
Nicta menghampiri suaminya yang terlihat kebingungan sambil memperhatikan ponsel nya.
"Ada apa ??"tanyanya.
"Ada nomor tak dikenal menelfon ku,tapi sepertinya dari Brunei.Karena kode angkanya nomor dari Brunei"jawab Ilyas.
"Terus??"
"Tiba-tiba tidak ada jawaban,dia menyebut dirinya hamba dari Ratu... berarti pelayan nya Syahira "
"Kau akan kesana?"Nicta sudah bisa menangkap arah pembicaraan suaminya.Muhammad Ilyas tidak segera menjawab.
"Mereka sudah menculik cucu ku"cetus Nicta.
"Tapi Bukan Syahira"bantah Ilyas.
"Sama saja...dia juga bagian dari kerajaan Brunei"
Ilya melipat bibirnya,ia merasa tidak nyaman.
"Aku harus kesana!"Muhammad Ilyas bangkit,ia mengambil mantelnya yang tersangkut di sandaran kursi.
"Jangan terlalu baik dengan orang, apalagi nyata mereka selalu membuat kita apes"seru Nicta,ia sangat tidak suka jika suaminya masih berhubungan baik dengan keluarga kerajaan.
"Sayang.... doakan saja semoga aku baik-baik saja"Ilyas Mencium kening istrinya lembut.
"Aku berangkat dulu"
Nicta diam, ingin mencegah rasanya tidak akan berguna.
Muhammad Ilyas hari itu juga pergi ke Brunei Darussalam.Tentu saja kedatangannya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, membuat Sultan Abdul Jailani kelabakan.
"Su-Sultan Agung"Perasaan yang tenang mendadak gelisah.Ada apa gerangan ?? kedatangan yang tiba-tiba menciptakan tanda tanya besar.
"Kemana Sang Ratu ?"Ilyas bertanya tanpa basa-basi.
"Ratu???"Sultan Abdul Jailani bingung, kenapa Sultan agung datang-datang langsung bertanya Ratu.
"Kau diam tidak tahu ?atau kau menyembunyikan sesuatu ??"
"Ah... tidak Paduka sultan,Ratu..Ratu sedang tidak enak badan"Sultan Abdul Jailani menjawab dengan gugup.
"Tunjukkan jalan"
"Ba-baik"
Sultan Abdul Jailani gegas melangkah mendahului dengan diikuti oleh Ilyas.Di sepanjang perjalanan, pikiran Sultan Abdul Jailani berkecamuk.
Di kejauhan... sepasang mata memperhatikan, sosok wanita memancarkan cahaya mata yang tajam.Ia cepat menyingsing pakaian nya berjalan lebih cepat dari biasanya.
Pintu di buka,
"Ayah!!"Pangeran Arif berlari memeluk Sultan Abdul Jailani .Ia menangis di sana.
"Arif...ada apa ??"
Ilyas mengalihkan perhatiannya ke ranjang Sang Ratu.Ia terbelalak dan segera berlari mendekat.
Ratu dalam keadaan SAKARATUL MAUT, Namun tak seperti pada umumnya.Tubuhnya terangkat hingga melengkung.Setiap tarikan nafas ia jatuh dan terangkat lagi.
Suaranya seperti orang yang digorok lehernya.
"Astaghfirullah... pekerjaan siapa ini??"
Ilyas segera duduk bersila,ia hendak mengeluarkan dua jimat andalan nya.Tapi tiba-tiba sesuatu yang lentur menyepaknya hingga tubuhnya terbentur ke dinding.
"Sultan Agung"pekik Sultan Abdul Jailani ,ia semakin tidak mengerti apa yang terjadi ?? karena tidak ada apapun yang terlihat dalam pandangan nya.
Tubuh Sang Ratu kini sudah tergeletak di ranjang, Ilyas merasakan pukulan itu menyesakkan dadanya.
"Ini tidak boleh dibiarkan,Ratu terkena sihir tingkat tinggi.."
Apa??Sultan Abdul Jailani tergamak jika apa yang dikatakan oleh Ilyas itu benar?Selama ini dia mengira Ratu hanya ingin mencari simpati nya karena lebih menyayangi Wa'isyah.
Tak ada jalan lain, Ilyas akan meminta bantuan Kujang.
Tapi lagi-lagi Ilyas ketinggalan,Sang Ratu tiba-tiba berdiri.Ia melompat merangkak di dinding seperti cecak.Lalu mengambil sebilah pedang.Sang Ratu menggorok lehernya sendiri hingga tewas.
