Blue Eyes

Blue Eyes
UNDANGAN 24



Soraya terjaga, keringat dingin menetes di pelipis matanya.Ia seperti kehabisan nafas,bagai lari maraton tak berujung.Di depannya duduk Sofi si gadis hantu, sedang memainkan ujung rambut nya.


"Kau???sofi??"Soraya menyebut nama gadis yang telah hadir ke dalam mimpi nya.Sofi mengangguk...


"Maafkan aku,,,aku rasa kau bisa membantu ku"


Soraya mengernyitkan keningnya..


"Aku dibunuh secara keji hanya untuk dijadikan sebagai tumbal, bertahun-tahun lamanya aku terkurung di dalam lift itu.Sampai akhirnya kau datang menyapaku.Karena itu aku mengikuti mu"


"Tapi kenapa kamu merasuki aku?"


"Aku tidak tahu, tiba-tiba saja aku ketarik masuk kedalam tubuh mu"


Soraya diam berpikir...Apakah karena tubuh ku melemah??


"Apa yang bisa aku lakukan untuk mu??"


"Bantu aku Balaskan dendam ku"


"Itu aku tidak bisa..."


"Bawa aku kepada pria itu "


"Siapa dia?aku tidak kenal"


"Aku memanggil nya Om Setyo..kalau tidak salah namanya Setyo Adjie"


"Dimana rumahnya ??"


Sofi menggeleng...


"Aku tidak pernah tahu dimana dia tinggal,kami bertemu di cafe tempat aku kerja.Dia begitu baik padaku, awalnya aku pikir dia akan mengencani ku Seperti halnya pria-pria kaya Pada umum nya.Tapi dia tidak begitu,rupanya dia memang sudah berniat untuk menjadikan aku tumbal"


"Bagaimana aku bisa menemukan pria itu, kalau alamatnya saja tidak tahu.Hanya berdasarkan nama,di dunia ini yang bernama Setyo Adjie itu banyak"


"Karena itu aku butuh bantuan mu"pinta Sofi memohon,Soraya menarik nafas kesal.


*


*


TOK TOK TOK


"Masuk..."Seru Prabu Atmajaya.Kamila sang sekretaris muncul dari balik pintu.


"Permisi Pak ..ada Tuan Muhammad Ilyas,dia ingin bertemu Bapak"


"Muhammad Ilyas ??"Prabu Atmajaya tercenung untuk beberapa saat"Ada apa beliau tiba-tiba datang kemari??Dia seorang investor ternama,dan kita saja tidak bisa menarik nya untuk menjadi pemegang saham.Tapi sekarang tiba-tiba beliau datang "


"Apa kita tolak saja Pak?"Kamila memberikan ide.


"No..No..jangan.. persilahkan beliau masuk,kau buatlah jamuan kecil untuk nya"Prabu Atmajaya memberikan perintah,Kamila mengangguk tegas.Ia berbalik keluar dari ruangan sang atasan.


*


"Assalamualaikum..."sapa Yas saat pintu terbuka.


"Wa'alaikum salam "Prabu Atmajaya tersenyum, keduanya berjabat tangan dengan hangat dan saling menepuk pundak masing-masing.


"Silahkan duduk"tawar Prabu Atmajaya .


"Terimakasih...kau tunggu di luar"Yas memberikan arahan kepada dua bodyguard nya.Kedua pria bersluit hitam itu mengangguk patuh.


"Ada apa gerangan, seorang sultan datang ke perusahaan kecil saya?"tanya Prabu Atmajaya .


"Hahahahaha "Yas tertawa renyah."Pak Prabu..anda terlalu berlebihan"


Prabu Atmajaya tersenyum simpul.


"Saya ingin mengadakan acara ulang tahun anak saya, Muhammad Idris"Yas menyodorkan sebuah kartu undangan.Prabu Atmajaya menerima nya,ia membuka nya dengan senyum penuh arti.


"Sepertinya ini bukan pesta ulang tahun biasa"


"Hahahahaha"Yas tertawa lepas"Pak Prabu bisa saja...."


Prabu Atmajaya menutup kartu undangan yang sudah dibacanya.


"Saya harap Pak Prabu bisa membawa keluarga nya untuk ikut serta"sambung Yas.


"Insyaallah..."


Kamila muncul setelah mengetuk pintu ,ia membawa nampan berisi minuman hangat dan beberapa kudapan.Yas menundukkan pandangannya.Karena wanita itu datang tidak sendiri,dia membawa khodam bersamanya.Mungkin dari keturunan,karena Khodam nya seiras dengan wajahnya.


