Blue Eyes

Blue Eyes
Blue Eyes : 5



Dahulu kala disebuah kerajaan hiduplah raja dan istri kesayangannya. Kerajaan yg dipimpin ini hidup dengan damai, rakyatnya makmur, bahagia tidak ada satupun yg menderita. Raja sangat mencintai rakyatnya begitu pula sebaiknya, untuk kebahagian rakyatnya akan Raja lakukan apapun itu.


Dari kehamilan sang istri lahirlah dua gadis kecil yg lucu, keduanya sangat bahagia. Hari ke hari keduanya tumbuh besar, sang kakak sangat menyayangi sang adik dan adiknya sangat bergantung pada sang kakak.


Sampai disuatu hari sang kakak terjatuh sakit selama tiga hari, pernah ia bermimpi bertemu dengan seorang perempuan tua yg mengatakan bahwa ia akan menerima berkah. Berkah yg diberi ini diberikan karena ayahnya sang raja sangat jujur dalam memerintah, tidak pernah memperbudak rakyatnya. Semua hal baik tadi mendapat imbalan berupa berkah yg akan diterima oleh anak sulungnya ini.


Ketika sang sulung sadar, semua orang diistana terkejut melihat matanya berubah warna menjadi biru.


"Tapi ingat, berkah ini bisa menjadi bencana dikemudian hari" ucapan dari perempuan tua kala itu mana ia mengerti.


Kabar terus berhembus keseluruh penjuru negeri, banyak rumor mengatakan sang puteri dikutuk. Warga sakit juga langsung dihubungkan dengan mata biru sang puteri.


Ketakutan yg terus menghantui kerajaan membuat sang raja berubah, ia membenci puteri sulungnya itu. Beruntung sang adik sangat menyayanginya, Ibunya juga diam-diam selalu memperhatikannya disaat ia dikurung tanpa boleh keluar.


"Sang puteri harus dibunuh agar penyakit yg menimpa negeri bisa segera hilang. Mata biru sang puteri membawa bencana untuk negeri, tolong pertimbangannya Yang Mulia"


Sang ibu yg tidak terima bahwa puterinya akan dibunuh menolak keras, berakhir dengan dirinya yg ikut terbunuh. Raja seperti lupa bahwa wanita itu adalah istrinya, puteri yg akan dibunuhnya adalah darah dagingnya sendiri. Semua untuk rakyat, rakyat meminta ia membunuh darah dagingnya sendiri.


"Aku akan melindungi kakak apapun yg terjadi, kakak tidak sendiri" ucap si bungsu terakhir kalinya sebelum ikut terbunuh ditangan ayah kandungnya sendiri.


Melihat itu membuat sang puteri marah besar dan membunuh seluruh warga hari itu juga. Kekuatan yg mengerikan, seperti yg dikatakan berkah itu bisa jadi bencana.


"Biarkan cinta sejatimu yg membunuhmu agar kamu merasakan bagaimana orang-orang yg mencintaimu mati karena melindungimu"


"Kamu membiarkan yg mencintaimu mati, sedangkan kamu memiliki berkah yg diberikan itu. Kekallah dirimu bersama dengan penyesalanmu"


Begitulah nasib puteri itu yg harus terus melewati hidup dari masa ke masa, tersiksa dengan penyesalan yg mendalam dan harapan agar mendapatkan kematiannya segera.


Wujud Naka lainnya bertemu dengan sang puteri suatu hari dan mengatakan cinta sejatinya akan lahir kedunia ini sebentar lagi. Sosok inilah yg akan membawa kematian untuknya, sosok yg mengakhiri hidup kekal penuh kesengsaraannya.


"Ada energi spiritual yg sama dengan berkah yg diberikan untukmu, energi ini yg akan menghidupkan kembali waktumu. Maka sesudahnya kamu akan mendapatkan kematianmu... "


"Sungguh malang nasibmu, harus hidup menderita sepanjang hidupmu"


"Naka yg lain mengatakan kepadaku, jangan terlalu mengharap lebih. Sebentar lagi kematianmu akan datang, jadi berusahalah mendapatkannya... "


Sampai dua puluh lima tahun yg lalu Sang puteri melihat sosok laki-laki kecil yg akan membawa kematian untuknya. Energi yg sangat besar turut mengundang makhluk lain mendekatinya...


"Energi ini bukan hanya kamu saja yg menginginkannya. Lindungilah dia, jangan mengulangi kesalahan yg sama"