
"Ini semua karena ulahmu"balas Cahaya dengan gigi mengerat geram.
"Ca.. buka pintunya!! kenapa sekarang kau takut hah??buka Ca!!"gertak Dominic ,Cahaya menggeleng kuat.Tubuhnya menahan pintu yang sebenarnya sudah terkunci.
"Pa... kenapa ?-"Raul penasaran melihat Dominic yang seperti sedang marah.Dominic bingung harus menjawab apa ?tapi kalau tidak dijawab,Raul pasti akan bertanya kepada Cahaya .
"Hemmm dia ngerjain Papa tadi...ohya ayo tidur !sudah malam,besok sekolah kan??"
Raul mengiyakan,ia mendekat.Lalu Dominic pun berjongkok untuk menggendong nya.
"Ugh anak Papa sudah besar"
Raul tersenyum,ia mencium pipi Dominic seperti biasa ia lakukan.
Cahaya mengintip dari celah pintu untuk memastikan Dominic sudah pergi.
"Huffffff"
Sanca juga ikut mengintip.
"Dia sudah pergi"ujarnya.
"Aku sudah tahu"Balas Cahaya .Ia menutup kembali daun pintu dan menguncinya.
"Kau jahil banget ya,kau tahu apa yang aku lakukan pada Dominic ??Aaahhh aku malu"Cahaya menutup wajahnya sendiri.
"Memang nya apa yang kamu lakukan ??"Sanca melingkar di atas kasur.
"Aku tetap menganggap itu sebagai ular"
"Apa??jadi kamu mengelus-elus ularnya, seperti apa yang kamu lakukan kepada ku??"
"Aaaakkhhhhhh"Cahaya menghentakkan kakinya beberapa kali,ia benar-benar malu.
"CK CK CK CK..Caca Caca...apa kamu lupa penjelasan dari si monyet ??"
"Aku lupa...dan tetap menganggap nya ular lembek yang tiba-tiba jadi hidup"
"Astaga naga..."Sanca geleng-geleng kepala.
"Mangkanya aku malu banget...Apa aku harus pergi dari sini??"
"Emang kamu mau pergi kemana?"
"Kemana saja,,,asal tidak bertemu dengan Dominic lagi"
"Apa kau akan mencari Ibumu??"
Cahaya terpegun mendengar kata-kata itu.
"Ibuku ada di hutan..aku hanya mempunyai satu Ibu"Cahaya tertunduk pilu.
"Ca...aku sudah tahu cerita tentang dirimu dari para dedemit senior di hutan larangan.Kau memang dibawa oleh Lucy untuk menggantikan tugas nya menjaga topeng legendaris "
"Apapun alasannya...dia tetap Ibuku Sanca"Tanggap Cahaya .
"Aku tahu...tapi kau juga harus terima kenyataan jika kamu memiliki seorang Ibu yang melahirkan mu.Kau direbut oleh iblis saat Ibumu baru saja melahirkanmu.Dia belum sempat melihat wajah mu.Aku juga ular betina Ca...aku akan marah jika ada yang mengusik telur-telur ku"
"Lalu-? Ibuku Lucy membunuh iblis itu dan membawa ku, begitu ??"
Sanca mengiyakan.
"Aku tidak mau memikirkan apapun yang akan membuat pusing kepalaku,jika aku berjodoh dengan Ibu kandung ku?maka kami akan bertemu "
Cahaya merebahkan tubuhnya,ia merasa lelah sekali.
"Satu hal yang perlu kamu tahu"Sanca melilit lengan Cahaya , Disanalah ia terbiasa melenakan matanya."Ibumu termasuk elemen hewan suci yang bernama Dewi Serigala suci.Dia manusia biasa yang dimasuki bola inti kehidupan.Jika kau bertemu dengan nya,kau akan bisa melihat bola tersebut"
Cahaya menarik nafas dalam-dalam,ia perlahan memejamkan matanya.Sanca pun menempel kan kepalanya ke pipi Cahaya .Lalu mulai memejamkan matanya.
*
*
Celine geram sekali setelah mendapatkan telfon dari Dante, asisten pribadi Dominic yang gemulai.Bahwa di rumah itu baru saja terjadi keributan dengan munculnya ular piton yang lumayan besar.
Dan anehnya ular itu malah patuh kepada Cahaya .Celine jadi semakin yakin pasti itu ulah wanita purba itu. Secara dia kan tinggal di tepian hutan.Pasti sangat bersahabat dengan hewan.
"Apa sih yang membuat kau membutuhkan dia Dom?kesel banget deh"Celine menggerutu sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dom...ini jadwal untuk hari ini"Dante menyerahkan sebuah tablet yang berisi tentang jadwal acara artisnya.
