan nya senyam-senyum melihat junjungan nya bahagia.Itu pertanda, semua akan berjalan baik-baik saja.
"Bagaimana ??apa gadis itu sudah keluar kamar ??"tiba-tiba sebuah pertanyaan mengagetkan si pelayan.
"Be-belum pernah sama sekali Pangeran...Hanya adiknya yang senantiasa mengunjungi ke kamar nya"
"Hemmm...lalu..apa surat-surat nya sudah lengkap ??"
"Sudah Pangeran,jika tidak ada aral melintang,,,besok Visa sudah siap,lusa kita berangkat "
"Bagus.... sesuai rencana,kita akan tiba di Brunei tepat di hari pernikahan Pangeran As'ad .Dia pasti akan sangat terkejut dengan kado yang aku bawa untuk nya Hahahahahahaha"
"Selamat Pangeran... selamat atas keberhasilan anda"
Pangeran Arif manggut-manggut...Seringainya sangat mengerikan.Seperti seekor harimau yang berhasil menjebak mangsanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari keberangkatan ke Brunei Darussalam sudah tiba.Tak ada apapun yang dibawa oleh Cahaya selain buntalan kainnya.
Fajar merasa sangat malu melihat hal itu,ia gegas memasukkan buntalan kain itu ke dalam koper nya.
"Seharusnya Kakak pakai koper Papa atau Mama"ujar Fajar .Cahaya hanya diam.
Kedua orang tua Cahaya mengantarkan kepergian anak-anaknya sampai ke Bandara.Mereka terus memperingatkan Fajar agar menjaga Kakaknya yang pasti belum pernah naik pesawat sama sekali.
"Fajar ...jaga Kakakmu"
"Iya Ma..."
"Kalau urusan disana sudah selesai segera pulang"sambung Idris,Fajar mengiyakan.
"Papa meletakkan sesuatu di dalam kopermu,gunakan itu disaat waktu yang mendesak "
Fajar mengangguk yakin.Soraya memeluk putrinya,ia rasa tak rela melepas kepergian Cahaya .Karena setahu dia,anaknya memang jarang keluar rumah.
"Ikuti instruksi adikmu ya Nak"pesan Soraya.Cahaya mengiyakan...
"Fajar ...ini ATM no limit..ini kamu bisa melakukan nya dimana pun"Idris menyodorkan kartu kredit miliknya.
"Terimakasih Pa.."
"Bisa kita berangkat sekarang Tuan??"Ujar si pelayan Pangeran Arif menyela.
Idris mengiyakan,mereka pun berpisah di pintu masuk imigrasi.
Cahaya melambaikan tangannya,Fajar pun sama.Setelah itu mereka masuk melalui petugas imigrasi lalu masuk ke ruang tunggu.Karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas.
Cahaya memperhatikan ke sekeliling yang dipenuhi oleh orang-orang yang akan menaiki pesawat yang sama dengan dirinya.
Ia gusar, tangan nya berkeringat dingin.Ia memegang lengan adiknya.Fajar menoleh, ia heran menemukan Cahaya gemetaran.
"Kak...Kakak kenapa ??"
"Aku...aku tidak mau..aku tidak mau pergi"
Fajar tercengang,