Blue Eyes

Blue Eyes
PANGGILAN KAWIN 59



Idris berdecak,ia gegas bangkit menyusul langkah Soraya yang panjang dan cepat.Saat pintu lift terbuka,Soraya langsung masuk dan Idris hampir saja tertinggal kalau dia tidak berlari cepat.Dan sangat kebetulan sekali,di dalam lift, mereka hanya berdua saja.


"Sayang.... tolong jangan marah padaku,ini diluar kuasaku.Aku sudah menolak,tapi... kalau tahta jatuh ke tangan kubu lawan.Maka Brunei Darussalam akan dikuasai oleh England"


"Kau pikir aku perduli ?? Brunei saja tidak tahu padaku, Siapa aku?makan apa aku?Terus aku harus perduli ??"Bantah Soraya.


Idris tercekat, ia mundur beberapa langkah.Tubuhnya menyandar di dinding Lift.Kedua telapak tangannya meraup wajahnya.


"Setidaknya..kau memikirkan aku sayang,,,jika kau tidak perduli dengan siapapun,apa kamu juga tidak perduli dengan ku??"


Keduanya saling bertatapan dengan jarak dari satu sisi ke sisi yang lain.


"Aku ingin menikah dengan mu,tapi kamu menolak.Lalu aku harus bagaimana sayang?hah??"Idris mulai frustasi.


TING!!!


Pintu lift terbuka,Soraya segera melangkah keluar.Idris menyusul di belakang.


AAAWWWWWUUUUUUUUU


Langkah kaki Soraya terhenti, samar-samar ia mendengar lolongan serigala.Tiba-tiba sekujur tubuh Soraya menghangat.


Ia bingung apa yang terjadi dengan dirinya,kenapa dadanya seperti bergetar hebat???


"Sayang kamu kenapa ??"Idris muncul di belakangnya,ia sontak menoleh.Idris kaget karena mata Soraya bercahaya terang.Gadis itu terengah-engah dengan tempo nafas yang cepat.


"Sayang"


Soraya menarik tangan Idris masuk ke dalam kamarnya.Ia mendorong tubuh Idris keperaduan.Gerakannya cepat, melebihi kecepatan degupan jantung.


"Sayang"Dua bola mata Idris melebar,Entah apa yang merasuki Soraya.Tiba-tiba saja gadis itu menjadi agresif.


Ia merangkak di atas tubuh Idris, mera-ba dari ujung kaki sampai ke pangkal pa-ha.Soraya Mengangkat baju Idris ke atas,lalu ia menji-lati bagian perut yang sedikit ber-rambut.Idris menggigit bibir, tubuhnya bergetar hebat.


Soraya terus memandu permainan,ia juga memainkan pu-ting su-su milik Idris.Pria itu menggelinjang geli.


"Sayang..aahhhh aku nggak kuat"


Soraya tersenyum tipis,ia duduk di atas perut Idris.Dengan anggunnya Soraya membuka pakaiannya.


Melihat gundukan yang menantang, Idris tidak ingin hanya diam saja.Ia membalikkan keadaan.Tubuh Soraya di dorong nya hingga berada di bawah tubuhnya.


Ia menciumi bagian indah yang terpampang segar.


Aahhhhhh


Soraya melenguh panjang,ia menekan kepala Idris dalam-dalam.Gigitan-gigitan kecil membuat Soraya meracau keenakan.


"Sayang...ahhh"


"Sayang..."Idris mensudahi ciumannya,namun ia membuat gesekan dibagian area terlarang dengan benda keras milik nya.Soraya menggigit bibirnya dengan Tatapan sayu.


"Apakah kamu bersedia menikah dengan ku??"bisik Idris.Soraya mengangguk, dadanya naik turun.Idris tersenyum,ia mengangkat tubuhnya,membuka seluruh pakaiannya.Tak lupa ia pun melucuti seluruh pakaian yang melekat di badan Soraya.


Disini Soraya tidak menyadari,jika malam ini ia genap berumur 17tahun.Usia yang pas dalam pijakan menuju dewasa.Dan dalam hukum rimba, Seekor Serigala yang sudah dewasa akan mengalami masa kawin.Inilah yang terjadi kini pada Soraya, apalagi dia memang mencintai Idris.Nalurinya semakin kuat dalam tarikan perkawinan.


"Aww..."Soraya melonjak kaget kesakitan.


"Kenapa sayang ?hah?? sakit ya??"Idris menengok lubang buaya yang hampir tak terlihat lubangnya.Ia menelan air liur,


"Sayang... lubang nya yang mana??"


Soraya menghela nafas kesal,ia bangkit dan duduk.


"Itu kau tak tahu??"sergahnya kesal.


"Yah..aku bingung.."Wajah Idris terlihat sangat Bo-doh.


"Setahuku cuma ada dua lubang,kau tidak bisa membedakan lubang pantat sama lubang V?"


