
Luna menunggu kepulangan Idris dengan duduk menyendiri di ruang tamu dalam keadaan lampu dimatikan.
Dan saat mendengar deru mesin mobil,wajah yang sedari tadi ditekuk berubah menjadi senyuman manis.
Ia bangkit dari duduknya saat pintu terbuka dengan hati-hati.
"Astaghfirullah"Idris kaget bukan main ,ia tidak mengira jika Luna belum tidur.
"Aku pikir kamu tidak akan pulang RIS"Ujar Luna,ia menghidupkan saklar lampu membuat ruangan jadi terang benderang.
"Kamu menunggu ku?"
Luna mengangguk sambil tersenyum.
"Kenapa menunggu ku??"Sambung Idris lagi.
"Kenapa kamu masih menjalin hubungan dengan Soraya?? sedangkan kamu tahu sendiri dia hamil.Dan lagi dia juga bakal dikeluarkan dari sekolah "
Idris tersenyum kecut.
"Besok aku akan membersihkan namanya, karena aku yakin dia tidak hamil.."
Wajah Luna mengeras.
"Tahu dari mana kalau Aya' tidak hamil??"
"Apa perlu aku jelaskan ?? Sudahlah...ini sudah malam.Pergilah tidur "Idris melangkah dengan cuek masuk ke dalam.Luna masih belum puas,ia ingin menyerukan nama Idris.Namun ia ingat kalau semua penghuni rumah sedang tidur,jadi dia menahan keinginannya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Esok paginya, Idris,Luna dan Lana berangkat ke sekolah.Saat mereka tiba di sekolah,Soraya juga tiba disana.Ia datang bersama kedua orang tuanya untuk memenuhi panggilan dari guru BK dan Kepala sekolah.
Idris langsung menghampiri istri dan kedua mertuanya.Tak lupa Idris menyalami Prabu Atmajaya dan Kartika.
Luna dan Lana menatap dengan heran pemandangan itu.Saking bucin nya ,Idris sampai bersikap layaknya seorang menantu saja.Itulah monolog keduanya.
"Saya akan ikut mendampingi dan menjadi saksi atas berita palsu ini Ma..Pa.."Ucap Idris.
Kartika tersenyum senang,begitu juga dengan Prabu Atmajaya .
Mereka berjalan beriringan menuju ruang BK tempat somasi akan dilakukan
"Kau mau kemana Lun?"seru Lana saat melihat adiknya justru berjalan ke arah lain.Bukan menuju ke kelas.
"Ada urusan sebentar"Jawab Luna tanpa menoleh,ia nampak terburu-buru.
Lana curiga,ia pun diam-diam mengikuti dari jarak aman.
*
"Bapak..Ibu... maaf karena saya terpaksa memanggil kalian selaku kedua orang tua Soraya.Saya hanya ingin meluruskan berita tentang kehamilan anak anda.Apakah itu benar ??"Pak kepala sekolah yang didampingi guru BK membuka percakapan.
"Itu tidak benar Pak"Idris menjawab dengan tegas.Semua beralih menatap dirinya.
"Kenapa kau yakin sekali Idris?"tanya pak kepsek.
"Saya sudah mengantarkan Soraya cek ke dokter kandungan,dan hasilnya..tidak ada janin dalam perutnya.Itu hanya tes pack kesuburan"Jawab Idris yang Sontak membuat Soraya kaget.
"Apa itu benar Soraya?"Pak kepsek bertanya kepada Soraya.Gadis itu terpaksa mengiyakan.
"Kalau begitu saya minta maaf Pak..Bu..Atas kesalahpahaman ini"
"Tidak apa-apa Pak,kami bisa memakluminya"jawab Prabu Atmajaya "Kalau Sudah tidak ada urusan lagi,kami mohon diri Pak"sambung Prabu Atmajaya .
"Baik Pak .. silahkan"
Luna dan the gank yang menguping di luar pintu segera kabur saat tahu orang-orang yang berada di ruangan BK akan keluar.
Lana geleng-geleng kepala melihat hal itu dari kejauhan,ia pun gegas pergi ke kelas.
*
*
"Pak ada Sultan tengah menunggu di dalam"Kamila memberi tahu,detak jantung Prabu Atmajaya terasa berhenti.Ia tegang sekali sampai keringat dingin menetes pelan.Ingin rasanya Prabu Atmajaya pulang saja,tapi ia takut para karyawannya akan berpikir negatif.Jadi mau tak mau,Prabu Atmajaya harus menemui Ilyas.
