
Hari ini Krist sendirian, Anna entah kemana. Biasanya ia akan diganggu oleh wanita aneh itu dari hal hal kecil sebatas ayo berpacaran, ayo kita ciuman, kamu sudah cinta aku sampai hal-hal berbau erotis. Ayo melakukan ****, dasar gila batin Krist.
Tapi hari ini tak ada jadwal pemotretan, Krist sedikit rindu dengan sosok Anna.
Ia sedang duduk ditaman hari ini, ada anak kecil yg berlari kearahnya sambil memberikan bunga mawar berwarna merah padanya.
"Ini buat paman?" tanya Krist pada anak kecil tadi.
"Iya buat paman" jawab anak kecil tadi membuat Krist terkekeh, gemas dengan tingkah anak kecil itu.
"Terima kasih ya"
"Sama-sama paman aku main dulu sama temanku"
"Iya hati-hati jangan sampai bertengkar" katanya sambil berteriak kecil saat sosok anak kecil itu kian menjauh.
Krist memandangi bunga mawar yg diberikan anak kecil tadi, ia tersenyum.
"Warnanya merah, kalau biru pasti milik Anna.Pasti lebih cantik lagi... " kata Krist setelah itu ia menggelengkan kepalanya keras "Jangan, nanti ada kejadian mengerikan kalau mawar biru itu muncul"
"Wahh... mawar yg indah" kata perempuan tua yg berbicara dengan Krist waktu itu.
Krist sedikit canggung, bagaimana bisa ia berbicara dengan santai dengan sosok yg kata Anna adalah Dewa ini? Jangan macam-macam, Krist tidak ingin masuk neraka karena kurang ajar dengan Dewa.
"Kalau biru pasti punya Anna... " lanjut perempuan tua itu.
"Ahhh.. iya tapi jangan sampai muncul, berbahaya" kata Krist.
Perempuan tua itu tertawa pelan, benar kata Krist.
"Dulu Anna itu sosok yg sangat mengerikan, berkah dari mata birunya membuatnya memiliki kekuatan yg begitu besar, begitu menakutkan. Beruntung sekarang ia bisa mengendalikannya... " kata perempuan tua "Anehnya justru mawar biru itu hasilnya"
"Kulihat kamu sudah mendapat izin masuk kedalam kebun"
"Ahh itu... "
Krist tahu perumpamaan itu untuk Anna, perempuan tua sedang membicarakan Anna.
"Apakah saya bisa bertanya sesuatu?"
"Mau bertanya apa?" jawab perempuan tua.
"Apakah Anna sangat mengerikan dulu?" tanya Krist. perempuan tua ini terus saja menceritakan masa lalu Anna seolah dia makhluk yg mengerikan.
"Cintanya pernah diambil... "
"Cinta? Kekasih?" tanya Krist, sedikit tidak suka. Krist tidak tahu kenapa ia merasa tidak suka.
"Bukan, Cinta milik Ibu dan Adiknya. Keduanya sangat mencintai Anna, mereka berdua sangat menyayangi Anna. Jadi ketika cinta itu direbut Anna mengamuk" si perempuan terus bercerita.
"Jadi selama ini apakah ia terus melewati rasa sakit yg teramat dalam?"
"Ia sangat menderita. Ia dihukum karena tidak bisa melindungi orang yg dicintainya bahkan sampai membunuh seluruh rakyat kerajaan"
"Kerajaan?"
"Ia dulu seorang puteri" kata perempuan tua, kemudian ia menghentikan pembicaraannya disaat merasa terlalu banyak bercerita.
"Tolong jaga Anna, tolong rawat bunga mawarku yg sangat cantik ini. Ia menginginkan kematiannya, tetapi ia merindukan cinta yg diberikan untuknya"
"Tolong jaga dia, jangan sampai ia mengulang hal yg sama, jangan sampai kejadian yg tak diinginkan terulang kembali"
"Hidup seribu tahun dalam kesengsaraan bukan hal yg baik... "
"Kamu laki-laki yg baik, aku menciptakanmu bukan tanpa alasan... "
Krist tersadar dari tidurnya, menemukan dirinya dikamar tidur apartementnya.
"Yg tadi itu mimpi?" tanya Krist pada diri sendiri. Sangat terasa nyata