Blue Eyes

Blue Eyes
INGIN KAYA RAYA 138



"Kenapa kalian bengong ??"


Fajar dan Cahaya gelagapan, mereka beradu pandang dengan pemikiran yang membingungkan.


"Disini panas sekali,apa kalian akan tetap berdiri disini ??"sambung Pangeran As'ad .


"Ohya...ayo..."Fajar mengajak menuju ke mobil nya yang diparkir.


"Pangeran... sepertinya pengawal anda mengikuti"Fajar melihat dari balik kaca spion mobil.


Pangeran As'ad menoleh ke belakang,ia tersenyum karena Tatapan nya tidak sengaja bertembung dengan Cahaya yang duduk di kursi belakang bersama Salehah.


"Tancap gas saja, aku ingin sekali-kali terlepas dari mereka"Pangeran As'ad memberikan perintah.


"Emmm baiklah "Fajar pun patuh, tumben dia bisa akur dengan Pangeran As'ad.


Para pengawal yang melihat mobil milik Fajar melaju keluar dari area parkiran jadi kalang kabut.Mereka panik, karena junjungan mereka pergi tanpa kawalan.


"Ayo..ayo.. cepat kejar"Mereka terburu-buru kembali ke mobil yang lumayan jauh keberadaannya.Sudah pasti mereka sudah ketinggalan jauh.


Pangeran As'ad sangat girang sekali melihat reaksi para pengawalnya.Ia menghela nafas lega.


"Sepertinya anda sangat bahagia sekali ?"Gumam Fajar ,Pangeran As'ad tidak menyangkal hal itu.


"Kalian kemana saja?aku cari-cari ternyata ada disini"


"Pangeran... pernah ke tempat ini ?"Fajar menyelidiki.Pangeran As'ad menggeleng...


"Aku tidak pernah pergi kemana pun ? kecuali sekarang,pergi melayat ke kediaman Muhammad Ilyas yang memang saat ini dimusuhi oleh Kesultanan sejak diangkatnya Ayahanda menjadi sultan"


"Kenapa Pangeran mau datang ke Indonesia??jika tahu kalau keluarga ku tak disukai disana.Bukankah hal ini bisa menjadi Boomerang bagi posisi anda Pangeran "


"Aku tidak perduli dengan posisi ku,aku hanya ingin hidup tenang itu saja"


Fajar baru menyadari jika pangeran As'ad tidak sama seperti yang lainnya.


"Ohya...saya penasaran kenapa Anda bisa datang ke tempat ini dan bertemu kami"sambung Fajar .


Pangeran As'ad tersenyum geli.


"Aku juga heran,aku mengikuti naluri ku untuk menemukan Cahaya "Pangeran As'ad menoleh ke belakang,Cahaya secara spontan membuang muka.Pangeran As'ad senyam-senyum saja.


"Ini kita akan kemana ??"


"Ke rumah temanku"arwah Sikin menjawab.


"Ohhhh"tanggap Pangeran As'ad pendek.Fajar dan Cahaya semakin yakin jika Pangeran As'ad benar-benar memiliki kemampuan seperti mereka.


Cahaya menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia rungsing karena jika ada Pangeran As'ad kekuatan nya tidak berguna sama sekali.


Setibanya di rumah teman Sikin, yang menurut petunjuk dari arwah Sikin namanya adalah Mahfudz,Dan dia punya istri.


"Tunggu!!"Cahaya menghentikan gerak semua orang yang hendak membuka tombol pintu mobil.


"Pangeran As'ad ..."


Mendengar namanya disebut,pria berwajah oriental itu tersenyum lebar.


"Entah kamu percaya atau tidak, dengan adanya dirimu disini.Aku tidak bisa berbuat apa-apa,dan kekuatan ku sama sekali tidak berguna.Jadi aku sangat berharap,kamu tidak ada disini"


Fajar , mengangguk membenarkan apa yang dikatakan oleh Kakaknya.


