
Dua bola mata yang dingin perlahan berubah binar.
"Kau mau membawa ku ke tempat Pangeran As'ad ??"
Pangeran Arif mengiyakan disertai senyuman.
"Apakah ini perintah nya??"Cahaya masih ingin memastikan.Tak ada pilihan lain, untuk mencapai tujuan nya Pangeran Arif terpaksa mengiyakan.
"Aku mau,aku mau ikut..ayo kita berangkat sekarang"Cahaya sangat bersemangat sekali.
"Tidak !!"
Sebuah seruan memutar Kepala Cahaya .Fajar cepat menghampiri.
"Kakak tidak boleh pergi"
"Kenapa ??"Cahaya seolah tidak terima dengan penolakan Fajar .
"Kakak harus pergi dengan ku,tanpa aku Kakak tidak boleh kemana-mana"
"Ya udah,ayo cepat siap-siap "gertak Cahaya .
"Tapi Kak"
"Apalagi?"
"Kakak butuh dokumen untuk pergi keluar negeri,jadi kita urus itu dulu"
"Dokumen apaan sih?"Cahaya berpikir itu hanya akan memperlambat proses pertemuan dia dengan sang kekasih.
"Ya Dokumen tentang jati diri Kakak,kartu nama, paspor dan sebagainya "
"Ya udah cepetan urusin,nanti malam kita berangkat "
"Ya nggak gitu juga kali Kak"
"Kamu kok banyak alasan sih,mau ikut apa nggak ?"Cahaya mulai emosi.
"Kalau Fajar sih tinggal cap cus aja Kak,Kakak sendiri yang masih belum punya paspor.Dan proses nya juga agak lama, seminggu an paling dah"
"Kok lama sekali sih?"protes Cahaya .
"Ya emang gitu"
Pangeran Arif senyam-senyum sendiri, ternyata gadis cantik ini sangat Bo-doh.Kalau bukan cucu Muhammad Ilyas,ogah rasanya Pangeran Arif mengincar nya.
*
"Pangeran..."sang pelayan tak kuasa menahan rasa penasarannya.Ia memberanikan diri untuk bertanya.
"Hem"Pangeran Arif hanya berdengung memunggungi pelayan nya.
"Apa sebenarnya rencana Pangeran?bisa sampai di kediaman sultan Muhammad Ilyas ? Dengan keberangkatan yang dirahasiakan,pasti sesuatu yang besar telah pangeran rencanakan "
Pangeran Arif tersenyum tipis..Ia memutar tubuhnya lalu melangkah ke tempat duduk lapang yang menyatu dengan tempat tidur.
"Saat ini pasti perasaan As'ad sedang gundah gulana"
Si pelayan menautkan kedua alisnya, ia tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh junjungan nya.
"Putri Delia akan dinikahkan dengan nya"
Si pelayan terkesiap kaget.Apa itu mungkin ???
"Dan akan ku bawa gadis itu ke depan altar pernikahan As'ad "
Si pelayan semakin bingung,tapi ia tidak berani menyela.
"Disana juga aku akan menjadi kan cucu Muhammad Ilyas sebagai ratu ku"
Si pelayan geleng-geleng kepala.
"Kau pasti bingung, kenapa justru aku ingin menikahi gadis Bo-doh itu bukan??"
Si pelayan mengiyakan.
Si pelayan membuka matanya lebar-lebar,Hal ini ia baru tahu sekarang.
"Itu tandanya jika Muhammad Ilyas menggugat setiap keputusan ayahku, maka apapun yang Ayahandaku inginkan tidak akan pernah terjadi"
Si pelayan manggut-manggut,kini ia mengerti.
"Dan kamu pasti tahu, apa yang akan terjadi jika aku menikahi cucu dari Muhammad Ilyas. Itu tandanya kekuasaanku lebih besar daripada kekuasaan Ayahandaku ,kesultananku akan lebih diakui daripada Kesultanan Ayahandaku. Ratu sangat bo-doh ,dia hanya menilai persengketaan dari ayahandaku dengan keluarga Muhammad Ilyas .Dia hanya berpikir jika As'ad menikah dengan cucu Muhammad Ilyas, maka dia akan ditepikan dan tidak akan pernah dianggap sebagai Sultan. Ratu hanya berambisi tapi dia tidak pintar ,kalau dia tahu sejarahnya Kesultanan Brunei dia akan mengizinkan As'ad menikahi gadis itu"
Si pelayan tersenyum lebar.
