
Ilyas tengah bersemedi seperti biasa, tiba-tiba sinar merah kehitaman mengelilinginya.Perlahan kelopak matanya terbuka.Ia Mengangkat tangannya, sinar itu hinggap di tangan Ilyas.Mustika Kecubung ternyata kembali kepada nya.
Ilyas bangkit, ia menahan amarah dengan terlihatnya rahang yang mengetat.Langkah nya panjang dan cepat keluar dari tempat pribadinya.
"Cepat cari Idris!!,bawa dia padaku"Titahnya dengan kalimat yang ditekankan.
Bodyguard yang bertugas malam jadi kalang kabut.Mereka dengan tergesa-gesa melaksanakan perintah sang majikan.
Zulaikha keheranan melihat para punggawa yang bertugas dibawah perintah Ilyas terburu-buru pergi.Ia yang tengah mengambil air madu hangat untuk suaminya tak sempat bertanya karena mereka keburu pergi.
"Kanda Sultan...entah apa yang terjadi,aku lihat para punggawa di rumah ini pergi dengan terburu-buru"
Zubair mengernyitkan keningnya.
"Kenapa kamu tidak bertanya kepada mereka ??"
"Tak sempat "Jawab Zulaikha pendek.
"Apakah terjadi sesuatu dengan Idris ??"Gumam Zubair menerka-nerka.
"Jangan membuat ku takut Kanda..."Zulaikha nampak cemas"Kita datangi saja kamar Ilyas dan bertanya padanya langsung "
"Jangan!!"Zubair mencegah langkah istrinya dengan cepat"Kita disini tamu,jangan bertingkah melampaui batas "
"Tapi kalau terjadi sesuatu dengan menantu kita?maka semuanya akan musnah Kanda"
"Aku yakin,Ilyas tahu apa yang harus dilakukan"
"Tapi hatiku tak tenang Kanda..."Zulaikha berjalan mondar-mandir.
"Sabarlah...kau selalu seperti itu "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat kedua matanya terbuka, pertama kali yang dilihat oleh Soraya adalah dada bidang yang terhampar di bawah kepalanya.
Soraya tersentap kaget,ia langsung menerajang orang yang tidur di sebelahnya itu.
"Aawww"
Pupil mata Soraya membulat,ia baru menyadari jika itu adalah Idris.
"Sayang... sayang...Sory..."Soraya bergerak membantu Idris bangun dari lantai.
"Kenapa kamu menendang ku??"Idris beranjak bangkit,Soraya terhenyak dan langsung menutupi wajahnya.Ia malu melihat keadaan Idris yang tanpa sehelai benang.
Idris menyadari itu,tapi ia cuek saja.Malah tanpa rasa bersalah duduk di bibir kasur membiarkan burung 🐦 nya tegak menggoda.
"Kamu apa-apaan sih Ris ??"
"Kenapa sayang?? bukankah kamu menyukai nya??"
Wajah Soraya bersemu merah dibalik dua telapak tangannya.
"Udah... lihat aja, nggak apa-apa kok.Toh aku juga sudah melihat punya kamu "Idris mencubit perut ramping Soraya.Gadis itu memekik.Ia segera turun dari tempat tidur dan bersembunyi di kamar mandi.
"Sayang...jangan malu,sini!!aku pengen lagi"Seru Idris dari luar manja.Soraya menutupi wajahnya,ia merasa sangat malu sekali.
Tok tok tok tok
Ketukan pintu mengalihkan perhatian Idris,ia segera mengambil handuk lalu dililitkannya di pinggang.
Gegas Idris membuka daun pintu, rupanya Ahmad lah yang datang.Pria itu terpegun melihat Idris bertelanjang dada di kamar anak majikan.
"Ngapain kamu disini ??"Hardik Ahmad,ia menerobos masuk dengan mendorong Idris.
"Hey...kau kurang 4jar ya!!"Idris tak terima dengan perlakuan Ahmad yang dinilainya melampaui batas.
"Mana Nona??"Ahmad memandang ke sekeliling kamar.
"Di kamar mandi"Balas Idris.
"Kamu ngapain disini,ini kan kamar Nona.Apa yang kamu lakukan di kamar ini ?Tidak pakai baju lagi"Ahmad mencerca Idris dengan berbagai pertanyaan, perasaannya kacau.Ia takut Soraya sudah diapa-apakan oleh pria itu.
Idris Mengangkat sebelah bibirnya,ia menyandarkan punggungnya ke dinding dan tangan yang terlipat di dada.
"Kamu pikir kalau pria dan wanita tidur sekamar berdua, ngapain ??"
"Kau..."
