
"AAKKHHHH"Pria itu menjerit kuat sampai Cahaya terjaga dari tidurnya.
"Hey!!kenapa kau teriak-teriak?"Maki Cahaya kesal.Pria itu nampak bingung,ia celingukan.
"Aku dimana? Apakah ini di alam baka??"
"Alam baka??yah ini di alam baka,dan aku malaikat pencabut nyawa "jawab Cahaya ketus.
Sekali lagi pria itu menatap sekitar memastikan keberadaan nya.Lalu memperhatikan Cahaya dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Syukurlah... ternyata aku masuk syurga"
Cahaya menautkan kedua alisnya.
"Perasaan tadi aku bilang aku ini malaikat pencabut nyawa,kenapa dia malah mengira dia masuk syurga ??"
"Hey.. bidadari...siapa namamu??"Sapa pria itu.
"Waaahhh sudah gila kayaknya nih orang.."
Cahaya bangun,ia menendang Pria itu hingga terguling-guling dan hampir jatuh dari atas rumah pohon.Untung dia sigap memegang dahan sehingga tubuhnya bergelantungan.
"Haaa...kenapa ada syurga begini???"
"Sadar woy..sadar woy...ini bukan syurga"Balas Cahaya.
"Hah???"
Dua ekor harimau datang,ia menatap manusia yang bergelantungan di atas.
"Eh...ada harimau.. tolong aku.. tolong.."Pria itu panik.Cahaya tersenyum tipis,dengan sengaja ia tidak membantu dan malah ditinggalkan masuk.
Pria itu berusaha naik sendiri lalu berlari cepat masuk ke dalam rumah dengan nafas ngos-ngosan.
"Tega kamu ya..."umpat nya.Cahaya tetap tidak perduli.
"Kalau boleh tahu aku dimana?"
"Di hutan larangan"
"Hah???hutan larangan ?? bukankah...itu tempat "Pria itu bergidik ngeri.
"Tempat dedemit ??"
Pria itu mengangguk ragu.
"Iya bener,di sekitar kamu banyak tuh dedemit"
Spontan pria itu belingsatan ketakutan.
"Jangan bercanda dong ah.. nggak lucu"
"Siapa yang bercanda???"
Pria itu mendekati Cahaya lalu bersembunyi di balik punggungnya.Ia memang sangat ketakutan.
"Kau siapa??kenapa bisa jatuh dari atas??"
Pria itu diam,ia mencoba mengingat yang telah terjadi
Saat itu Dominic tengah melakukan perjalanan ke luar negeri dengan pesawat jet pribadi nya.Ia tidak menyangka jika managernya akan melakukan pengkhianatan.
Dominic di dorong dari atas pesawat hingga jatuh.
Helaan nafas berat terdengar, Dominic duduk melantai dengan kaki ditekuk ke atas.Tangannya menjuntai di atas lututnya.Nampak dia menahan sakit hati karena pengkhianatan yang dilakukan sang manager.Dan sejenak ia melupakan rasa takutnya.
"Apa kau yang menolong ku sehingga aku tidak terluka sedikitpun ??"
"Anggap saja begitu "jawab Cahaya.Dominic manggut-manggut tanda mengerti.
"Apa kau sudah ingat jalan pulang ??"
Sekali lagi Dominic mengiyakan.
"Bagus!! karena hari sebentar lagi sudah petang,besok saja ku antar kamu keluar dari hutan larangan"
Dominic menghela nafas berat.
TOK TOK TOK TOK
Cahaya bangkit saat mendengar suara ketukan pintu.
"Ibu???"Cahaya panik melihat Lucy sudah berdiri di luar pintu.Lucy mendorong pintu tanpa menyentuh.Ia melangkah masuk ke pondok Cahaya.
"Aaa eemmm dia manusia yang tidak sengaja jatuh dari langit Ibu"Cahaya menjelaskan dengan rasa takut saat Ibunya memperhatikan Dominic.Lucy beralih menatap putrinya yang terlihat cemas.
"Ikut aku..."Lucy melangkah keluar dan diikuti oleh Cahaya tanpa bertanya.Dominic pun mengekori,dia terkejut melihat dua wanita itu melayang di udara menjauhi pondok.
Dominic mengucek matanya, apakah ini mimpi ??ataukah mereka adalah sepasang dedemit ?? Dominic bergidik ngeri.Ia ingin pergi,tapi di bawah pohon ada beberapa hewan buas tengah tertidur.Karena itu ia masuk lagi ke dalam pondok menyembunyikan diri.
"Sudah waktunya kamu pulang"Ucap Lucy,ia sengaja berdiri membelakangi Cahaya karena tak ingin gadis itu melihat kesedihannya.
"Pulang ??? Pulang kemana Ibu??"
