Blue Eyes

Blue Eyes
KISAH PANGERAN AS'AD 137



"Iya ...itu benar, darimana kalian tahu??"jawab Salehah membenarkan.


"Arwah Sikin yang memberi tahu kami"


Salehah termangu,ia tidak bisa langsung mempercayai mereka.


"Tidak mungkin, tidak mungkin anakku mati.Aku yakin dia masih hidup"


"Ibu... kenapa Ibu bisa berinisiatif untuk mencari anak Ibu?"timpal Fajar .Salehah tidak segera menjawab, ia mencari tempat untuk duduk karena tungkai kakinya terasa pegal jalan terus sedari tadi.


Fajar dan Cahaya mengikuti dan duduk bersila dihadapan perempuan tua itu.


"Dua Minggu yang lalu,Sikin mengirim uang yang sangat banyak.Dia juga mengirim seminggu kemudian dengan nominal yang lebih banyak hingga aku bisa melunasi hutang-hutang ku dan membeli beberapa petak sawah"


"Sikin berjanji akan mengirim uang tiap seminggu sekali untuk ku.Dia bilang sekarang dia punya kerjaan yang bagus dengan gaji yang fantastis.Yang dibayar setiap hari Jum'at"


"Aku sangat bahagia sekali mendengarnya,anak bungsu ku yang awalnya tidak bisa apa-apa karena paling pemalas diantara tiga Kakaknya akhirnya bisa jadi orang sukses "


Tapi... Jum'at kemarin aku tidak bisa menghubungi Sikin.Karena aku ingin tahu dia sudah kirim uang belum,tapi telfon Sikin mati.Akhirnya aku putuskan untuk datang menemui nya,karena aku takut terjadi apa-apa sama dia"


"Ternyata benar, Sikin hilang.Kata temannya Sikin pindah kerja,dan dia tidak tahu dimana Sikin berada sekarang.Karena setelah sukses,Sikin berubah"Salehah mengakhiri ceritanya.


"Ibu tahu teman Sikin dari siapa?Apa ibu kenal dia?"Tanya Fajar terus mengorek informasi.


"Iya...dia orang kaya yang berasal dari kampung kami yang sama.Sikin ikut dia ke kota,dan dia yang mencari kan pekerjaan untuk Sikin"


Fajar dan Cahaya saling melemparkan pandangan.


"Dia yang sudah melenyapkan aku"


Ucapan arwah Sikin sangat mengejutkan bagi Kakak beradik itu.


"Ibu... bisakah Ibu mengantar kami ke rumah teman Sikin"pinta Fajar .


"Bisa...tapi nanti dulu ya,Ibu capek"Salehah memijit kakinya sendiri.


"Ohya??? baiklah..ayo"Salehah nampak senang sekali mendengar jika ia akan naik mobil.


Saat Fajar dan Cahaya menggiring Salehah untuk pergi menuju mobilnya,tanpa mereka sadari Pangeran As'ad melihat keberadaan mereka.


Pria yang memang tengah mencari keberadaan Cahaya , langsung mendorong pintu mobil hingga membuat pengawalnya terkejut.


"Pangeran..."Seru pelayan yang duduk lebih dekat dengan sang Pangeran.Tapi Pangeran As'ad sudah keburu keluar dan berlari menuju ke tempat Cahaya .


"Cepat cari tempat parkir"seru si pelayan yang diangguki oleh rekannya.


"Hey..."Pangeran As'ad tersenyum senang akhirnya ia bisa menemukan Cahaya .Lain halnya dengan Cahaya yang terkejut bukan main dan refleks menghindar bersembunyi di balik tubuh sang adik.


"Pangeran... ngapain anda disini ?"seru Fajar .


"Aku mencari nya,Cahaya kan namamu"Pangeran As'ad baru mengetahui nama Cahaya saat ia bertanya keberadaan gadis itu kepada pelayan di istana Muhammad Ilyas.


"Kenapa Pangeran mencari Kak Caca??"tanya Fajar lagi.


"Aku rindu..."Pangeran As'ad tanpa segan mengutarakan isi hatinya"Kalian mau kemana?dan kenapa Ibu ini diikuti roh penasaran?"


Fajar dan Cahaya terkejut bukan main,jadi Pangeran As'ad bisa melihat makhluk tak kasat mata.


Salehah yang berdiri di tengah-tengah tiga orang yang tidak dikenal nya hanya celingukan bingung.


"Jadi... pangeran bisa melihat makhluk astral ??"Fajar ingin memastikan,Pangeran As'ad mengiyakan.


"Sejak hari itu,aku bisa melihat mereka "


"Hari itu?? maksud Pangeran ??"


"Hari dimana aku bisa hidup kembali setelah coma yang panjang "


Cahaya memperhatikan Pangeran As'ad dengan seksama,ia yakin.Mungkin sebab itu kekuatan Cahaya jadi tumpul jika berada di dekat Pangeran As'ad .Tapi kenapa bisa begitu ??