Blue Eyes

Blue Eyes
OSPEK KE 2 30



"Ajaran siapa itu??Kau bibikku.. Seharusnya kamu memberikan contoh yang baik padaku selaku keponakan mu"


Wajah Luna mengeras mendengar perkataan itu keluar dari mulut Idris.Tapi Laki-laki didepannya seolah tak perduli,ia berbalik pergi begitu saja.


Luna mengesat air mata yang jatuh di pipinya.


"Memangnya salah aku menyukai mu Ris?Toh sepupuan aja boleh nikah, apalagi kita yang hanya berstatus keponakan karena aku sepupu Ayahmu.Kita sudah menjadi dua garis keturunan, nggak apa-apa kok nikah.Lihat aja...aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku"Luna memiliki tekad yang membara.Itu semua terpancar dari sinar matanya.


*


*


Soraya duduk di halte menunggu jemputan, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya.Kaca mobil terbuka... terlihat wajah Luna disana.Gadis itu menatap lurus ke depan tak mau sedikit pun meliriknya.


"Hey... butuh tumpangan..."Lana melambaikan tangan,ia duduk di belakang kemudi.Nampaknya itu keinginan Lana yang ingin menawarkan tumpangan, sedangkan Luna terlihat tidak suka.


"Makasih Kak... sebentar lagi jemputan ku datang "jawab Soraya sopan.


"Ohya??kalau masih lama biar aku antar kamu, masuklah "Lana menunjuk kursi belakang dengan jempol nya.


"Apa-an sih?"Luna menggerutu kesal.


"Ya'...ayo..aku anterin"


Luna menoleh ke arah kaca spion karena mendengar suara yang sangat familiar.Benar saja, ternyata itu Idris yang sedang membawa Mogenya.


Tanpa ba-bi-bu lagi,Luna keluar dari mobil dan melangkah cepat menaiki motor Idris.


"Cepat antarin aku"Luna menepuk pundak Idris "Kakakku lagi pengen pacaran,kita tidak usah ganggu mereka"


Idris tercengang, tatapannya terlihat sayu.Kedua pandangannya beradu dengan mata Soraya.Gadis itu diam mematung tanpa kata.


TIT TIIIIT..


"Ayo..."Lana menekan klakson mobil sambil melambaikan tangannya.


"Ayo RIS"Luna pun memaksa Idris untuk segera pergi, akhirnya mau tidak mau Idris pun melajukan motornya pergi.


Mata Soraya bergulir mengikuti arah pergerakan motor Idris yang perlahan pergi.Entah kenapa ada sesuatu yang menyelip sakit di dadanya.


TIIITTT


Sekali lagi Lana membunyikan klakson.Soraya bangkit lalu datang menghampiri.


"Kak...maaf..Mama ku takut marah kalau aku tidak pulang sama supir"Soraya berharap Lana akan mengerti.


"Nanti aku akan jelasin sama Mama kamu"Lana tetap ingin


Soraya ikut dengan nya.


Tapi rupanya mobil yang biasa menjemput Soraya sudah tiba.


"Itu jemputan ku sudah datang Kak.. makasih ya..Bay"Soraya pergi setelah melambaikan tangan.Ia tidak menunggu tanggapan dari Lana bagaimana ?


"Pak Sukri setelah hari ini, kamu tidak boleh terlambat.Kalau kamu terlambat ??akan ku pastikan Papa akan memecatmu"SORAYA sangat marah sekali.


"Ma-maaf Non...tadi Nyonya minta di antar untuk pergi belanja.Karena jalan macet jadi agak terlambat "


"Kalau memang sudah diperkirakan akan terlambat, langsung saja kesini sama Mama"Tandas Soraya kesal.


"Ba-ba-baik Non..."


Soraya mendengus kesal,ia benar-benar sangat tidak suka berada di situasi yang menjengkelkan.


Sedangkan Lana, harus menelan kekecewaan karena di tolak tanpa pertimbangan oleh SORAYA.Padahal banyak gadis yang sangat menginginkan posisi Soraya.Yaitu naik se mobil dengan nya, duduk di sampingnya juga.Tapi,,gadis itu malah menolak nya.Mungkin karena dia merasa cantik sampai ia sangat sombong sekali.


"Lihat saja... tidak butuh waktu lama,kau akan bertekuk lutut di depan ku"gumam Lana dengan perasaan geram.


