
"Kakanda Pangeran Arif ??"
Cahaya tersentak,ia mendengar suara Pangeran As'ad dari arah luar.
"Arif ???Dimana anakku ??"Roh Ratu Syahira pun terbang ingin keluar,tapi Cahaya menghalangi.
"Kau jangan keluar!!"
"Tapi anakku...aku ingin bertemu"
"Jangan..."Cahaya menutup rapat pintu Kastil sebelum Pangeran As'ad menyadari.
Cahaya meletakkan jari telunjuknya di bibir agar Roh Ibu Pangeran Arif tidak menimbulkan suara.
Cahaya menajamkan pendengarannya,ia menempel kan telinga nya ke lantai.Suata derap kaki yang berat terdengar menjauh.
"Dia sudah pergi"ujarnya sembari bangkit.
"Kenapa kamu mencegah ku untuk bertemu anakku ??hah???"
"Diamlah...kau harus tetap diam disini "
"Kenapa ??"
"Orang yang menyebabkan kamu mati masih ada di sekitar istana,aku tidak tahu dia sudah menyadari atau belum bahwa kamu sudah bebas. Jika ada yang tahu kau bebas, maka dia akan melakukan sesuatu yang akan mengkambing hitamkan kamu"
Roh Ratu Syahira akhirnya mengerti.
"Jadi...kau harus tetap disini,akan ku tempel kertas-kertas di depan pintu mu"
Roh Ibu Pangeran Arif mengangguk setuju.
"Kalau boleh, tolong katakan pada anakku.Bahwa aku merindukan nya"pinta Ratu Syahira.
"Dia juga merindukan mu, setiap malam dia ada diluar gerbang hanya untuk mendengar suaramu "
"Benarkah ??"Ratu Syahira tak percaya itu, karena ia tidak tahu jika Pangeran Arif melakukan nya.Cahaya mengangguk meyakinkan.
Roh Ratu Syahira terduduk di kursi,ia menutupi wajahnya, punggungnya bergetar, sepertinya ia tidak kuasa menahan tangisannya.
"Sabar lah...aku akan pergi dulu,Pangeran As'ad pasti datang kemari untuk mencari ku"
Ratu Syahira mengangkat wajahnya.
"Pangeran As'ad ???Anak pela-cur itu??"Ratu Syahira terpancing emosi.
"Stttttt diam...ok diam ...jangan keras-keras "Cahaya memelankan suaranya.
"Ohhhh "Ratu Syahira mengangguk mengerti.
"Aku pergi ya"Cahaya meminta diri dengan suara berbisik,Ratu Syahira mengiyakan.
*
*
Pangeran As'ad membaringkan tubuh Pangeran Arif ke kasur dengan hati-hati.Ia dibantu oleh pelayan Pangeran Arif .
"Dimana Pangeran menemukan Pangeran Arif dalam keadaan seperti ini ??"tanya si pelayan.
Pangeran As'ad diam,jika ia berkata jujur.Pasti akan menjadi masalah untuk sang Kakak.
"Emmm di depan kamar ku,aku tidak tahu dia kenapa ?? mungkin dia ingin menemui ku.Tapi tiba-tiba dia pingsan "Pangeran As'ad memberikan alasan.
"Benarkah ???"
Pangeran As'ad mengangguk meyakinkan keraguan si pelayan.
"Ya sudah..aku kembali ke kamar ku dulu"Pangeran As'ad pamit,ia masih harus menemukan Cahaya .
"Silahkan Pangeran"
Pangeran As'ad terus mencari Cahaya ,ia takut gadis itu akan mendapatkan masalah jika malam-malam begini keluyuran.
Tiba-tiba ia melihat kelibat Cahaya yang berjalan di tengah-tengah taman.
"Cahaya ..."seru Pangeran As'ad ,gadis itu menoleh.Keduanya sama-sama saling mendekat.
"Kau dari mana saja?"tanya Pangeran As'ad .
"Jalan-jalan "jawab Cahaya santai.
"Sayang...ini istana, berbeda dengan di Indonesia.Kalau kamu keluyuran tengah malam,nanti kamu akan mendapatkan masalah"
"Ohya??"
Pangeran As'ad mengiyakan.
"Ya udah...yuk antar aku ke kamar "pinta Cahaya .Pangeran As'ad menyanggupi, keduanya berjalan beriringan menuju kamar Cahaya .
Baru saja pintu di buka, sebuah suara hinggap di pendengaran Cahaya .
