Blue Eyes

Blue Eyes
KETAJAMAN CAHAYA89



"Sepertinya aku tahu apa yang bisa kamu lakukan,dan aku akan membayar mu"ucap Lana.


"Maksudnya ??"Cahaya kurang mengerti.


"Aku ingin kamu bekerja disini, membantu ku..Aku sedikit kewalahan menghadapi makhluk-makhluk jahat seperti itu.Kadang butuh usaha yang cukup sulit,tak jarang aku meminta bantuan Kujang untuk melancarkan pekerjaan ku"


"Kujang ???Dia peliharaan mu??"


"Kau mengenal nya??"


"Kami sering bertemu saat ada pertemuan satu syuro jika ditempatkan di hutan larangan.Dimana dia sekarang ??"


"Mungkin sekarang dia ada di Jepang "


Cahaya mengernyitkan keningnya.


"Jepang ??dimana itu??"


"Di luar negeri,kamu tidak tahu Jepang ??'


Cahaya menggeleng ragu.


"Ini pertama kalinya aku keluar dari hutan Larangan"


"Ohya??jadi kamu tidak pernah tahu dunia luar"


Sekali lagi Cahaya menggeleng.


"Jadi karena Dominic ,kau mau keluar dari hutan ??"


"Bukan...tapi.. karena perintah Ibuku"


"Ohhh.."Lana merasa lega akan hal itu"Gimana??kamu mau kan bantu aku??"


Cahaya diam tak menjawab.


"Aku akan membayar mu , tinggal sebut aja berapa yang kamu mau??"


"Aku tidak tahu dengan uang"


"Hah??"Lana terkejut dan rasanya itu sangat aneh.Tapi mengingat Cahaya mengaku bahwa tidak pernah keluar hutan,itu bisa saja benar.


"Lalu??aku harus membayar mu dengan apa?"


Cahaya tidak menjawab,ia sendiri bingung dengan kata bayaran.


"Emmm begini saja,kau jangan kemana-mana.Aku akan menyediakan tempat tinggal untuk mu.Nanti masalah bayaran,aku akan mengurusnya yang terbaik.Kau harus selalu berada disisi ku,ok??"


Barulah Cahaya mengangguk kan kepalanya.Membuat Lana tersenyum senang.


Ketukan pintu terdengar,lalu daun pintu bergerak terdorong dari luar.


"Dok... semua sudah selesai,pasien telah dipindahkan ke ruang perawatan "DOKTER wanita yang tadi membantu Lana masuk,ia melirik Cahaya dengan Tatapan yang kurang suka.


"Bagus Dokter Sarah, terimakasih banyak"


Wanita yang disebut Sarah mengiyakan.


"Ohya kenalkan,ini Asisten baru saya.Siapa nama kamu?"Lana lupa jika ia belum tahu nama Cahaya .


"Cahaya ... panggil saja Caca"Cahaya menjelaskan.


"Yah.. namanya Cahaya "sambung Lana.


Sarah memperhatikan Cahaya secara keseluruhan.Baru ia mengulurkan tangannya.Cahaya masih ingat tentang ajaran Dominic ,ia pun menyalami Sarah.


"Sarah...Dokter Sarah"Ujar Sarah memperkenalkan diri.Cahaya mengangguk mengerti.


"Emmm bisa kah Cahaya membiarkan saya bicara dengan Dokter Lana"Sarah meminta secara halus agar Cahaya keluar.Namun Cahaya bingung,


"Ya.. silahkan..bicara saja"jawab Cahaya datar.Lana tersenyum tipis,


"Ca...kamu bisa keluar sebentar "Akhirnya Lana menjelaskan lebih detail.


"Ohhh aku harus keluar ??"tanya Cahaya .


"Iya..kamu duduk dulu di luar ya.. sebentar saja"pinta Lana,Cahaya mengangguk cepat.Ia pun bangkit dan berjalan keluar.


"Kenapa Dokter Mengangkat dia secara tiba-tiba menjadi asisten ??saya lihat dia bukanlah seorang perawat "Komentar Sarah.


"Dokter Sarah,anda tahu sendiri bukan?selain sebagai Dokter Anak,saya juga berprofesi sebagai pengusir hantu.Dan Cahaya berpotensi di bidang itu.Jadi saya membutuhkan nya agar bisa membantu saya dalam hal tersebut "Lana menjelaskan.


Wanita yang diam-diam menyukai Lana itu terdiam tak dapat menyanggah.


Cahaya duduk di kursi depan ruangan kerja Lana sembari mengayunkan kedua kakinya.Ia melihat ke sekeliling area rumah sakit.


Cahaya penasaran,ia bangkit dan mendekati wanita berhijab itu.Saat sebuah tandu di dorong keluar dari sebuah ruangan,tangisan wanita itu semakin menjadi.Sampai ia pingsan tak berdaya.


