Blue Eyes

Blue Eyes
ADA APA DENGAN POPPY 39



Dua bola mata Soraya melebar,cahaya biru menyemburat dari pupil matanya.Tubuh Soraya menegang,hingga tangannya mencengkram kuat lengan Idris.


"Ada apa?"Tanya Idris dengan suara berbisik.Karena saat ini mereka sedang bersembunyi di balik semak-semak untuk menyusup ke rumah besar tempat Pardi bekerja.


"Wajah tanpa senyum itu sudah datang,Pardi tidak bisa selamat"


"Maksud mu??"Idris kurang memahami apa yang diucapkan oleh Soraya.


"Pardi sudah meninggal "


"Apa??apa dia keracunan kecubung ??"


Soraya menggeleng


"Aku tidak tahu kenapa dia bisa mati?"


"Ayo kita cek ke dalam "Idris bangkit dengan gerakan cepat,tapi Soraya menahan nya.


"Kalau kita masuk sekarang, bisa-bisa kita menjadi tersangka"


" Tapi dia tidak boleh mati Aya'...kau sendiri yang bilang akan membuktikan bahwa Jamal tidak bersalah"


"Apapun yang kita lakukan sudah terlambat.. Ruhnya sudah dibawa pergi "


Idris terdiam,ia menghela nafas berat.


"Terus apa yang harus kita lakukan ??"


Soraya menggeleng lemah... Otaknya ngeblank tidak tahu harus bagaimana ??


*


*


Kematian Pardi langsung tersiar luas, Sukri yang mendengar kabar tersebut berlari mencari anak majikannya dengan tubuh gemetar.


"Non...Nona..."


Soraya menggerakkan kepalanya, menatap kosong tubuh gemetar yang terseok-seok menghampiri.


"Nona...Pardi...Non...Pardi meninggal"


Soraya menundukkan kepalanya,ia mengangguk pelan.


"Aku sudah tahu Mang,tapi Mamang jangan khawatir.Dia meninggal bukan karena makan kue dari Mamang"


"Kok Nona bisa tahu??"Sukri kurang yakin dengan analisis anak majikannya itu.


"Mamang pergilah kesana, nanti Mamang bisa tahu kenapa Pardi bisa meninggal dunia?"


Sukri mengangguk ragu,ia pun keluar dari ruang belajar si anak majikan.


"Kelihatan nya supir kamu sangat shock "ucap Idris, Soraya diam tak menanggapi.


Idris tahu jika Soraya pun tak kalah shock nya,karena rencananya semua gagal disebabkan Pardi meninggal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Esoknya Soraya pergi ke sekolah seperti biasa.


"Mang...Apa Mamang sudah pergi ke rumah duka?"Tanya Soraya saat ia dalam perjalanan ke sekolah.


"Sudah Non,ternyata Pardi meninggal karena terpeleset di kamar mandi.Tapi anehnya kepala bagian depan juga ada bekas benturan"


Soraya mengangguk mengerti.


"Yang mengejutkan lagi Non, adalah hp si Jamal.Ternyata dipakek anaknya Pardi Non.Berarti benar dong kalau ternyata hp Jamal di curi Pardi "


"Ohya???"Soraya baru kaget mendengar fakta yang terungkap.


"Iya Non..."


Senyuman tipis tersungging, setidaknya dapat dibuktikan jika tuduhan Jamal terhadap Pardi itu benar.


"Nggak nyangka saya Non sama Pardi,tega dia sampai berbuat seperti itu sama Jamal.Tapi ya kok aneh,Jamal yang mati dan jadi Pocong"


"Berarti sumpah pocong itu hanya mitos Mang"tanggap Soraya.


"Iya juga ya..."


*


Setibanya di sekolah,Soraya keluar dari dalam mobil dan langsung berlari kecil masuk ke area sekolah.


Rupanya Idris sudah sampai duluan,ia menyongsong kedatangan sang kekasih dengan sebuah perhatian.


"Setidaknya kematian Pardi bisa membuktikan jika dia yang sudah mencuri hp Jamal.Tapi kematian Jamal masih belum terungkap"


"Nanti aku akan mencoba membobol keamanan CCTV di rumah itu.Kebetulan salah satu Bodyguard Papa adalah seorang hackers"


"Emang bisa mengembalikan rekaman yang sudah dihapus ??"Soraya merasa ragu.


"Kita akan coba"Idris berusaha agar Soraya tidak pesimis.Gadis itu akhirnya sedikit lebih lega dari biasanya.