Idris menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Barusan kamu kesakitan,jadi aku takut "


Soraya geleng-geleng kepala,ia ingin mensudahi nya.Namun keinginan untuk kawin' sangat menggebu.


Idris mengangguk setuju,Soraya kembali berbaring.


Idris berusaha kembali menerobos liang segitiga Bermuda, meskipun awalnya sangat susah.Namun baru ujungnya saja denyutan di bagian kepalanya sangatlah nikmat.


Sedangkan Soraya sendiri menahan sakit dengan memejamkan matanya rapat-rapat.Ia menggigit bibirnya agar tidak berteriak.


"Aku dorong ya sayang?"


Soraya mengiyakan...


Idris mulai mendorong tubuhnya maju mundur dengan pelan.Ia tak tahan,di peluk nya erat-erat tubuh Soraya karena saking nikmatnya pijatan lembut di sekujur batangnya.


Ia memompa lagi,kini hampir seluruh bagian inti masuk ke dalam lubang buaya.Tetesan air mata mengalir perlahan, sungguh sakit sangat luar biasa.Namun Soraya terus bertahan.


Dorongan tubuh Idris mulai cepat,gesekan demi gesekan yang awalnya menyakitkan.Kini berubah sesuatu yang tidak bisa dibayangkan.


Soraya mencengkram lengan Idris yang menunjukkan bongkahan otot yang kekar.Soraya mengejang..ia melepaskan cairan kenikmatannya.Idris pun merasakan miliknya semakin mengembang, seperti akan memuntahkan sesuatu.


Dan benar saja,sekali hentakan keras seluruh cairan itu menyembur di dalam.Letusan demi letusan hangat merupakan sesuatu yang sangat nikmat.


Tubuh Idris ambruk, Soraya pun langsung terlelap.Idris tersenyum puas,ia senang karena sekarang Soraya sudah menjadi miliknya dan dia tidak mungkin akan menolak untuk dinikahi nya.


"Kau milikku Aya'... selama nya"Idris memeluk tubuh Soraya dengan erat.Ia sama sekali tidak mengeluarkan buaya dari lubangnya.


*


Di lain tempat, Halimah begitu nelangsa.Ia mengelus sisi sebelah tempat tidurnya.Seolah-olah disana ada Idris berbaring miring menghadap dirinya.


Malam ini adalah malam pertama pernikahan mereka,tapi Idris justru pergi menemui kekasihnya.


Halimah meremas kuat sprei putih alas tidur nya.Ia sangat marah,ia benci,ia muak...Jika nanti ia bisa bertemu dengan gadis yang telah merebut perhatian Suaminya.Ingin sekali ia cakar wajahnya agar tidak cantik lagi.Atau sekalian ia bunuh saja,biar tidak ada yang menjadi saingan nya.


TRING TRING TRING


Nada ponsel menjerit memanggil si pemilik,Halimah beranjak meraih ponselnya.Dari Putri Anastasia, Kakaknya.


"Hallo Assalamualaikum"sapa Halimah.


"Wa'alaikum salam... Hay gimana? katanya sudah sah??Udah belah duren nih??Atau masih malu-malu ?"Godaan Anastasia begitu menyakiti hati Halimah.Ia tak menjawab.


"Kok diam??Kenapa??hem?"


"Entahlah Kak"Halimah menjawab lesu.


"Ada apa ?? katakan padaku!!Aku akan membantu mu sebisaku "Sambung Anastasya.


"Idris ternyata punya kekasih...aku sebel Kak,bukankah aku sudah meminta pada Ayahanda dari dulu agar dijodohkan dengan Idris.Tapi tak mau mendengarkan ku, sekarang lihatlah!! Idris sudah terlanjur mencintai wanita lain "


"Tapi kamu sudah sah kan?"


"Sudah Kak..."


"Kalau begitu Idris adalah milik mu,kau putri mahkota sekarang.Jangan risau,kita akan singkirkan wanita yang telah membuat Idris melakukan ini padamu"


Halimah tersenyum mendengar ucapan Kakaknya.


"Apa Kakak akan membantu ku??"


"Tentu...kau tenang saja,kau menetap lah dulu di Indonesia.Nanti Kakak akan menyusul mu"Putri Anastasya menjawab dengan semangat.


"Terimakasih Kak..."


"Kembali kasih sayang,sudah jangan bersedih... Sekarang dimana suamimu?"


"Aku tidak tahu Kak,dia pergi menemui kekasihnya sejak akad nikah selesai "


"Oh my God,sabar ya sayang...kamu harus sabar jika kamu menginginkan tahta ada dibawah kaki mu"


Halima mengangguk,


"Sekarang tidur lah....jangan pikirkan apapun, yakinlah...takkan lama lagi Idris akan mencintai mu sepenuh hati.Ok!!"


"Terimakasih Kakak..."