Pintu terbuka, Ilyas yang tengah melihat-lihat foto-foto yang terpajang di dinding menoleh.
"Selamat pagi Pak Prabu"Ilyas mengulurkan tangannya.
"Selamat pagi Pak Ilyas"Prabu Atmajaya menyambut uluran tangan dari Ilyas.Mereka berjabat tangan dengan erat.
"Silahkan duduk"Prabu Atmajaya menawarkan,Ilyas pun menerima tawaran.
"Ada apa gerangan sepagi ini bertandang ke kantor saya Pak Ilyas ?apa anda ingin breakfast dengan saya"Goda Prabu Atmajaya .
Ilyas tertawa renyah.
"Yah bisa jadi kita akan lanjut ke makan siang bersama besan"
Prabu Atmajaya tercengang
"Kenapa???wajah Pak Prabu terlihat kaget atau gimana ??"Sambung Ilyas.
"Saya sebenarnya bingung Pak Ilyas,, datang-datang mereka minta untuk menikah.Padahal mereka masih bocil,kata orang tua kencingnya aja belum Pesing.Saya takut ini adalah sesuatu kesalahan bagi anda"Tanggap Prabu Atmajaya .Ilyas manggut-manggut.
"Tidak apa-apa...karena dari dulu Idris memang menyukai putri anda.Saya tidak mempermasalahkan itu"Jawab Ilyas,Prabu Atmajaya menghela nafas lega.
"Yang menjadi masalah bagi saya adalah, Sebenarnya Idris sudah menikah dua hari yang lalu dengan putri dari Brunei"
"Apa?!!!"Bagai disambar petir disiang bolong Prabu Atmajaya mendengar hal itu.
"Saya harap Pak Prabu tidak memarahi Idris,dia melakukan ini demi rakyat Brunei.Ada kudeta disana, yang mengharuskan Idris untuk menikahi putri Halimah.Tapi bersamaan dengan itu,dia mungkin tidak ingin kehilangan Soraya.Jadi dia pun menikahi Soraya.Tapi percayalah,putra saya sangat mencintai putri anda"
"Jadi...Pak ILYAS datang menemui saya hanya untuk memberi pengertian agar saya ikhlas anak saya di madu?begitu??"
Ilyas serasa ditampar oleh pertanyaan Prabu Atmajaya .Ia bingung harus menjawab apa ?
"Ini sangat tidak adil bagi putri saya Pak,,,apa Soraya tahu yang sebenarnya ??Atau sebenarnya dia tidak tahu apa-apa ??"
*
"Eh Aya'... selamat datang kembali ke sekolah ya"Luna dan kawan-kawan menyambut kedatangan Soraya yang baru saja masuk ke dalam toilet.
Namun Soraya justru cuek dengan sapaan akrab tersebut,ia masuk ke dalam kamar toilet tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Luna meminta teman-temannya untuk menunggu di luar, karena ia ingin berbicara secara face to face dengan Soraya.
Begitu Soraya keluar dari kamar toilet,Luna mencegah langkah nya.
"Kenapa kamu cuek banget sih Ya'??jangan sombong deh,toh kita sekarang senasib"
Soraya sebenarnya tidak mengerti apa maksud perkataan Luna.Namun ia malas untuk bicara dengan gadis itu.
"Eh kau mau pergi kemana ??"Luna cepat menghadang langkah Soraya dengan tangannya.
"Kau mau apa sih Lun sebenarnya ??"
"Aku cuma mau ngasih tahu, kalau Idris sudah menikah"
DEGH!!
"A-apa ??"
"Yah!!dia sudah menikah dengan Putri dari Brunei.Sekarang..Aku dan kamu sama-sama tidak bisa mendapatkan nya"
Soraya menerobos tubuh Luna keluar dari toilet.Membuat tubuh Luna terjejer hampir mau jatuh.
"Hey!! Ku-rang aj4r kau ya"Pekik Luna,ia mengejar Soraya namun gadis itu sudah jauh pergi.
"Kenapa Lun?hah?"Iko menyambut dengan khawatir.
"Dia hampir membuat aku jatuh,"jawab Luna kesal