Pada saat itu Poppy datang,tapi dia tidak terlihat ceria seperti biasanya.Soraya dan Idris terpegun menatap sahabatnya.Bukan karena perubahan Poppy, melainkan mereka melihat sosok gelap yang mengikuti.


"Kau melihat itu?"gumam Soraya, Idris menjawab dengan anggukan kepala.Keduanya saling melempar pandangan.


"Aku yakin itu bukan malaikat maut"Sambung Soraya.


"Bukan"Jawab Idris pendek.


Poppy menelungkup kan wajahnya di atas meja.Gadis itu benar-benar terlihat tidak baik-baik saja.Soraya bangkit lalu menghampiri.


"Pop...kamu kenapa?"Soraya mengusap punggung Poppy,Tapi teman gembul nya itu tak Mengangkat kepalanya sedikit pun.Justru punggungnya bergetar hebat.


Soraya duduk di sisi samping,ia merangkul tubuh sahabat nya.


"Kalau ada masalah...ceritalah Pop...aku siap jadi pendengar yang baik.Dan kalau aku bisa,aku akan membantumu"Soraya bertutur lembut,dan ia berhasil membujuk.Poppy Mengangkat wajahnya,di matanya masih terlihat sisa-sisa air mata.


"Kamu tidak akan bisa membantu ku Ya'.."Suara Poppy Terdengar serak dan parau.


"Kalau begitu,cerita lah!!kita akan membantu mu keluar dari segala masalah"Idris menimpali,ia duduk di sisi lain sebelah Poppy.Kini gadis gembul itu di apit oleh mereka.


"Tapi...aku malu bercerita hal ini kepada kalian"


"Kenapa harus malu??kami tidak akan membeberkan rahasia mu"jawab Soraya.


"Baiklah..tapi tidak sekarang,dan bukan disini"


Soraya mengerti,karena sebentar lagi bel masuk kelas akan segera berdering.


*


*


"Aku baru tahu Ya'.. kalau ternyata aku mempunyai saudara kembar "Poppy mengawali kisah yang membuat nya sedih.


"Dan kemarin, saudara ku ditemukan tewas.Di ruang bawah tanah rumah ku"


Soraya mengernyitkan keningnya,begitu juga dengan Idris.


"Dia saaaangaat kurus, berbeda jauh dengan ku"


"Kenapa dia bisa meninggal ??"timpal Soraya.


"Dia menggigit urat nadinya hingga putus "


Soraya menakup mulutnya menahan nafas.Membayangkan hal itu, membuat Soraya bergidik ngeri.


"Kok bisa?"Idris pun tak kalah heran.Poppy menggeleng lemah.


"Aku juga tidak mengerti"Poppy tertunduk, ia seperti bermain sendiri dalam pikirannya.


"Pop...kamu seperti nya sangat terbebani dengan kematian saudara mu"ujar SORAYA.Poppy mengiyakan ucapan Soraya.


"Aku takut Ya'..."Poppy tersedu,ia tak kuasa menahan gejolak di dalam dirinya.Soraya menarik Poppy ke dalam pelukannya.


"Jangan takut,aku akan Senantiasa membantu mu"


"Terimakasih...tapi aku yakin,kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa "


Soraya dan Idris saling beradu pandang dengan penuh tanda tanya.


"Apa ini ada hubungannya dengan makhluk yang mengikuti mu?"Soraya to the points.Karena ia tidak suka berteka-teki.Poppy merenggangkan pelukannya,ia menatap wajah sahabat nya itu.


"Kau bisa melihat nya??"Poppy nampak kurang yakin.Soraya mengangguk membenarkan.


"Idris juga bisa melihat nya"


"Apakah semua orang bisa melihatnya ?"Poppy mulai panik.Soraya menggeleng.


"Tidak semua orang,hanya segelintir saja.Aku dan Idris termasuk orang yang bisa melihat nya"


"Pop... ceritakan lah yang sebenarnya,kami tidak bisa berbuat apa-apa jika kamu menyembunyikan sesuatu "Idris juga turut membujuk, Poppy merunduk.Hatinya mulai bimbang.


"Keluarga ku .. menyembah genderuwo"


Pupil mata Soraya melebar,ia tidak bisa langsung percaya dengan ucapan sahabat nya.Tapi melihat penampakan sosok hitam besar yang mengikuti Poppy,itu bisa saja benar.