'Tolong aku"
Tanpa ia sadari,Cahaya memukul tengkuk Pangeran As'ad hingga pingsan.Lalu Cahaya menutup pintu kamar nya dan terbang cepat menuju Kastil.
Karena suara baru saja yang ia dengar adalah suara Ratu Syahira.
*
SE ekor ular Derik melilit leher Sang Ratu dengan kuat.Ujung kakinya di tarik oleh si pria berjanggut.
Ratu Syahira tak kuasa menahan sakit, kepalanya seakan-akan hendak tercabut.
BRAK!!!
Suara pintu di tendang dari luar mengalihkan perhatian si Ular dan pria berjanggut.Keduanya menoleh,dan melihat seorang gadis melangkah masuk.Dua tangan si Gadis melipat di balik punggungnya.
"Lepaskan dia!!"Cahaya meminta,nada suara nya tenang.
"Hahahahahahaha siapa dia?? sombong sekali, memang kau pikir aku akan menuruti mu"Si pria berjanggut menyepelekan lawan nya.
"Hehehehehe dia tidak tahu siapa kita?"imbuh Ular Derik.
"Ini makanan gratis bagi mu Ular, cepat sikat!!"
Ular Derik menyeringai,ia melepaskan lilitan di leher sang Ratu.Kemudian melompat ke arah Cahaya.
Gadis itu menggeser tubuhnya ke samping, menghindari lompatan Ular Derik.Dengan menggunakan tangan kiri,Cahaya menangkap ekor Ular Derik sebelum tubuh si ular mendarat.
Lalu ia menyentil ujung ekornya yang selalu berderik itu.Tak pelak,ekornya langsung putus.
Aaaaaaaaaaaaa
Si ular menjerit kesakitan, tubuhnya di lempar ke lantai oleh Cahaya .Dan meletis-letis bagai cacing kepanasan.
"Ekor ku tolong ekor kuuuuu"
Pria berjanggut sungguh tidak percaya,dengan mudahnya gadis yang baru saja datang itu mengalah kan sahabatnya.
Ia melepaskan kaki Ratu,lalu melayang ingin menolong si Ular.
Cahaya berputar cepat menangkap ujung janggutnya yang memanjang.Lalu ia membanting si Pria itu tanpa ampun ke kanan dan ke kiri berkali-kali dengan gerakan cepat.
Mata Sang Ratu sampai pusing mengikuti gerakan Cahaya yang membanting si pria berjanggut.
Ular Derik melongo, mulutnya menganga.
HUFFFFFF
Cahaya jadi kelelahan sendiri,ia mengelap keringat di keningnya.
Si pria berjanggut lemas dalam kepalan tangan Cahaya , giginya jadi ompong tak tahu lepas kemana.
"Apa masih kurang ??"
Ular refleks menggeleng cepat, sedangkan pria berjanggut hanya mampu menggeleng lemah.
Cahaya melepaskan Pria berjanggut,ia sudah tidak mampu lagi untuk bergerak.Tubuhnya lemas di lantai.
Ular Derik merayap menghampiri,
"Kau tidak apa-apa ??"tanyanya berniat simpati.
"Kamu nanyak???aku babak belur Rik"Jawab Pria itu menahan kesal, ingin sekali ia pukul si Ular.Tapi Mengangkat jemarinya saja ia tak kuasa.
"Mau nambah lagi ??"Cahaya menyela..Ular Derik langsung melingkar dan merundukkan kepalanya.
"Ampun...Ampun Nona..."
"Kalau masih kurang ?ayo..aku kasih tambah, gratis "
"Tidak Nona, gratis saja kami tidak mau"
Cahaya tersenyum tipis,ia menggeser kursi mendekat tanpa menyentuh.Hanya menuding saja,ia meyakinkan si Ular bahwa gadis yang ia hadapi bukan orang sembarangan.
"Siapa yang menyuruh kalian ?"tanya Cahaya .
Ular Derik tak langsung menjawab, ia menoleh ke arah sahabat yang terkapar.
"Jawab,atau ku potong-potong tubuhmu menjadi sate.Aku suka sate ular, karena aku sudah biasa memakannya di hutan"Cahaya mengancam.
Ular Derik menggeleng..
"Ampun Nona...kami tidak berani mengatakannya "
"Oh...jadi kau memilih untuk jadi sate"
"Tidak juga..."
"Lalu???"
"Ka-ta-kan saja..."suara pria berjanggut terbata-bata.Cahaya tersenyum tipis, karena ada yang mendukung nya.
"Dia...Ratu.... Halimah"