Blue Eyes

Blue Eyes
PERDEBATAN 112



TING TONG TING TONG


Cahaya melangkah menuju pintu utama.Karena tidak ada yang membukakan pintu,jadi dialah yang berinisiatif untuk membuka pintu.


"Mana Mas Irwan ?"


Baru saja pintu terbuka,Intan meluruh masuk menerobos tubuh Cahaya .


"Mas ....Mas ...."Suara Intan menggema dimana-mana disebabkan suasana rumah sudah sunyi.


"Kau cari siapa ?"dengan santainya Cahaya bertanya dengan tangan menyilang di dada.


"Aku cari Mas Irwan,dimana dia??"


"Aku tidak tahu"Cahaya mengangkat kedua bahunya.


"Jangan bohong, mobil Mas Irwan terparkir di halaman rumah.Pasti Mas Irwan ada disini!"


"UPS!!"


Cahaya memutar bola matanya ke atas,


"Cepat katakan dimana dia!!"


"Emmm mungkin di dalam mobil nya"Cahaya menjawab sekenanya.Memancing emosi Intan.Ia melangkah maju dengan dada membusung.


"Kau tidak tahu malu, bukankah kau sudah mengusir Mas Irwan dari rumah ini ?terus kenapa kau masih menginginkannya dan menyembunyikan dia dariku?"


"Pantang bagiku menjilat ludah ku sendiri dan pantang bagiku membuang seonggok sampah lalu mengutipnya kembali . Aku bukan kamu yang tidak tahu malu berselingkuh dengan suami saudaranya sendiri"


Intan melayang kan tamparan tapi Cahaya menahannya dengan satu tangan,Lalu ia balik menampar pipi Intan.


"Ah.."Intan menjerit, tangannya memegang bekas tamparan cahaya yang memerah.


"Aku akan melaporkan kehilangan Mas Irwan kepada polisi"ancam Intan.


"Laporin saja,,, toh itu akan mempermalukan diri kamu ,ngapain kamu merasa kehilangan Mas Irwan? dia bukan siapa-siapa nya kamu.Mas Irwan di sini pun itu wajar kan?? dia suamiku"


"Kamu sudah mengusir nya,dan malah kamu ingin cerai dengan dia"balas Intan dengan emosi yang tertahan.Gerahamnya mengeras,giginya bergemeletuk.


"Iya.. itu benar... aku memang sudah mengusirnya dan aku minta cerai sama dia. Tapi apa ??Mas Irwan nggak mau, malah dia sudah mempersiapkan surat perjanjian yang isinya kita tidak akan pernah cerai seumur hidup, kecuali kematian yang memisahkan kita . Kalau sudah seperti itu yang bucin siapa?? yang ngejar-ngejar siapa ??yang nggak mau pisah siapa ???bukan aku loh ..tapi dia"Cahaya menjawab dengan santai.


"Kalau itu aku sudah tahu alasannya,Dia ingin mendapatkan semua kekayaan mu,agar bisa hidup bahagia dengan ku... seharusnya kamu nyadar diri, kamu sudah dicelakai oleh Mas Irwan dan hampir mati.Kok bisa-bisanya kamu mau balikan sama dia,hah??"


"Dia bersujud di kaki aku,nyembah-nyembah meminta agar memaafkan nya.Aku harus gimana dong??"


"Cepat kembali kan Mas Irwan padaku!!sejak awal dia sudah milikku Rel"Intan berteriak histeris.


"Ambil aja kalau mau..."Dengan entengnya Cahaya berucap.


Intan mendengus,ia masuk ke dalam guna mencari Irwan.Musthafa yang sedari tadi merekam kejadian perdebatan itu, segera menyembunyikan diri saat Intan datang.


"Mas...Mas ..Mas Irwan!!!"Intan berseru terus mencari.Ia langsung naik ke lantai dua menuju kamar Aurel.Padahal,, Irwan disekap di kamar belakang di lantai bawah.


"Mas..."Intan membuka pintu kamar Aurel,ia masuk dan menggeledah kamar tersebut.Namun tidak menemukan apapun.Intan keluar,ia membuka kamar sebelah.Dan menemukan Pak Adit tengah tiduran, matanya melirik ke arah pintu.


"Maaf Om...saya sedang mencari Mas Irwan "Intan menundukkan kepalanya,lalu melangkah masuk ke dalam.Kamar Pak Adit pun tidak ia loloskan.


