Blue Eyes

Blue Eyes
KECELAKAAN MAUT 148



Cahaya mencari keberadaan sang adik,ia hendak mengembalikan ponsel milik Fajar .Tapi Cahaya tak menemukan adiknya dimana-mana.Sampai ia bertanya kepada pembantu di rumah nya, ternyata Fajar baru saja keluar karena ada orang mencari nya.


Cahaya mencari diluar rumah, samar-samar Cahaya mendengar suara beberapa orang sedang berbincang.Ia mendekati pintu gerbang.


"Ayolah Fajar , sudah lama kita tidak hangout bareng.Acara ulang tahun Silvia ini lumayan besar loh.Karena umur 20tahun sangat lah istimewa bagi Setiap wanita"


"Iya fajar, masak kamu tidak mau hadir sih.Ini Silvia ngasi undangan nya khusus buat kita"


Teman-teman Fajar berusaha membujuk,agar Fajar mau ikut datang ke acara ulang tahun salah satu teman mereka.


"Aku nggak bisa ninggalin Kakak aku"Fajar menjawab.


"Emang istimewanya apa sih Kakak kamu ?dia pasti udah gede kan? udah bisa kemana-mana sendiri .Masa harus kamu sih yang harus nemenin?"


"Bukan gitu,,, tapi Kakakku tuh introvert ,dia susah bergaul sama orang luar"


"Iya tidak harus kamu juga kan yang harus jadi temannya ?masa kamu nggak bisa punya waktu untuk diri kamu sendiri"


"Lagian seorang Kakak yang baik kan nggak ngerepotin adiknya "


KHEM KHEM


Cahaya berdehem,ia melongokkan kepalanya.Semua orang yang berada diluar gerbang menoleh seketika.


Mereka terbelalak melihat seorang gadis cantik nan rupawan.Tersenyum simpul dengan tubuh yang sebagian tersembunyi di balik pintu gerbang.


"Aku Cahaya ... Kakaknya Fajar "tanpa diminta Cahaya menyebut kan siapa dirinya.Fajar tercengang, tumben-tumbenan Kakaknya bersikap seperti ini.


"Kak..."Fajar mendekat.


"Nih makasih ya"Cahaya tersenyum lebar,Fajar heran dengan perubahan sikap sang Kakak.


"Emmm kamu mau keluar ?"


"Ah nggak kok Kak...aku di rumah aja"


"Kalau mau keluar ? nggak apa-apa,aku mau ikut "


"Hah???Kakak mau ikut ??"


"Iya Fajar nggak apa-apa kalau dia mau ikut "Teman-teman Fajar meluruh mendekat.


"Hay kenalin aku Arga"salah satu dari mereka mengulurkan tangannya.Cahaya menyambut ramah.


"Aku Igor"


"Aku Saka"


"Aku Cahaya ... panggil aja Caca.. acaranya kapan tuh?"


"Nanti malam.."jawab ketiganya kompak.


"Ya udah kalian pulang aja gih, kita jumpa nanti malam ok"Fajar menarik tangan Cahaya menjauh dari teman-temannya.


"Ah Fajar ,kami kan masih mau ngobrol sama Kakak kamu"


"Kakak ku harus istirahat,dia kurang sehat"


"Aku sehat kok"Cahaya membantah.


"Nah dia bilang sehat tuh...ah kamu Jar..emang kebangetan "Seloroh Arga.


"Udah-udah kalian pulang aja dulu"Fajar mendorong teman-temannya untuk pergi.Cahaya melambaikan tangannya, yang dibalas oleh ketiga teman Fajar .


"Ih Fajar nih"gerutu Igor,Fajar menutup pintu gerbang didepan mata mereka.


"Pantas Fajar betah di rumah, Kakaknya cantik gitu"Ujar Arga.


"Iya...aku pun kalau jadi Fajar betah banget main sama Kakaknya"Celutuk Saka.


"Hehehehehe"Igor tertawa renyah.


*


"Kak...Kakak kenapa sih?"Fajar bertanya saat ia dan Cahaya sudah masuk ke dalam rumah.


"Emang kenapa ?"


