Blue Eyes

Blue Eyes
HANCUR 26



Luna mencengkram kuat kerah bajunya,sesak sekali sampai tidak bisa bernafas.Ia berbalik dan melangkah dengan kaki gemetar.


Sedangkan Idris hanyut dalam hangatnya ciuman.Ia semakin memeluk erat wanita yang diam dalam dekapannya.Soraya mencengkram lengan Idris yang melingkar di pinggang nya.Ia tak berdaya, getaran dalam tubuhnya membuat nya tak berdaya.


Perlahan Idris melepaskan ciuman nya tapi tidak dengan pelukannya.Keduanya saling bertatapan dalam jarak yang sangat dekat.Nafas Idris terdengar berat dan cepat.Soraya tertunduk,ia menelan saliva.Kerongkongannya terasa kering sekali.


Idris merasa kan hal yang tidak biasa, sepertinya boxernya kesempitan hingga menciptakan rasa sesak dibawah perutnya.Apalagi dalam keadaan tubuh mereka merapat tanpa celah, peluh menetes pelan.


"A-aku...pengen ...pipis"Suara Soraya terbata-bata,ia malu untuk mengatakannya.Tapi bagaimana ia melepaskan diri dari pelukan Idris?


"Hah???Oh...iya"Idris gelagapan,ia pun melepaskan lingkaran di pinggang Soraya .Gadis itu berbalik hendak pergi,tapi tiba-tiba Idris mencekal tangannya.Soraya menoleh dengan perasaan heran.


"A-aku minta maaf,a-aku ti-tidak bermaksud apa-apa.Aku...aku..menciummu karena...karena ada seorang perempuan yang ku hindari "


Telinga Soraya terasa panas mendengar nya, perasaan yang tadinya bergetar indah berubah menjadi rasa sakit yang tiada Tara.


PLAK..


Idris terkesiap saat tamparan keras mendarat di pipinya.


"Dasar Anj.. 🐕🐕🐕"


Soraya berlari pergi,tak terasa air matanya jatuh berderai.Keinginan untuk ke toilet langsung terlupakan.


"Kenapa dia menampar ku??Apa aku salah lagi ?? dasar perempuan..."Mata Idris menunduk memperhatikan celah diantara kedua pahanya.


"Kok kempes??jadi..kalau pipiku di tampar ,itu langsung kempes ya??Aneh"Idris bicara sendiri,ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"RIS..."


Mendengar namanya di panggil ia mendongak, rupanya saudara kembar Luna.


"Nih bocah malah disini.. ngapain ???di cariin tuh,acara potong kue akan segera dimulai"Lana datang menghampiri


"Ohh Ok..."Idris pun melangkah masuk ke dalam diikuti oleh Lana, pamannya.


"Ini dia yang ditunggu-tunggu... Muhammad Idris"Suara MC menyambut kedatangan Idris ke atas panggung kecil yang disediakan.Idris berdiri diantara Ibu dan Ayahnya.Disana juga ada Luna, Seruni, Steven,dan Lana.Sementara keluarga besar REYHAN beserta Putri Kirana tidak bisa hadir karena mereka pindah ke Jepang saat Putri Kirana yang sudah bertitel DRS,bertugas disana.


"Ayo kita mulai bernyanyi lagu selamat ulang tahun bersama-sama, sebagai doa untuk putra mahkota kesultanan Brunei....Muhammad Idris "


Suara tepuk tangan bergemuruh, karena lebih dari 500 orang yang hadir dalam pesta tersebut.Sang MC mengawali nyanyian yang biasa didendangkan saat acara ulang tahun.Diikuti oleh tepuk tangan kompak dari semua kalangan.Para tamu undangan yang berada di area halaman rumah pun ikut bertepuk tangan.Mereka bisa melihat wajah sang pewaris BRUNEI AIRLINE dari layar Lebar.


Saat Lana mengikuti irama tepuk tangan dan pandangan mengedar ke sekeliling.Tak sengaja ia melihat seorang gadis yang seperti tak asing.Wajah gadis itu acuh tak acuh,dia juga diam tidak mengikuti yang lain bertepuk tangan sambil bernyanyi lagu ulang tahun.


Lana mencoba mengingat siapa gadis itu? Fitri yang baru menyadari jika mata elang milik pria tampan tengah mengarah ke arahnya.Ia langsung pasang senyuman manis menggoda.Ia tidak tahu,jika Lana tengah memperhatikan Soraya.Bukan dirinya.