"Ok!masih ada waktu sampai jam 10,aku harap jangan menggangguku sebelum jam 10”ucap Dominic .
"Kau mau kemana ??"tanya Dante curiga.
"Aku ada hal yang harus aku lakukan untuk pengawal pribadi ku"
"Siapa?"Dante menautkan kedua alisnya.
"Cahaya "
"Hah??gadis purba itu mau kau angkat jadi pengawal.Yang benar saja kau Dom, seharusnya pengawal itu kan macho, sado, ganteng,bisa bela diri..Lah ini???"
"Kau belum tahu siapa dia Dant"
"Alah..jangan ngadi-ngadi deh mending kau kembali kan saja dia ke tempat asal nya"ketus Dante .
"Jangan ikut campur urusan ku terlalu jauh Dant"Dominic bangkit,lalu mengajak Raul untuk segera berangkat ke sekolah.
*
Dominic mengetuk pintu kamar Murry yang ditempati oleh Cahaya .
"Ca...bangun...Ca..."
Tak ada jawaban.
"Tumben nih anak tidur sampai siang gini??"gumam Dominic .
CEKLEK
Cahaya menyembulkan mukanya di sela pintu.
"Ada apa?"
Dominic mendorong pintu lalu masuk ke dalam.
"Eh...kau mau apa?main terobos aja"
Dominic tak perduli,ia duduk di sofa lalu menghidupkan tv.
"Tutup pintunya Ca...aku ingin mengajari mu hidup tentang manusia.Karena setelah ini kau akan berhadapan dengan banyak manusia"Dominic berseru tanpa menoleh,Cahaya mengikuti apa yang dikatakan oleh Dominic .Ia duduk di kursi yang bersebelahan dengan pria itu.
"Kau akan mengajari ku tentang manusia ??"tanya Cahaya ,Dominic mengiyakan.
"Lihat itu, fokus ke layar tv"
Cahaya patuh,ia melihat sebuah adegan dimana seorang pria dan wanita yang bercanda ria di tepi pantai.Mereka sangat mesrah,dari candaan berubah menjadi sebuah ciuman.Cahaya membulat kan matanya, pipinya yang putih mulus berubah kemerahan.Tanpa sadar Cahaya menyentuh bibirnya.
Dominic tersenyum tipis melihat reaksi gadis itu.Setelah ini ia yakin Cahaya akan mengerti tentang seorang pria.
Cahaya menggigit bibirnya, tangannya memegang dadanya saat ada adegan menyusui.Ia bergidik geli ketika ada adegan menghisap kerang kecil di bawah perut.Cahaya menutupi wajahnya,namun Dominic bisa melihat bahwa Cahaya masih menikmati tayangan itu dari sela jemarinya.
Gadis itu duduk dengan gelisah,ia menggesekkan pantatnya beberapa kali.Kedua kakinya terkatup rapat seperti seseorang yang menahan kencing.
"Oh ular??"Cahaya memekik,matanya bergulir menatap Dominic saat pria dalam tv mengeluarkan senjatanya.Cahaya tertunduk malu,ia jadi salting sendiri karena Dominic menatapnya dengan pandangan yang dalam.
"Sekarang kau mengerti??"tanya Dominic .Cahaya mengangguk malu-malu.Matanya tak berkedip saat melihat sepasang kekasih dalam layar tv begitu menikmati adegan panas yang dilakukan.Ia semakin gelisah dan merasa ingin buang air kecil.
"Aduh aku tak tahan"Cahaya berlari ke kamar mandi.Dominic tersenyum geli dengan tingkah lucu gadis itu.
Saat Cahaya keluar dari kamar mandi,Dominic sudah mematikan tv.
"Loh..kok mati??"
"Sudah sampai disini saja,asal kamu mengerti bahwa apa yang kamu lakukan kepadaku semalam itu sangat sensitif"
Cahaya mengangguk mengerti.
"Jadi yang kamu lakukan kemarin dengan nenek sihir adalah seperti itu ?"Dominic mengiyakan"Kalian pasangan ??"sekali lagi Dominic mengangguk.
Kini Cahaya mengerti,tapi yang tidak ia mengerti dadanya terasa sesak dan membuat nya sulit bernafas.Beberapa kali ia mengambil nafas dalam-dalam,namun seperti tersumbat oleh sesuatu.
"Kok.. tiba-tiba aku jadi susah bernafas"Cahaya mengambil nafas lebih banyak.Sampai ia menepuk-nepuk dadanya sendiri.
"Kenapa ?"tanya Dominic .
"Entah.. perasaan aku tidak pernah begini"Jawab Cahaya jujur.