
Mobil taxi online yang ditumpangi oleh Idris melaju cepat.Idris menoleh ke belakang,memperhatikan tubuh Poppy dari kejauhan.Ia melihat Poppy bangkit berdiri tegak meskipun sekujur tubuhnya dipenuhi luka karena di tabrak dan menggelinding di jalanan aspal.
_
Kedatangan Idris disambut oleh Pak Luyo , Ahmad dan Sukri.Kebetulan saat itu, Kartika sedang pergi ke luar kota bersama suaminya untuk beberapa hari.
Idris menggendong tubuh Soraya , dibawanya masuk ke dalam rumah.Ahmad ingin membantu,tapi Idris menolak.Ia tidak ingin tubuh kekasihnya disentuh oleh pria lain selain dirinya.
"Bawa masuk kesini"Pak Luyo menunjuk jalan ke kamar Soraya.
Dengan hati-hati,Idris meletakkan tubuh Soraya ke atas kasur.Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya cepat.Lumayan melelahkan...
Pak Luyo heran begitu menyadari jika supir taksi online itu mengikuti mereka masuk ke dalam.
"Dia siapa?"tanya Pak Luyo .
"Oh dia supir taksi Pak, bentar"Idris merogoh poketnya lalu membayar biaya transportasi.
Akan tetapi supir tersebut tetap tak beranjak pergi.
"Kenapa Pak ??Apa masih kurang ??"Tanya Idris.
"Tidak...saya takut ketemu gadis itu lagi"
"Ohh Bapak tenang saja, yang diincar dia adalah gadis ini.Jadi Bapak tidak perlu khawatir"
"Ohhh begitu ??"Supir Taxi nampak ragu, mungkin dia trauma akibat kejadian ngeri yang baru saja ia hadapi.
"Mari Pak...saya antar ke depan "Ahmad menawarkan diri, dengan ragu supir itu mengangguk.Ia masih sesekali menoleh ke belakang punggungnya karena takut untuk pergi.
Supir taksi itu pun pergi saat mendapatkan notice orderan taksi.Ternyata obat ketakutan nya adalah orderan 😅😅😅.
Saat ia melewati jalan gank perumahan elit,ia melihat gadis yang ditabraknya tadi melompat seperti monyet dari atap rumah satu ke atap rumah lainnya.
Laju kemudinya pun terhenti,bulu kuduk nya meremang seluruh badan.Rupanya gadis itu benar-benar bukan manusia.
*
*
"Pak sekarang kita harus gimana ?? Poppy pasti sedang dalam perjalanan menuju kesini.Dia sangat ingin membunuh Soraya"ujar Idris.Pak Luyo tak menjawab meskipun ia tahu Idris bertanya kepada nya.
Ahmad masuk kembali kedalam kamar Soraya.Ia berdiri disisi Pak Luyo .
KREK KREK KREK
Bunyi aneh terdengar, semua menoleh ke arah balkon jendela.Rupanya Poppy datang dengan lompatan cantik bak seekor monyet.Ia kemudian bangkit, menunjuk jendela yang sebelumnya terkunci dari dalam.Terbuka tanpa tersentuh.Langkahnya seperti seorang model, meliak-liuk meskipun tubuhnya belepotan darah.
"Hay!!"Poppy melambaikan tangannya disertai senyuman yang tak pernah lekang.
"Lindungi Soraya"Memberikan perintah,ke empat pria itu berdiri menjadi benteng gadis yang terkapar di atas kasur.
"Hahahahahahaha... kalian mau melindungi Aya'???hahahahaaha"Poppy menyibakkan tangannya, membuat Pak Luyo , Ahmad dan Sukri terpental.Hanya Idris yang bertahan dengan bantuan kekuatan kecubung nya.Pusaran angin berwarna hitam kemerahan memukul mundur Poppy.Gadis bertubuh bongsor itu berusaha bertahan dengan melawan balik kekuatan kecubung.
Suasana alam semakin gelap, karena saat ini detik-detik gerhana matahari total.
Otak licik iblis yang berada dalam tubuh Poppy bekerja,ia tidak mungkin menang jika melawan Idris secara sehat.Karena ia menggunakan cara licik, dengan tipu muslihatnya.Poppy menggerakkan tubuh Soraya.Sehingga seolah-olah Soraya siuman.
"Nona..."Pekik Ahmad yang melihat pergerakan tubuh anak majikannya.Idris sontak secara refleks menoleh hingga konsentrasinya berkurang.Pada saat itulah, Poppy langsung menambah kekuatannya dan menyerang Idris.
Tubuh Idris terpental karena Poppy berhasil mematahkan kekuatan kecubung.Sehinga hantaman keras menyerang Idris.
