Blue Eyes

Blue Eyes
KEDATANGAN PYTA 41



Poppy tercekat dengan keterangan dari sang Ayah.Ia sudah terbiasa dengan kemewahan,uang jajan berdigit, fasilitas yang melejit.Membayangkan semuanya musnah, rasanya Poppy tidak akan sanggup.


"Sekarang terserah padamu, Papa dan Mama sangat mencintai mu Poppy..."Papa Poppy melangkah mendekati mayat Pyta.


"Apa tidak ada jalan lain Pa??"Poppy berharap masih ada sesuatu yang bisa dilakukan selain harus menjadi pengantin makhluk jelek yang melototi dirinya.


Sang Ayah menggeleng pelan sembari tangannya membelai lembut rambut mayat Pyta yang sudah rontok.


"Maafkan Papa sayang.. karena harus mengorbankan dirimu"gumam Papa POPPY.


"Apakah Poppy akan bernasib sama seperti dia?"Poppy jadi ragu untuk menyanggupi saat melihat sendiri kondisi Pyta.


"Tidak Nak..."Ibu Poppy merengkuh pundak putrinya"Meskipun nanti kamu telah menjadi pengantin Betarakala,kami tidak akan mengurungmu disini.Kamu akan beraktivitas seperti biasa.Hanya saja kamu akan membagi tempat tidur dengan nya setelah kalian melakukan ritual pernikahan "


Poppy tertunduk,ia menangis tersedu.Apakah ini adalah garis hidupnya ??


"Pikirkan lah dulu Nak...malam bulan purnama masih tinggal sepekan.Itulah malam pernikahan mu"Papa Poppy turut mendekati putrinya.


Poppy diam tak bergeming,ia sangat ketakutan sekali.


Apalagi malamnya, Poppy bermimpi di datangi oleh sosok Betarakala.Ia membelai rambut Poppy saat sedang terlelap.Sehingga membuat Poppy terjaga.


Tatapan matanya mengitari sekeliling kamarnya.Ia sangat ketakutan sekali,rasanya dinding kamarnya memiliki mata yang tengah memperhatikan gerak-geriknya.


Angin sepoi-sepoi Mengangkat tirai jendela.Memperlihatkan sosok tubuh yang berdiri di luar jendela.Seorang gadis berpakaian putih sedang menatap Poppy dengan kosong.


Poppy terpana,ia penasaran siapa gadis jelita itu.Ia turun melantai, kakinya seperti berpijak di atas es batu.Dingin!!


Namun Poppy tidak perduli,ia melangkah membuka daun jendela.


Sosok itu tersenyum tipis,karena penasaran.Poppy mengesampingkan rasa takut nya.


"Kau siapa?"tanya Poppy.Gadis itu tersenyum.


"Aku adalah dirimu... akhirnya kita bisa bertemu"


Poppy menautkan kedua alisnya,ia kurang memahami apa arti dari ucapan gadis itu.


"Mulai sekarang...kita tidak akan terpisahkan"Sambung gadis itu lagi.


_


AKHHHH


Poppy terjaga dengan tiba-tiba, nafasnya memburu seperti habis melakukan lari jarak jauh.


Pandangan matanya gelisah,ia menoleh ke segala penjuru arah depan riak takut dan mengkhawatirkan.


"Siapa dia ??"


*


*


"Jadi begitu lah... Sekarang aku takut sekali Ya'.. Rasanya sangat mengerikan jika harus menjadi pengantin makhluk jelek itu"Poppy mengakhiri ceritanya.


Soraya dan Idris saling beradu pandang.Mereka mempunyai penilaian sendiri dari kisah yang baru saja Poppy sampai kan.


"Apakah kalian punya solusi ??Agar aku bisa keluar dari masalah ini ??"Poppy menatap ke-dua temannya bergantian.


"Ada"Idris menjawab dengan cepat"Bukankah Papa kamu sudah bilang,jika kamu mempunyai dua pilihan.Yang pertama bersedia menjadi pengantin, yang kedua kamu bersedia hidup miskin ?"


"Aku tidak mau kedua-duanya "Poppy menggeleng cepat.


"Pop .. kalau aku jadi kamu, lebih baik hidup miskin daripada menjadi budak setan.Harta bisa dicari asal kita mau berusaha "Soraya menggenggam erat kedua tangan sahabat nya itu.


"Kalau cuma ngomong sih gampang Ya',,, sedangkan kamu sendiri tidak pernah hidup melarat bukan?"