Tandu tersebut melewati tempat Cahaya berdiri,Cahaya memperhatikan tubuh yang ditutup kain putih di atas tandu.Ia juga melihat roh yang berwajah sendu melayang mengikuti tandu itu.


"Ca..."Sebuah tepukan membuat Cahaya mengalihkan perhatiannya.Lana tersenyum tipis saat Cahaya menatapnya.


"Dia kenapa?"Cahaya menunjuk ke arah tandu yang menjauh.


"Ehm kalau tidak salah dia korban pengeroyokan salah sasaran kemarin"jawab Lana.


"Aku rasa bukan"


Lana terkejut mendengar tanggapan Cahaya.


"Bukan??kok bisa kamu bilang bukan??"


Cahaya terdiam, ia terus memperhatikan tandu yang membawa mayat korban sampai menghilang di tikungan.


"Ternyata..banyak manusia licik diluar hutan Larangan "


Gumaman Cahaya semakin membuat Lana bingung.


Cahaya menoleh ke belakang, wanita yang pingsan tadi sudah tak terlihat.Mungkin sudah di tangani.Cahaya menarik nafas lalu kembali ke tempat ia duduk tadi.


"Ca..ayo masuk"pinta Lana,Cahaya mengangguk patuh.


Dokter Sarah memperhatikan Keduanya dari jendela ruang kerjanya.Ia meremas kuat tirai jendela,lalu menyepaknya.


Rasa cemburu membuat ia benci dengan Cahaya .Karena tak dapat dipungkiri bahwa gadis belia itu sangatlah cantik.Ia takut Lana akan tertarik kepada Cahaya .


Sedangkan di tempat lain,Dominic terus mencari Cahaya .Ia sudah berputar-putar mengelilingi kota ,tapi tak dapat ia temukan jejak gadis itu.


Celine ... selepas diusir oleh Dominic .Ia pergi ke apartemen Ella, karena ia menelfon teman seprofesinya itu.Dan Ella mengatakan kalau ia baru saja pulang dari acara pemakaman Frans,Sasa juga ada di apartemen nya.Jadi Celine langsung tancap gas kesana.


"Kenapa kau tidak hadir di acara pemakaman Frans ?"tanya Ella.


"Tadi kami sudah bersiap pergi, sampai akhirnya semua kacau karena Caca pamit untuk pergi.Seperti yang kalian ketahui,Dominic tidak ingin Caca pergi "Celine duduk memeluk bantal kursi.


"Hemmm jadi kalian bertengkar?"Terka Sasa.


"Bukan hanya bertengkar,Dom mengusir ku pergi"


Sasa dan Ella saling berpandangan.


"Kalian putus ??"Sasa dan Ella kompak bertanya.


"Entahlah...tapi aku tidak ingin putus dengan Dominic "


"Sudah lah..kau diam dulu disini sampai kemarahan Dominic mereda.Nanti kau temui dia lagi, pasti Dominic akan kembali padamu"Sasa memberikan ide monohok.Celine mengangguk setuju.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lana membuka almamater nya,lalu menggantung nya di tiang baju.


"Ini sudah malam,ayo kita pulang"Ajak Lana sembari mengemasi meja kerjanya.


"Apa tugasku hanya seperti ini ?"tanya Cahaya .


"Ehmm yah..hanya seperti ini, kalau ada iblis jahat.Bantu aku mengusir nya atau menaklukkan nya"jawab Lana.


"Sebentar lagi si pemanggil iblis akan datang,ia akan membunuh gadis itu...Malam ini"


"Hah?"Lana terkejut mendengar penuturan Cahaya .Ia merasa kurang percaya,tapi bagaimana kalau itu benar.


"Darimana kau tahu??"


"Penciuman ku lebih tajam dari seekor anjing, kalau tidak percaya.Ayo kita keluar "Cahaya bangkit lalu bergerak cepat keluar dari ruangan Lana.Pria itu mengekor dari belakang.


BRAK!!!


Seorang perawat yang menjaga meja resepsionis kaget saat ada seorang wanita menggebrak meja.Penampilan wanita itu sangatlah lusuh, rambutnya acak-acakan.


"KALISA PUTRI..."wanita itu menyebut sebuah nama.


"Hah??"Si perawat tak mengerti apa yang dimaksud wanita itu.Apalagi dengan penampilan yang tak ubahnya orang kurang waras.


"KALISA PUTRI..dimana kamarnya ??"


Si perawat bengong, matanya beradu dengan Tatapan wanita itu.Tiba-tiba bola mata si perawat melotot, urat-urat dimatanya berubah merah berdarah.Wajahnya mengeras, lehernya mengembung.


Si perawat itu kesakitan tapi tak dapat bersuara.Anehnya,tangan si perawat menulis sesuatu di secarik kertas.


Si Wanita merampas kertas tersebut,ia tersenyum mistis.Lalu melangkah pergi meninggalkan perawat yang menahan sakit.