Darah segar menyembur keluar,Idris mengalami luka dalam yang hebat.
"Hahahahahahaha"Poppy tertawa puas,ia begitu bahagia hingga merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.Tubuhnya melayang mendekati Soraya.
"Aya'..."Pak Luyo yang renta menjulurkan tangannya yang tak mampu menggapai apapun.
Ahmad yang berdiri dengan posisi paling dekat dengan Soraya mengambil tindakan.Ia berdiri menghalangi Poppy.
"Aku tidak akan membiarkan kamu menyentuh Nona"
"Hahahahahahaha"Iblis yang bersarang dalam tubuh Poppy merasa digelitik dengan ucapan Ahmad.
"Kau???mau melawan ku??Idris saja yang memiliki kekuatan supranatural kalah telak, apalagi kamu???"
" Meskipun aku harus mati berkalang tanah,aku akan melindungi Nona"jawab Ahmad dengan yakin.
"Ok!!Ayo kita main-main dulu..akan ku kabulkan keinginan mu.Mungkin kamu akan merasa terhormat jika mati melindungi Soraya"
Poppy menjulurkan tangannya, mencekik leher Ahmad.Pria yang memang tidak memiliki ilmu apa-apa itu tercekat.Tubuhnya terangkat,kakinya menggapai-gapai karena sudah tak menginjak lantai.
Senyuman tipis tersungging, Poppy begitu senang melihat wajah Ahmad yang sudah memucat tak berdarah.
Disaat itulah Ahmad membaca bait-bait do'a
Audzu billahi minasy syaithonir rojiim Audzubillahis sami il alim minasysyaithonirrojim.
Allahumma inni audzubika minasysyaitha nirrajimi min hamzihi wanafkhihi wanafatsih.
AKH..
Poppy menjerit,ia merasakan tangannya kepanasan dan langsung melepaskan cekikikannya.
Tubuh Ahmad terjelopoh ke lantai,ia terbatuk-batuk karena kekurangan oksigen.
"Apa yang kau baca? kenapa Tangan ku melepuh?"Poppy panik,ia melihat tangannya menghitam.
"Ternyata....kamu tidak pernah.. mendengar ayat-ayat suci Allah"Ahmad masih tersengal-sengal.
Poppy melayang mundur,ia tidak menyangka jika Ahmad bisa mengalahkan dirinya.
"Tidak seharusnya aku menyepelekan mu"
Wajah Poppy merah menyala,matanya berubah menjadi merah pekat.
"Ahmad...ayo kita baca Rukiyah bersama-sama"Seru Pak Luyo ,tubuh tuanya itu jadi bersemangat.Ia menyeret tubuhnya untuk duduk bersila,begitu juga dengan Sukri.Idris tidak mau ketinggalan meskipun ia tengah terluka parah.
Ahmad mengangguk setuju,ia pun duduk bersila menghadapi Poppy.Lalu secara bersamaan mereka membaca doa Rukiyah.
AAAAKKKKHHH
Poppy menjerit kepanasan,ia merasakan sekujur tubuhnya seperti terbakar.
"Ampuuuuuuuun"Serunya melengking tinggi.Tapi ke empat pria itu tidak mau berhenti.Mereka terus membaca doa Rukiyah berjamaah.
"AAAAAAAAAAKKKKK "
Poppy menerobos jendela,lalu melompat keluar.Ia tidak kuat jika harus bertahan lebih lama di tempat itu.
"PAAANAAAAAAS"
Suara jeritan itu terdengar menjauh.
Idris ambruk, membuat yang lainnya terpaksa menghentikan bacaan doanya.Mereka berkumpul untuk menolong teman Soraya itu.
*
Perlahan kelopak mata Soraya terbuka, bersamaan dengan habisnya waktu gerhana matahari.
Ia melihat tiga pria dalam keluarga nya berdiri mengelilingi dirinya.
"Bapak..."Suara lemah Soraya memanggil Pak Luyo,pria itu tersenyum lembut.
"Alhamdulillah...kamu sudah siuman Nak"
Soraya tersenyum kelat dengan wajah yang memucat.
"Bagaimana dengan teman Nona??Apa kita bawa dia ke rumah sakit saja Pak"Tukas Ahmad.Soraya mencoba menerka siapa yang dimaksud oleh perawat Bapaknya.
"Siapa Pak?"Tanya Soraya.
"Teman kamu, yang membawa kamu pulang nak"Jawab Pak Luyo .
"Idris kah itu??"
"Iya Non"Sukri menjawab, refleks Soraya langsung bangun.
"Kenapa dia?"
DEGH!!
Ahmad merasa degup jantungnya berhenti berdetak.Ia menangkap sesuatu yang mengkhawatirkan dari raut wajah gadis impiannya.