"Siapa bilang ??Aku hidup enak saat diboyong ke kota sama Papa.Sebelumnya aku juga orang biasa-biasa saja kok..Nanti kapan-kapan aku bawa kamu ke kampung ku kalau kamu tidak percaya".


Poppy tercenung, rasanya sangat sulit baginya untuk menerima kehidupan yang tidak pernah ia jalani sebelum nya.


Poppy tetap diam, ia menggigit bibir bawahnya dengan pikiran yang bimbang.


Bel berbunyi,tanda istirahat sudah usai.Satu persatu siswa siswi masuk ke kelas masing-masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Poppy duduk di kursi penumpang dengan gelisah.Ia menatap jalanan yang dilalui dengan pikiran menerawang kemana-mana.Jari jemarinya saling memantik satu sama lain.Ia benar-benar bingung,takut.


"Jalani saja dulu... lama-lama kamu akan menikmatinya"


Poppy tersentap kaget mendengar suara seseorang di samping nya.Ia menoleh, ternyata gadis yang hadir dalam mimpinya semalam.


"Kamu siapa?"Pekik Poppy,ia menarik tubuhnya agar berjarak dengan wanita itu.


"Aku Pyta...Kakakmu..Kau jangan takut"Pyta mengulurkan tangannya membelai lembut anak rambut ADIKNYA.


"Py-pyta..."Gemetar suara Poppy terdengar,ia sangat ketakutan.Apalagi setelah tahu dirinya kini hanya seorang diri di dalam mobil?


"Kau tentu tidak ingin hidup susah bukan?? Hidup susah itu tidak enak, untuk makan saja kau harus mengais sisa makanan orang di tong sampah.Apa kamu mau begitu??"


Poppy menggeleng cepat.Pyta tersenyum melihat tanggapan adiknya.


"Kau hanya perlu tidur terlentang,dan tutup matamu rapat-rapat.Biarkan sang Betarakala melakukan keinginannya terhadap dirimu "Pyta mendekat kan wajahnya, hingga suaranya seperti bisikan berdesau angin.


Poppy diam, tubuhnya menggigil ketakutan.


"Aku akan menemanimu Poppy...aku janji!!"Sambung Pyta disertai seringai yang sulit diartikan.


"Ke-kenapa..kamu harus mati??"Itulah yang ingin Poppy ketahui.Karena jika saja Pyta tidak mati ,tentu saja dia tidak akan menjadi pengantin Betarakala.


Senyuman Pyta seketika sirna,berubah menjadi jelingan tajam.


"Agar kamu tahu, bagaimana rasanya menjadi aku?Hahahahahahaha"Pyta tertawa lepas, seolah-olah membuka topeng wajahnya perlahan.


_


"Non...Nona..."Supir Poppy menepuk pipi anak sang majikan.Karena sedari tadi gadis itu tak bangun-bangun,tapi ia mengeluarkan keringat dingin dan wajahnya mengeras.


"Nona... bangun Non"Sekali lagi sang supir mengguncang tubuh Poppy.


AKHHH


Poppy terbelalak, nafasnya tersengal-sengal.Ia terdiam beberapa saat.


"Nona nggak apa-apa ??"si supir sangat mencemaskan kondisi sang anak majikan.Karena Poppy terlihat sangat mengenaskan.


"Non..."


Bola matanya bergulir perlahan,Ia menatap sesaat wajah si supir.Memastikan jika ia tidak sedang bermimpi.


"Nona..."Sekali lagi si supir memanggil.


"Ah iya Pak...ki-kita dimana?"


"Di rumah Non...kita sudah sampai di rumah"


"Oh iya..."Poppy menekan tombol pintu dan ia pun keluar.Dengan tarikan nafas mendalam,ia melangkah masuk ke dalam rumah nya.


*


"Aku kepikiran sama Poppy"Soraya mengungkapkan isi hatinya kepada Idris saat keduanya duduk santai di sebuah cafe.


"Kita tidak bisa berbuat apa-apa sebelum dia mengambil keputusan, kalau dia berani untuk menerima consequencenya.Maka kita akan membantu nya .Tapi kalau dia malah bersedia menjadi pengabdi setan,kita bisa apa?"


Soraya mengiyakan kesimpulan dari Idris.


"Tapi sebagai teman,Kita tidak boleh meninggalkannya meskipun dia memilih untuk menjadi pengantin Betarakala.Kita harus menjaga dan memantaunya,bisa jadi dia bisa berubah"


Soraya sangat setuju dengan pendapat Idris.Mereka tidak bisa terlalu dalam ikut campur dalam keyakinan seseorang.