"Silahkan Pak Ilyas.."Prabu Atmajaya menawarkan,Yas mengangguk lalu Mengangkat secangkir kopi dan disesapnya pelan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kak..."Dinar nyelonong masuk ke ruangan Prabu Atmajaya tanpa mengetuk pintu.


"Aku dengar pemilik BRUNEI AIRLINE datang berkunjung?ada apa Kak??kok tumben-tumbenan "tanpa dipersilahkan,Dinar duduk bersilang kaki di depan Kakaknya.


"Hanya ngasih undangan dalam rangka merayakan ulang tahun anaknya "jawab Prabu Atmajaya .


"Undangan nya cuma satu "


"Yah aku ikut rombongan Kakak Lah"Dinar tetap bersikeras.


"Lihat saja nanti "Prabu Atmajaya menjawab dengan setengah hati.Dinar tersenyum girang,ia melenggang keluar untuk memberi tahu akan kabar ini kepada suaminya.


*


*


Prabu Atmajaya menyodorkan kartu undangan itu kepada istrinya.Kartika menerima dengan keheranan.


"Apa ini Mas?"


"Undangan ulang tahun anaknya sultan"jawab Prabu Atmajaya seraya menyantap makan malamnya.


"Raffi Ahmad ??"Kartika asal nyebut membuat Prabu Atmajaya tersedak.Soraya menutup mulutnya menyembunyikan senyum.


"Ya kan tahu nya Mama yang sering disebut sultan tu Raffi Ahmad"Kartika membela diri.


"Bukan Ma...ini keturunan asli sultan Brunei"


"Ohhh jadi sultan beneran nih??"


Prabu Atmajaya geleng-geleng kepala menyikapi sikap istrinya.


"Kalian juga musti ikut,beliau datang sendiri menemui ku di Kantor "


"Aya'??"Soraya menunjuk batang hidungnya sendiri.


"Iyalah sayang..."jawab Prabu Atmajaya .


"Waaah berarti kita harus beli baju yang bagus sayang,ini pesta bukan sembarang pesta"Kartika jadi bersemangat.


"Malas ah... mending Aya' tidur di rumah.."


"Kau harus ikut,om Setyo Adjie juga salah satu konglomerat.mungkin saja dia datang"Sofi menjawab.


"Sayang...jangan gitu dong...ini adalah kesempatan Papa untuk memperkenalkan anak Papa sebagai seorang pewaris tunggal Djaya Abadi"Prabu Atmajaya menjelaskan keinginan nya.


"Betul sayang"Kartika menimpali.


"Dinar katanya mau ikut Ma"sambung Prabu Atmajaya .


"Emang dia juga di undang ??"


"Nggak sih...tapi dia ikut rombongan kita"


"Aduh jangan deh Pa...pasti dia akan promosi in si FITRI tuh"


"Tapi menurut Papa kita biarkan saja,aku yakin pesona Aya' akan mengalahkan siapapun disana...Bagus bagus kalau anak dari Beliau terpikat dengan anak kita"


Kartika berpikir sejenak.


"Boleh juga tuh ide Papa...biar mati kutu tuh si Dinar"


"Pa...Ma ..Aya' masih kecil Loh...ogah dijodohin kayak gini"


"Kami nggak jodohin kamu kok sayang"bantah Prabu Atmajaya ,Kartika mendukung dengan anggukan kepala"Yah siapa tahu kan Ma?"


"He-em"


"Iya sama aja"Soraya tetep membantah.


"Udah ikut aja ya sayang...kali ini Mama sangat bersemangat karena ingin membuat Tante Dinar sakit hati"


"Mama..."Soraya tetap protes.


"Tolong lah sayang yah"Kartika membujuk.


"Ikut dong Aya'..aku yakin om Setyo ada disana juga"Sofi turut merayu.


"Ok ok ok"Jawab Soraya menahan kesal.


"Asyik"Kartika bertepuk tangan dengan senangnya.Prabu Atmajaya senyam-senyum melihat tingkah istri nya itu.


*


"Kamu serius Mas melakukan ini?"Nicta memeriksa semua undangan yang siap edar itu.


"Iya sayang...kita harus bisa bertemu dengan nya"


"Tapi kan nggak harus begini Mas,Idris pasti tidak akan suka"


"Kalau aku datang ke sana dengan terang-terangan ingin bertemu gadis itu,pasti orang tuanya akan berasumsi lain.Aku melakukan ini saja sudah dinilai lain"


"Iya sih...tapi IDRIS tahu tentang ini?"


"Belum... nanti kau jelaskan kepada nya"