Ospek di hari kedua yang merupakan hari terakhir sudah tiba.Para anggota ospek bekerja sama membuat tenda yang dibantu oleh kakak-kakak pembina.


Setelah selesai,Lana selaku ketua panitia mengumpulkan mereka semua.


"Mona dan Pras adalah pemenang challenge ,jadi sebagai pemenang kalian boleh memberikan hukuman kepada peserta yang kalah.Apa hukuman yang akan kalian berikan ??"Lana bertanya.Mona dan Pras saling berpandangan satu sama lain.


"Emmm kalian harus mencium pasangan kalian "Mona menjawab dengan malu-malu.


"Wuuuuuu"Semua bersorak,tapi tidak dengan Soraya dan Idris.Tubuh mereka mendadak kaku.


"Tidak bisa begitu!!"Tiba-tiba Luna menyela"Kalian mau ngasih hukuman,apa mau ngasih pelajaran mesum??"ketusnya.


Mona tertunduk begitu juga dengan Pras.


"Tidak usah pakek hukuman-hukuman segala, pokoknya hari ini semua pasangan harus berganti.Tidak boleh pasangan yang kemarin lagi..Paham!!!"


"Kau apa-apaan Lun? jangan merubah peraturan seenaknya "bantah Lana.


"Cuma berganti pasangan,apa susahnya sih?"


"Hal ini tidak pernah kita bahas dalam projects ospek "


"Itu tidak akan mengubah skenario Kan??"


"Iya tapi kalau kamu memang ingin seperti itu, seharusnya dibicarakan tadi.Sebelum kita memulai acara,jangan begini dong"


"Baru terfikir kan"Luna menjawab dengan entengnya.


"Kau sangat tidak kompeten.. sudah-sudah.. tidak ada yang berubah.Masalah hukuman,itu tidak kami setujui.Berikan hukuman yang lainnya"Lana menunjuk kan kekuasaan nya, membuat Luna jengkel sekali.Ia menghentakkan kakinya lalu pergi.


Mona dan Pras saling berpandangan satu sama lain.


"Mona!!Pras!!!apa hukuman yang akan kalian berikan ??"sambung Lana.


"Emmm mereka harus masak untuk makan malam nanti "Pras menjawab.


"Bagus...itu masuk akal..Apa kalian menerima hukuman itu??"


"Iya Kak!"jawab para anggota ospek kompak.


"Bagus... sekarang kita akan memulai challenge yang kedua.Kalian harus bisa membuat sarung bantal dengan menjahit pakai tangan.Ini tidak ada pasangan ya, kalian harus menjahit per- orangan.Jahitan terbagus dan rapi akan mendapatkan bingkisan.Hasil jahitan kalian akan disumbangkan ke yayasan panti jompo dan anak-anak yatim.Apa kalian mengerti?!!!"


"Mengerti Kak!!!"


"Bagus... kalian bisa mulai dari sekarang.. Kakak-kakak pembina, silahkan bagikan kain-kain dan peralatan menjahit nya"


"Baik..."


Para Kakak-kakak pembina yang sudah siap dengan barang-barang yang diperlukan segera membagikan peralatan menjahit sekaligus kainnya.


Para peserta ospek begitu antusias melakukan tugas tersebut.Soraya sebenarnya kurang paham dengan jahit menjahit,tapi ia malu untuk mengatakannya.Berbeda dengan Idris,dia meskipun seorang pria tapi kalau hanya setakat menjahit sarung bantal itu sangat sepele.


Idris melihat Soraya nampak meringis kesakitan,ia beringsut mendekati gadis itu.


"Astaga..."Idris terkejut melihat jemari Soraya sudah berlumuran darah.Rupanya Aya' ketusuk jarum saat sedang menjahit.Dengan cepat Idris menarik tangan Soraya lalu menghisap darahnya.


WUSSSSS


Angin tiba-tiba berhembus kencang sampai tubuh Idris terjungkal ke belakang.


Dilain tempat Nicta merasakan sebuah Hujaman di dadanya.Membuatnya terjatuh ke lantai.Ia hampir tidak bisa bernafas karena sesak.Idris pun tidak jauh berbeda,ia kesakitan setengah mati.Membuat kepanikan terjadi,


"Idris...kamu kenapa?"Soraya kebingungan,ia tidak mengerti kenapa bisa begitu.


Kejadian ini menimpa seluruh kaum Kunyang,mereka merasakan sakit di tempat yang sama.Sakit yang sangat luar biasa.