"Emmm baiklah, meskipun aku rasa itu aneh.Tapi pasti ada jalan keluarnya bukan"tanggap Pangeran As'ad .


"Yah... jalan keluarnya kamu harus pergi "tukas Cahaya .


"Tapi tidak mungkin dia pergi seorang diri Kak,dia akan pergi kemana ??"bantah Fajar .


"Itu betul "Pangeran As'ad dengan cepat setuju dengan pendapat Fajar .


"Kau membelanya ??"Cahaya cukup kaget .


"Bu-bukan begitu...tapi Pangeran As'ad disini orang asing.Sedangkan para pengawal nya tadi sudah tahu jika dia bersama kita.Kalau terjadi apa-apa,kita yang akan disalahkan"Fajar membela diri.


"Terus??kau akan membiarkan dia disini ??"


"Emmmm yah!! mungkin kekuatan Kakak akan muncul dengan jarak tertentu dengan Pangeran As'ad "


Pangeran As'ad mengangguk cepat, membuat Cahaya menjeling ke arahnya.


"Ya sudah... berarti dia tidak usah turun, tinggal disini saja"Tegas Cahaya ,Fajar pun setuju.


"Aku disini ??"Pangeran As'ad menunjuk dirinya sendiri.


"Kalau kamu mau? kalau tidak ?? pergi sana!"Cahaya keluar dari dalam mobil lalu melangkah mendahului mendekati pintu pagar rumah Mahfud.


Mau tidak mau,Pangeran As'ad akhirnya memilih untuk pasrah.


"Apa benar ?? kekuatan nya akan hilang kalau dekat dengan ku??Emang kekuatan seperti apa yang dia miliki ? sampai ia takut dan malah meninggalkan aku disini sendiri?"Pangeran As'ad melipat tangan di dada,ia memperhatikan rumah Mahfud dari dalam mobil.Sedangkan yang lain sudah masuk ke dalam.


*


"Oh ini Ibunya Sikin kan??"sapa Mahfud ramah.


"Iya Nak,ini teman-teman Sikin juga.Ingin menemui mu"Salehah memperkenalkan Fajar dan Cahaya .Mereka bersalaman secara bergantian.


"Kapan anda ketemu Sikin terakhir kalinya ?"tanya Fajar , Mahfud mengernyitkan keningnya.Ia merasa seperti sedang diinterogasi.


"Kenapa ??kenapa kamu bertanya seperti itu ?? Kalian kenal Sikin dimana ??Dia juga baru beberapa Minggu disini ?Dan aku tahu kalau dia tidak mungkin punya teman disini "Mahfud mengoreksi panjang lebar tentang dua orang yang menemani ibu Sikin.


”Kami diajak untuk bisa menjadi Kaya bersama-sama oleh Sikin.Sebab itu kami diminta oleh Sikin untuk datang menemuinya.Tapi kami kehilangan Sikin,jadi kami bingung harus bagaimana ? Untung kami bertemu Ibunya di tepi jalan yang sedang mencari Sikin "Otak Fajar yang pintar mencari alasan dengan cepat.


"Oh begitu rupanya,tapi Sikin sudah pergi tak tahu kemana setelah mendapatkan banyak uang dari hasil kerja keras nya"


"Kalau boleh tahu dia kerja apa ya?? Karena kami juga ingin kerja seperti Sikin ?"Fajar menambahkan.


"Boleh -boleh kalau kamu mau, berhubung Sikin sudah pergi Dan berhenti bekerja dengan tiba-tiba.Jadi kamu bis saya rekrut untuk melanjutkan pekerjaannya "


"Oh boleh-boleh "Fajar terlihat sangat bersemangat.


"Apa aku juga boleh ikut bekerja ??"timpal Cahaya .


"Boleh-boleh... datang saja nanti hari Kamis ya"


Cahaya bisa melihat bagaimana raut Mahfudz saat ini.


"Baiklah..."