"Kok tumben-tumbenan ramah gitu,aneh deh"


"Pangeran As'ad bilang... katanya meskipun dia tidak dirasuki oleh roh Maulana ,dia bilang akan tetap mencintai ku.Dan dia berjanji akan datang,tapi jika dalam waktu tiga hari dia belum datang?Maka aku disuruh menjemput nya ke sana"


"Oh jadi karena itu sikap Kakak jadi berubah, tidak seperti biasanya "


"Lagian mereka bilang yang jelek-jelek tentang kamu, yang nggak pernah keluar rumah karena aku.Jadi...nggak ada salah nya kan,kamu ikut mereka.Tapi aku juga pengen ikut.."


Fajar menghela nafas berat.


"Baiklah...lagi pula aku tidak ingin menghancurkan mood Kakak yang sedang bahagia.Nanti disana Kakak akan melihat sebuah keramaian,pesta,musik, pokoknya seru deh"


"Waaaaahhh jadi tidak sabar aku"Cahaya bertepuk tangan dengan girangnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sekitar jam empat sore, teman-teman Fajar datang untuk menjemput Fajar .Tapi karena mobil yang mereka naiki tidak muat jika berkumpul dalam satu kendaraan.Akhirnya mereka menggunakan mobil Fajar yang berukuran besar.


Arga,Igor,dan Saka senang sekali bisa berangkat bareng dengan Cahaya .Saat ini Cahaya tampil sangat mempesona, dengan gaun indah yang pernah Fajar belikan.Rambutnya juga disanggul rapi, sungguh sangat mempesona.


Di tengah perjalanan,Cahaya melihat kelibat bayangan hitam yang melesat cepat.Perasaannya langsung tidak enak, wajahnya mengeras karena tegang.


"Ada apa Kak?"tanya Fajar yang menyadari perubahan wajah sang Kakak.


"Sepertinya akan ada orang meninggal di depan sana"tunjuk Cahaya ke arah melesat nya bayangan hitam itu.


"Ohya??"


"Apa kamu peramal?"Igor mencondongkan tubuhnya ke depan menengok Cahaya .Gadis itu tersenyum canggung disertai gelengan kepala.


"Uh.. duduk yang benar"Fajar memukul kening Igor.


"Aduh...jahat banget sih kamu Jar"Igor menggosok kepalanya,ia merungut kesal.Dua temannya senyam-senyum melihat kesakitan IGor.


Tak lama kemudian apa yang dikatakan Cahaya benar-benar terjadi.Ada kecelakaan maut, kejadian itu sedikit memperlambat perjalanan mereka.


Korbannya seorang gadis muda yang masih memakai seragam sekolah Abu-abu.


"Duh ngerinya"Saka yang kebetulan duduk di pinggir, sangat jelas melihat wajah korban.


"Hiiiii"Igor dan Arga bergidik ngeri.


"Dia mati tidak wajar"gumam Cahaya ,


"Kok kamu tahu?"Tanya Arga.


"Kakakku indigo "Fajar menjawab.


"Waahhh..."


"Dia mati karena apa ?"tanya Arga penasaran.


"Ada seseorang yang menginginkan dia mati,tadi ku lihat iblis sedang tersenyum melihatnya"


"Seperti guna-guna ?"Igor menebak,Cahaya mengiyakan.


"Ih siapa sih yang masih pakek begituan di jaman sekarang"Celutuk Saka.


"Yah biasalah Bro, kalau tidak mau ketangkap polisi.Jadi itu jalannya"tukas Fajar .Semua diam, mereka masih sesekali menengok ke belakang.Meskipun jarak nya sudah cukup jauh.


Pesta ulang tahun berlangsung meriah,Cahaya sangat takjub dengan sesuatu yang baru ia temui.Banyak makanan enak,banyak yang joget-joget, minum-minum, bercanda ria..Semua jadi seru sekali.


Teman-teman Fajar juga pada nimbrung di dekatnya.Mereka berkenalan dan berusaha dekat dengan Cahaya .


Tapi keceriaan itu tidak lah lama,ketika seseorang datang menghampiri Silvia.Gadis manis dengan berbalut gaun indah layaknya seorang putri,pergi mengikuti orang yang membisikkan sesuatu padanya.


Cahaya curiga,ia memukul pundak Fajar dan meminta nya untuk mengikuti sang Tuan Rumah.


Rupanya,di luar ada beberapa aparat kepolisian.Mereka menyapa Silvia dengan ramah.


"Benar anda Nona Silvia ??"


"Iya Pak saya Silvia,ada apa ya Pak?"


"Maaf Nona,kami ingin memberi tahukan jika Nona Anggi sedang mengalami kecelakaan dan mati di tempat "


"Hah-?Anggi??"