"Ke tempat asalmu...Ibumu pasti sangat merindukanmu"
"Ibuku??Bukankah Ibuku disini??"
Lucy menggeleng.
"Aku bukan Ibumu, Ibumu ada di luar hutan ini.Tempat yang cukup jauh,kau ikut lah dengan pria itu "
"Ibu..aku tidak mengerti maksud Ibu..bagiku Ibu adalah Ibuku.Kenapa Ibu menyuruh ku menemui Ibu yang tidak aku kenal.Aku tidak mau Ibu"
"Cahaya!!"Lucy berbalik,Disanalah cahaya melihat wajah Ibunya basah.
"Ibu...apa kau menangis??"
Lucy cepat berpaling,ia mengusap wajahnya.
"Ibu...aku ingin tetap disini...bersama mu..jangan suruh aku pergi"
"Pergilah Nak...jika kau rindu Ibu,kau bisa datang kesini kapan saja"
"Tidak!!aku tidak mau"Cahaya menolak.
"Apakah kau ingin melanggar perintah ku??"
Cahaya terpegun,ia tidak pernah sekalipun berani menentang Lucy.
"Pergilah!!?"Lucy masuk ke dalam sebuah ruangan yang mana batu besar bergerak sendiri dan menutup dengan sendirinya.Ia membiarkan Cahaya di luar sedangkan dirinya menangis disana.
Hatinya sakit karena harus berpisah dengan Cahaya.Tapi wangsit itu sudah datang untuk melepaskan Cahaya.Lucy tidak bisa mengabaikan nya.Anak gadisnya harus pulang kepangkuan keluarga nya.
*
Daun pintu terbuka, Dominic kaget sampai ia melompat berdiri dan meringkuk di pojokan.Tapi karena melihat wajah Cahaya yang ditekuk,ia jadi penasaran dan memberanikan diri untuk mendekati.
"Kamu kenapa ??"tanya Dominic.
"Ibu mengusir ku...aku tidak tahu kenapa??Apa karena membawa mu masuk kesini ??"
"Apa kamu tidak cerita kalau kamu hanya menolong ku?"
"Sudah!!tapi dia tetap ingin aku pergi ikut dengan mu"
"Ikut dengan ku???enak aja..aku nggak mau.emang aku yayasan kepedulian apa??"
Cahaya menatap Dominic sendu.
"Ya sudah tidurlah...besok aku antar kamu pulang "Cahaya merebahkan diri memunggungi Dominic .Pria itu jadi merasa bersalah, karena bagaimanapun Cahaya telah menolongnya dari kematian.Tapi ia dengan mudahnya menolak atau mungkin terlalu kasar menolak nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi menjelang,Dominic terjaga karena mencium aroma daging bakar.Ia segera keluar karena tak menemukan Cahaya di dalam pondok.
Begitu ia keluar,Dominic terpana melihat Cahaya yang dikelilingi hewan buas dan malah terlihat sangat akrab.
"Apakah gadis itu adalah Tarzan ??tapi kan biasanya Tarzan selalu menjerit Auwooo..tapi ini???malah anggun sekali terbang melayang kesana kesini"Dominic berbicara sendiri.
Cahaya mendongak melihat ke arah nya.
"Kau sudah bangun ??turunlah!!kita sarapan pagi dulu "Cahaya melambaikan tangannya.Tapi Dominic ragu karena melihat hewan-hewan buas itu.
"Turun lah..mereka tidak akan mencelakai mu.Mereka teman-teman ku"teriak Cahaya .
Akhirnya dengan mengumpulkan keberanian,Dominic turun dari atas pondok menggunakan tangga yang tersedia di sana.
"Nih..."Cahaya memberikan satu ekor ayam bakar kepada nya.
"Tidak...aku makan ini saja"Dominic mengambil apel yang berada di dalam keranjang rotan.
"Kenapa ???ini enak loh??"
"Aku diet, nanti aku bisa gemuk"Jelas Dominic ,ia melahap apel yang di genggamnya.
"Hah?? maksud kamu,kamu bakal gemuk kalau makan ayam??"Cahaya sangat terkejut dengan istilah itu.Dominic mengiyakan.
"Kata siapa??setahu aku justru makan buah-buahan yang bikin gemuk,lihat tuh gajah.Dia tinggi besar, gendut karena makan buah,Dan lihat tuh Cheetah, harimau ,singa.. semua kurus ceking karena makan daging "
Dominic tercengang, kalau dipikir-pikir emang iya sih??
"Lucu dia... entah manusia dari mana kok makan ayam bakar bisa gemuk hahahahahaha"
Tawa Cahaya disambut gelak meriah dari sekumpulan hewan yang mengelilinginya.Seekor singa sampai terbatuk-batuk karena saking kuatnya tertawa.Dominic kaget!!baru sekarang ia mendengar si raja hutan batuk.