"Non...apa kita akan menyekap dia juga??"Musthafa menghampiri Cahaya yang diam memperhatikan Intan dari bawah.


"Baik Non..."


Intan berlari kecil menuruni anak tangga,ia tidak menemukan jejak Irwan di merata tempat.


"Kau menyembunyikan IRWAN dimana hah??"


Cahaya tersenyum tipis, ia sama sekali tidak berminat untuk berdebat.


"Rel...cepat katakan padaku "paksa Intan, emosinya semakin tinggi melihat kediaman Aurel.


"Awas kau ya... kalau sampai aku tahu kau sudah berbuat yang tidak-tidak kepada Mas Irwan.Akan ku buat kau mati seketika "Intan menunjuk wajah Cahaya dengan geram.Tatapan matanya nyalang..Namun Cahaya santai saja.


Intan memeriksa dibelakang punggungnya,ia ingin memastikan bahwa Irwan tidak ada disini.Tapi kenapa mobil Mas Irwan terparkir rapi di luar ??


Intan memilih untuk pergi,namun ia tidak akan meloloskan Aurel begitu saja.Intan berniat memata-matai Aurel,Intan yakin ada sesuatu yang telah terjadi.


Musthafa Keluar dari persembunyiannya setelah Intan keluar dari rumah itu.


"Kau sudah merekamnya bukan ??"Cahaya bertanya, Musthafa mengangguk yakin.


"Bagus... pindah ke flash disk agar aman"Cahaya memberikan perintah, Musthafa mengiyakan.


*


*


Perlahan Irwan membuka matanya, ia kaget menemukan dirinya berada di ruangan gelap dan diantara tumpukan barang.


Lebih kagetnya lagi, Irwan ingin bersuara tapi suaranya tertelan sendiri.Mulutnya disumpal oleh lakban hitam.Kakinya terikat ke kaki kursi,begitu juga dengan tangannya yang dipelintir ke belakang.Irwan beringsut ke kanan dan ke kiri, sehingga merobohkan tumpukan kardus bekas.


BRAK!!


Cahaya gegas masuk ke dalam gudang ditemani oleh Musthafa.


"Apa-apaan ini ?"Cahaya menemukan kondisi gudang sudah berantakan, Musthafa cekatan memperbaikinya.


"Em em em"Irwan bersuara dengan mulut tertutup.Cahaya menarik lakban secara kasar, sehingga membuat Irwan menjerit kesakitan.


"Kenapa kau mengurung ku Rel?? lepaskan aku"Pekik Irwan,ia meronta-ronta ingin melepaskan diri.


"Kamu cuma mau bilang itu?? percuma!!Aku tidak akan melepaskan mu"Cahaya hendak menutup mulut Irwan lagi,


"Jadi kau benar-benar memiliki hubungan terlarang dengan supir mu"Refleks gerakan tangan Cahaya terhenti,ia memutar kepalanya menghadap Musthafa.


"Maksud mu dengan Musthafa ??"


"Yah!!Intan beberapa kali mengatakan hal itu,jika dia melihat mu berciuman dengan Supir itu"Irwan menyudutkan Musthafa yang memilih diam.


Disini Cahaya sedikit bingung,ia takut salah menjawab.


"Apakah kau sudah sangat terpojok sehingga kau memfitnah aku dan Mustafa?"


"Awalnya aku tidak percaya, karena sangat mustahil kamu mengkhianati ku Rel.Tapi setelah aku tahu bahwa kamu dibawa kabur dari rumah sakit oleh Musthafa sendiri.Aku jadi yakin jika Musthafa mencintaimu "Ungkap Irwan.


"Apa salah jika seorang supir melindungi anak majikannya ??Dia tahu jika aku terus berada di bawah pengawasan mu dan Intan.Cepat atau lambat aku akan mati ditangan kalian.Dan mustahil saat ini aku bisa membalas perbuatan mu"Cahaya bergerak menyumpal mulut Irwan.Ia menendang kursi tempat Irwan terikat sehingga membuat tubuh Irwan terjungkal ke lantai.Pria itu meringis kesakitan,akan tetapi Cahaya tidak perduli.Ia mengajak Musthafa keluar dari tempat itu dan tak lupa mengunci pintu dari luar.