
"Sudah-sudah... cepat habis kan makanan mu.Kita akan segera berangkat sebentar lagi"Cahaya menghentikan tawa semuanya.Seekor harimau merebahkan diri ke pangkuan Cahaya .Ular si dokter pun melilit manja,si burung hinggap dan menggosok-gosokkan kepalanya ke pipi Cahaya.Mereka seakan tak mau berpisah dengan gadis yang dibesarkan oleh mereka itu.
"Sudah-sudah jangan begitu,aku akan sedih..."
"Kenapa Lucy menyuruh kamu pergi?padahal dia yang membawa mu kemari"Tukas Cheetah.
"Aku tak mengerti "wajah Cahaya sangat memilukan.
Meskipun Dominic tak mengerti Cahaya sedang berbicara dengan siapa,tapi ia tahu jika Cahaya bukan manusia biasa.Semalaman ia berpikir,kalau bukan karena Cahaya yang melakukannya.Tak mungkin dia jatuh dari pesawat tanpa lecet sedikit pun.
"Kau mau kemana ?"Tanya Dominic .Cahaya hanya menggelengkan lemah.
"Baiklah kau boleh ikut aku, setelah aku pikir-pikir Manager aku pasti akan berbuat jahat lagi padaku.Aku butuh bantuan mu,selama kamu masih belum menemukan tujuan mu akan kemana ?kau boleh tinggal bersama ku.Sebagai balasannya kau harus menjaga ku dan juga Raul"
"Siapa Raul?"
"Dia anak dari Kakak ku yang meninggal karena kecelakaan.Jadi aku menjaga Raul sejak dia masih bayi, sehingga orang mengira aku ini Ayahnya.Dan aku hanya mengatakan nya padamu"
Cahaya mendengarkan dengan baik, meskipun ia kurang memahami.
"Apa kau bersedia ??"
"Bagaimana aku bisa menolak,jika mengikuti mu adalah perintah Ibuku"
Dominic tersenyum tipis.
*
Keduanya berangkat setelah sarapan.Cahaya membawa buntalan kain yang dipanggulnya.Buntalan itu berisi topeng legendaris dan beberapa helai pakaian nya.
Saat Matahari berada tepat di atas kepala,kedua manusia yang membelah hutan Larangan sudah tiba di tepi sungai.
Cahaya langsung mengambil air dengan tangannya lalu tanpa segan meminum nya.
AAHHHH
Cahaya tersenyum, ini sangatlah menyegarkan.Dominic terpegun melihat tingkah Cahaya.
"Kau kenapa ??"
"Kau langsung minum air sungai itu?"Dominic balik bertanya.
"Iya!!emang kenapa ??"
"Itu kan kotor,,banyak bakteri nya"
"Bakteri ??Tadi aku nggak lihat apa-apa "Cahaya menciduk air lalu di tuangkan tinggi-tinggi.
"Tuh nggak ada apa-apa"
"Bakteri itu sejenis hewan kecil yang tidak terlihat"
Cahaya bengong mendengar penjelasan Dominic .
"Dia hewan ???tapi tidak terlihat ??"Gumamnya,Dominic mengiyakan"Apakah itu berupa dedemit ??Jadi ada dedemit yang tidak bisa aku lihat ??"
Dominic menggaruk kepalanya.
"Bukan dedemit,dia makhluk hidup.Ok begini saja, biasanya kalau aku nggak bisa dapat air mineral yang bersih.Aku akan merebus air kran,atau air sejenis air sungai ini.Baru bisa dikonsumsi "
"Direbus ???"
Dominic mengiyakan.
"Mati???"Cahaya melongo.Dominic mengangguk."Jadi kalau mati jadi mayat dong??dan kita minum air yang penuh dengan mayat??"
(????????)
Dominic bingung harus menjawab apa 😕😕
"Ah jadi sakit perut aku"Mendadak Dominic merasa mulas"Mana disini ada toilet ??"
"Tolelet??Apa itu??"
Dominic menepuk jidat.
"Sumpah punya takdir apa aku bisa ketemu sama manusia purbakala seperti ini??Udah Bo-doh pinter ngeles "Gerutu Dominic .
"Kamu bicara apa?"
"Aku sakit perut,mau buang hajat"
"Ohhh... jongkok aja disana"Cahaya menunjuk ke tepian sungai.
"Apa???"Dominic kaget bukan kepalang.
"Cepatlah...aku tunggu disana!!"Cahaya berbalik melewati bebatuan.
"Gila...jadi sungai ini di jadikan tempat buang hajat dan juga untuk diminum??"Dominic merasa mual membayangkan semuanya.Tapi perutnya memaksa dirinya untuk segera jongkok karena sudah seperti mengintip di ujung lubang.
Cahaya menunggu di atas sebuah batu besar.Ia mengamati sekitar pemandangan yang asri.Tetiba pendengarannya terganggu oleh teriakan Dominic .
"Akh Akh Akh.. tolong.. tolong... burung ku dijepit kepiting.. tolooooooong sakiiitttt"Dominic berjalan mengangkang.
Cahaya melompat dan mendekat,ia melihat ular lembek yang pernah diperiksa nya digelantungi Seekor kepiting sungai.
"Woy jangan bengong,tolongin aku"teriak Dominic menahan sakit.Cahaya tersenyum menahan tawa.
"Hey kepiting, cepat lepaskan ular lembeknya.Kau tak kasihan apa, ular nya udah lembek masih kau jepit.Nanti makin kayak adonan papeda"seru Cahaya kepada si kepiting.
"Justru itu aku jepit dia, tiba-tiba muncul bergelantungan di atas ku.Aku pikir ular mau memakan'ku"balas si kepiting.
"Ya udah cepat lepaskan, kalau kamu tidak mau aku tebas"
Si kepiting tak membantah,ia melepaskan capitnya dan menjatuhkan diri ke dalam air.
"Huuu huuu huuu...sakit...habislah,Si entong sudah terluka.Apakah dia masih bisa berfungsi ??"Dominic menangis.
Tapi ia merasa heran dengan kesunyian yang ada.Matanya bergulir menatap Cahaya , rupanya gadis itu terpegun menatap miliknya.
"Hey!!kau liat apa-an..aduh sakit banget lagi"Dominic menutupi barang pribadi menggunakan kedua tangannya.
"Alah pakek ditutupi,toh aku sudah memeriksa nya kemarin "
"Apa?? memeriksa ?? maksud mu??"
"Udah cepat kita lanjutkan perjalanan,kalau tidak nanti keburu malam.Kamu mau ketemu sama penghuni hutan ini??"
"Iya tapi aku kesakitan gimana ini? nggak di pakek-in celana aja udah sakit apalagi pakek celana "
"Huf..kau merepotkan saja, untung ya Ibuku menyuruhku mengikuti mu.Kalau tidak sudah ku biarkan kamu seperti ini"Cahaya membebel kesal.Ia menunjuk dengan jari telunjuknya ke arah barang pribadi milik Dominic . Seketika cahaya biru menyelimuti batang yang tercapit tersebut dan langsung sembuh.
"Nah cepat pakai...lalu kita pergi"Cahaya berbalik berjalan mendahului.Dominic patuh meskipun untuk kesekian kali ia takjub dengan kekuatan magic Cahaya .