"Sekarang kau paham??"
"Iya Pangeran,,,"
"Aku akan membawa serta stempel emas itu,agar semua nya lebih mudah ku lakukan"
Si pelayan mengangguk setuju.Pangeran Arif merenggangkan kedua tangannya,ia menghirup udara sebanyak mungkin lalu menghembuskannya cepat.Rasanya tak sabar semua nya berjalan seperti yang dia inginkan.Apalagi setelah mengetahui jika Cahaya sangat Bo-doh.Maka semua akan lebih mudah baginya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pangeran As'ad di panggil oleh Paduka Sultan Abdul Jailani untuk makan malam bersama di kediaman nya.Sebagai tanda bakti nya,Pangeran As'ad menyanggupi.Ia tidak tahu jika sesuatu yang beda akan terjadi dalam hidup nya.
Saat Pangeran As'ad memasuki aula tempat makan, rupanya disana juga ada beberapa orang menteri dan termasuk juga Ayah dan Ibu Putri Delia.
Sang Ibunda Ratu tersenyum melihat putranya,ia meminta Pangeran As'ad untuk duduk di sisinya.
"Mari As'ad makanlah...kami semua sudah menunggu mu"ujar Sultan Abdul Jailani .
"Terimakasih Ayahanda Sultan "
Pangeran As'ad membalikkan piring yang masih menelungkup,semua pun melakukan hal yang sama.Mereka menyendok nasi dan beberapa hidangan lainnya secara bersamaan.
"As'ad...aku dengar akhir-akhir ini kau jarang sekali makan"tanya Sultan Abdul Jailani .
"Ampuni hamba Ayahanda, hamba tengah berpuasa "Pangeran As'ad memberikan alasan.
"Oh begitu rupanya... As'ad...Ayahanda sangat ingin melihatmu bahagia Nak"
Pangeran As'ad menghentikan suapannya.
"Ayahanda perhatikan kamu sangat dekat dengan Putri Delia dalam beberapa tahun terakhir ini,jadi karena usia mu sudah lebih dari 25 tahun.Ayahanda ingin kamu segera menikahi Putri Delia "
Pangeran As'ad memperhatikan ke sekeliling, semua mata tertuju kepada dirinya.Tidak mungkin Pangeran As'ad langsung menolak,tapi ia juga tidak ingin menikahi gadis itu.
"Ampuni hamba Ayahanda Sultan, hamba masih merasa belum cukup dewasa untuk menghadapi mahligai pernikahan"Pangeran As'ad berucap dengan sangat hati-hati.
"Lalu?? berapa tahun lagi waktu yang kau butuhkan As'ad ?"
Pangeran As'ad tidak menjawab,ia menundukkan wajahnya.
"Tidak baik kau terlalu lama dengan anak gadis orang tanpa hubungan yang sah.Kau adalah seorang pangeran yang wajib menjadi panutan bagi rakyat mu"
Pangeran As'ad semakin terpojok.
"Ayahanda sudah putuskan, Minggu depan kalian akan menikah "
Pangeran As'ad tersentak kaget, wajahnya mendongak seketika itu juga.
"Ayahanda..."
"Dan disaat hari pernikahan mu itu,kau akan Ayahanda nobatkan sebagai Putra mahkota yang akan menggantikan kedudukan ku"
Pangeran As'ad tanpa terasa menggeleng kan kepalanya.Namun tangan sang Ibu menyentuh punggung tangan nya.Membuat ia tidak bisa berbuat banyak.
Sang Ratu tersenyum simpul, akhirnya tujuan nya sudah di depan mata.Meskipun sebelum nya ia hanya seorang selir,tapi setelah Ibunda Pangeran Arif meninggal.Dialah yang diangkat menjadi Ratu karena cinta kasih Sultan Abdul Jailani kepada nya yang begitu besar.
Dan Kini, putranya akan menjadi seorang Sultan.Ratu sangat bahagia sampai ia menitikkan air mata.
Tidak akan ada orang lagi yang akan memandang dirinya dengan sebelah mata karena dulu hanya seorang selir.
(Pangeran Arif ...Kau bukan hanya kehilangan Ibumu,tapi kau akan kehilangan kedudukan mu sebagai Sultan meskipun dirimu adalah putra tertua dari istri pertama.)