BHUK
Tanpa segan Ahmad langsung mendarat kan bogem mentah di wajah Idris.Idris yang belum melakukan persiapan langsung tersungkur ke lantai.
"Ahmad!!!"
Soraya berlari menyongsong Idris yang duduk di lantai, wajahnya lebam dan bibirnya pecah.
"Apa yang kamu lakukan ?hah?"Soraya berjongkok di depan Idris,ia jadi marah dengan perawat Bapaknya itu.
Ahmad tak menjawab, ia pergi begitu saja.
"Kau tidak apa-apa ??"
Idris menggeleng, berusaha baik-baik saja.Tapi saat Soraya mengelap darah di bibir nya.Wajah nya meringis kesakitan.
"Ganti saja perawat mu itu"Idris kesal sekali.
"Itu tidak akan mudah, karena Bapak sudah nyaman dengan nya... pergilah mandi!kita akan ke Bandara sebentar lagi"
Idris mendengus,ia bangkit dan pergi ke kamar mandi.Hatinya meruntuk karena Soraya tidak menyanggupi permintaannya.
*
Sejak berangkat dan sampai masuk dalam kabin pesawat.Dari ketiga orang ini tak ada yang bicara sepatah kata.Hanya Soraya yang bicara dengan Pak Luyo .
Setibanya di Jakarta, Idris turut masuk ke dalam mobil taxi yang dinaiki oleh Soraya.
"Kamu mau kemana ??"tanya Soraya.Idris tak menjawab.Ia duduk dengan anteng di sebelah supir.
Soraya enggan bertanya lagi,ia biarkan Idris melakukan apapun yang ia inginkan.
Sesampainya di rumah,Prabu Atmajaya dan istrinya menyambut kedatangan mereka.Apalagi melihat Idris datang bersama.Mereka tidak bisa menyimpulkan apapun apa yang dikehendaki anak sultan itu.
Sebelumnya,Prabu Atmajaya sudah mendapatkan telfon dari Ilyas mengenai putra mereka.Ilyas meminta agar memberi tahu jika ada Idris datang ke rumah nya.
Namun, belum sempat Prabu Atmajaya mengabarkan.Ia sudah dikejutkan oleh keinginan Idris yang akan menikahi Soraya.
Prabu Atmajaya terbengong,begitu juga dengan istrinya.Mereka cukup shock dengan lamaran dadakan ini.
"Bagaimana Om,Tante apa kalian bersedia menikah kan aku dengan Soraya??"
Prabu Atmajaya planga-plongo,ia tidak tahu harus menjawab apa.
"Aya'!!!!" sedangkan Kartika justru memanggil putrinya yang baru saja masuk ke kamar."Aya'!!!Bik tolong panggilkan Aya'"
Kartika memberikan perintah kepada asisten rumah tangganya yang baru saja menghantarkan teh hangat untuk tamu mereka.
"Baik Nyonya"
Sang asisten pergi menjalankan perintah.Tak lama kemudian, Soraya datang dan duduk di dekat Ibunya.
"Ada apa Ma??"
"Sayang...ini ..emmm Idris melamar mu"
Soraya sama sekali tidak terkejut mendengar hal itu,ia hanya menatap pria itu penuh arti.
"Bagaimana menurutmu Nak?"Prabu Atmajaya turut bertanya.
"Nikahkan saja kami Pa"
Jawaban Soraya sontak membuat Prabu Atmajaya dan Kartika terkejut bukan kepalang.
Bukan tunangan terlebih dahulu,namun Soraya langsung meminta dinikahkan.
"Kamu masih sekolah Nak"Timpal Kartika.
"Apa karena ini kamu ingin segera menikah ?"Prabu Atmajaya mengambil surat dari sekolah Soraya yang baru tadi dibacanya.
"Apa itu Pa?"Soraya meraih amplop putih dari tangan Papanya.
"Surat Somasi dari sekolah, katanya kamu hamil"
"Oh ternyata karena itu "Soraya menanggapi dengan santai seraya melempar amplop itu ke atas meja.
"Ya' ini bukan masalah sepele loh"Kartika bersuara.
"Om...Tante...itu semua hanya salah paham yang sengaja dibesar-besarkan.Saya sudah buktikan sendiri bahwa Soraya tidak hamil "Idris melemparkan senyuman nakal ke arah Soraya.
"Benarkah ???HUFFFF syukurlah kalau itu benar"Prabu Atmajaya mengelus dada,tadi saat pertama kali membaca surat itu.Bukan main marah Prabu Atmajaya sampai mencaci maki nama anaknya.Tapi Kartika berusaha menenangkan Suaminya itu.
"Om... tolong nikahkan kami sekarang juga"