"Ibundaaaaaa"Pangeran Arif menjerit kuat,sang Ibu mati di depan matanya dengan keadaan yang sangat menyedihkan.
Sultan Abdul Jailani menutup mata putranya,Namun Pangeran Arif berontak.
"Tidak Ayah tidak...Ibunda Ayah... Ibunda...aaaaa Bunda "
Muhammad Ilyas tercengang, ia sangat tidak percaya karena kejadian nya begitu cepat.
(Sebelum Ratu Syahira meninggal)
Ia terseret ke dalam kolong ranjang, tubuhnya seakan diikat tapi tak ada apapun yang mengikat nya.
Ratu Syahira menjerit minta tolong,tapi suaranya justru menggema dalam pendengaran nya sendiri.
Tiba-tiba Ular Derik itu datang kembali bersama si pria tua.Mereka tertawa bersama-sama, menjadikan tindakan Sang Ratu sebagai lelucon.
"Aku tidak tahu siapa kalian,tapi jika memang aku harus mati?aku ikhlas...tapi,aku tidak ikhlas jika kematian ku tidak bersama dengan orang yang menumbalkan diriku "
Tawa si ular Derik bersama si pria Tua itu terhenti.
"Jadi,,,kau memiliki keinginan sebelum ku ambil jiwamu?"tanya pria berjanggut putih.Ratu Syahira mengiyakan.
Pria itu mengusap-usap janggutnya...
"Baiklah... setelah kau mati,aku akan memberikan mu kuasa untuk membunuh mereka"
Ratu Syahira mengangguk, sebenarnya hatinya tak rela untuk mati saat ini.Pangeran Arif masih terlalu kecil untuk ia tinggal kan.
Tapi...jika maut tak bisa dihalau,maka hanya ini satu-satunya cara untuk balas dendam.
*
*
Usai pemakaman Ratu Syahira, Muhammad Ilyas pamit pulang ke Indonesia.Senyuman kemenangan tersirat diam-diam dari salah satu wanita diantara pelayat yang datang ke Istana.
Malam harinya, cuaca sangat dingin sekali.Para pengawal yang berjaga malam sampai menggigil kedinginan.
"Ada apa ini ya?? cuaca kok dingin sekali, tidak seperti biasanya"
"He-em....bulan pun tak menampakkan sinar,apa akan turun hujan ya??"
"Entahlah..."
Aaaa...aaa..AA..aaaa...aaaaa.aaaaaaaa
Dua penjaga menajamkan pendengarannya,mereka ingin memastikan jika mereka tidak salah dengar.
"Kau dengar itu ??"
"Iya... seperti wanita menyanyi"
"Benar... nyanyiannya......"Kalimat tak dapat di lanjutkan, karena mereka melihat sosok bergaun putih sedang merangkak dengan kedua tangan dan kaki melebar ke samping.
Makhluk itu merangkak semakin cepat menghampiri para penjaga.
"Kenapa dengan nyanyian ku????"
Mereka melotot,nafas tertahan,tubuh mematung.
Seraut wajah yang sangat familiar, begitu pucat dan penuh dengan belatung.
"Ha-ha-HAAANTUUUUUUU"
CRAS.....Dua kepala terpenggal hanya dengan tebasan ujung kukunya.
HIHIHIHIHIHIHIHIHIHI..
"Sudah bagus aku menyanyi,kalian malah mengomentari.Giliran di tanya,malah diam.Kalian pantas untuk mati"
Hihihihihihihi
Begitu lah teror demi teror terjadi, Wa'isyah pun di datangi.Namun Roh Ratu Syahira tak mampu menyentuh nya.
Ia hanya mampu berkelibat di luar kamar nya, kepada Pangeran Arif pun.Ratu Syahira tak bisa untuk menghampiri.
Ada sesuatu yang menghalangi ia dekat dengan putranya.
Sampai akhirnya,Sultan Abdul Jailani memanggil para ustadz- ustadz tersohor untuk melakukan ruqyah.
Mereka kesulitan, karena hantu itu cukup kuat.Tak Pelang seseorang ustadz akhirnya mengusulkan agar sosok itu di kunci saja di kastil.Dan akan ditempelkan jimat-jimat penolak sihir.
Sultan Abdul Jailani setuju ,ia pun mempersiapkan segala keperluan untuk melakukan ritual itu.
Dan akhirnya, seperti yang sudah diceritakan.Roh Ibu Pangeran Arif dikunci bertahun-tahun di dalam kastil.
Hingga datang lah Putri Delia yang membebaskan nya.