Acara tiup lilin sudah selesai, disusul oleh pemotongan kue.Idris memberikan potongan kue pertama kepada Ibunya,Lalu Ayahnya.Potongan ke tiga,Luna berharap itu untuk dirinya.Tapi ternyata Idris memberikannya kepada Seruni dan Steven.


"Tak disangka kau sudah berumur 15 tahun cucuku"Seruni membelai lembut pucuk kepala Idris,anak itu tersenyum dengan wajah tertunduk.


Acara dilanjutkan dengan makan bersama,semua bebas mau makan apa saja.Semua menu disamakan antara para pengusaha dan kaum fuqoro'.


Soraya memilih untuk menghindari keramaian,ia duduk sendiri di luar sudut halaman.Hanya segelas jus oranye yang sesekali ia sesap.


Mengingat kejadian yang baru saja ia alami, rasanya sangat memalukan.Ciuman yang untuk pertama kali bisa menggetarkan jiwanya, ternyata hanya dijadikan persembunyian oleh pria yang sangat dibencinya.Soraya menangis lagi,rasanya ia sudah tidak memiliki harga diri.


"Kayaknya mau hujan deh"


Soraya cepat bergerak mengusap air matanya,ia menoleh.Lana tersenyum mendekat.


"Gadis cantik dilarang menangis,nanti langit akan murka"


Soraya membuang muka.Ia jengah dengan gombalan yang tak bertempat.Lana duduk di kursi kosong tepat di hadapan Soraya.


"Apakah pesta ini membosankan ??"


Untuk kesekian kalinya perkataan Lana diabaikan.


Soraya tetap bungkam..


"Hemmmm"Lana menghela nafas panjang"Sepertinya tak ada apapun yang bisa menarik perhatian mu "


"Ada!"jawab Soraya pendek.


"What's ??"


"Membalas perbuatan pria bajin9an itu "Soraya melirik dengan ekor matanya ke dalam rumah.


"Siapa yang kamu maksud ??"tanya Lana kurang mengerti.


"Si anak sultan"


Lana tersenyum tipis, ternyata gadis ini ada masalah dengan Idris.


"Apa yang dia lakukan padamu??"


"Sesuatu yang melukai harga diri ku"


Lana menautkan kedua alisnya..


"Tapi... menurut penilaian ku,si Anak sultan adalah pria yang baik.Kenapa bisa dia melukai harga diri mu?"


Soraya menjeling tajam..


"Kau terlalu banyak tanya,aku benci pria yang kurang bertindak tapi bicaranya banyak "


Lana tersenyum tipis,baru kali ini ia bertemu dengan seorang gadis yang begitu angkuh terhadap dirinya.Dan itu adalah gadis yang dicalonkan oleh Ibunya.


"Hemm bagaimana kalau Mama tahu sifat gadis ini?Apa dia masih ingin menjodohkannya dengan ku??Tapi...dia cukup menarik.."Monolog Lana dalam hati.


*


"RIS..."Luna berusaha menyusul langkah kaki pria yang merupakan ponakan nya itu.Idris menoleh,dalam hati berdecih ketika melihat Luna menghampiri.Kali ini Idris tidak bisa mengelak lagi dari gadis itu.


"Kau mau kemana ??"


"Emm ke kamar.."


"Sebentar lagi pesta dansa loh...Kau mau kan berdansa dengan ku?"


"Ohhh aku tidak pandai berdansa "


"come on RIS..aku rasa itu bukan hal yang sulit "


Idris tersenyum sambil menggeleng..Luna terlihat kecewa.Apalagi kejadian tadi masih membekas dalam ingatan.


"Apa .. karena gadis tadi??"Luna tak bisa membendung rasa ingin tahunya.Idris diam...ia memilih untuk diam.


"Siapa dia Ris?? apakah dia kekasih mu??"


"Emm seperti yang kamu tahu"


Luna menggigit bibir,air matanya bertakung siap untuk membasahi wajahnya.


"Kau jahat RIS..."Ucapnya lirih, wajahnya tertunduk karena ia sudah tidak mampu menahan tangis.


"Apa kurangnya diri ku??"keluh Luna , punggungnya berguncang hebat.


"Eh St St.. jangan nangis Lun..malu di lihat orang"Idris mulai panik,karena banyak mata yang menatap ke arah nya.Luna pun patuh,ia meredakan tangisnya lalu berlari masuk menuju toilet.


Akhirnya Idris terpaksa menutupi kecanggungan nya dengan senyuman kepada para tamu yang menatapnya.